Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS XI MIPA 1 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Syarifah, Triana Jamilatus; Sujatmiko, Ponco; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 2, Maret 201
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.663 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan  kemampuan dan mengetahui tingkat komunikasi matematis tertulis siswa kelas XI MIPA 1 SMA Batik 1 Surakarta yang memiliki gaya belajar visual. (2) Mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui tingkat komunikasi matematis tertulis siswa kelas XI MIPA 1 SMA Batik 1 Surakarta  yang memiliki gaya belajar auditorial. (3) Mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui tingkat komunikasi matematis tertulis siswa kelas XI MIPA 1 SMA Batik 1 Surakarta  yang memiliki gaya belajar kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas XI MIPA 1 dengan masing ? masing 2 orang siswa tiap gaya belajar (Visual, Auditorial dan Kinestetik) yang memiliki kemampuan awal sama. Subyek penelitian ini di tentukan melalui teknik purposive sampling. Sumber data berasal dari siswa yang menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Instrumen utama dalam  penelitian ini adalah peneliti sendiri, adapun instrumen bantu berupa angket gaya belajar, tes uraian komunikasi matematis tertulis, rubrik komunikasi matematis tertulis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi waktu yaitu membandingkan data wawancara berbasis tugas I dan IIHasil penelitian ini adalah: (1) Siswa dengan gaya belajar visual mempunyai kemampuan komunikasi matematis tertulis pada level 4 (sangat baik) pada ketiga indikator yaitu mampu merepresentasikan ide-ide matematis kedalam model matematika atau tulisan, menggambarkan ide-ide matematis secara visual, dan menggunakan lambang, notasi, dan persamaan matematika secara lengkap dan benar. (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mempunyai kemampuan komunikasi matematis tertulis pada level 2 (sedang) yaitu siswa kurang mampu dalam merepresentasikan ide-ide matematis kedalam model matematika atau tulisan, menggambarkan ide-ide matematis secara visual, dan kurang mampu menggunakan lambang, notasi, dan persamaan matematika secara lengkap dan benar. (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mempunyai kemampuan komunikasi matematis tertulis pada level 2 (sedang) yaitu siswa kurang mampu dalam merepresentasikan ide-ide matematis kedalam model matematika atau tulisan, namun siswa sangat baik dalam menggambarkan ide-ide matematis secara visual, serta siswa mampu dalam menggunakan lambang, notasi, dan persamaan matematika secara lengkap.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA TERHADAP MATERI POKOK STATISTIKA DITINJAU DARI KEBIASAAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Setyorini, Intan Ayu; Pramudya, Ikrar; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.245 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep statistika pada siswa yang memiliki kebiasaan belajar matematika tinggi, sedang, dan rendah kelas XII IPS 1 SMA Negeri 6 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling. Subjek penelitian ini ada 6 orang siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 6 Surakarta yang terdiri dari 2 orang siswa dari kelompok kebiasaan belajar matematika tinggi, 2 orang siswa kelompok sedang, dan 2 orang siswa kelompok rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara berbasis tugas yang dilakukan pada materi statistika. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) tingkat pemahaman konsep siswa kategori kebiasaan belajar matematika tinggi sampai pada tingkat memahami sebagian, (2) tingkat pemahaman konsep siswa kategori kebiasaan belajar matematika sedang sampai pada tingkat memahami sebagian dengan miskonsepsi tertentu, dan (3) tingkat pemahaman konsep siswa kategori kebiasaan belajar matematika rendah sampai pada tingkat tidak memahami.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Mulyani, Septiya; Mardiyana, Mardiyana; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.89 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan motivasi belajar dan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan modelpembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) yang dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklusdengan setiap siklus dilakukan empat pertemuan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah melalui observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran. Teknik analisis data adalah dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa. Hal ini didasarkan pada hasil observasi yang sudah dilakukan. Berdasarkan rata-rata persentase hasil observasi motivasi belajar pra siklus sebesar 29,43%, siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 28,12% menjadi 57,55% dan siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 45,90% menjadi 75,33%.  Kemudian rata-rata persentase hasil observasi kekatifan siswa pra siklus sebesar 14,93%, siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 43,36% menjadi 57,29% dan siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 62,97% menjadi 77,90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016. Pelaksanaan model pemebelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa adalah pembelajaran yang memanfaatkan penomoran siswa dan diskusi kelompok untuk membuat siswa betrtanggung jawab atas kelompoknya. NHT memiliki empat sintaks yaitu penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama, serta memberikan jawaban pertanyaan.