Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dan Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia Setyowati, Sri; Rahayu, Bety Agustina; Purnomo, Parmadi Sigit; Supatmi, Supatmi; Purwaningsih, Eni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1862

Abstract

Semua lansia pasti menginginkan kualitas hidup yang baik. Proses penuaan terjadi degenerasi sel, yang akan berpengaruh pada aktivitas kesehariannya. Keluarga adalah orang terdekat yang diharapkan dapat mendampingi lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan interaksi social dengan kualitas hidup pada lansia di Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini yang mana populasi dan sampel berjumlah 60 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan keluarga dan interaksi social yang telah di uji validitas (>0,361) dan reliabilitas (0,89). Instrumen untuk mengukur kualitas hidup lansia menggunakan instrument WHOQOL-BREF dengan uji Cronbach alpha kategori baik (0,798). Analisa data dengan menggunakan analisis kendalltau. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengatakan mendapat dukungan yang baik (51,70%). Semua responden menyatakan kurang melakukan interaksi sosial (100%). Meskipun demikian mayoritas dari mereka merasa memiliki kualitas hidup yang baik (68,30%). Hasil tabulasi silang dan Analisa menunjukkan mayoritas dari mereka yang menyatakan memiliki dukungan baik memiliki kualitas hidup yang baik (15 orang). Hasil uji menyatakan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia dengan p-value 0,004. Sedangkan terkait variable interaksi sosial mengatakan interaksi kurang namun mayoritas tetap merasa memiliki kualitas hidup yang baik (41 orang). Hasil uji menyatakan kedua menyatakan adanya hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia dengan p-value 0,001.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Setyowati, Sri; Isnaeni, Yeni; Rahayu, Bety Agustina; Supatmi, Supatmi; Pranawati, Erma; Kumalasari, Dian Novita
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p06

Abstract

Seseorang memasuki tahap lanjut usia (lansia) dimulai saat memasuki usia 60 tahun ke atas dan memiliki resiko rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Adanya perubahan- perubahan yang dialami oleh lansia dapat menghambat spiritual lansia dan interaksi sosial sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan spiritualitas dan interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia. Jenis penelitian penelitian ini adalah penelitian non-eksperimen dengan desain studi korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 60 lansia yang aktif ke Posyandu Matahasi Timbulharjo Sewon Bantul dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden adalah lansia muda perempuan dengan tingkat pendidikan terakhir SD. Mayoritas responden memiliki tingkat spiritualitas yang baik, interaksi sosial kurang dengan kualitas hidup masuk dalam kategori baik. Hasil uji analisa menunjukkan simpulan adanya hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kualitas hidup (0,000) serta ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup (0,013).
BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA EDUKASI REMAJA CEGAH STUNTING Widayanti, Tri; Rahayu, Bety Agustina; Sutono, Sutono
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1210

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan bergizi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak yaitu panjang badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Permasalahan kesehatan pada remaja putri, seperti rendahnya kadar hemoglobin dan status gizi yang kurang dapat menjadi masalah apabila dibiarkan, karena akan menyumbang angka stunting di masa depan. Melihat masalah yang ada, maka generasi remaja memerlukan perhatian khusus terutama remaja putri, pada usia ini mereka akan mengalami masa menstruasi. Kondisi tersebut harus ditopang dengan kebutuhan gizi yang sehat dan cukup seimbang. Apabila asupan gizi kurang maka dapat menyebabkan status gizi yang kurang dan berakibat pada kejadian anemia. Kasus anemia apabila tidak diketahui secara awal dan dibiarkan terus menerus berdampak pada kualitas kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja melalui pemberian dan penjelasan buku saku stunting. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Padukuhan Pungkuran Pleret Bantul, dengan memberikan edukasi menggunakan media buku saku. Sebelum edukasi diberikan, dilakukan evaluasi awal untuk mengukur pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting. Selanjutnya, evaluasi akhir dilakukan tiga minggu setelah pemberian buku saku. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah menerima edukasi melalui buku saku.
The Relationship Between The Level of Anxiety and The Degree of Hypertension In The Elderly At Posyandu Dahlia Karanganom Wonokromo, Pleret District, Bantul Regency: Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Dahlia Karanganom Wonokromo,Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul Salsabila, Fariska Jeny; Rahayu, Bety Agustina; Setyowati, Sri; Isnaeni, Yeni
Jurnal Kesehatan Masa Depan Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masa Depan
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/yngzhd85

