Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pemantauan Akademik dan Non-Akademik Siswa Sekolah Dasar Berbasis Web dan Mobile Hidayat, Rizki; Mardhiyyah, Rodhiyah
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 5 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i5.8455

Abstract

Student learning assessment is an essential component of education as it measures competency achievement and supports the continuous development of learning strategies. At SDN 2 Bungko Lor, Cirebon, the management of academic and non-academic data is still carried out manually using printed report cards and Excel spreadsheets. This condition limits parents’ ability to monitor their children's learning progress, as results are only accessible at the end of each semester. This study aims to design and develop a Web- and Android-based Academic and Non-Academic Monitoring Application using the Waterfall method to simplify data management, improve information accessibility, and strengthen communication among schools, teachers, and parents. The system was developed using Vue.js for the web application, Flutter for the Android application, PHP as the back-end, and MySQL as the integrated database. The system design applied UML (Use Case, Activity, and Class Diagrams) to model workflows and data structures. The main features include multi-user login, management of grades and attendance as academic data, recording of student behavior as non-academic data, class schedules, and a two-way chat feature to support coordination between schools and parents. Testing using the Black Box method confirmed that all core functionalities operated properly. The implementation of this system provides a more structured presentation of information and enhances collaboration between schools and parents in monitoring students’ academic and non-academic development.
Urgensi Evaluasi Kurikulum dalam Pendidikan Islam Swasta Hidayat, Rizki; Saputri, Eki Nining; Muti'ah, Siti; Mudasir, Mudasir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.16679

Abstract

Artikel ini membahas urgensi evaluasi kurikulum dalam pendidikan Islam swasta di Indonesia, menggambarkan perannya yang krusial di era globalisasi dan transformasi digital. Evaluasi kurikulum bukan hanya proses administratif, tetapi juga instrumen dinamis untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi pada abad ke-21. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini berupa analisis urgensi evaluasi kurikulum melalui konsep, tujuan, model, metode, aspek serta tantangan dalam evaluasi kurikulum, dimana menggarisbawahi peran teknologi dalam memperkuat proses evaluasi. Dengan demikian, diharapkan lembaga pendidikan Islam swasta dapat meningkatkan kualitasnya melalui relevansi kurikulum pendidikan dengan menjaga integritas nilai-nilai Islam dalam konteks pendidikan nasional dan global.
Urgensi Kunci Sukses Pelatihan: Konsep Dasar dan Desain yang Efektif Menurut Raymond A.Noe Aflizah, Nur; Hidayat, Rizki; Afriza, Afriza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan adalah proses yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan karyawan dalam suatu organisasi. Pelatihan yang dirancang secara sistematis membantu meningkatkan kinerja karyawan, mengembangkan kompetensi, dan memastikan kesesuaian dengan tuntutan pasar yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui bahwa pelatihan memerlukan proses agar dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan karyawan dalam suatu organisasi. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan kompetensi, dan memastikan kesesuaian dengan tuntutan pasar yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan ditulis menggunakan beberapa bahan Pustaka. Selanjutnya, hasil dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara alur pelatihan efektif yang didukung oleh Raymond A.Noe didalam bukunya serta apa saja bentuk proses keberhasilan pelatihan beserta faktor-faktornya.
Penerapan Naïve Bayes Classifier dalam Klasifikasi Sentimen Publik di Twitter terhadap Puan Maharani Hidayat, Rizki; Fikry, Muhammad; Yusra, Yusra; Yanto, Febi; Cynthia, Eka Pandu
JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika, Edisi Mei 2024
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/juki.v6i1.479

