Claim Missing Document
Check
Articles

Infeksi Babesia spesies bersamaan dengan virus corona enterik kucing dan giardiasis pada dua kucing betina Wulansari, Retno; Soesatyoratih, Roro; Widhyari, Sus Derthi; Suryono
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.3.63-64

Abstract

The premunition stage of babesiosis poses a significant risk of relapse due to immune suppression. This report describes two cats that presented to a veterinary clinic with lethargy, anorexia of several days’ duration, watery eyes, and loose stools. Both cats were unvaccinated and lived in an open environment shared with their owners. Initial clinical evaluation suggested feline coronavirus (FCoV) infection and giardiasis; however, subsequent peripheral blood smears revealed intracellular parasites consistent with Babesia sp.. The initial treatment targeted viral and protozoal infections using antiprotozoal and antiviral agents for seven days, followed by a 21-day regimen of clindamycin and multivitamins to manage babesiosis. Hematological analysis and Giemsa-stained peripheral blood smears revealed anemia, thrombocytopenia, and persistent babesiosis. Clindamycin therapy effectively reduced parasitemia and alleviated clinical signs, including anemia, anorexia, and weakness, although complete clearance of Babesia sp. from the peripheral blood was not achieved at the administered dosage.
Improving Medical Wellness with Halal and Thayyib Certification in Traditional Health Services: A Literature Review Riskha Dora Candra Dewi; Suryono
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.I2.2025.257-262

Abstract

Halal and thayyib certifications are generally used to certify that food products adhere to Islamic rules. "Halal" refers to what is permitted or halal in Islam, whereas "Thayyib" emphasizes goodness, safety, and responsible sourcing. However, certification can be applied to a variety of commodities and services, including traditional health services. Traditional healing services must be developed in a complete manner that respects cultural variety, stimulates collaboration among many healing traditions, assures quality and safety standards, and prioritizes community involvement and empowerment. Aims: This study examines thayyib and halal certification as a means of improving traditional health service promises and achieving medical wellness. Method: The present study employs a literature review methodology, drawing on national and international journals published between 2019 and 2023. The journal sources consulted for this research encompass PubMed, Google Scholar, Elsevier, and Research Gate. Result: The findings indicate that common beliefs about moral sourcing, religious compliance, and holistic health promotion underpin the association between halal and thayyib certification and medical health. Providers can deliver services that prioritize the safety, quality, and well-being of people as well as the community as a whole while still adhering to religious restrictions by incorporating this accreditation into their medical operations. Conclusion:  In summary, the relationship between medical wellness and certifications for halal and thayyib highlights the value of cultural sensitivity, quality control, and comprehensive health promotion in healthcare services. Integrating this credential into medical practice allows healthcare professionals to serve a variety of patient populations better and advance inclusive, moral, and sustainable healthcare.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) BAGI PETUGAS MOBIL SIAGA DESA DI WILAYAH KABUPATEN KEDIRI Nugroho, Christianto; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.136

Abstract

Mobil siaga diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera di desa untuk ditransportasikan ke sarana kesehatan terdekat, sehingga perlu keahlian bagi sopir dan perangkat desa yang membantu proses transportasi. Dengan masalah tersebut diatas maka kami membantu petugas mobi siaga supaya mereka bisa kompeten dalam penangan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan memberikan Helath Education tentang BHD (Bantuan Hidup dasar) bagi petugas Mobil Siaga Desa di wilayah Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah metode pendidikan kesehatan. Metode ini dipilih karena sesuai dengan permasalahan masyarakat mitra yaitu belum menguasai panduan penanganan kegawatdaruratan pada kecelakaan dengan benar. Pendidikan kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) ini diberikan kepada  petugas (sopir dan perangkat desa) mobil siaga dengan total 417 peserta dari 343 desa di wilayah kabupaten kediri.Berdasarkan hasil pengabdian masyakarat ini, peserta pelatihan rata- rata memiliki 75% belum pernah mengikuti atau terpapar mengenai BHD dan 24% orang belum mengetahui tentang BHD. Setelah melakukan kegiatan pelatihan BHD di Stikes Pamenang petugas mobil siaga desa memiliki pengetahuan tentang BHD meningkat dengan kriteria baik sebesar 52%. Keberadaan mobil siaga penting sekali bagi pelayanan kesehatan di masyarakat, sebagai sarana transportasi kepentingan masyarakat desanya, petugas mobil siaga yang sigap dan terampil diperlukan juga dalam membantu operasional mobil siaga ini. Pelatihan BHD bagi petugas mobil siaga sangat bermanfaat bagi masyakarat untuk menyiapkan tenaga yang handal di mobil siaga, sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN WATES KECAMATAN WATES: HEALTH EDUCATION ABOUT PUBERTY GRADE 5 AND 6 STUDENTS AT SDN WATES, WATES DISTRICT Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.161