Abstract

Elderly who experience anxiety or psychosocial stress can increase blood pressure and can even affect the occurrence of hypertension. Uncomfortable body conditions can affect increased cardiac output and arterial vasoconstriction. This can then increase blood pressure. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and hypertension levels in the elderly at the Dahlia Karanganom Wonokromo Posyandu, Pleret District, Bantul Regency. This study uses a correlation analysis method with a cross-sectional approach. The population in this study was 41 respondents. Sampling used total sampling and the Kendall's Tau test. Based on the results obtained, most anxiety levels were in the moderate category, amounting to 23 respondents (56.1%), while the majority of hypertension levels were in the grade 1 hypertension category, amounting to 28 respondents (68.3%). The Kendall's Tau test results showed that the p-value = 0.04 <α = 0.05. So, there is a relationship between anxiety levels and hypertension levels in the elderly at the Dahlia Karanganom Posyandu, Wonokromo, Pleret District, Bantul Regency. The majority of grade 1 hypertension with moderate anxiety were 17 respondents (41.5%). There is a relationship between the level of anxiety and the degree of hypertension in the elderly at the Dahlia Karanganom Wonokromo Posyandu, Pleret District, Bantul Regency.
Factors Influencing the Incidence of Stunting in the Working Area of UPTD Puskesmas Bukit Gadeng, Kota Bahagia District, South Aceh Regency Sudana Fatahillah Pasaribu; Tuty Hertati Purba; Sadikhah Sadikhah; Bety Agustina Rahayu; Sarni Anggoro
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 2 No. 2 (2025): May: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v2i2.450

Abstract

One of the nutritional problems that occur in children under five is stunting, also known as chronic nutritional problems due to insufficient fulfillment for long periods of time. A child under five is considered to have stunted nutritional status if his height is less than minus two median standard deviations of the World Health Organization (WHO) growth standards. Stunting is caused by direct causes, namely nutritional intake, infectious diseases, exclusive breastfeeding, indirect causes, namely sanitation, education, parental knowledge, income, number of family members, resources, technology, and the environment. This study aims to determine the factors that affect the incidence of stunting. This study aims to determine the factors that affect the incidence of stunting. This type of research is observational research analytic case control approach. The research samples were 49 stunted children (case Group) and 49 children without stunting (control group) in the working area of Bukit Gadeng Public Health Center, Bahagia District, South Aceh Regency, Aceh province. The Data were analyzed by performing Chi-square analysis test and the value of (OR) Odds ratio. The results showed a significant value of maternal knowledge (p-value=0.00); (OR=72.45), environmental sanitation hygiene (p-value=0.001); (OR= 2.14), history of exclusive breastfeeding (p-value=0.00); (OR= 19.37), history of infectious diseases (p-value=0.064); (OR= 3.45). Conclusion maternal knowledge, environmental sanitation hygiene, and history of exclusive breastfeeding affect the incidence of stunting and infectious disease history does not affect the incidence of stunting in the Bukit Gadeng Public Health Center, Bahagia District, and South Aceh Regency. Knowledge, sanitation hygiene, and Exclusive, breastfeeding, affect the incidence of stunting and infectious disease does not affect the incidence of stunting in the Bukit Gadeng Public Health Center, Bahagia District, and South Aceh Regency.
Edukasi Pentingnya Status Gizi Terhadap Siklus Mentruasi Di Ma Al Mumtaz Wonosari Gunung Kidul Anggoro, Sarni; Isnaningsih, Tantiana; Sari, Chanif Kurnia; Rahayu, Bety Agustina; Khamid, Ahmad
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/5z3w2242

