Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGEMBANGAN SENTRA PENGOLAHAN HERBAL PADA KELOMPOK ASUHAN MANDIRI ASMAN TOGA DESA WAGE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN Setiawan, Finna; Pradana, Aditya Trias; Hadi, Faizal Susilo; Kusyairi, Achmad; Jayani, Nikmatul Ikhrom Eka; Rani, Karina Citra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2164

Abstract

Pemberdayaan Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilakukan dalam upaya memanfaatkan potensi dan menyelesaikan permasalahan yang dialami mitra. Program ini dilaksanakan atas kerjasama antara UBAYA, UNITOMO, pemerintah Desa Wage, dan mitra. Pelatihan dan pendampingan khususnya terkait diversifikasi dan pengembangan produk olahan berbasis TOGA dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra, serta memotivasi dalma upaya menciptakan berbagai produk olahan berbasis TOGA. Metode yang dilakukan mulai dari analisis situasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik pembuatan produk, dan monitoring. Mitra secara aktif berpartisipasi dalam proses diskusi interaktif maupun proses pembuatan produk. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan 2 jenis produk minuman serbuk instan yaitu wedang pokak dna jahe instan. Pada Produk wedang pokak telah dilakukan desain kemasan untuk wedang pokak. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok yang terlihat dari dihasilkannya produk wedang pokak yang siap dipasarkan. Diharapkan produk ini akan menjadi salah satu produk unggulan kelompok Asman TOGA, Desa Wage.  Abstract. Empowerement of Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Wage Village, Taman Subdistrict,Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, East Java was carried out to utilizes potential and solve the problems of this group.This program was conducted by collaboration of UBAYA, UNITOMO Wage Village government, and Asman TOGA. This program was focused to diversification and development of TOGA based products. The aim to improving of knowledge and skills, as well as motivating them to create new products. The methods used includes analysis of situation, sharing knowledge, interactive discussion, and practise to making product. From this activity, we got two produts are wedang pokak and jahe instan. The result of this programme showed an increase of knowledge and skill of this group,  this is obtained from the new prodcut that produced  which is ready for the market. Hopefully, this product will become one if the  superior product from Asman TOGA,Desa Wage,
Keanekaragaman Biota di kali Wonorejo Surabaya Kusyairi, Achmad
Cakrawala Vol. 9 No. 1: Desember 2014
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.183

Abstract

Tujuan penelitian mengidentifikasi jenis biota, indek keragaman dan dominasi biota serta factor-faktor kualitas air yang mendukung kehidupan biota di Kali Wonorejo. Metode dilakukan dengan observasi langsung dilapangan,pengamatan di laboratorium, wawancara langsung dan data dari instansi terkait. Sedangkan penentuan stasiun dengan cara sampling purposive berdasarkan pertimbanagn perbedaan karakteristik rona lingkungan dan beban bahan pencemar yang dibuang ke badan air sungai. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang hidup terdapat lima (5) spesies yaitu Sepat (Trichogaster pectoralis), Betok(Anabas testudineus),Gabus (Ophiocephalus striatus), Mujair (Oreochromis mossambicus) dan Wader (Rasbora sp.) tumbuh kurang baik. Indek keanekaragaman ikan < 1 (Tercemar Berat), sedangkan indek dominasinya > 0.53 (termasuk dominasi sedang). Ikan yang dominan adalah Sepat (Trichogaster pectoralis). Makrobenthos terdapat 11 spesies : Udang kecil (Mycidaceae), Amphidromus, Kijing (Pseudodon sp.), Kepiting Yuyu (parathelpusa), Tutut (vivipara),Yuyu(Parathelphusa convexa), Keong sungai (Clypeomorus), Scylla, Kepiting uca/Kepiting Fiddler (Uca), Cacing Merah (Tubifex sp.), Siput trompet (Melanoides sp.).indek Keragaman makrobenthos < 1 (tercemar berat),sedang Nilai Indek Dominansinya antara 0,68 (dominasi tinggi). Spesies yang mendominasi adalah Udang kecil (Mycidaceae). Plankton terdiri 23 jenis plankton, Indek keragman plankton 1,31 (tercemar sedang), Indek dominasi plankton 0,35 (dominasi rendah). Kandungan oksigen terlarut 0 -4.88 mg/lt (Tercemar berat); BODberkisar 0 – 1.63 mg/lt; CO2 bebas antara 1,63 -40 mg/lt (bersifat racun); pH antara 5.28 – 8; Suhu antara 28 – 33 0C (baik untuk kehidupan ikan); kecerahan air anatar 20- 50 cm (layak untuk ikan); Zat padat tersuspensi antara 11.5 – 82 mg/lt (masih sesuai Nilai Ambang Batas); dan kecepatan arus antara 0,0083 – 8,17 cm/dtk (berarus sangat lambat).
Education On Processing And Handling Of Green Shells To Fisherman In Ujung Pangkah District, Gresik Regency Handarini , Kejora; Rachmiati , Retnani; Djauhari , Arlin Besari; Madyowati, Sri Oetami; Kusyairi, Achmad; Sumaryam, Sumaryam; Noor, M Tajuddin; Yuniarti, Maulidia
KARYA ABDI Vol 3 No 2 (2022): Article
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/karyaabdi.v3i2.2325