Abstract

Abstrak Pubertas atau akil balig merupakan bagian dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, sikap atau perilaku, dan pematangan organ reproduksi. Umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Dimasa ini adalah masa rawan bagi anak yang tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pubertas, perilaku menjaga diri dan etika dalam menghadapi masa peralihan ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah anak dapat mengontrol dan menjaga diri di masa pubertasnya dengan memberikan pengertian-pengertian tentang perubahan pada dirinya.  Penyampaian materi yang diberikan menggunakan media LCD, lembar balik dan tanya jawab. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan anak-anak mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang perubahan pada dirinya serta kesadaran tinggi tentang bagaimana upaya-upaya untuk menjaga dirinya di masa pubertas (100%). Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu program inovasi untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan anak di masa pubertas. Diharapkan program promosi kesehatan ini terus berlanjut sehingga membentuk generasi remaja yang berkualitas. Kata Kunci: Menjaga diri., Pubertas, Perubahan diri, Abstract Puberty or puberty is part of human development. This period is a period of change or transition from childhood to adulthood, where a child experiences physical changes, attitudes or behavior, and maturation of the reproductive organs. Generally begins at the age of 10-13 years and ends at the age of 18-22 years. This period is a vulnerable period for children who are not equipped with knowledge about puberty, self-care behavior and ethics in dealing with this transitional period. The purpose of this community service is that children can control and take care of themselves during puberty by providing insights about changes in themselves. Submission of material provided using LCD media, flipcharts and questions and answers. The end result of this dedication is that children gain increased knowledge about changes in themselves and high awareness of how to take care of themselves during puberty (100%). Therefore it is important to create an innovation program to optimize child health services during puberty. It is hoped that this health promotion program will continue to form a generation of quality youth. Keywords: Take care of yourself. Puberty, Change yourself.
PENDIDIKAN KESEHATAN TRANSPORTASI ORANG SAKIT PADA MASYARAKAT DI DUSUN BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI: HEALTH EDUCATION ON TRANSPORTATION OF PATIENT AT BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI Wiseno, Bambang; Didik Susetiyanto Atmojo; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.167

Abstract

Abstrak Memberdayakan masyarakat dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Wargalah yang pertama memberikan tindakan pada kasus kesehatan yang terjadi pada masyarakat. Peningkatan pemahaman khususnya dalam memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain (transportasi pasien) pada masyarakat akan mengurangi kesalahan dalam penanganan. Penanganan yang salah disaat memindahkan orang sakit akan dapat memperparah kondisi sakitnya. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen sebagai salah satu dari tridharma perguruan tinggi ini diberikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam transportasi pasien dengan prosedur mengangkat yang benar dengan harapan peserta dapat optimal dalam kegiatan sosial kesehatan di lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan memberikan materi secara langsung, pemberian contoh mengangkat orang sakit menggunakan peralatan yang ada di sekitar yang tidak memperburuk keadaan pasien. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 37 warga di RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare yang merupakan sebagian dari warga yang aktif dalam giat di masyarakat yang pernah mendapatkan pelatihan / pendidikan kesehatan sejenis. Hasil dari kegiatan ini didapatkan; peserta mengetahui cara mengangkat pasien dengan benar dan beberapa peserta ingat kembali cara mengangkat pasien seperti yang dahulu pernah diajarkan atau diberikan dalam program pengabdian masyarakat sekitar 4 tahun yang lalu di balai desa. Dari beberapa peserta juga mengharapkan kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan peserta, peserta juga berharap ada materi lain terkait masalah kesehatan yang bisa di berikan kepada peserta. Diskusi: Perlu kegiatan sejenis untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan warga dalam masalah kesehatan. Kata kunci: Promkes, Masyarakat, Kesehatan, Transportasi Abstract Empowering the community in efforts to improve health status can be done by providing health education. Residents are the first to take action on health cases that occur in the community. Increasing understanding, especially in moving patients from one place to another (patient transportation) in the community, will reduce errors in handling. Wrong handling when moving a sick person can make the sick condition worse. Community service activities by lecturers as one of the tridharma of higher education are aimed at increasing participants' knowledge and understanding of patient transportation with correct lifting procedures with the hope that participants can optimize their social and health activities in the environment. The method used in this agenda is by providing material directly, give an example of lifting a sick person using equipment available nearby that does not worsen the patient's condition. This community service was attended by 37 residents in the RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare, which are some of the residents who are active in the community and have received similar health training/education. The results of this activity were obtained; Participants knew how to lift a patient correctly and several participants remembered how to lift a patient as previously taught or given in a community service program about 4 years ago at the village hall. Several participants also hoped that activities like this would be carried out frequently to maintain participants' knowledge and skills. Participants also hoped that there would be other material related to health issues that could be provided to participants. Discussion: Similar activities are needed to maintain residents' knowledge and skills in health issues. Keywords: Promotion of Health, Community, Health, Transportation
SKRINING DAN DETEKSI DINI PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI POSYANDU LANSIA “DAHLIA” DESA PELEM KABUPATEN KEDIRI : SCREENING AND EARLY DETECTION IN THE ELDERLY AS AN EFFORT TO PREVENT COMPLICATIONS OF NON-COMMUNICABLE DISEASES AT THE POSYANDU FOR THE ELDERLY "DAHLIA" PELEM VILLAGE, KEDIRI DISTRICT Rahayu, Dwi; Erni Rahmawati; Suryono; Didik Susetiyanto Atmojo; Dyah Ika Krisnawati; Muhamad Khafid
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.254