Abstract

Twitter adalah salah satu jejaring sosial terpopuler di Indonesia, dengan 18,45 juta pengguna aktif pada tahun 2022. Politisi berpengaruh Puan Maharani menjadi topik hangat di pesta ulang tahunnya di tengah protes harga bahan bakar. Analisis sentimen dapat membantu memahami keseluruhan sentimen yang diungkapkan di Twitter tentang Puan Maharani. Dua jenis dataset yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dataset tidak seimbang (9000 tweet: 7800 positif, 1200 negatif) dan dataset seimbang (2400 tweet: 1200 positif, 1200 negatif). Metode Naive Bayes classifier digunakan untuk klasifikasi sentimen, meliputi pengumpulan data, pelabelan, preprocessing, pembobotan TF-IDF, seleksi fitur, pembagian data, klasifikasi Naive Bayes, dan evaluasi dengan confusion matrix. Data dibagi dengan rasio 70:30, 80:20 dan 90:10 untuk data latih serta data uji. Feature selection menggunakan threshold 0,001. Merujuk hasil penelitian yang dilaksanakan, bisa disimpulkan bahwsanya analisis sentimen dapat menjadi alat yang efektif untuk memahami pendapat masyarakat khususnya netizen di platform Twitter terkait dengan persepsi terhadap Puan Maharani. Nilai akurasi tertinggi dari dataset tidak seimbang didapatkan yaitu sebesar 88.89% pada rasio pembagian data latih dan data uji 90:10 serta akurasi tertinggi dari dataset seimbang sebesar 81.0% pada rasio pembagian data 90:10.
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Hidayat, Rizki; Triswanti, Nia; Hutasuhut, Arti Febriyani; Sjahriani, Tessa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.20532

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT 2) termasuk penyakit metabolik kronis yang mempunyai gejala hiperglikemia sebab resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan perubahan struktural untuk pembuluh darah yang berkontribusi terhadap kenaikan tekanan darah dan risiko hipertensi. Penelitian ini berguna agar menemukan hubungan antara kadar gula darah serta tekanan darah untuk pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional dan data ditemukan pada rekam medis pasien pada Rumah Sakit Bintang Amin. Sebanyak 94 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data diselenggarakan memakai uji Chi-square. Hasil penelitian memaparkan jika 71,3% pasien memperoleh kadar gula darah belum terkontrol (≥200 mg/dL) serta 52,1% pasien mengalami hipertensi (>120/80 mmHg). Uji statistik memaparkan adanya kaitan yang signifikan antara kadar gula darah pada tekanan darah (p-value = 0,018; OR = 2,963). Ada hubungan signifikan antara kadar gula darah belum terkontrol melalui risiko munculnya hipertensi untuk pasien DMT 2 pada Rumah Sakit Bintang Amin.
Efektivitas Teknik CSWD (Conservative Sharp Wound Debridement) terhadap Jaringan Mati Luka Diabetikum Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Nurhayati, Siti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14179

Abstract

ABSTRACT A wound is a break in tissue due to injury or surgery. What must be considered in wound healing is to prepare the wound bed by debridement, one of the debridements is using the CSWD (conservative sharp wound debridement) technique. to remove dead tissue so as not to inhibit the growth of new tissue in the wound healing process. To find out how effective the use of the CSWD technique is on diabetic wound dead tissue. This research is in the form of a quasi-experimental without control with a pretest - posttest approach with a pretest then given an action or intervention, then followed by a posttest . The sampling technique is using total sampling with a total of 25 respondents. This research instrument uses a BWAT assessment sheet. Univariate and bivariate statistical tests using paired sample t-tes. The research results obtained an average pretest BWAT score of 38.44 ± 8.14 and a posttest of 24.80 ± 5.89. The results showed that there were differences in the BWAT assessment scores before and after being given the CSWD technique with a p-value of 0.000 (p<0.05). The use of the CSWD technique is effective in removing dead diabetic wound tissue in patients at the Bogor Wocare Center Clinic. Diabetic wound sufferers are expected to be able to use the CSWD technique as a tissue removal technique in diabetic wound healing. Keywords : BWAT, CSWD, Dead Tissue, Diabetic Wounds   ABSTRAK Luka adalah terputusnya jaringan yang  dikarenakan cedera atau pembedahan. Yang harus diperhatikan dalam penyembuhan luka dengan mempersiapkan dasar luka dengan melakukan debridement, salah satu debridement yaitu menggunakan teknik CSWD (conservative sharp wound debridement) untuk mengangkat jaringan mati agar tidak menghambat pertumbuhan jaringan baru dalam peroses penyembuhan luka. Mengetahui bagaimana Evektivitas penggunaan teknik teknik CSWD terhadap jaringan mati luka diabetikum. Penelitian ini berbentuk quasi eksperiment without control dengan pendekatan pretest-posttest dengan dilakukan pretest kemudian diberi tindakan atau intervensi, setelah itu dilanjutkan dengan posttest. Teknik pengambilan sample yaitu menggunakan total sampling dengan jumlah 25 responden. Istrument penelitian ini menggunakan lembar pengkajian BWAT. Uji statistik univariat dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil Penelitian diperoleh rata-rata skor BWAT pretest sebesar 38,44 ± 8,14 dan posttest sebesar 24,80 ± 5,89. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan skor pengkajian BWAT sebelum dan sesudah diberikan teknik CSWD dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Penggunaan Teknik CSWD efektif terhadap pengangkatan jaringan mati luka diabetikum pada pasien di Klinik Woare Center Bogor. Penderita luka diabetikum diharapkan dapat mengunakan teknik CSWD sebagain salah satu teknik pengangkatan jaringan pada penyembuhan luka diabetikum Kata Kunci : BWAT, CSWD, Jaringan Mati, Luka Diabetikum
Efektivitas Penggunaan Silver Dressing terhadap Penyembuhan Luka Diabetikum Hidayat, Rizki; Widowati, Retno; Halim, Putri Aliyah Tamima
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14180

