Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Transformasi Digital Keuangan UMKM Batik Masaran dalam Mendukung Pencapaian SDGs Setya Dwi Jayanti, Ida; Dirgatama, Chairul Huda Atma; Ibad, Irsyadul; Kusumawardhani, Arinta; Khadija, Mutiara Auliya; Kartikasari,, Hanum; Ni’mah, Fahmi Ulin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.106564

Abstract

UMKM Batik Masaran di Desa Pilang, Sragen merupakan sentra produksi batik yang memiliki potensi ekonomi dan budaya tinggi, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha. Mayoritas pelaku usaha mencatat transaksi secara manual, tidak memiliki laporan keuangan yang terstruktur, serta belum memanfaatkan teknologi digital dalam pencatatan dan evaluasi keuangan. Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya keterampilan digital menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing dan mengakses pembiayaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pencatatan keuangan UMKM melalui digitalisasi berbasis aplikasi SIAPIK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang dilaksanakan dalam empat tahap: penyuluhan manajemen keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi SIAPIK, pendampingan implementasi, dan evaluasi hasil. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 2,25 menjadi 4,08 (skala 1–5), dengan indikator tertinggi pada penggunaan aplikasi dan penerapan disiplin keuangan. Refleksi peserta memperkuat temuan bahwa program ini mendorong perubahan perilaku ke arah pengelolaan usaha yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan berbasis pelatihan aplikatif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Inovasi Kemasan Sebagai Sarana Meningkatkan Brand Image Produk Mie Soun Desa Manjung, Klaten Kusumawardhani, Arinta; Ibad, Irsyadul; Dirgatama, Chairul Huda Atma; Utomo, Is Hadri; Suryawati, Retno
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.74951

Abstract

Industri mie soun di Desa Manjung telah berdiri lebih dari 50 tahun dan menjadi pekerjaan turun-temurun yang dilakukan oleh warga. Mie soun banyak digunakan masyarakat untuk menjadi bahan baku atau bahan pendamping dalam pembuatan kuliner soto dan bakso. Seiring dengan meningkatnya produk kompetitor, mie soun asal Desa Manjung tidak lagi sepopuler dahulu.  Generasi millenial di wilayah Klaten, tidak lagi mengetahui bahwa produk mie soun tersebut berasal dari Desa Manjung. Hal ini mengakibatkan hilangnya ‘ciri khas’ mie soun sebagai produk lokal Desa Manjung.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan brand image mie soun  dengan melakukan inovasi kemasan produk.  Manfaat dari inovasi kemasan tersebut adalah (1) Meningkatnya brand image mie soun dari Desa Manjung sebagai produk yang menarik, (2) Meningkatnya kemampuan produsen tentang packaging produk. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan pelatihan branding produk, pelatihan pembuatan logo dan merk produk, pelatihan pembuatan desain kemasan, serta pendampingan branding produk berbasis kearifan lokalSelanjutnya, pendampingan akan dilakukan dengan cara pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan dilakukan pada bulan mei – agustus 2021 dengan jumlah peserta 20 produsen mie soun dari Desa Manjung.The vermicelli soun noodle industry in Manjung Village has existed for more than 50 years and has been a hereditary work carried out by residents. Vermicelli noodles are widely used by the community as a raw material or accompanying ingredient in making culinary soup and meatballs.With the increasing number of competitor products, vermicelli noodles originating from Manjung Village are no longer as popular as before.. The millennial generation in the Klaten area no longer knows that the vermicelli noodle product originates from Manjung Village. This resulted in the loss of the 'characteristic' of soun noodles as a local product of Manjung Village. The purpose of this activity is to improve the brand image of soun noodles by innovating product packaging. The benefits of this packaging innovation are (1) Increasing the brand image of soun noodles from Manjung Village as an attractive product, (2) Increasing the ability of producers regarding product packaging. The method of theses community service activities are product branding training, logo and product branding training, packaging design training, and product branding assistance based on local wisdom. Furthermore, assistance will be carried out in the way of product packaging and marketing. Training activities are carried out in May - August 2021 with 20 participants from the soun noodle producer from Manjung Village.