Abstract

Abstrak Kesehatan lansia merupakan topik yang harus terus diinvestigasi dan dievaluasi karena jumlah penduduk usia lanjut terus tumbuh. Populasi usia lanjut juga menghadapi beban penyakit tidak menular yang signifikan, yang memerlukan perawatan kesehatan yang menyeluruh untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. Saat ini perhatian penyakit tidak menular semakin meningkat karena frekuensi kejadiannya pada masyarakat semakin meningkat. Dari sepuluh penyebab utama kematian, dua diantaranya adalah penyakit tidak menular. Usia Harapan Hidup (UHH) menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu negara. Saat ini angka Usia Harapan Hidup di Indonesiam mencapai 73,6 tahun. Pembangunan kesehatan di dukung dengan adanya program-program kesehatan seperti posyandu. Saat ini posyandu menjadi program unggulan lini terdepan yang masih aktif dijalankan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Posyandu lansia salah satu program untuk meningkatkan usia harapan hidup dengan berbagai kegiatan didalamnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk screening dan deteksi dini pada lansia sebagai upaya pencegahan komplikasi penyakit tidak menular.Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat pada lansia di Posyandu lansia “Dahlia” Desa Pelem Kabupaten Kediri. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu, 12 Juni 2024 di Gedung Posyandu Lansia “Dahlia” Desa Pelem. Kegiatan ini diikuti oleh 46 lansia. Hasil pemeriksaan didapatkan terdapat 11% lansia mengalami peningkatan kadar gula darah, 65% lansia mengalami peningkatan kadar kolesterol dan 39% lansia mengalami peningkatan kadar asam urat. Hasil screening dan deteksi dini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami peningkatan kadar kolesterol sehingga dibutuhkan penatalaksaanaan selanjutnya terkait pengelolaan diet pada lansia dengan kolesterol tinggi. Kata kunci : Deteksi Dini, Pemeriksaan, Lansia, Penyakit Tidak Menular Abstract The health of the elderly is a topic that must continue to be investigated and evaluated because the number of elderly people continues to grow. The aging population also faces a significant burden of non-communicable diseases, requiring comprehensive health care to address their health concerns. Currently, attention to non-communicable diseases is increasing because their frequency of occurrence in society is increasing. Of the ten main causes of death, two of them are non-communicable diseases. Life Expectancy is an indicator of the success of health development in a country. Currently, life expectancy in Indonesia has reached 73.6 years. Health development is supported by health programs such as posyandu. Currently, posyandu is a leading frontline program that is still actively implemented to improve the level of public health. Posyandu for the elderly is a program to increase life expectancy with various activities. The aim of this community service is screening and early detection of the elderly as an effort to prevent complications of non-communicable diseases. The method used in this community service is checking blood sugar, cholesterol and uric acid in the elderly at the "Dahlia" elderly Posyandu, Pelem Village, Kediri Regency. The activity was carried out on Wednesday, June 12 2024 at the "Dahlia" Elderly Posyandu Building, Pelem Village. This activity was attended by 46 elderly people. The results of the examination showed that 11% of the elderly had increased blood sugar levels, 65% of the elderly had increased cholesterol levels and 39% of the elderly had increased uric acid levels. The results of screening and early detection show that the majority of elderly people have increased cholesterol levels, so further management is needed regarding diet management in elderly people with high cholesterol. Keywords: Early Detection, Examination, Elderly, Non-Communicable Diseases
Prototipe Sistem Kendali Perabot Elektronik Rumah Tangga Berbasis Internet of Things Mawaddah, S. E.; Sumariyah, Sumariyah; Suryono
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2022.14.2.1