Abstract

ABSTRACT Diabetic wounds are open wounds on the skin surface due to major complications of diabetes mellitus. Nurses have an important role in treating diabetic wounds by controlling wounds, cleaning wounds, keeping moisture with dressing, and removing dead tissue. One of the bandages in circulation is silver dressing. To know the effectiveness of use silver dressing on diabetic wound healing. Shaped research designquasi eksperiment without control with the pretest posttest approach, namely by carrying out the pretest then being given an action with a dressing silver dressing, after that it is continued with the posttest. With a total of 25 respondents. The research instrument used a study sheet Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). The statistical test used is testpaired sampel t-tes.  The research results obtained an average pretest BWAT score of 38.44 ± 8.14 and a posttest of 24.80 ± 5.89. The results of the study showed that there were differences in the pretest posttest BWAT assessment scores with scoresp-value of 0.000 (p<0.05). After use silver dressing in diabetic wound patients there was a decrease in the BWAT score in all patients. So that can be said silver  dressing effective as a dressing for diabetic wound healing Diabetic wound sufferers are expected to use silver dressing as one of the efforts in the healing process of diabetic wounds. Keywords: Diabetic ulcer, Silver Dressing  ABSTRAK Luka diabetikum adalah luka terbuka pada permukaan kulit akibat komplikasi mayor dari diabetes melitus. Perawat mempunyai peran penting dalam melakukan perawatan luka diabetikum dengan cara mengkontrol luka, membersihkan luka, menjaga kelembaban dengan balutan, serta mengangkat jaringan mati. Salah satu balutan yang beredar adalah silver dressing. Mengetahui bagaimana efektivitas dari penggunaan silver dressing terhadap penyembuhan luka diabetikum. Desain penelitian berbentuk quasy eksperiment without control dengan pendekatan pretest posttest yaitu dengan dilakukan pretest kemudian diberikan tindakan dengan balutan silver dressing, setelah itu dilanjut dengan posttest. Dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar pengkajian Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Uji statistik yang digunakan yaitu uji paired sampel t-tes. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor BWAT pretest sebesar 38,44 ± 8,14 dan posttest sebesar 24,80 ± 5,89. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan skor pengkajian BWAT pretest postest dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Setelah penggunaan silver dressing pada pasien luka diabetikum terjadi penurunan skor BWAT pada semua pasien. Sehingga dapat dikatakan silver dressing efektif sebagai balutan penyembuhan luka diabetikum. Penderita luka diabetikum diharapkan dapat menggunakan silver dressing sebagai salah satu upaya dalam proses penyembuhan luka diabetikum. Kata Kunci: Luka Diabetikum, Silver Dressing
Efektifitas dengan Pemberian Ozone Bagging Therapy sebagai Adjuncite Tretament Terhadap Fase Proliferasi pada Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetikum di Wocare Annisa, Meivia; Naziyah, Naziyah; Hidayat, Rizki
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14146