Abstract

Remaja merupakan generasi yang berkualitas maka status gizi berperan dalam hal tersebut, melalui asupan gizi yang seimbang. Selain masalah pola makan remaja putri seringkali mengalami gangguan menstruasi, terutama gangguan pada siklus menstruasi. Menstruasi akan mengalami siklus yang tidak teratur di pertama masa reproduksi. Asupan nutrisi yang tidak baik berdampak pada penurunan fungsi reproduksi. Mekanisme status gizi dengan siklus menstruasi dapat mempengaruhi pola siklus menstruasi, baik pada wanita dengan gizi kurang maupun gizi lebih. Tujuan PKM ini untuk memberikan edukasi tentang edukasi pentingnya status gizi terhadap siklus mentruasi di MA Al Mumtaz Wonosari Gunung Kidul. Metode yang digunakan yaitu ceramah, dan juga diskusi tanya jawab. Selain itu dalam kegiatan pegabdian kepada masayarakat ini pengabdi juga akan membagikan buku saku kepada setiap siswa. Hasil. Kegiatan dihadiri oleh 32 remaja putri yang mengatakan mengalami nyeri hadi saat menstruasi, Haid tidak teratur dan kurang tahu tentang siklus haid, kurang tahu tentang  factor yang mempengaruhi siklus haid serta belum memiliki media edukasi status gizi berhubungan dengan siklus mentruasi menjadi mengetahui dan telah diberikan buku saku. Simpulan kegiatan edukasi ini berjalan dengan lancar dilihat dari, perseta aktif, peserta memperhatikan dan mampu menjawab saat sesi diskusi serta seluruh siswa mendapatkan buku saku
BIJAK BERMEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KESEHATAN MENTAL DAN KEHIDUPAN SOSIAL Rahayu, Bety Agustina; Wijaya, Norra Hendarni; Maulana, Nova; Agustiningsih, Agustiningsih; Maria, Debby Yulianthi; Amry, Riza Yulina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3292-3297

Abstract

Media sosial merupakan salah satu aktivitas online yang saat ini paling menarik dengan pengguna media sosial diantaranya adalah remaja. Masalah kesehatan dapat terjadi akibat perkembangan zaman yaitu era digital seperti bullying di media sosial, munculnya konten yang kurang pantas mengakibatkan remaja berperilaku seksual, serta adanya perilaku antisosial menjadi kasus dalam permasalahan pengabdian  kepada masyarakat ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksankan berdasarkan masalah yang didapatkan terkait media sosial, maka sebagai upaya untuk mengatasi masalah digunakan cara edukasi penggunaan teknologi yang sudah ada. Materi yang dijelaskan dalam pelatihan tersebut adalah : 1. Penjelasan umum tentang media sosial dan dampaknya. 2. Contoh kasus yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. 3. Penjelasan tentang langkah bijak dalam bermedia sosial khususnya bagi remaja. Materi yang ada dalam kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mengedukasi peserta pelatihan untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan sosial media, berkomentar maupun mengunggah suatu konten.  Simpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi bijak bermedia sosial menjadi solusi yang dipilih dan didapatkan hasil peningkatan Literasi Digital, terjadi perubahan Pola Pikir, peserta menyadari pentingnya membatasi waktu penggunaan media sosial dan mulai menerapkan digital detox secara berkala, adanya interaksi sosial yang lebih sehat, peserta terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial di dunia nyata, seperti pertemuan komunitas atau kegiatan lingkungan serta peningkatan kesadaran kesehatan mental, tercipta ruang dialog terbuka terkait kecemasan, tekanan sosial, dan cara mengelola emosi yang muncul akibat penggunaan media sosial.
Teknik Releasing 3M Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Remaja Suyatno, Suyatno; Setyowati, Sri; Supatmi, Supatmi; Iskandar, Edi; Purnomo, Parmadi Sigit; Rahayu, Bety Agustina
Link Jurnal Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v1i2.59