Abstract

Pada era industri 4.0 perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mulai merambah kepada pengendalian perabot elektronik pada rumah tangga. Pengendalian perabot elektronik rumah tangga penting dilakukan karena sistem pengendalian yang efisien dapat menekan biaya penggunaan energi listrik. Pada penelitian ini telah dirancang bangun sistem kendali perabot elektronik rumah tangga berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 dan smartphone. Sistem ini dapat dikendalikan secara dua arah yaitu melalui aplikasi Blynk dan push button manual untuk mematikan dan menyalakan perabot yang terhubung dengan relay. Aplikasi Blynk juga dirancang untuk memonitoring perabot elektronik yang dikendalikan menggunakan sensor. Sensor yang digunakan adalah DS18B20 untuk perabot yang menghasilkan perubahan suhu, dan sensor BH1750 untuk perabot yang menghasilkan perubahan cahaya. Pada pengujian sistem didapatkan hasil relay akan mengubah kondisi ketika salah satu tombol pengendalian ditekan dan menampilkan tampilan ON pada aplikasi Blynk ketika relay menyala dan tampilan OFF ketika relay mati. Dari sensor DS18B20 menampilkan suhu sedangkan sensor BH1750 menampilkan intensitas cahaya pada perabot yang dikendalikan. Hasil kalibrasi sensor diperoleh kesalahan pengukuran tidak melebihi 3%. Jaringan Wi-Fi dapat diakses oleh mikrokontroler ESP32 hingga jarak 10 meter dari router. Pengendalian melalui aplikasi Blynk dapat dilakukan di manapun dan kapanpun selagi smartphone terhubung dengan jaringan internet.
Pendampingan Analisis Implementasi Ketepatan Identifikasi Pasien dalam Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Puskesmas Kunjang Kabupaten Kediri Zeho, Fannidya Hamdani; Suryono; Susiloningtyas, Luluk; Cahyono, Aris Dwi; Tohir, Arik Sofan; Nuradiva, Agista Lutvi
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21148

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Salah satu standar penting dalam keselamatan pasien adalah ketepatan identifikasi pasien. Implementasi ketepatan identifikasi pasien sering terkendala oleh kebiasaan petugas kesehatan yang kurang teliti, terutama ketika mereka merasa lelah atau terlalu mengandalkan rutinitas, dengan ketepatan identifikasi pasien akan mengurangi terjadinya resiko keselamatan pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis implementasi ketepatan identifikasi pasien dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan sasaran keselamatan pasien di Puskesmas Kunjang. Pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan Pegawai loket, tim keselamatan pasien, perawat, kepala puskesmas dan pasien dalam pelaksanaan identifikasi pasien di Puskesmas Kunjang sudah sesuai standar. Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi/Pelatihan dengan Demonstrasi langsung bagaimana cara menggunakan power point dengan alat bantu seperangkat media komputer/laptop. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Februari - Mei 2025 di Puskesmas Kunjang kabupaten Kediri. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien di Puskesmas Kunjang sudah berjalan tetapi belum memenuhi standar. Kesimpulan: Komunikasi dengan pasien yang belum berjalan dengan baik, pasien yang tidak membawa kartu identitas, pemahaman petugas Kesehatan yang masih kurang terhadap SOP, Kurangnya ketelitian pada petugas, Beberapa saran yang direkomendasikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan ketelitian petugas dalam identifikasi pasien dengan pelatihan dan evaluasi, Sosialisasikan kebijakan dan prosedur identifikasi pasien kepada seluruh petugas kesehatan.
Design of a Rice Drying System Prototype Based on PLC Simatic S7-1200 Mochammad Machmud Rifadil; Suryono; Ferry Astika Saputra; Achmad Akhdanizar Rafli
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice drying in Indonesia generally still uses conventional methods by utilizing sunlight. However, weather changes often become obstacles, hampering the drying process. This research designed an automatic rice dryer based on PLC that uses PLN electricity as a power source and a heater as the heating element. The system is equipped with a sensor to monitor the moisture content of the rice so that the heater automatically turns off when the rice is dry. A DC motor is used as a drive to move the rice during the drying process. PLC programming is carried out using TIA Portal software with ladder diagram language. Based on testing for 33 minutes, the drying temperature increased from 30.7°C to 33.29°C, while the moisture content of the rice decreased from 21.20% to 13.54%, and the rice weight decreased from 1000g to 919g. These results indicate that the PLC-based drying system can control the rice drying process in a stable and effective manner. This tool is expected to be widely implemented on an agricultural scale to improve rice quality efficiently and reduce dependence on unpredictable weather conditions.
Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Berbasis Digital Pada Siswa-Siswi Smk Arrasyadiyah Kota Serang Suryono; Ratu Anggi Triani
Jurnal Dedikasi Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Dedikasi Abdi Masyarakat
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Pamulang Kampus Kota Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jdam.v1i1.54121

