Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Study of Historical and Cultural Tourism in Siulak, Kerinci Regency Jambi Apdelmi Apdelmi
Diakronika Vol 18 No 2 (2018): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.272 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol18-iss2/63

Abstract

Kerinci Regency is located at the West of Jambi Province. The regency has the highest number of tourism in Jambi province, according to the Department of Tourism and Culture of Jambi Province in 2014.Kerinci was ranked first in terms of the number of Tourism and 20 of them were historical/cultural tourism. Kerinci has a great opportunity in the development of the historical tourism sector. However, at present the attention to the historical tourism sector is still lacking. This research uses qualitative descriptive method where data is obtained from interviews and documentation. The results showed that several places in Siulak have the potential to be developed as historical tourism objects, but due to the lack of maintenance, it is necessary to take corrective steps to make these objects become historical tourism.
Application Of Local Functions In Culture Melayu Arabic Of Jambi Seberang Communities As A History Learning Module Apdelmi Apdelmi; Reka Seprina
Diakronika Vol 19 No 2 (2019): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.897 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol19-iss2/116

Abstract

In essence, culture has values that are capable of being inherited and carried out along with the development of society. In carrying out our daily lives we cannot be separated from cultural elements, every thing we do and we do in life is greatly influenced by local culture. Culture is also used as a guide for making decisions in the fields of social, legal, economic and inherited through communication from one generation to the next, so that generations inherited have the toughness in living their lives. As stated by Geertz in (Rusdi Yunus, 2014: 1) that culture is a pattern of meaning manifested in symbols and passed down from generation to generation. In other words, culture is the work of humans who are able to produce and develop human knowledge and attitudes towards life that are inherited through communication and learning.
IMPLEMENTASI METODE SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN SIKAP NASIONALISME SISWA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Apdelmi Apdelmi; Tri Ayu Fadila
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017): HISTORIA: Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.537 KB) | DOI: 10.24127/hj.v5i2.912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap nasionalisme siswa melalui pembelajaran Sejarah dengan menggunakan metode sosiodrama. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus dengan 3 pertemuan dan tiap siklusnya masing-masing melalui 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Obyek penelitian sikap nasionalisme menggunakan metode sosiodrama. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, catatan lapangan, penilaian penampilan skenario dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata persentase berdasarkan hasil pengamatan sikap nasionalisme siswa pada siklus I yaitu 50% dan pada siklus II meningkat yaitu 77%. Sedangkan mengenai proses pembelajaran sejarah pada siklus I dengan presentase 44,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 71%.Berdasarkan data penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Implemenatasi Metode Sosiodrama dapat meningkatkan sikap nasionalisme siswa terhadap pembelajaran sejarah.
Penerapan Metode Problem Based Learning Berbasis Game Kahoot untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Apdelmi, Apdelmi; Putri, Maylisa
Danadyaksa Historica Vol 2, No 2 (2022): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v2i2.5665

