Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

REPERTOAR USHER VALSE, BWV 1006A-GAVOTTE, ORANG KAYO HITAM , KHATULISTIWA DALAM PERTUNJUKAN SOLIS GITAR Pratama, Rifqi; Yusnelli, Yusnelli; Awerman, Awerman; Adha, Yasril; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4684

Abstract

Karya ini berjudul “Repertoar Usher Valse, BWV 1006a- Gavotte, Orang Kayo Hitam, Khatulistiwa Dalam Pertunjukan Solis Gitar”. Dalam Jurnal ini penyaji akan memberikan penjelasan tentang bagaimana penyaji menginterpretasikan karya yang penyaji tampilkan dalam pertunjukan. Repertoar yang akan ditampilkan berupa Usher Valse karya Nikita Koshkin, BWV 1006a Gavotte karya J.S. Bach, Orang Kayo Hitam karya H. Firdaus Chatab dengan musik dari Arief Iskandar dan Khatulistiwa karya Tohpati. Repertoar ini ditunjukan dari berbagai zaman seperti Usher Valse dari zaman Modern yang berartikan lagu mempunyai garapan dan diterbitkan pada masa Modern yaitu abad ke-20, BWV 1006a-Gavotte dari zaman Barok abad ke -17, Orang Kayo Hitam dari zaman popular Melayu di abad ke-20 akhir. Selanjutnya Khatulistiwa zaman popular abad ke-20 akhir dan 21 awal. Penyaji berharap semua pertunjukan yang penyaji bawakan dapat tersampaikan ke penonton dengan interpretasi yang sesuai. Kata Kunci: Pertunjukan; Gitar; Interpretasi
Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik Di SMAN 3 Padangpanjang Mardin, Kalingga Laksana; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Syahputra, Ade; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5205

Abstract

Penelitian yang berjudul “Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran di bidang musik kepada siswa/i SMAN 3 Padangpanjang. Lagu Dinda ini diaransemen kembali ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti bellyra, pianika, gitar elektrik, gitar bass, gendang koplo, dan drumset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan (Action Research), dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran tersebut, peneliti memakai teori musik dari Aaron Copland yang dipergunakan sebagai alat untuk memahami elemen dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa/i dalam memainkan musik dengan baik dan benar. Hasil penelitian dari pengajaran tersebut adalah dipertunjukkannya Lagu Dinda dalam genre koplo oleh siswa/i SMAN 3 Padangpanjang di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Kata kunci : Penerapan, Lagu Dinda, Genre Koplo, Ansambel
Interpretasi Dan Ekspresi Penyaji Solis Violin Pada Pertunjukan Concerto In E Major, My Heart Will Go On, Dan Laila Canggung Nasrullah, M.; Sidik, Hadaci; Awerman, Awerman; Hendri, Yon; Nurmalena, Nurmalena
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 11, No 1 (2025): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v11i1.5613

Abstract

Performing musical compositions from various eras such as classical, modern, Malay, and popular, this violin solo recital presents a blend of interpretation, improvisation, and expressive performance using musical techniques that adhere to conventional principles.The initial preparation for the soloist before the performance includes technical exercises involving both the left and right hand techniques in solo violin playing. Each composition to be performed is analyzed in detail, especially in terms of form and structure. This process is essential for expressing each section of the composition appropriately and in accordance with the composer’s intent, particularly given that the compositions span different musical periods. This performance consists of several repertoires from different eras. The first repertoire originates from the Baroque period, spanning the 16th to 17th century, characterized by clear and structured patterns. This piece is titled Concerto in E Major No.1 "Spring" by composer Antonio Vivaldi, composed in 1725. The second repertoire is My Heart Will Go On, a popular music piece presented in a contemporary style. The third composition is Laila Canggung, created by Hamid and Amardi Raga, which is rooted in Malay cultural tradition and is expressed in accordance with Malay aesthetic values. The performer interprets and expresses each repertoire by applying various techniques such as arpeggio, trill, legato, slur, and slide, aiming to deliver a refined and complete performance.
Unveiling the Aesthetic Charms of 'Khabar Mati': A Deep Dive into Text Folk Performance on the Southern Coastal Shores Emridawati Emridawati; Awerman Awerman; Irdawati Irdawati; Alfalah Alfalah; Sriyanto Sriyanto
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4161.319--330

Abstract

This research delves into the aesthetic elements of 'Khabar Mati,' a renowned folk theater performance in the Southern Coastal region. The study employs qualitative analysis with a descriptive method to decipher this traditional theatrical expression's intricate artistic and cultural dimensions. The research meticulously examines the narrative and performance aspects of 'Khabar Mati,' providing a comprehensive analysis of the text and its enactment on the stage. Through this in-depth investigation, the study aims to provide valuable insights into the rich aesthetics embedded within 'Khabar Mati.' The findings promise to shed light on the profound artistic heritage of the Southern Coastal communities, offering a deeper understanding of the cultural and aesthetic significance of this captivating folk theater tradition. By scrutinizing the textual and performative aspects, this research provides a holistic exploration of 'Khabar Mati,' contributing to a more comprehensive appreciation of its artistic and cultural merits.