Abstract

ABSTRACT Diabetic foot injury is one complicatons in patients with uncontrolled DM. Ozone Bagging Therapy is an adjunctive treatment in controlling microorganism in the proliferation phase of the wound healing process, specifically at infection control stage in interventions in diabetic foot wound patients. Knowning the effectiveness of Ozone Bagging Therapy as an Adjunctive Traetment against the proliferation phase of the wound healing process in diabetic fott wound patients at Wocare. Quasi-experimental reseach design with pretets-posttest design approach, in which intial pretest measurents, intervention are given, and then postest is given. The total sample consisted of 25 respondents, and the statistical test used was the paired sample t-test. The average Winner Scale PreTest score was 33.56 ± 5.875 and post test was 21.00 ± 5.354. the results pf twh study differences in Winner Scale scores before and after Ozone Bagging Therapy was guven with a p-value of 0.000 (p<0.05). The use of Oozne Bagging Therapy, efferctive results were obtained to reduce the invasion of microorganisms in the proliferation phase in the wound healing process in diabeticum foot wound patients. With the result showing a p-value of (P<0.05) Keywords: Winner Scale, Diabetic Foot Wound, Oozne Bagging Therapy, Fase Proliferasi  ABSTRAK Luka kaki diabetic salah satu komplikasi pada pasien DM yang tidak terkontrol. Ozone Bagging Therapy merupakan Adjuncite Treatment dalam mengendalikan mikroorganisme pada fase proliferasi proses penyembuhan luka khusu pada tahapan infection control dalam intervensi pada pasien luka kaki diabetikum. Mengetahui efektifitas Oozne Bagging Therapy sebagai Adjuncitve Tratment terhadap fase proliferasi proses oenyembuhan luka pada pasien luka kaki diabetikum. Desain Penelitian quasi-eksperimen dengan pendekatan Pretest-Posttest design, di mana pengukuran awal pretest, intervensi diberikan, dan kemudian diberikan posttest. Sampel total terdiri 25 responden. Insturmen penelitian ini menggunakan lembar pengkajian Winner Scale. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian rata-rata skor Winner Scale Pretest sebesar 33,56 ± 5,875 dan postest sebesar 21,00 ± 5,354. Hasil penelitian adanya perbedan skor Winner Scale sebelum dan sesudah diberikan Ozone Bagging Therapy dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Setelah penggunaan Ozone Bagging Therapy, pada pasien luka kaki diabetikum terjadi penurunan skor Winner Scale pada semua pasien, dalam proses penyembuhan luka pada pasien luka kaki diabetikum, dengan hasil menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05) Kata Kunci: Winner Scale, Luka Kaki Diabetikum, Ozone Bagging Therapy, Fase Proliferasi
Manajemen Luka kaki diabetik dengan Conservative Sharp Wound Debridement (CSWD) Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14402

Abstract

ABSTRAK Prevalensi terjadinya luka pada kaki diabetik menjadi perhatian, terutama jika permasalahan tersebut tidak segera diketahui atau jika luka tidak dirawat sesuai dengan prinsip kelembaban. Dalam sepuluh tahun, sepertiga dari 500 juta penderita diabetes di seluruh dunia diperkirakan berisiko mengalami luka kaki diabetik. Penyebab utama kesakitan dan kematian pada penderita diabetes adalah kaki diabetik dan amputasi, yang merupakan akibat umum dari neuropati diabetik dan penyakit arteri perifer. Teknik perawatan luka merupakan salah satu upaya yang dilakukan terhadap pasien diabetes yang mengalami luka pada kaki. Tugas sehari-hari perawat di bangsal, khususnya di bidang perawatan medis-bedah, melibatkan perawatan luka. Merupakan tugas perawat untuk membimbing pasien menuju kesehatan yang optimal dan kemandirian selama proses pemulihan mereka dengan menggunakan uang, waktu, dan tenaga sesedikit mungkin. Oleh karena itu, perawat dalam situasi ini harus memberikan perawatan luka yang memadai sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Metode Penelitian Case Study.  Dengan melakukan CSWD memaksimalkan eliminasi jaringan nekrotik pada luka, sehingga hal ini dapat membantu untuk mempercepat proses penyembuhan luka kaki diabetik. Kata kunci: Luka kaki diabetik, CSWD  ABSTRACT The frequency of diabetic foot ulcer is a concern, particularly if the issue is not recognized right away or if the wounds are not being treated according to the principles of moisture. Within ten years, one-third of the 500 million people with diabetes globally are predicted to be at risk of having diabetic foot sores. Major causes of morbidity and death in individuals with diabetes are diabetic foot and amputation, which are common outcomes of diabetic neuropathy and peripheral artery disease. Wound care techniques are one of the efforts undertaken for diabetic patients who have foot wounds. Nurses' everyday tasks on the ward, particularly in the medical-surgical treatment area, involve wound care. It is the duty of nurses to guide patients towards optimal health and self-sufficiency during their recovery process while using the least amount of money, time, and effort. Because of this, nurses in this situation must provide adequate wound care in line with scientific and technological advances. The goal is to accelerate the healing of wounds. Case study methodology is used in research. Conclusion, CSWD can have the healing of diabetic foot wounds by optimizing the removal of necrotic tissue from wounds. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, CSWD
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Luka Kaki Diabetik pada Ny. K dan Ny.R dengan Penggunaan Zink Krim dan Hyaluronic Acid pada Fase Proliferasi Sebagai Balutan Primer di Klinik Wocare Center Bogor Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Riyanto, Putri Sahara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12480

