Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Profil Tingkat Self-help Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Farosi Illiyun Jauharah; Muwakhidah; Qurr'aeni, Nabilla Putri; Nina Rahmawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4871

Abstract

Self-help adalah upaya seseorang dalam meningkatkan kondisi mental, emosional, fisik, seseorang itu sendiri melalui berbagai macam cara yang bisa dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-help siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa SMA dengan populasi kelas 12 yang berjumlah 450 siswa, sedangkan sampelnya adalah 45 siswa yang diperoleh dengan menggunakan metode random sampling. Instrumen dalam penelitian ini mempergunakan angket self-help yang dikembangkan oleh peneliti. Adapun teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni teknik statistik deskriptif. Hasil analisis data didapatkan bahwa sebanyak 2 siswa SMA (4,44%) berada pada kategori rendah, sebanyak 21 siswa SMA (46,66%) berada pada kategori sedang, dan sebanyak 22 siswa SMA (48,88%) berada pada kategori tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar tingkat self-help siswa SMA berada pada kategori tinggi dan memberikan gambaran bahwa diperlukannya penanganan terkait penolongan diri agar siswa SMA memiliki kesehatan secara emosional. Kata kunci: profil, self-help, siswa SMA
Keefektifan Konseling Kelompok Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Keraguan Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muwakhidah, Muwakhidah; Pravesti, Cindy Asli
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol. 2, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Counseling is a professional activity involving the relationship between a counselor with an individual or a group of individuals. Like an interpersonal relationship in general, in the process of counseling occurs the process of interaction and communication between individuals with other individuals (counselors-counselee). Mastery of communication skills is a basic prerequisite for counselors to be able to use various counseling skills effectively and efficiently. It should be understood that almost all of the counseling skills involve the counselor’s communication skills. A good understanding of communication skills should be based on an in-depth study and understanding of communication philosophy. Mastery of communication skills will facilitate the counselor in using various counseling skills that have been formulated by experts as assets to provide successful assistance services for the counselee.
Prevention of Non-Communicable Diseases Education By Monitoring Nutritional Status and Balanced Nutritional Patterns In Students and Migrant Workers in Saudi Arabia Muwakhidah; Hidayati, Listyani; Sintowati, Retno; Adelia Triana Putri; Siti Mulyati; Aulia Setyaningsih; Maulida Khotimah; Farisin Hanif Luthfilhadi; Muhammad Nabil Miqdam; Khayla Febriannisa; Rizkia Nur Ramadhani
Abdi Psikonomi Vol 6, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i3.13924

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus are among the most prevalent non-communicable diseases (NCDs) worldwide, strongly influenced by dietary patterns and environmental factors. The prevalence of these conditions in Saudi Arabia remains notably high. Preventive efforts are essential and can be strengthened through routine anthropometric and biochemical monitoring, alongside education on balanced and healthy diets. A substantial number of Indonesian citizens particularly migrant workers and students reside in Saudi Arabia, making early NCD prevention crucial for sustaining their long-term health and productivity. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of Indonesian workers and students in Saudi Arabia regarding NCD prevention. The activities included anthropometric assessments, biochemical examinations, and educational sessions on infectious diseases and associated risk factors. The program was conducted in collaboration with PCIM Saudi Arabia and study groups consisting of mothers and students in Mecca. A total of 11 sessions were held in both online and offline formats. The webinar series comprised five sessions featuring speakers from PCIM, PPMI, and the PKMKI Team, and attracted 87 participants, including UMS students, university students, and migrant workers in Saudi Arabia. Pre- and post-test results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge following the webinars. Participants showed high enthusiasm, despite sessions being scheduled in the evening. This program is expected to enhance awareness among students and migrant workers about the importance of monitoring their nutritional status and maintaining a healthy diet as key strategies for preventing non-communicable.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MINAT PENELITIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Hartono Hartono; Mudhar Mudhar; Muwakhidah Muwakhidah; Cindy Asli Pravesti; Elia Firda Mufidah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1875

