Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Promosi Dan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Memilih Program UNIPREP Bumi Serpong Damai Di Tangerang Selatan Suriansha, Reza; Asrianto, Asrianto
Journal of Economics and Business UBS Vol. 10 No. 1 (2021): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v10i1.58

Abstract

Pendahuluan : Promosi menjadi faktor yang dianggap mampu mempengaruhi keputusan pembelian pada barang/jasa, yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangktuan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan mahasiswa di kampus UNIPREP BSD. Metode : Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 melalui penyebaran kuisioner (research questioner). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif uniprep selama penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket tentang promosi kualitas pelayanan dan keputusan mahasiswa kepada 40 responden. Metode pengujian instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa, sedangkan kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih UNIPREP BSD pada alpha 5%. Secara bersamaan, promosi dan kualitas layanan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keputusan mahasiswa untuk memilih UNIPREP BSD. Kesimpulan : Semakin bagus promosi yang digunakan dalam sebuah iklan maka akan meningkatkan keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD, begitu pula sebaliknya. Sedangkan kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD pada tingkat kesalahan 5%. Secara simultan, promosi dan kualitas layanan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih program UNIPREP BSD.
Diagnostic Performance of Rapid Diagnostic Tests and Microscopy for Malaria Detection in Jayapura, Indonesia: A Pilot Study Asrianto, Asrianto; Sahli, Indra Taufik; Hartati, Risda; Kurniawan, Fajar Bakti; Wardani, Afika Herma; Sahiddin, Muhamad
Tropical Health and Medical Research Vol. 8 No. 1 (2026): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35916/thmr.v8i1.152

Abstract

Malaria remains a major public health concern in Jayapura, Indonesia. Limited microscopy availability in primary healthcare facilities has increased reliance on rapid diagnostic tests (RDTs) for early case detection. This study aimed to evaluate the diagnostic performance of two malaria RDTs, AllCheck® and Orient Gene®, using microscopy as the reference standard. A cross-sectional study was conducted at a primary healthcare center in Jayapura in December 2025, involving 49 patients with clinical symptoms suggestive of malaria. Capillary blood samples were collected for RDT testing and preparation of thick and thin blood smears. Diagnostic accuracy was assessed by calculating sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), and negative predictive value (NPV), as well as agreement analysis using Cohen’s Kappa and McNemar test. Both RDTs demonstrated comparable diagnostic performance, with sensitivities of 93.75% (95% CI: 69.77–99.84) and specificities of 100% (95% CI: 89.42–100.00). The PPV was 100% (95% CI: 78.20–100.00), and the NPV was 97.06% (95% CI: 84.67–99.93). Agreement analysis showed almost perfect concordance between each RDT and microscopy (? = 0.953; p < 0.001). No significant difference was observed between AllCheck® and Orient Gene® results based on the McNemar test (p = 1.000). No significant association was found between diagnostic outcomes and patient sex or age group (p > 0.05). The RDTs showed good performance in detecting Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax, but reduced sensitivity for Plasmodium malariae. In conclusion, AllCheck® and Orient Gene® RDTs demonstrate strong diagnostic performance and almost perfect agreement with microscopy, supporting their suitability for malaria screening and initial diagnosis in primary healthcare settings in Jayapura. Nevertheless, microscopy remains essential for confirming non-falciparum infections and ensuring comprehensive case detection.
Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat Asrianto, Asrianto; Haerul, Haerul; Arief, Khumaidi; Sukri, Karmila; Mansur, Muhammad Arif; Jufri, Sabri; Kalla, Harnilawati; Herman, Herman; Arnianti, Arnianti; Subaedah, Subaedah; Nurlaelah, Nurlaelah; Anggerani, Anggerani; Jabir, Muhammad Agus; Fitriani, Fitriani; Nursyahfitri, Nursyahfitri; Syauqiyah, Syauqiyah; Putra, Putra; Selsadila, Dwi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2539