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW) DAN ROLE PLAYING PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA (PENELITIAN DILAKUKAN DI KELAS VIII SEMESTER II SMP NEGERI Meiliana, Cahyo Henny; Soeyono, Soeyono; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.231 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah diantara metode pembelajaran SQ3R, Role Playing dan konvensional, yang dapat menghasilkan prestasi lebih baik pada materi bangun ruang sisi datar, (2) manakah diantara siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang, dan rendah yang menghasilkan prestasi yang lebih baik, (3) manakah diantara penggunaan metode pembelajaran (SQ3R, Role Playing, dan konvensional) yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada kategori aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah, (4) manakah diantara kategori aktivitas belajar (tinggi, sedang, dan rendah) yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada penggunaan metode pembelajaran SQ3R, Role Playing, atau konvensional.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Mojolaban tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 6 kelas. Sampelnya adalah 109 siswa yang terbagi dalam 3 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMPN 14 Surakarta. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Untuk menguji konsistensi internal angket digunakan rumus Karl Pearson, untuk menguji reliabilitas angket digunakan rumus Alpha, dan untuk menguji reliabilitas tes digunakan rumus KR-20. Uji prasyarat analisis variansi digunakan uji Lilliefors untuk uji normalitas, uji Bartlett untuk uji homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan ukuran sel tak sama dengan faktor (3x3) pada taraf signifikansi 5%
ANALISIS STRATEGI BEKERJA MUNDUR DAN EKUIVALENSI PADA PERMASALAHAN NON RUTIN SISTEM PERSAMAAN Fauziah, Asma' Nurul; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 2, Nomor 1, Januari 2
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.83 KB)

Abstract

Non-routine issues related to equation systems are often tested in National Mathematics Olympiad as well as College Entrance Test. The usual strategy to solve the system of equations is by the method of elimination, substitution, the mixture of elimination and substitution, and the method of graph or by substitution of variables from one equation to another so as to produce new equations and then searched the roots and newly substituted into things asked. But if the system of equations contains a higher rank of two, one tends to have difficulty in finding its roots, so another more efficient strategy is needed. The combination of backward-working strategies and applying equivalence in solving non-routine problems form the system of equations can be more effectively used. The purpose of writing this article is to know and analyze how the use of reverse working strategy and applying equivalence to solve system equality problems based on Polya step and analyze the effectiveness of the strategy. The type of research used in this study is Research and Development (RnD). From this article it can be concluded that the combination of strategies working backward and applying equivalence is quite effective because it does not take much time as well as fewer calculation steps in solving non routine problems of equation system
JENIS-JENIS PERTANYAAN YANG DIAJUKAN GURU BERDASARKAN MAKSUD DAN DIMENSI KOGNITIF REVISI TAKSONOMI BLOOM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 GEMOLONG Maulia, Dityana Mila; Sujadi, Imam; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 2, Nomor 1, Januari 2
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.696 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)  jenis-jenis pertanyaan yang diajukan guru berdasarkan maksud dan dimensi kognitif Revisi Taksonomi Bloom dalam pembelajaran matematika kelas VIII pada kegiatan pendahuluan, (2) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan guru berdasarkan maksud dan dimensi kognitif Revisi Taksonomi Bloom dalam pembelajaran matematika kelas VIII pada kegiatan inti, (3) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan guru berdasarkan maksud dan dimensi kognitif Revisi Taksonomi Bloom dalam pembelajaran matematika kelas VIII pada kegiatan penutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek utama dalam penelitian ini adalah seorang guru matematika kelas VIII SMP Negeri 1 Gemolong. Subjek bantu dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gemolong. Data dalam penelitian ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dalam pembelajaran, yang didukung dengan pernyataan-pernyataan hasil wawancara terhadap subjek utama dan subjek bantu terkait pertanyaan yang diajukan guru. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif. Pengambilan data dilakukan dengan merekam pembelajaran yang diampu oleh subjek utama sebanyak 7 kali, sehingga dihasilkan 7 rekaman pembelajaran pada waktu yang berbeda. Dari 7 rekaman pembelajaran tersebut, dipilih 4 rekaman yang memberikan data terlengkap untuk selanjutnya dianalisis secara mendalam. Wawancara dilakukan terhadap subjek utama dan subjek bantu. Uji validitas data pada penelitian ini dilakukan dengan pengecekan data (member check) oleh subjek utama. 
