Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implementing crossword puzzles using crosswordlabs.com in the campus program teaching at an elementary school Rohmah, Siti Nur; Aeni, Candra; Panggabean , Christina Innocenti Tumiar
Digital Theory, Culture & Society Vol. 2 No. 1 (2024): July
Publisher : C-DISC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61126/dtcs.v2i1.43

Abstract

Islamic religious education learning is an important part of the educational curriculum that aims to form a good understanding, values and attitudes towards Islamic teachings. In order to increase student participation and change the learning atmosphere, it is necessary to use engaging learning media. One of the most widely used and practical media is crossword puzzles. This study aims to describe or explain the students’ responses towards the use of crossword media in Islamic religious education learning at SDN Kesamben II Plumpang. The research method is qualitative descriptive research. The data were obtained through direct observation, interviews, and analysis of documents related to the use of crossword media in Islamic religious education learning. The research participants consisted of thirty students of fourth, fifth, and sixth grade learning Islamic religious education at SDN Kesamben II Plumpang. The result shows that the use of crossword puzzle media in Islamic religious education learning has several advantages and has a positive impact on students’ learning activities. It can be concluded that the use of crossword media can be an alternative that attracts students to learn Islamic religious education.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Lebah Klanceng untuk Ketahanan Ekonomi dan Konservasi Lingkungan Arsyad, Mufid; Haqiqi, Nurul Azizah; Fajri, Muhammah Niki Faza Nur; Lestari, Restu; Ristiana, Rina; Putri, Leni Diyana; Febriani, Lia Putri; Rohmah, Siti Nur; Irawan, Piki Anderi; Nurrohman, Deni; Masri, Masri; Aprizal, Aprizal; Alensa, Rizki; Irawan, Sukma; Nugraha, Iqbal; Apriyanto, Nanang
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v3i2.90

Abstract

Stingless bees (Tetragonula laeviceps), commonly known as Klanceng honey bees, have significant ecological and economic value. Their role in pollination contributes to biodiversity conservation, while their honey has high market potential due to its medicinal properties. This community service program aims to introduce and develop sustainable stingless bee farming among local communities as an alternative source of income. The activities include theoretical and practical training on colony management, hive maintenance, honey extraction, and product marketing. Participants are also educated on the ecological benefits of stingless bee conservation to promote environmental awareness. The results of this program indicate a positive response from the community, with increased knowledge, skills, and motivation to engage in stingless beekeeping. By fostering sustainable beekeeping practices, this initiative is expected to enhance local economic resilience while contributing to environmental preservation.
Pre-Service Teachers’ Skills in Analyzing the Mathematics Competency Based on Bloom Taxonomy Istihapsari, Vita; Istiandaru, Afit; Rohmah, Siti Nur
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 3 No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijeme.v3i2.14549

Abstract

Professional teachers need to be skilled in planning their lesson. One of the activities to plan the lesson is analyzing the competence and teaching material demanded by the curriculum. This article aims to describe the Indonesian pre-service mathematics teachers’ skills in analyzing junior high school mathematics competence. The analysis is important to prepare the appropriate material for their students. This is qualitative research involving 26 pre-service teachers enrolled in the subject of Curriculum Analysis for Junior High School. First, they were assigned to analyze a given basic competence and were then challenged to select the appropriate materials and the indicators when the competence achieved according to Bloom taxonomy. Surprisingly, though there are many reference books available for sources of analysis, the teacher candidates found some difficulties in arranging the topics and composing the appropriate indicators. Some errors found such as the use of unmeasurable verbs, unclear activities, and illogical-irrelevant topics.
Penerapan Media Kincir Matematika (KINMATIKA) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas 3 SD IT Al Ikhlas Rohmah, Siti Nur; Fadilah, Lutfi; Mahmudah, Masrurotul
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2236

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep perkalian pada siswa kelas 3 SD IT Al Ikhlas. Hal ini terlihat dari kesulitan siswa dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang dan kecenderungan mereka untuk mengandalkan hafalan semata tanpa benar-benar memahami konsep dasar di balik operasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian melalui penerapan media Kincir Matematika (KINMATIKA), yaitu media pembelajaran berbasis visual dan kinestetik yang dirancang untuk membantu siswa memvisualisasikan dan memanipulasi konsep perkalian secara konkret dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dan melibatkan siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, dan wawancara untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep perkalian secara signifikan, serta peningkatan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media KINMATIKA terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menggunakan media serupa dalam pembelajaran matematika dasar untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PENERAPAN APLIKASI SIMPATIK DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Dina, Dina; Heri, Heri; Rohmah, Siti Nur; Nurhadi, Nurhadi
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1080