Abstract

Rendahnya minat guru bimbingan dan aniani4d konseling (guru BK) dalam melakukan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang disertai kesulitan dalam memahami konsep penulisan karya ilmiah, mendorong tim pengabdian untuk menyelenggarakan pelatihan penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Pelatihan penelitian tindakan bimbingan dan konseling ini dirancang sebagai program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan minat penelitian guru BK dalam mendukung praksis kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Metode pelatihan ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap pendalaman materi penelitian tindakan bimbingan dan konseling, tahap penyusunan proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling, dan tahap pendampingan pengembangan proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Pada tahap pendalaman materi, narasumber memaparkan materi penelitian tindakan bimbingan dan konseling kepada peserta guru BK yang disertai tanya jawab sebagai cara untuk mencermati materi tersebut, sedangkan pada tahap penyusunan proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling, peserta guru BK menyusun draf proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling secara individual, yang dilanjutkan dipresentasikan pada tahap pendampingan pengembangan proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling untuk mendapatkan balikan dari narasumber sebagai bahan untuk melakukan revisi dan melaksanakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling di sekolah tempat kerjanya masing-masing. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa sebanyak 59% peserta menyatakan sangat setuju dan 39,44% menyatakan setuju bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dengan baik dan memadai, serta sebanyak 46,5% peserta menyatakan sangat setuju dan 53,5% menyatakan setuju bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan minat guru BK dalam melakukan penelitian
The Relationship Between Breakfast Habits and Frequency of Snack Food Consumption with the Nutritional Status of Students at SMA Negeri 4 Surakarta Kinasih, Zahra Dhiya'an Almas Putri; Muwakhidah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.508

Abstract

Adolescent nutritional status is influenced by multiple dietary behaviors, including breakfast habits and snack food consumption. This study aimed to examine the association between breakfast habits and snack consumption frequency with the nutritional status of students at SMA Negeri 4 Surakarta. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among 100 students in grades X and XI, selected using stratified proportional random sampling. Breakfast habits were assessed using a 3-day food record and categorized as regular (consuming breakfast ≥5 days per week) or irregular (<5 days per week). Snack food consumption was measured using a food frequency questionnaire (FFQ) and classified as frequent (≥1 time per day) or infrequent (<1 time per day). Nutritional status was determined using Body Mass Index-for-Age (BMI-for-age) based on WHO standards. The results showed that 79% of students had regular breakfast habits, while 21% had irregular habits. Snack consumption was equally distributed, with 50% categorized as frequent consumers and 50% as infrequent consumers. In terms of nutritional status, 8% of students were underweight, 74% were normal, and 18% were overweight. Chi-square analysis revealed a significant association between breakfast habits and nutritional status (p = 0.021, Cramér’s V = 0.32), as well as between snack consumption frequency and nutritional status (p = 0.034, Cramér’s V = 0.28). In conclusion, both breakfast habits and snack consumption frequency are significantly associated with the nutritional status of high school students. These findings underscore the importance of promoting regular breakfast consumption and healthy snacking behaviors to support optimal adolescent nutrition.
EFEKTIVITAS TEKNIK CINEMA THERAPY DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA Findy Eka Maulidyah; Findy Eka Maulidyah; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.10

Abstract

Abstract: Self-confidence is important for every individual or student, however, based on research so far, many students still show low self-confidence. The aim of this research is to determine the effectiveness of the Cinema Therapy technique in group counseling to increase the self-confidence of students at Hang Tuah 1 High School Surabaya. This research used a one group pre-test post-test design while the research subjects were 6 students who were obtained using a purposive sampling technique. This research uses a self-confidence questionnaire data collection instrument based on Lautser's theory which consists of 5 indicators that meet validity and reliability, with a total validity of 25 and a reliability result of 0.706. In this research, the data analysis technique used is the Wilcoxon test with the help of SPSS for Windows version 24.0. The research results show from statistical tests where Asymp. Sig (2 tailed) has a value of 0.027 because 0.027 is less than 0.05, it can be said that Ha is accepted, this can be seen by comparing the significant score of 0.05..
URGENSI MENINGKATKAN SENSITIVITAS BUDAYA DALAM LAYANAN KONSELING PADA KONSELOR PEMULA Fanny Rizkia Farandini; Muwakhidah Muwakhidah; Azra Fidela Adristi; Cristin Sagita Damayanti; Fanny Rizkia Farandini; Muwakhidah Muwakhidah; Azra Fidela Adristi; Cristin Sagita Damayanti; Mahendra Adi Saputra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.11