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis diketahui bahwa nilai ujian semester ganjil dari 31 peserta didik di kelas X IPS 3 hanya 8 orang yang memenuhi KKM, nilai rata-rata kelas berada pada kisaran 50 sampai 60 artinya nilai rata-rata yang diperoleh oleh peserta didik dikelas X IPS 3 mata pelajaran sejaran adalah 50-60 padahal KKM adalah 70. Penyebab utamanya dikarenakan kurangnya minat siswa pada materi Sejarah sehingga siswa kesulitan dalam menjawab dan memahami soal-soal ujian yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menerapkan indikator peningkatan dari pelaksanaan setiap siklus melalui metode problem based learning berbasis kahoot untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Kota Jambi pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research dengan pelaksanaannya sebanyak 2 siklus, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sedangkan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi/pengamatan, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Kota Jambi yang menggunakan metode PBL nilai kognitif pratindakan yang memperoleh presentase sebesar 25%, siklus I pada tindakan 1 memperoleh 35%, pada tindakan 2, memperoleh 42% dan tindakan 3 memperoleh 52%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 54%, tindakan 2 64% dan tindakan 3 memperoleh 77%. Nilai afektif, pada siklus I pada tindakan 1 memperoleh 16%, pada tindakan 2, memperoleh 16% dan Tindakan 3 memperoleh 32%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 42%, tindakan 2 58% dan tindakan 3 memperoleh 68%. Nilai psikomotor memperoleh presentase sebesar pada siklus I pada tindakan 1 memperoleh 29%, pada tindakan 2, memperoleh 32% dan tindakan 3 memperoleh 48%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 52%, tindakan 2 58% dan tindakan 3 memperoleh 74%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar sejarah, hal ini ditunjukkan oleh presentase peningkatan disetiap siklus I dan II. Saran yang dapat diberikan guru lebih bijak dalam memilih metode pembelajaran yang tepat salah satunya dngan menggunakan metode problem based learning. Penggunaan metode pembelajaran berbasis kelompok agar proses pembelajaran lebih aktif dan menarik serta tidak berpusat kepada guru.
DARI ASING MENUJU USING: TINJAUAN HISTORIS KEBERADAAN DAN DINAMIKA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI BANYUWANGI Apdelmi Apdelmi; Mahfud Mahfud; Erly Sutrisni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberadaan orang-orang Tionghoa sudah ada sejak Nama Indonesia belum ada bahkan sejak awal masehi orang-orang Tionghoa sudah melakukan Interaaksi dengan penduduk Nusantara. Hai ini sebagai akibat dari hubungan dagang antara India dengan Cina. Secara umun dalam kajian ini keberadaan etnis Tionghoa mencoba dikaji sejak zaman klasik sampi dengan zaman orde baru. Penduduk Tionghoa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu Orang Tionghoa adalah orang Tionghoa asli sedang peranakan adalah orang Tionghoa hasil kawin campur dengan penduduk setempat. Kedua, tempat kelahiran. Tionghoa totok lahir di negeri Cina sedangkan Tionghoa peranakan lahir di Indonesia. Ketiga adalah berdasarkan aspek sosial cultural. Tionghoa totok masih berbahasa mandarin dan memegang teguh tradisi China, sedangkan tionghoa keturunan sudah berbaur dan bercampur dengan tradisi setempat dan menggunakan bahasa masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan etnis Tionghoa dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu Kehidupan sosial kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Kehidupan sosial keagamaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Interaksi sosial etnis Tionghoa dengan masyarakat blambangan; dan akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Blambangan.
PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)DALAM LAYANAN ADMINISTRASI AKADEMIK BAGI GURU DAN STAF ADMINISTRASI SMPN 21 BATANGHARI Apdelmi, Apdelmi; Idrus, Ali
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.864 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i1.3725

Abstract

Dalam era globalisai saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan terhadap pengunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk layanan administrasi akademik di sekolah. Pengunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk layanan administrasi akademik bukan hal baru lagi di Indonesia. Namun, masih banyak guru dan staf administrasi pada setiap sekolah di Indonesia yang masih belum memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk layanan administrasi akademik. Hal ini tidak lepas dari kurangnya akses para guru dan staf administrasi terhadap TIK itu sendiri. Kuranngya akses tersebut mungkin menyebabkan para guru dan staf administrasi di beberapa sekolah masih mengunakan gaya pelayanan akademik yang konvensional sehingga menyebabkan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik terhadap lembaga sekolah mungkin kurang positif. Pengunaan gaya layanan akademik yang konvensional misalnya proses penilaian siswa yang manual, kalau dibiarkan terus menerus mungkin akan menyebabkan sebuah sekolah sebagai sebuah “learning organization” tidak akan berkembang atau lamban berkembang. Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Layanan Administrasi Akademik Bagi Guru dan Staf Administrasi SMPN 21 Batanghari diharapkan akan memberikan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik terhadap lembaga sekolah, khususnya SMPN 21 Batanghari. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa SMP Negeri 21 Batanghari sudah memiliki laboratorum komputer, guru/staf yang memiliki kemampuan dalam pembelajaran berbasis TIK, guru dan staf di SMP Negeri 21 Batanghari sudah pernah mengikuti kegiatan baik itu pelatihan maupun seminar-seminar yang berkaitan dengan TIK.
Efektivitas Bahan Ajar Sejarah Interaktif Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Pemahaman Budaya Siswa Apdelmi; Sutimin, Laeo Agung; Djono
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19126