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui inovasi pelayanan publik yang diterapkan di Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepada Organisasi Perangkat Daerah maupun masyarakat umum dengan menggunakan aplikasi SIMPATIK yang terdapat beberapa permasalahan di antaranya, kurangnya tenaga teknis, komputer tiba-tiba me-restart/mati, aplikasi eror, jika ada pemadaman listrik dari pusat dan keterlambatan pegawai dalam mengedit disposisi di aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya data diolah kemudian diedit dan akhirnya diinterpretasi. Kemudian analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Lalu untuk mengetahui kelayakan data, dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian memaparkan bahwa inovasi pelayanan publik di Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah berjalan kurang efektif dan efisien. Berdasarkan teori dari Rogers (2003) dalam Masyara dan As’ari, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan coba dan kemudahan diamati, bahwasannya minimnya tenaga teknis dapat mempengaruhi kinerja pegawai dalam penggunaan aplikasi SIMPATIK, sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga menghambat pekerjaan, aplikasi SIMPATIK hanya bisa digunakan oleh pegawai saja dan bukan untuk masyarakat karena berisi arsip umum maupun khusus serta upgrade aplikasi juga diperlukan agar lebih memudahkan pekerjaan.Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Aplikasi dan Pegawai
Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Upaya Meningkatkan Technologi Knowledge Guru Era Digital di Sekolah Dasar YP Nasional Surabaya Ixfina, Ficky Dewi; Fitriani, Siti Lailatul; Rohmah, Siti Nur
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v2i2.482

Abstract

Teknologi informasi telah mengubah lanskap pendidikan dengan memperkenalkan berbagai alat dan aplikasi yang dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Salah satu aplikasi yang semakin populer di kalangan pendidik adalah Canva, sebuah platform desain grafis yang intuitif dan mudah digunakan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyajikan langkah-langkah tentang penggunaan aplikasi Canva dalam konteks pembelajaran. Canva menawarkan beragam fitur seperti template desain yang siap pakai, elemen grafis, teks artistik, dan kemampuan kolaborasi dalam satu platform. Melalui integrasi Canva dalam pembelajaran, pendidik dapat dengan mudah menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan visual secara efisien. Selain itu, para pendidik juga dapat mendorong partisipasi aktif siswa dengan melibatkan siswa untuk berkreasi dan berinovasi menggunakan canva. Sehingga sebagai seorang pendidik harus terbuka terhadap kemajuan zaman. Sebagaimana kondisi di Sekolah Dasar YP Nasional Surabaya yang masih dalam tahap berkembang, memiliki pendidik yang masih muda bahkan ada yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentu masih perlu mengembangkan berbagai keterampilan yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran. Dengan demikian kegiatan penyajian langkah-langkah menggunakan aplikasi canva sebagai media pembelajaran sangatlah bermanfaat. Hasil kegiatan ini, bahwasanya penggunaan Canva dalam pembelajaran telah membawa sejumlah manfaat, antara lain peningkatan keterlibatan siswa, pemahaman konsep yang lebih baik melalui visualisasi, mengembangkan kreatifitas pendidik, menghasilkan media pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan Technological Knowledge pendidik. Namun, beberapa tantangan juga diidentifikasi, seperti pembelajaran teknis awal bagi pendidik yang belum terbiasa dengan aplikasi ini dan sarana prasarana masih terbatas.
Utilization of Mangosteen Extract to Enhance the Masculinization of Striped Snakehead (Channa striata) Fingerlings Mardika, Hanisya Putri Kania; Pramono, Taufik Budhi; Afiyah, Novia Nurul; Putra, Joni Johanda; Larasati, Lorichika Gustinda; Rohmah, Siti Nur
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.690