Abstract

ABSTRAK Luka kaki diabetikum adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien memiliki diabetes melitus. Prevalensi di Indonesia kejadian luka pada kaki akibat diabetes melitus adalah 12% dan risiko luka pada kaki diabetes adalah 55,4%. Modern derssing dengan Zink Krim dan Hyaluronic Acid dapat digunakan mempercepat proses penyembuhan luka, memberikan kelembapan pada luka,  dan  pembentukan jaringan granulasi. Menganalisis asuhan keperawatan dengan luka diabetikum pada Ny. K dan Ny. R dengan penggunaan Zink Cream dan Hyaluronic Acid di klinik wocare center bogor. Tindakan keperawatan dimulai pada tanggal 21 Juli s/d 28 Juli 2023 di Klinik Wocare Center Bogor. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit melibatkan perawatan luka dengan menggunakan metode modern dressing. Zink Krim dan Hyaluronic Acid (Metcovazin Red) adalah jenis balutan menjaga kelembapan,membantu proses pembentukan epitelisasi, dan penyembuhan luka granulasi pada dasar luka berwarna merah.perawatan luka modern dressing dengan Zink Krim dan Hyaluronic Acid (Metcovazin Red)  terbukti mempercepat proses penyembuhan luka, namun pada Ny.K dan Ny.R belum terlihat efek yang signifikan dikarenakan proses penyembuhan luka kronis membutuhkan waktu yang panjang. Perawatan luka harus diimbang dengan kadar gula darah yang terkontrol  dan nutrisi yang baik, sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal ini. Kata Kunci:  Luka Kaki Diabetikum, Zink Krim, Hyaluronic Acid  ABSTRACT Diabetic foot ulcers are one of the complications that occur in patients with diabetes mellitus. The prevalence in Indonesia of foot injuries due to diabetes mellitus is 12% and the risk of diabetic foot injuries is 55.4% . Modern derssing with Zink Cream and Hyaluronic Acid can be used to accelerate the wound healing process, provide moisture to the wound, and form granulation tissue. To analyze nursing care with diabetic wounds in Mrs. K and Mrs. R with the use of Zink Cream and Hyaluronic Acid at the Bogor wocare center clinic. The nursing care measures will commence from July 21st to July 28th, 2023, at the Wocare Center Clinic in Bogor. The implementation for the nursing diagnosis of skin integrity disturbance involves wound care using the modern dressing method. Zink Cream and Hyaluronic (Metcovazin Red) are types of dressings to maintain moisture, help the process of epithelialization formation, and healing granulation wounds on a red wound base. Modern wound care dressings with Zink Cream and Hyaluronic Acid (Metcovazin Red) are proven to accelerate the wound healing process, but in Mrs. K and Mrs. R there has not been seen a significant effect because the process of healing chronic wounds takes a long time. Wound care must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition, so it is hoped that health care workers will pay more attention to this. Keywords: Diabetic Foot Wounds, Zinc Cream, Hyaluronic Acid