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH (JUCAMA) DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SEGI EMPAT DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP SMP N 1 KARA Indriyani, Anita; Budiyono, Budiyono; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.25 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran manakah yang dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik pada materi bangun datar segi empat, pembelajaran dengan model JUCAMA atau model problem based learning,               (2) diantara kategori kreativitas belajar matematika siswa, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa yang mempunyai kreativitas belajar tinggi, sedang atau  rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Karanganom tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan sampel yang digunakan diambil dari 2 kelas.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai persyaratan analisis yaitu populasi penelitian berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi penelitian mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan uji F dan uji Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) model JUCAMA memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model Problem Based Learning, (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar tinggi lebih baik dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar sedang dan rendah, sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar sedang tidak berbeda secara signifikan dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning. (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning
PROSES BERPIKIR SISWA KELAS VII E DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS Faizah, Farah; Sujadi, Imam; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.238 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Surakarta dalam memecahkan masalah matematika pada materi pecahan ditinjau dari kecerdasan logis-matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VII E, yang terdiri dari 2 orang siswa dengan kecerdasan logis-matematis tinggi, 2 siswa dengan kecerdasan logis-matematis sedang, 2 orang siswa dengan kecerdasan logis-matematis rendah. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara berbasis tugas. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi waktu. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (i) Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis tinggi yaitu mampu memahami masalah dengan baik, menentukan strategi yang digunakan dalam memecahkan masalah yaitu menggunakan strategi standar atau alternatif strategi, menentukan hasil yang sesuai dengan permasalahan, siswa meyakini kebenaran dari hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan, tidak melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaannya dan melakukan perhitungan berkaitan dengan permasalahan tambahan yang diberikan. (ii) Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis sedang yaitu dalam memahami masalah siswa kesulitan dalam mengaitkan hubungan antara hal yang diketahui dan hal yang tidak diketahui, dalam merencanakan pemecahan masalah siswa tidak menggunakan semua yang diketahui untuk menyelesaikan permasalahan, menentukan dan menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah namun kurang sesuai dengan langkah-langkah yang tepat, tidak menentukan hasil yang sesuai dengan permasalahan dan tidak melakukan tahapan memeriksa kembali jawaban. (iii) Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis rendah yaitu dalam memahami masalah siswa kesulitan dalam mengaitkan hubungan antara hal yang diketahui dan hal yang tidak diketahui, dalam merencanakan pemecahan masalah siswa tidak menggunakan semua yang diketahui untuk menyelesaikan permasalahan, kesulitan dalam menentukan keterkaitan antara hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan, tidak menentukan hasil yang sesuai dengan permasalahan dan tidak melakukan tahapan memeriksa kembali jawaban.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII D SMP NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kurniawati, Cici; Sujadi, Imam; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan keaktifan siswa, mengetahui peningkatan keaktifan siswa setelah dilakukan model pembelajaran kooperatif teknik TSTS dan mengetahui dampak penerapan model pembelajaran kooperatif teknik TSTS terhadap ketuntasan hasil belajar siswa. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes. Validitas isi dari instrumen dilakukan sebelum validitas data dari hasil belajar siswa. Sedangkan untuk keaktifan siswa digunakan triangulasi penyidik. Indikator keberhasilan penelitian ini setidaknya rata-rata persentase keaktifan siswa dari observasi mencapai 75%. langkah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik TSTS yang dapat meningkatkan keaktifan siswa adalah:1) pendahuluan: guru menyampaikan apersepsi, tujuan pembelajaran dan motivasi serta gambaran pembelajaran. 2) inti: guru menjelaskan sedikit materi, membagi kelompok (4 siswa) untuk berdiskusi, siswa membagi tugas untuk menjadi tuan rumah dan tamu selanjutnya melakukan diskusi kunjungan kemudian apabila telah selesai melaksanakan diskusi kunjungan, siswa kembali dan membahas hasil pekerjaan kelompok asal serta beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi. 3) penutup: guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran. Dari hasil observasi pada siklus I diperoleh rata-rata persentase keaktifan siswa mencapai 63,72% dengan persentase kegiatan visual sebesar 71,19%, kegiatan lisan 46,61%, kegiatan menulis 68,02%, kegiatan mendengarkan 63,18% dan kegiatan mental 69,58%. Pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 15,16% menjadi 78,88% dengan persentase kegiatan visual sebesar 82,02%, kegiatan lisan 67,86%, kegiatan menulis 83,09%, kegiatan mendengarkan 80,24% dan kegiatan mental 81,19%. Sedangkan dari hasil tes pada siklus I, persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 43,75% dan pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 78,12%.
ANALISIS STRATEGI MENYEDERHANAKAN MASALAH SERUPA DAN SUDUT PANDANG LAIN PADA PERMASALAHAN NON RUTIN PENJUMLAHAN FUNGSI Kartika Maharani Dwi Astuti; Rubono Setiawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.045 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v6i1.777

Abstract

The problem of Addition Operation of Functions often emerges in Junior National Science and Math Olympiads at the regional level, provincial level, and national level. Non-routine questions related to the addition of functions tested In the Junior National Science Math Olympiad are more concern on the problem-solving. The questions have complex types and these types cannot directly solved by common routine procedures. Systematic-logical thinking and high level of understanding ability are required to solve the problem. There are some basic strategies which can be implemented to find the right solutions. Blended strategy plays a significant role to solve the problem. This research will discuss about the strategy to simplify equal group problem from another point of view in order to solve the addition of functions problem in the Junior National Science Math Olympiad. The implementation of the strategy is based on the Polya’s Problem-Solving Techniques.