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada siswa-siswi SMK Arrasyadiyah Kota Serang. Dalam membangun bisnis di era yang kompetitif. Melalui pemaparan materi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengetahui dan menganalisa pengelolahan keuangan pribadi berbasis digital. Keuangan digital adalah suatu aplikasi terbaru yang digunakan sebagai alat transaski yang memudahkan para pengguna layanannya. Keuangan digital juga sangat membantu para pelaku usaha karena transaksinya bisa dilakukan dimana saja dengan jarak jauh sekalipun. Keuangan digital juga membantu masyarakat untuk mempermudah melaporkan pemasukan dan pengeluaran harian maupun bulanan sehingga dari kedua laporan tersebut bisa dikelola dengan baik dan sebagai acuan untuk meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan. Manfaat keuangan digital: Mobile Banking, Internet Banking, dan Financial Planne. Aplikasi layanan produk keuangan dalam satu ponsel untuk memudahkan dan membantu pengguna dalam mengakses serta mengelola keuangan. Beberapa produk yang ditawarkan antara lain: Perbankan, Pembiayaan, Asuransi, dan Investasi.Target luaran dari kegiatan ini adalah pemahaman siswa- siswi SMK Arrasyadiyah terkait pentingnya pengelolahan keuangan pribadi berbasis digital dalam membantu perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan dalam bisnis.  
Co-Authors Achmad Akhdanizar Rafli Afriani Agustin Wulan Aismatullah Anang Budikarso, Anang Anas Tamsuri Anna P. Jempormase Arik Sofan Tohir Aris Dwi C Aris Dwi C. Aris Dwi Cahyono, Aris Dwi Aris, Muhammad Asam Khalifa Mohammed Aswar Limi Aulia Ma'rifatunnisa Bahtiar, Ade Candra Bahtiar Biring, Geneviene N. D. Budiyati, Arum Calista Padma Paramitha Sugiyanto christianto nugroho Cynthia E. V. Wuisang David Singal Diana S. Lahengko Didik Susetiyanto Atmojo Dimas Okky Anggriawan Eko Pujianto, Pangestu Endro Wahjono Endro Wahjono, Endro Erni Rahmawati Esli D. Takumansang Ester Restiana Endang Gelis Fannidya H.Z. Fannidya Hamdani Zeho Fannidya HZ Ferry Astika Saputra Frits O. P. Siregar Geraldy M. Anaktototy Hani, Sofia Hendriek H. Karongkong Indhana Sudiharto Isep Sunandi Jaya, Susanti Tria Judy O. Waani Jufriyadi, Mohammad Kawengian, Claudia K. Kenny M. Pangkerego Krisnawati, Dyah Ika Laode Kasno Arif Leonardo A. Kumayas Luluk S. Luluk Susiloningtyas Luvesto Loloangin M Hariski Masrurroh Pratiwi Mawaddah, S. E. Mega Fatimah Rosana Muhamad Khafid Nafi, Nasrul Annafi Nehemia Tirajoh Nuradiva, Agista Lutvi NURIN FAUZIYAH Ogya J. Ingkiriwang OOctavianus H. A. Rogi Pierre H. Gosal Pratiwi Yuliansari Pribadi, R. Nur Alfian Rachmat Prijadi Rahmat Taufik Ratu Anggi Triani Retno Wulansari Rifadil, Mochammad Machmud Riskha Dora Candra Dewi Rodrigo N. Kaunang Roosje J. Poluan RR. Ella Evrita Hestiandari Runjati Sasetyo, Muhammad Yudha Septian Aris Munandar Septy Heltria Siti Sunarintyas Soesatyoratih, Roro Sonny Tilaar Sri Novianti Sumariyah Sumariyah Suryani, Putri Aulia Sus Derthi Widhyari Susiloningtyas, Luluk Triani, Ratu Anggi W. Widjijono Widiawati Wiseno, Bambang WULANDARI Yoppie Wulanda Zauhani Kusnul Zeho, Fannidya Hamdani