Abstract

Banyu Urip Mangrove Center (BMC) is one of the Mangrove tourist areas, which also has green mussel cultivation around it. Green mussels in this area tend not to be processed into preserved food products, but are only traded fresh. The price of fresh green mussels is very cheap, therefore it is necessary to increase knowledge regarding the diversification of processed green mussels to increase the added value of green mussels and the knowledge of mothers in the BMC area, Ujung Pangkah District, Gresik Regency. To solve this problem, the role of higher education is needed, including carrying out community service through outreach to mothers in the area. The purpose of this activity is to educate mothers about processed diversification and handling of green mussels. The method of implementing this activity consists of 3 stages, namely: preparation, implementation of counseling, and evaluation. The result of this activity was an increase in the knowledge of mothers about the variety of diversification of processed green mussels including: Green Mussel Shell Flour, Green Mussel Crackers, Condiment Pasta (Such as Oyster Sauce), Green Scallop Meatballs, Green Scallop Nuggets, and Chitosan. The mothers looked very enthusiastic about participating in this activity as shown by the very interactive questions and answers and discussions, as did the participants who remained in place until the end of the event.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF AWARENESS MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN MITIGASI BENCANA DI AREA RAWAN BENCANA GUNUNG BROMO DESA NGADISARI, KECAMATAN SUKAPURA – PROBOLINGGO Kusyairi, Achmad; Addiarto, Widya
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 2 No. 2 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v2i2.110

Abstract

AbstrakGunung meletus menjadi bahaya karena dapat merugikan secara fisik maupun non fisik dan korban yang tidak sedikit. Kesadaran diri masyarakat (self awareness) menjadi sikap yang sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang tangguh dan peka terhadap bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang paling dominan berhubungn dengan self awareness masyarakat dalammelakukan mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 673 dan sampel yang diambil adalah 250 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik didapatkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan awareness adalah pendapatan (OR = 0.351), usia (OR = 0.268) dan pendidikan (OR = 0.044). Oleh karena itu, semakin besar pendapatan masyarakat akan berpengaruh terhadap self awareness masyarakat dikarenakan akan meningkatkan kesiapsiagaan dan usaha dalam mencegah resiko bencana yang lebih besar melalui mitigasi bencana yang lebih baik. Kata Kunci : self awareness, mitigasi, bencana  AbstractMount erupt becomes a danger because it can harm both physically and non physically and the victims are not minimum. Self awareness becomes an indispensable attitude to building a community that is resilient and sensitive to disaster. The purpose of this study is to determine the factors that most influence the self awareness of the community in conducting disaster mitigation. This research uses descriptive analytic design between variables with cross sectional approach. Population and sample in this research are All Population in Dusun Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kec.Sukapura, Probolinggo A total of 673 with sampe simpe random technique, so get 250 respondents. Data collection using questionnaire. Based on the results of multivariate test, it can be seen that from 4 categories of factors that meet the criteria of logistic regression test, the factors that most influence self awareness from the biggest to the smallest is income factor with the strength of relationship (OR = 0.351), age (OR = 0.268) and education (OR = 0.044). Therefore, people with large incomes will have better preparation than people with low incomes. This is because with a large income they can use the funds they have for disaster mitigation efforts or in other words prevent the occurrence of disasters by doing good development. Thus the risk of disaster can be minimized. Keywords: self awareness, mitigation, disaster
Support System Keluarga dalam Pencegahan Ketoasidosis Diabetik pada Anak dengan DM Tipe 1 Nusantara, Ana Fitria; Sunanto, Sunanto; Kusyairi, Achmad
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 1 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i1.122

