Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Suhu Penetas Yang Berbeda Terhadap Fertilitas, Bobot Tetas, Dan Dead In Shell Telur Itik Ashary, Satria Pratama; Irwan, Muh.; M, Armayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penetasan yang berbeda terhadap fertilitas, bobot tetas, dan tingkat kematian embrio dalam cangkang (dead in shell) pada telur itik. Penelitian dilaksanakan di Desa Benteng, Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Maret–Mei 2025. Sebanyak 84 butir telur itik digunakan sebagai sampel, yang dibagi dalam tiga perlakuan suhu penetasan, yaitu P1 (35–36°C), P2 (37–38°C), dan P3 (39–40°C), dengan masing-masing perlakuan diulang empat kali. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji dengan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan suhu penetasan berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Suhu inkubasi 37–38°C (P2) menghasilkan fertilitas tertinggi (96,43%), bobot tetas rata-rata terbaik (43,18 gram), dan tingkat dead in shell terendah (10,72%). Suhu rendah (35–36°C) menghasilkan fertilitas dan bobot tetas lebih rendah, sedangkan suhu tinggi (39–40°C) secara signifikan meningkatkan angka kematian embrio (78,57%) dan menurunkan bobot tetas (18,00 gram). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu penetasan optimal untuk meningkatkan fertilitas, bobot tetas, serta menekan angka kematian embrio pada telur itik adalah 37–38°C. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan mesin tetas guna meningkatkan produktivitas peternakan itik secara efisien dan berkelanjutan.
Evaluasi Pertumbuhan Rumput Gajah mini (Pennisetum purpureum CV. Mott) Yang di intervensi Pupuk Kandang Berbahan Baku Feses Sapi Pada Level Berbeda Lohe, Akbar; Irwan, Muh.; M., Armayani
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v6i1.2125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pemberian pupuk kandang feses sapi pada pertumbuhan Rumput gajah mini. Metode penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian dianalisis meggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji duncan jika terdapat pengaruh yang signifikan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kebun fakultas sains dan teknologi universitas muhammadiyah sidrap dari bulan maret hingga mei 2023. Bahan yang digunakan meliputi Rumput gajah mini, Pupuk kandang, tanah, Air. Alat-alat yang digunakan meliputi Cangkul, timbangan, polybag, meteran, drum, gembor. Hasil penelitian pada parameter yang di uji menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang feses sapi memeliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan rumput gajah mini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang penggunaan pupuk kandang feses sapi sebagai pupuk organik sehingga menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam pemupukan
PENERAPAN METODE RUNGE KUTTA FEHLBERG PADA PERSAMAAN LOGISTIK DALAM MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK DI SULBAR: Application Of The Runge Kutta Fehlberg Method In Logistic Equations in Predicting Population Growth in Sulbar Syarfiah, Syarfiah; Irwan, Muh.; Anugrawati, Sri Dewi
Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Yayasan Al-Amin Qalbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59896/aqlu.v2i2.99

Abstract

This research discusses the application of the Runge Kutta Fehlberg method in predicting population growth in West Sulawesi through the logistic equation. Employing applied research methodology, the study seeks to forecast future population trends in the West Sulawesi province. Utilizing a step size of h = 0.01 and a growth rate of m = 0.0198, the Runge-Kutta Fehlberg method (RKF 45) was applied, starting from an initial population value  of   P (t0) = 1.419.229 individuals, resulting in a projected population of P (t10) = 1.506.142 individuals. These findings demonstrate the applicability of the Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45) method in predicting population dynamics in West Sulawesi Province.
STUDI KOMPARATIF PERTUMBUHAN RUMPUT MULATO PADA LAHAN PASCA TAMBANG YANG DIBERI PUPUK BERBEDA Irwan, Muh.; M., Armayani
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.197

Abstract

To determine the effectiveness of the use of organic fertilizers on the growth rate of grass mulato (brachiaria hybrid cv mulato) which is planted on the soil after mining PT. Vale, bro. located in sorowako, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. This Research was conducted using a completely randomized design (CRD) factorial (4 x 3) with 3 times replication for each treatment combination. Factor A as a type of fertilizer and Factor B as a cutting age. Experiments are 36 total units. The results showed that the plant height given liquid organic fertilizer was significantly higher (P <0.01) than the plant height rate in the post-mining soil which was given granular fertilizer. This difference occurs because liquid organic fertilizer is faster absorbed by plants than organic solid fertilizer (granules). Post-mining land which is used as a medium for mulato grass growth is actually not a barrier to use. The conclusion of this research is the use of organic fertilizers in the cultivation of grass mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) on post-mining land gave a positive response. The use of organic liquid fertilizer provides the best response compared to the control and solid organic fertilizer (granule).
ANALISA POTENSI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG MELALUI PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Asra, Reza; Irwan, Muh.
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 2 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v2i1.622

Abstract

Kebutuhan produk peternakan bagi masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, peningkatan daya beli masyarakat dan terbukanya cara pandang masyarakat terhadap peternakan. Namun, peningkatan kebutuhan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produk peternakan itu sendiri terutama yang bersumber dari sapi pedaging yang mengakibatkan kebutuhan daging sapi masih dipenuhi melalui impor. Salah satu penyebab hal itu terjadi karena faktor pakan yang belum tersedia secara maksimal Tanpa penyelesaian faktor pakan maka upaya pengembangan sapi pedaging tidak akan maksimal dan Indoensia pasti akan menjadi negara importir yang berkepanjangan. Permasalahan lain yang dihadapi oleh peternak sapi potong adalah degradasi padang penggembalaan yang berimplikasi terhadap penurunan produksi pakan ternak. Padahal pakan yang bersumber dari padang penggembalaan termasuk pakan yang paling murah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui sebaran luasan sawah dan produksi jerami di Kabupaten Sidrap dan selanjutnya dikonversi ke dalam satuan ternak. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan maka diperoleh hasil jumlah luasan sawah di Kabupaten Sidrap adalah 50097,11 Ha dengan total produksi jerami sebesar 601.164.793 kg per tahun dalam kondisi (506.300.989 dalam kondisi kering). Produksi jerami tersebut dapat menampung 221940,16 ST per tahun jika digunakan secara tunggal dengan nilai konversi 6,25 Kg bahan kering per ST per hari. Berdasarkan hasil pemetaan dengan sistem informasi geografis dan konversi kebutuhan ternak maka diperoleh hasil bahwa produksi jerami di Kabupaten Sidrap mampu menyediakan pakan sebesar 221940,16 ST per tahun dalam penggunaan tunggal. Meskipun demikian, penggunaan secara tunggal tidak disarankan karena faktor pembatas pada jerami tersebut.
TINGKAT MOTIVASI PETERNAK DALAM BETERNAKSAPI (STUDI KASUS KELOMPOK TERNAK BATU MESA DIDESA LETTA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN PINRANG) rasyid, rani; Nugraha, Angga; Irwan, Muh.; Razak, Muhammad Rais Rahmat
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 3 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v3i2.1165

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat motivasi peternak dalam berternak sapi (studi kasus kelompok ternak batu mesa di desa letta kecamatan lembang pinrang Jenis Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kuantitatif yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat motivasi petenak sapi studi kasus kelompok ternak di letta kecamatan lembang kabupaten pinrang yang berjumlah 13 peternak. Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampling jenuh sebanyak 13 peternak yang konsisten beternak sapi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder untuk mengetahui tingkat motivasi peternak tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil responden secara keseluruhan terhadap tingkat motivasi peternak mendapatkan nilai total 132 yang berarti berada pada kategori memenuhi. Kata kunci : Tingkat Motivasi Peternak, Sapi Bali