Abstract

Aquaculture technology to increase productivity includes sex reversal or masculinization. Masculinization of snakehead fish (Channa striata) is essential to balance the male sex ratio for sustainable aquaculture. One approach is the use of natural compounds to reduce dependence on synthetic hormones that are less environmentally friendly. Natural substances such as mangosteen peel extract (Garcinia mangostana) contain aromatase inhibitors. This study aimed to determine the optimal dosage of mangosteen peel extract for inducing sex reversal in snakehead fish. Two-week-old fry were immersed in different treatments (control 0 g/L, 0.5 g/L, 0.7 g/L, and 0.9 g/L) for 4 hours and reared for 2 months. Gonads were examined microscopically using aceto-carmine staining. Results showed that the highest male proportion was obtained at 0.9 g/L, while the highest survival rate was recorded at 0.7 g/L. The Kruskal–Wallis test (H=7.64; p=0.054) indicated no significant differences among treatments in male proportion. The Mann–Whitney U test (p=0.077) between control and each treatment confirmed that formal differences were not significant, although a trend of increased male proportion was observed across all treatments. One-way ANOVA (F=16.72; p=0.0008) demonstrated that treatment doses significantly affected survival. Tukey HSD revealed that all treatments differed significantly from control (p<0.05), while no significant differences occurred among treatment doses (p>0.05). In conclusion, doses of 0.5–0.9 g/L were effective in promoting masculinization while maintaining optimal survival in snakehead fish.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penanaman Modal di Kota Surakarta Trihananto, R. Novia; Winarno, Budi; Supriyanto, Arseto Endro; Rohmah, Siti Nur; Akbarsyah, Muhammad Ali
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jbs.v3i2.76

Abstract

Penanaman modal merupakan salah satu elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah, termasuk Kota Surakarta. Investasi yang optimal tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional dan internasional. Kota Surakarta, sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah dengan tingkat urbanisasi yang cukup tinggi, memiliki berbagai potensi untuk menarik investor, baik domestik maupun asing. Namun, dalam proses penanaman modal, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di Kota Surakarta melalui pendekatan studi pustaka. Metode studi pustaka dipilih karena memberikan ruang untuk mengeksplorasi berbagai hasil penelitian sebelumnya, serta kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah maupun pusat terkait penanaman modal. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai tren, tantangan, serta peluang yang dihadapi Kota Surakarta dalam menarik dan mempertahankan investasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di suatu daerah dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup berbagai aspek yang berasal dari dalam daerah tersebut, seperti kondisi infrastruktur, regulasi daerah, kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas politik dan keamanan. Dalam konteks Kota Surakarta, infrastruktur yang memadai, seperti akses transportasi, sarana dan prasarana publik, serta ketersediaan energi, menjadi faktor penting dalam menarik investor. Selain itu, kebijakan pemerintah daerah yang pro-investasi juga menjadi salah satu daya tarik utama. Regulasi yang jelas, perizinan yang transparan, serta insentif fiskal yang diberikan kepada para investor dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, faktor eksternal mencakup kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah pusat, serta tren global yang dapat memengaruhi aliran modal. Kondisi ekonomi nasional, seperti tingkat inflasi, suku bunga, serta nilai tukar mata uang, dapat berpengaruh langsung terhadap keputusan investor untuk berinvestasi di suatu daerah. Selain itu, tren global, seperti perubahan kebijakan perdagangan internasional, perjanjian perdagangan bebas, serta fluktuasi harga komoditas, juga memainkan peran penting dalam memengaruhi arus investasi. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa Kota Surakarta memiliki potensi besar untuk menarik penanaman modal dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, seperti posisi geografis yang strategis, potensi pariwisata, serta kebudayaan yang kaya. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti birokrasi yang masih kompleks, keterbatasan infrastruktur di beberapa wilayah, serta tingkat daya saing sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah perlu terus berupaya untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi, serta memperbaiki aspek-aspek yang menjadi kendala bagi para investor. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di Kota Surakarta, serta memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menarik lebih banyak investasi. Keberhasilan penanaman modal di kota ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan Kota Surakarta sebagai pusat ekonomi regional yang kompetitif.
Peran Penanaman Modal dalam Pengembangan Infrastruktur Kota Surakarta Widawati, Galuh Murya; Pratio, Gunawan Adi; Rohmah, Siti Nur; Akbarsyah, Muhammad Ali; Supriyanto, Arseto Endro
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jbs.v3i2.77