Abstract

The development of technology as a result of globalization has eroded many cultural attitudes and behaviors in today's millennial society. The lack of involvement of the younger generation in local culture and interest in local cultural history is feared to erode cultural identity. Local wisdom will eventually be marginalized by modern culture and endangered. Cultural understanding in the younger generation can be started from strengthening local wisdom in the education system, one of which is in history teaching materials. The purpose of this study was to test the effectiveness of interactive History teaching materials based on local wisdom to improve the cultural understanding of high school students in Kerinci Regency. The data collection techniques used were observation, questionnaire and written test. The results showed that the interactive History teaching materials were able to improve students' cultural understanding. obtained a significance value (p-value) of 0.001 and 0.000, which are both smaller than the significant level of 0.05 (0.001 < 0.05 and 0.000 < 0.05). These results indicate that there is a significant difference in students' understanding of local wisdom between the experimental class using interactive history teaching materials based on local wisdom and the control class using printed books at school.
DARI ASING MENUJU USING: TINJAUAN HISTORIS KEBERADAAN DAN DINAMIKA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI BANYUWANGI Apdelmi, Apdelmi; Mahfud, Mahfud; Erly Sutrisni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberadaan orang-orang Tionghoa sudah ada sejak Nama Indonesia belum ada bahkan sejak awal masehi orang-orang Tionghoa sudah melakukan Interaaksi dengan penduduk Nusantara. Hai ini sebagai akibat dari hubungan dagang antara India dengan Cina. Secara umun dalam kajian ini keberadaan etnis Tionghoa mencoba dikaji sejak zaman klasik sampi dengan zaman orde baru. Penduduk Tionghoa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu Orang Tionghoa adalah orang Tionghoa asli sedang peranakan adalah orang Tionghoa hasil kawin campur dengan penduduk setempat. Kedua, tempat kelahiran. Tionghoa totok lahir di negeri Cina sedangkan Tionghoa peranakan lahir di Indonesia. Ketiga adalah berdasarkan aspek sosial cultural. Tionghoa totok masih berbahasa mandarin dan memegang teguh tradisi China, sedangkan tionghoa keturunan sudah berbaur dan bercampur dengan tradisi setempat dan menggunakan bahasa masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan etnis Tionghoa dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu Kehidupan sosial kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Kehidupan sosial keagamaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Interaksi sosial etnis Tionghoa dengan masyarakat blambangan; dan akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Blambangan.
The Meaning of the Tulak Bla Dance Ritual of the Siulak Mukai Community in Kerinci Regency Apdelmi; Wahyuni, Alzadila
SINGOSARI: Jurnal Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) Wilayah Jawa Timur Vol. 2 No. 3 (2025): SINGOSARI: Jurnal P3SI Wilayah Jawa Timur
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/singosari.v2i3.123

Abstract

The Tulak Bla Dance ritual is an expression of the animist beliefs of the Siulak Mukai Kerinci community, Jambi Province, which is integrated through sacred dance to ward off disasters or natural disasters, reflecting harmony between humans, nature, and spiritual forces. This study aims to analyze the symbolic meaning of the dance in the ritual, the dynamics of its implementation, and its role in strengthening cultural and social resilience in the modern era. Adopting a qualitative ethnographic approach, data were obtained through participant observation of dance performances, interviews with traditional dancers and community leaders, and analysis of Kerinci cultural archives. The main findings indicate that the Tulak Bla Dance symbolizes the exorcism of evil spirits through rhythmic movements, traditional costumes, and gamelan music accompaniment, accompanied by offerings, aimed at preventing disasters such as drought or disease outbreaks. This ritual not only functions as a religious medium but also as a means of transmitting the values ​​of mutual cooperation and ethnic identity. However, the influence of globalization and urbanization threatens the sustainability of its practice. In conclusion, the Tulak Bla Dance as a form of belief of the Siulak Mukai Kerinci community, offers insights into the integration of dance art in disaster mitigation, with suggestions for development through cultural education and festivals for the preservation of this heritage.
The Kayu Aro Kerinci Tea Plantation Heritage as a Trace of Colonial History and a Source for Learning Local History in Jambi Province Apdelmi; Alzadila Wahyuni
SINGOSARI Vol. 3 No. 2 (2026): SINGOSARI
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/singosari.v3i2.137

Abstract

This Kayu Aro Tea Plantation, located in Kerinci Regency, Jambi Province, is one of the oldest surviving Dutch colonial tea plantations that continues to operate today and possesses significant historical, social, economic, and cultural value. Nevertheless, its potential as a local history learning resource has not been optimally integrated into history education. This study aims to examine the historical values of the Kayu Aro Tea Plantation and explore its potential as a source of local history learning. The research employed a qualitative approach using historical research combined with library research. Data were collected through documentary studies of historical archives, scholarly literature, official documents, and other relevant secondary sources. Data analysis followed the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, complemented by content analysis to identify the site's educational values. The findings reveal that the Kayu Aro Tea Plantation represents not only the development of the Dutch colonial plantation economy but also the social dynamics, labor migration, cultural acculturation, and societal transformation of the Kerinci community from the colonial era to the post-independence period. Historical remains, including the tea processing factory, Bedeng Delapan Hospital, administrators’ residences, and workers’ settlements, constitute authentic historical evidence that can serve as contextual learning resources. Integrating these heritage assets into history education enhances students’ historical thinking skills, strengthens cultural identity, fosters historical awareness, and supports the preservation of local cultural heritage. Therefore, the Kayu Aro Tea Plantation has substantial potential to be developed as a site-based history learning laboratory that promotes contextual, critical, and meaningful history education.