Abstract

Abstract: Counseling is a process of interaction between a counselor and a client that aims to help the client achieve better self-understanding, solve problems, and make informed decisions. In counseling practice, it is important for counselors to have cultural sensitivity in order to understand and appreciate clients' cultural diversity. This is especially important for novice counselors who are just starting their counseling practice. This study aims to increase the understanding for novice counselors of the importance of cultural sensitivity of counselees with diverse cultural backgrounds of counselees. This research used a descriptive qualitative approach through a literature study, reviewing 20 articles published within the last 5 to 10 years. It resulted in 5 key articles that affirmed the importance of cultural awareness and counselor competency development in cross-cultural counseling. The results showed several important points related to the urgency of increasing cultural sensitivity for novice counselors 1) Counselor Cultural Awareness 2) Cultural Knowledge and Skills 3) Multicultural Counseling Knowledge 4) Multicultural Counseling Competence (MCC)
PROFIL KESADARAN BUDAYA KONSELOR DI KOTA SURABAYA MENURUT PRESPEKTIF SISWA Alfian Dwi Saputra; Muwakhidah Muwakhidah; Cahyadi Prianata; Eka Wahyu Ningsih Pae; Firda Sania Nur Febrianti; Nadira Aulia Rizqiana Putri; Alfian Dwi Saputra; Muwakhidah Muwakhidah; Cahyadi Prianata; Eka Wahyu Ningsih Pae; Firda Sania Nur Febrianti; Nadira Aulia Rizqiana Putri; Nurria Ayu Devi Purnama
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.12

Abstract

Budaya adalah pikiran adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Tingkat kesadaran budaya konselor. Subjek penelitian sejumla 62 peserta didik yang diperoleh dengan teknik random sampling. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain deskriptif pendekatan survey. Instrumen penelitian mempergunakan angket kesadaran budaya berdasarkan teori sue&sue Teknik analisis data mempergunakan analisis statistik deskriptif Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil Tingkat Kesadaran Budaya Konselor dengan kategori Rendah sebesar 65% dan kategori sedang sebesar 35%. Jadi kesadaran budaya konselor menurut perspektif siswa masih rendah. Sehingga perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dalam membuat pelatihan untuk dapat membuat Guru Bk lebih profesional.
Empathy and Respect: Building Counselor-Counselee Relationships Through Students' Eyes Alya Adinda Dewi Chotifa; Muwakhidah Muwakhidah; Azzahra Febriana Kurnia Santoso; Maria Sri Vandriyani; Ofilia Wahyu Ridho Pratama; Alya Adinda Dewi Chotifa; Muwakhidah Muwakhidah; Azzahra Febriana Kurnia Santoso; Maria Sri Vandriyani; Ofilia Wahyu Ridho Pratama; Siti Auliya Putri Allifah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i1.2025.6

