Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Promosi Dan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Memilih Program UNIPREP Bumi Serpong Damai Di Tangerang Selatan Suriansha, Reza; Asrianto, Asrianto
Journal of Economics and Business UBS Vol. 10 No. 1 (2021): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v10i1.58

Abstract

Pendahuluan : Promosi menjadi faktor yang dianggap mampu mempengaruhi keputusan pembelian pada barang/jasa, yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangktuan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan mahasiswa di kampus UNIPREP BSD. Metode : Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 melalui penyebaran kuisioner (research questioner). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif uniprep selama penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket tentang promosi kualitas pelayanan dan keputusan mahasiswa kepada 40 responden. Metode pengujian instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa, sedangkan kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih UNIPREP BSD pada alpha 5%. Secara bersamaan, promosi dan kualitas layanan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keputusan mahasiswa untuk memilih UNIPREP BSD. Kesimpulan : Semakin bagus promosi yang digunakan dalam sebuah iklan maka akan meningkatkan keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD, begitu pula sebaliknya. Sedangkan kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD pada tingkat kesalahan 5%. Secara simultan, promosi dan kualitas layanan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD.
Skrining Pemeriksaan Gula Darah, Kolesterol dan Asam Urat pada Anggota Yayasan Jantung Indonesia Cabang Papua Sahli, Indra Taufik; Asrianto, Asrianto; Hartati, Risda; Kurniawan, Fajar Bakti; Wardani, Afika Herma; Purwati, Rina; Kawaitow, Leberina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i2.380

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes, hypercholesterolemia, and hyperuricemia pose a significant public health threat in Papua, with diabetes prevalence in Jayapura reaching 13.5% and elevated cholesterol levels at 33.9%. The lack of early detection data and limited access to healthcare services highlight the urgent need for preventive screening and health education. This activity aimed to identify metabolic risk factors blood glucose, cholesterol, and uric acid levels among the Papua Healthy Heart Foundation members. The implementation method included preparing calibrated equipment and conducting screening activities on November 9, 2024. Screening results were analyzed based on sex and age group. Findings revealed that 20.9% of female and 50% of male participants had abnormal glucose levels, while 40.9% of women and 50% of men presented with elevated cholesterol. The prevalence of hyperuricemia was lower among men (16.7%) than among women (41.7%). Interestingly, individuals aged over 60 demonstrated better metabolic control than younger age groups. The study concludes that adults aged 40–60 represent the highest-risk population. Therefore, targeted nutritional education and regular health monitoring are essential to reduce the burden of NCDs. These findings provide a foundational basis for designing locally tailored intervention programs.
Diagnostic Performance of Rapid Diagnostic Tests and Microscopy for Malaria Detection in Jayapura, Indonesia: A Pilot Study Asrianto, Asrianto; Sahli, Indra Taufik; Hartati, Risda; Kurniawan, Fajar Bakti; Wardani, Afika Herma; Sahiddin, Muhamad
Tropical Health and Medical Research Vol. 8 No. 1 (2026): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35916/thmr.v8i1.152

Abstract

Malaria remains a major public health concern in Jayapura, Indonesia. Limited microscopy availability in primary healthcare facilities has increased reliance on rapid diagnostic tests (RDTs) for early case detection. This study aimed to evaluate the diagnostic performance of two malaria RDTs, AllCheck® and Orient Gene®, using microscopy as the reference standard. A cross-sectional study was conducted at a primary healthcare center in Jayapura in December 2025, involving 49 patients with clinical symptoms suggestive of malaria. Capillary blood samples were collected for RDT testing and preparation of thick and thin blood smears. Diagnostic accuracy was assessed by calculating sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), and negative predictive value (NPV), as well as agreement analysis using Cohen’s Kappa and McNemar test. Both RDTs demonstrated comparable diagnostic performance, with sensitivities of 93.75% (95% CI: 69.77–99.84) and specificities of 100% (95% CI: 89.42–100.00). The PPV was 100% (95% CI: 78.20–100.00), and the NPV was 97.06% (95% CI: 84.67–99.93). Agreement analysis showed almost perfect concordance between each RDT and microscopy (? = 0.953; p < 0.001). No significant difference was observed between AllCheck® and Orient Gene® results based on the McNemar test (p = 1.000). No significant association was found between diagnostic outcomes and patient sex or age group (p > 0.05). The RDTs showed good performance in detecting Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax, but reduced sensitivity for Plasmodium malariae. In conclusion, AllCheck® and Orient Gene® RDTs demonstrate strong diagnostic performance and almost perfect agreement with microscopy, supporting their suitability for malaria screening and initial diagnosis in primary healthcare settings in Jayapura. Nevertheless, microscopy remains essential for confirming non-falciparum infections and ensuring comprehensive case detection.
Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat Asrianto, Asrianto; Haerul, Haerul; Arief, Khumaidi; Sukri, Karmila; Mansur, Muhammad Arif; Jufri, Sabri; Kalla, Harnilawati; Herman, Herman; Arnianti, Arnianti; Subaedah, Subaedah; Nurlaelah, Nurlaelah; Anggerani, Anggerani; Jabir, Muhammad Agus; Fitriani, Fitriani; Nursyahfitri, Nursyahfitri; Syauqiyah, Syauqiyah; Putra, Putra; Selsadila, Dwi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2539

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan tingkat mortalitas tinggi dan sebagian besar kejadiannya terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut respon cepat dan tepat dari masyarakat awam sebagai penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta keterbatasan keterampilan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) masih menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta melakukan tindakan CPR secara benar dan aman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi terarah, serta pelatihan praktik CPR menggunakan media audio visual dan manekin. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda awal henti jantung serta peningkatan kemampuan dalam melakukan tindakan CPR sesuai standar prosedur. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan CPR berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem respon kegawatdaruratan jantung di tingkat komunitas dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat henti jantung secara berkelanjutan nasional.