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan termasuk dalam masalah kesehatan mental serius yang perlu diatasi pada remaja. Kecemasan pada remaja dapat menganggu aktivitas dan koping dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melatih remaja menggunakan teknik releasing 3M untuk mengatasi kecemasan pada remaja. Metode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan Latihan praktek dan diskusi. Latihan teknik 3M releasing meliputi mengakui dan menerima emosi yang sedang dirasakan, mengangkat emosi yang dirasakan dan menyampaikan permintaan atau harapan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMK Kesehatan Bantul, diikuti oleh 26 remaja yang terindikasi mengalami cemas. Hasil: Mayoritas remaja adalah perempuan (96,15%), berada pada usia 17-18 tahun, dengan kategori kecemasan kategori sedang (84,62%). Hasil evaluasi akhir didapatkan kecemasan menurun 16 peserta (61,54%) dalam kategori cemas ringan dan 10 peserta (38,46%) masih dalam kategori cemas sedang. Kesimpulan: Teknik 3M releasing tepat digunakan dalam  membantu remaja dalam menganalisa, mengontrol dan mengatasi kecemasan yang dihadapi.
Hubungan kebiasaan sholat tahajud dengan kesehatan mental remaja Putri, Friska Aprilia; Rahayu, Bety Agustina
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v1i2.46

Abstract

Latar Belakang: Remaja sering menghadapi tekanan yang memengaruhi kondisi mental mereka. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental adalah melalui sholat Tahajud, yang diyakini dapat menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Tujuan:  menganalisis hubungan antara kebiasaan sholat Tahajud dengan kesehatan mental Remaja. Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimen menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa SMP MBS Pleret dengan jumlah responden 77 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling. Instrumen menggunakan kuesioner MHI-38 untuk mengukur kesehatan mental dan kuesioner sholat Tahajud. Nilai validitas kuesioner MHI-38 adalah 1,00, sedangkan nilai validitas kuesioner sholat Tahajud adalah 0,52. Uji Analisa menggunakan uji kendall tau. Hasil: Mayoritas remaja di SMP MBS Pleret memiliki tingkat kesehatan mental kategori tinggi, yaitu sebanyak 70 responden (90,9%). Kebiasaan sholat Tahajud sebagian besar berada pada kategori cukup, dengan 52 responden (67,5%). Uji statistik menghasilkan p-value = 0,15 (<0,5) dan nilai korelasi (r) = 0,271, sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan sholat Tahajud dengan kesehatan mental Remaja. Remaja yang lebih sering melaksanakan sholat Tahajud cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Sholat Tahajud dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga keseimbangan mental remaja.
Design of Early Child Growth Monitoring Media Sutono, Sutono; Fauzi, Hamdan Daalal; Rahayu, Bety Agustina
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i1.2061

Abstract

The golden generation is the successor of the nation. Seeing this, the growth and development of children must be monitored because this monitoring has the aim of finding irregularities early so that treatment can be carried out as soon as possible. Monitoring methods that are easy to carry out with results according to the guidelines are the facilities needed by caregivers. The purpose of this study was to design media for monitoring and development of early childhood at Littlecare PAUD. The action research method is used in this study. Implementation of these solutions is made systematically which includes health services and provides additional education or information. The activity was carried out from December 2022-April 2023. Respondents in this activity consisted of 3 admin teachers and 2 students. In the Design and Development of a Website-Based Child Development Measurement Application for Early Childhood Education in Little Care Yogyakarta, namely using the Software Development Life Cycle (SDLC) method. This new system provides convenience for its users compared to manual monitoring. This application has been designed according to the needs of the school, starting from facilitating the search for student data, knowing the current age, monitoring the growth and development of fine motor, gross motor, language, and socialization according to DDST. This application has also been designed with final conclusions regarding child development. The Little Pedia application that was compiled is stated to be able to help save time, make it easier to find student data when needed, as well as save the budget spent on reporting.