Abstract

AbstrakKetoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes melitus tipe 1 yang ditandai dengan dehidrasi, kehilangan elektrolit, asidosis dan disebabkan oleh pembentukan keton  yang  berlebihan.  Keadaan ini merupakan gangguan metabolisme yang paling serius dan mengancam jiwa. Namun demikian kejadian KAD dapat dicegah dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menejemen diabetik yang benar. Penelitian bertujuan mengidentifikasidukungan keluarga dalam mencegah ketoasidosis diabetik.Desain penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan phenomenology. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara tidak terstruktur kemudian dianalisis dengan tehnik Van Manen.Hasil penelitian menunjukkan  bahwa support sistem keluarga dapat dilakukan dengan cara membawakan bekal makan atau minum untuk kegiatan di luar rumah, mengkomunikasikan penyakit anak kepada pihak lain di luar rumah (sekolah, tetangga, saudara), melakukan injeksi insulin, pengawasan diet, serta kunjungan rutin ke rumah sakit. Anak dengan DM tipe 1 berada pada usia yang sangat muda sehingga dalam hal perawatan dan penatalaksanaan diabetesnya sangat tergantung pada orang tua selaku penanggung jawab dalam perawatan anak. Dukungan orang tua dalam perawatan anak dengan DM tipe 1 sangat berdampak pada pencegahan terjadinya komplikasi seperti ketoasidosis diabetik.Kata kunci: support system, ketoasidosis diabetik, diabetes mellitus tipe 1  AbstractDiabetic ketoacidosis (DKA) is an acute complication of type 1 diabetes mellitus which is characterized by dehydration, loss of electrolytes, acidosis and is caused by excessive ketone formation. This situation is the most serious and life-threatening metabolic disorder. However, the incidence of DKA can be prevented in several ways, one of them is correctly diabetic management. The study aims to identify family support in preventing diabetic ketoacidosis. A qualitative research design was used in this study with a phenomenology approach. Data was collected using unstructured interview techniques and then analyzed with Van Manen techniques. The results showed that family support system are by bringing food or drink supplies to the activities outside the home, communicating children's illnesses to other parties outside the home (school, neighbors, relatives), injecting insulin, supervising diet, and regular visits to hospital. Children with type 1 diabetes are at a very young age so that in case of diabetes care and management aredepent on parents as the responsible person in child care. Parental support to the children with type 1 DM are greatly affects to the prevention of complications such as diabetic ketoacidosis.Keywords: support system, ketoacidosis diabetic, diabetes mellitus type 1
GROWTH PERFORMANCE OF WHITELEG SHRIMP (Litopenaeus vannamei) AT DOC 90 IN DIFFERENT POND SHAPES UNDER INTENSIVE AQUACULTURE SYSTEM ., Mukhammad Lukman Hakim; Madyowati, Sri Oetami; Kusyairi, Achmad
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bentuk kolam terhadap hasil produksi udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam sistem budidaya intensif. Enam kolam digunakan sebagai unit eksperimen, terdiri atas tiga kolam berbentuk persegi (C1, C2, C3) dan tiga kolam berbentuk bundar (C4, C5, C6), masing-masing dengan jumlah tebar 92.400 ekor dan MBW awal 0,018 gram. Parameter utama yang diamati meliputi biomassa awal, produksi akhir, dan rata-rata hasil panen. Hasil menunjukkan bahwa kolam berbentuk bundar menghasilkan produksi lebih tinggi dengan rata-rata 894 kg dibandingkan kolam persegi dengan rata-rata 758 kg. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan uji paired sample t-test mengindikasikan perbedaan signifikan antar bentuk kolam (p = 0,000). Keunggulan kolam bundar dikaitkan dengan sirkulasi air yang lebih merata, distribusi pakan yang efisien, dan pengelolaan limbah yang optimal. Temuan ini menegaskan bahwa desain kolam merupakan faktor krusial dalam peningkatan produktivitas udang vannamei.
Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan pada Alat Tangkap Bubu Lipat terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus Pelagicus) di Perairan Pantai Jumiang Kabupaten Pamekasan Fahlevi, Muhammad Ridho Hafiz; Kusyairi, Achmad
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8801

Abstract

The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a high-value fishery commodity that is extensively exploited by fishers in the coastal waters of Jumiang Beach, Pamekasan Regency, using collapsible traps (bubu lipat) as the main fishing gear, which belong to the trap category. This study aimed to analyze the effect of different bait types used in bubu lipat traps on blue swimming crab catches. An experimental method was employed with three bait treatments: A: pepetek fish (Leiognathus sp.), B: chicken intestines, and C: snails. Catch data were analyzed using an F-test. The results showed that pepetek fish bait yielded 25 crabs with a total weight of 2.115 kg, chicken intestine bait yielded 26 crabs with a total weight of 2.054 kg, and snail bait yielded 28 crabs with a total weight of 1.986 kg. Based on the F-test for catch numbers (individuals), a significance value of 0.147 (> 0.05) was obtained, while for catch weight (kg), the significance value was 0.072 (> 0.05). Thus, it can be concluded that differences in bait type in the operation of bubu lipat traps did not have a significant effect on the number of blue swimming crab catches, either in terms of individuals or weight. These findings indicate that the choice among the three bait types used does not constitute a key differentiating factor in optimizing blue swimming crab (Portunus pelagicus) catches with bubu lipat traps in the coastal waters of Jumiang Beach.