Abstract

Empathy and respect are important skills that counselors must have. However, there is not much research that reveals the level of both in a counselor. The aim of this research is to determine the profile of empathy and respect used by counselors in building relationships between counselors and counselees. The method used is quantitative through descriptive design and a survey approach with a subject of 99 students and using an empathy and respect questionnaire according to Carkhuff's theoretical construct. This research uses data analysis techniques, namely descriptive statistics. The research results show the counselor's level of empathy based on the students' perspective with the percentage results in the very high category with a score of 52%. Meanwhile, respect is in the very high category with a score of 48%. Thus, it can be concluded that the level of empathy and respect for counselors is in the very high category.
Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring dalam Konseling Kelompok untuk Mengurangi FoMO Siswa SMA M Taufiqurrohman; M Taufiqurrohman; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i4.2025.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik cognitive restructuring dalam konseling kelompok untuk mengurangi tingkat Fear of Missing Out (FoMO) siswa SMA. FoMO adalah kecemasan sosial yang muncul akibat ketakutan kehilangan momen penting di media sosial, berdampak pada kesehatan mental, konsentrasi belajar, dan hubungan sosial siswa. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan desain one-group pre-test post-test. Subjek penelitian terdiri atas lima siswa kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo yang memiliki tingkat FoMO tinggi berdasarkan hasil pretest. Intervensi dilakukan melalui enam sesi konseling kelompok yang mencakup identifikasi pikiran negatif, pelatihan perubahan pola pikir, hingga penguatan coping thought. Pengumpulan data menggunakan angket FoMO, dan analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat FoMO pada siswa setelah intervensi (p = 0,043). Teknik cognitive restructuring terbukti efektif dalam mengurangi tingkat FoMO. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penerapan layanan konseling di sekolah untuk membantu siswa menghadapi tantangan psikologis di era digital, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Co-Authors Adelia Triana Putri Ahmad Rofi Suryahadikusumah Akbar, Ahmad Faisal Alfian Dwi Saputra Alfian Dwi Saputra Alya Adinda Dewi Chotifa Alya Adinda Dewi Chotifa Amelia, Ummahatul Nur Ananda Dea Dea Ariella Candraningtyas Sari Aritonang, Nikon Aulia Setyaningsih Azra Fidela Adristi Azra Fidela Adristi Azzahra Febriana Kurnia Santoso Azzahra Febriana Kurnia Santoso Cahyadi Prianata Cahyadi Prianata Chybha Aulindra Mawardyah Cindy Ayu Wulandari Cristin Sagita Damayanti Cristin Sagita Damayanti Dwi Yuniar Permatasari Eka Wahyu Ningsih Pae Eka Wahyu Ningsih Pae Elia Firda Mufidah Endang Nur Widiyaningsih Erika Sofi Lady Diana Fahriza, Irfan Fanny Rizkia Farandini Fanny Rizkia Farandini Farid, Dimas Ardika Miftah Farida Nur Isnaeni Farisin Hanif Luthfilhadi Farosi Illiyun Jauharah Farosi Illiyun Jauharah Fauzi, Ach. Isbat Fifi Khoirul Fitriyah Fina Yurotun Nisa’ Findy Eka Maulidyah Findy Eka Maulidyah Firda Sania Nur Febrianti Firda Sania Nur Febrianti Firdausi, Faza Salsabila Halim Rahmad Putra Hariko, Rezki Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Kharisma Aulia Ramadhany Khayla Febriannisa Khizqil Kinasih, Zahra Dhiya'an Almas Putri Lail, Elok Dewi Arsidah Laily, Widiya Nur Leeuwanda, Adetea AprInneke Lely Wahyu Diana Lianawati, Ayong Listyani Hidayati Liya Izzathur Rohma Liza Lady Syahfira Luluk M Taufiqurrohman M Taufiqurrohman Mada Aprieal Papin Maghfirotul Lathifah Mahendra Adi Saputra Maradika, Agitha Wigati Yulistyo Maria Sri Vandriyani Maria Sri Vandriyani Maulida Khotimah Mellbi Ansiska Arlenia Moesarofah, Moesarofah Moesyarofah Mudhar Mudhar Muhammad Nabil Miqdam Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nabilla Putri Qurr'aeni Nadira Aulia Rizqiana Putri Nadira Aulia Rizqiana Putri Nikon Aritonang Nina Rahmawati Nina Rahmawati Nisa', Elliya Nisa, Lilis Choirunnatun Nur Syamsiah Nurria Ayu Devi Purnama Ofilia Wahyu Ridho Pratama Ofilia Wahyu Ridho Pratama Pravesti, Cindy Asli Pravesti, Cindy Asli Purbarini, Fara Fernanda Putra, MuwakIrwan Yogaswara Qomariyah, Ida Nur Qurr'aeni, Nabilla Putri Rahadjeng Harnastiti Reki Laras Wati Retno Sintowati Riyanto, Muhammad Ramadian Rizkia Nur Ramadhani Rofikho, Mar’ati Zain Ryandika Firmasyah Salsabila, Valencia Aurelia Putri Siti Auliya Putri Allifah Siti Mulyati Siti Zulaekah Sofiea Cameilya Putri Supriyo, Adetea Apriliyanti Syahrulloh Mustofa Tiara Salsabilla, Isnaini Tri Rahmawati Wahyu Diana, Lely Wahyungtiyas, Firdha Agustin Zamzami, M. Abdul Mun’im Zesarizky Juniar Zulfikar Zulfikar