Abstract

Penanaman modal memiliki peran yang sangat krusial dalam pengembangan infrastruktur di Kota Surakarta. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan infrastruktur yang berkualitas, peran investasi menjadi semakin penting untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi penanaman modal terhadap pengembangan infrastruktur di Surakarta, dengan mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong dan menghambat investasi. Surakarta, sebagai salah satu kota yang sedang berkembang di Indonesia, menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Penanaman modal dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut melalui pembangunan fisik dan penyediaan layanan yang diperlukan. Investasi yang masuk ke kota ini tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari sektor swasta, baik lokal maupun internasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan infrastruktur kota dapat diperbaiki dan diperluas, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat. Dalam konteks ini, peneliti menggunakan metode studi pustaka untuk menggali informasi dari berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan laporan terkait yang membahas penanaman modal dan pengembangan infrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara penanaman modal dan perkembangan infrastruktur. Penanaman modal yang efektif dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup, dan daya tarik investasi lebih lanjut di Surakarta. Di samping itu, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penanaman modal, seperti kurangnya kepastian hukum, birokrasi yang rumit, dan ketidakpastian ekonomi. Faktor-faktor ini menjadi hambatan bagi investor untuk berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang mendukung, transparansi dalam proses perizinan, dan peningkatan koordinasi antarinstansi pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Melalui penguatan penanaman modal, Kota Surakarta berpotensi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. Selain itu, penanaman modal tidak hanya dilihat sebagai sumber pendanaan, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan memperhatikan semua aspek tersebut, diharapkan Surakarta dapat mencapai pengembangan infrastruktur yang lebih baik dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
Konsep Urban Farming Pada Kota Tanpa Lahan Pertanian Pratio, Gunawan Adi; Rohmah, Siti Nur; Akbarsyah, Muhammad Ali; Supriyanto, Arseto Endro
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jbs.v3i2.78

Abstract

Urban farming merupakan salah satu solusi inovatif yang menjawab tantangan pertanian di kota-kota yang minim atau bahkan tanpa lahan pertanian. Seiring dengan pesatnya urbanisasi dan berkurangnya lahan hijau, konsep ini semakin relevan untuk diterapkan di perkotaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep urban farming pada kota-kota yang tidak memiliki lahan pertanian tradisional serta mengeksplorasi manfaat dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Studi pustaka dilakukan untuk menggali berbagai literatur terkait praktik urban farming di berbagai kota besar di dunia yang mengalami kendala keterbatasan lahan. Konsep urban farming mencakup beragam teknik, seperti hidroponik, akuaponik, vertikultur, serta penggunaan atap gedung atau ruang kosong perkotaan sebagai lahan tanam. Masing-masing metode memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial suatu kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban farming dapat memberikan banyak manfaat bagi kota tanpa lahan pertanian, termasuk peningkatan akses terhadap pangan segar, pengurangan emisi karbon akibat transportasi pangan, serta peningkatan kualitas lingkungan dengan lebih banyaknya area hijau. Selain itu, urban farming juga berkontribusi terhadap pemberdayaan komunitas lokal dengan memberikan peluang kerja dan meningkatkan keterlibatan warga dalam pengelolaan pangan. Implementasi konsep ini juga dapat mendukung program pengelolaan limbah organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik yang digunakan dalam pertanian perkotaan. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam penerapan urban farming di kota tanpa lahan pertanian. Tantangan utama mencakup keterbatasan sumber daya, seperti air, pupuk, dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dalam lingkungan perkotaan. Selain itu, masalah regulasi dan kebijakan pemerintah juga menjadi kendala dalam mengembangkan pertanian perkotaan di beberapa wilayah. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta komunitas lokal guna menciptakan kebijakan yang mendukung perkembangan urban farming dan memberikan akses terhadap sumber daya yang diperlukan. Secara keseluruhan, urban farming menawarkan pendekatan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan di kota-kota yang tidak memiliki lahan pertanian. Melalui pengelolaan yang tepat dan dukungan kebijakan yang kuat, konsep ini berpotensi menjadi solusi bagi kota-kota yang menghadapi tekanan urbanisasi, degradasi lingkungan, dan ketidakstabilan pangan. Urban farming bukan hanya tentang produksi pangan, tetapi juga tentang menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan berdaya.