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan tingkat mortalitas tinggi dan sebagian besar kejadiannya terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut respon cepat dan tepat dari masyarakat awam sebagai penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta keterbatasan keterampilan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) masih menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta melakukan tindakan CPR secara benar dan aman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi terarah, serta pelatihan praktik CPR menggunakan media audio visual dan manekin. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda awal henti jantung serta peningkatan kemampuan dalam melakukan tindakan CPR sesuai standar prosedur. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan CPR berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem respon kegawatdaruratan jantung di tingkat komunitas dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat henti jantung secara berkelanjutan nasional.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombucha Teh Rosella Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Kurniawan, Fajar Bakti; Asrori, Asrori; Asrianto, Asrianto; Haratati, Risda; Hermawardhani, Afika; Sahli, Indra Taufik; Puspasari, Mayang Ayu; Mesa, Nofita Dewi Kok
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1068

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dibuat dari campuran teh dan gula dengan menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast/SCOBY). Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa bioaktif, seperti polifenol, asam organik, vitamin, dan enzim, yang berpotensi memberikan efek biologis, termasuk aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri teh kombucha roselle (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan uji laboratorium menggunakan metode difusi agar Kirby–Bauer. Media yang telah diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus diuji menggunakan sampel kombucha roselle dengan tiga kali pengulangan, antibiotik sebagai kontrol positif, dan akuades steril sebagai kontrol negatif, kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha roselle menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 14 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teh kombucha roselle memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Comparison Of Conventional And Modern Wound Care Methods In Diabetes Mellitus Patients Abdurrahman , Abdurrahman; Bustami , Bustami; Mutiah, Cut; Rahmat, Rezqiqah Aulia; Asrianto, Asrianto
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Wounds in patients with diabetes mellitus are a common complication and carry the risk of infection and even amputation. Proper wound care is crucial to accelerate healing. Wound care methods include conventional and modern methods, each with distinct characteristics. This study aims to compare the effectiveness of conventional and modern wound care methods in patients with diabetes mellitus. This study used a quasi -experimental design with a comparative study approach . A sample of 60 patients was divided into two groups: the conventional wound care group and the modern wound care group. Data were collected through observation of wound development using a wound assessment sheet. Data were analyzed using an independent t- test . The results of the study showed that the modern wound care group had a faster average healing time compared to the conventional method with a p-value = 0.001 (<0.05) . The conclusion of this study is that modern wound care methods are more effective than conventional methods in accelerating wound healing in diabetes mellitus patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Wounds, Modern Wound Care, Conventional Wound Care
SWOT Analysis of School Readiness in Implementing Deep Learning at SDN Kendek, North Banggai District, Banggai Laut Regency Asrianto, Asrianto; Ansar, Ansar; ZulystiawatiZulystiawati, Zulystiawati
International Journal of Education, Culture, and Society Vol 4 No 1 (2026): International Journal of Education, Culture, and Society
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijecs.v4i1.8982

Abstract

The less-than-optimal readiness of elementary schools to implement a holistic deep learning approach—particularly in resource-limited settings—necessitates a comprehensive SWOT-based analysis to formulate strategies for strengthening institutional preparedness. This study aims to analyze (1) school readiness from internal factors related to the deep learning approach, (2) school readiness from external factors, and (3) strategies for improving school readiness in implementing deep learning at SDN Kendek. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using SWOT analysis. The findings show that, internally, teachers at SDN Kendek possess sufficient initial capital for implementing deep learning, including relatively high professional motivation to develop their competencies and keep pace with advances in learning technology; however, this internal readiness is not yet fully optimal due to persisting constraints. From an external perspective, the school has provided basic learning facilities that support technology use, such as laptops, LCD projectors, and internet access, but these resources remain inadequate to fully support the optimal implementation of deep learning. Based on the combined analysis of internal and external factors, improving school readiness for deep learning requires an integrated and sustainable strategy that not only focuses on developing teacher competencies, but also on strengthening school policies, providing adequate facilities, fostering collaboration with external partners, and enhancing communication with parents.