Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Gizi Seimbang pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Fatmawati, Iin; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v1i1.55

Abstract

Status gizi lebih masih menjadi masalah yang terus meningkat prevalensinya di Indonesia. Pola makan berlebih dan tidak sehat merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan status gizi. Remaja cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat, diantaranya kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi lemak dan tinggi gula. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada remaja putri mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat untuk remaja. Pemberian edukasi dilakukan melalui virtual meeting. Materi edukasi diberikan melalui video yang berisi penjelasan tentang gizi seimbang pada remaja dan pola makan sehat. Video yang diberikan berdurasi 10 menit. Sebelum menonton video terlebih dahulu responden mengisi soal pre tes yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan gizi remaja. Setelahnya responden kembali mengisi soal post test yang berisi pertanyaan yang sama dengan pre tes mengenai pengetahuan gizi remaja. Peningkatan pengetahuan responden dapat dilihat dalam data yang didapatkan yaitu data pre dan pos tes. Selain data pre dan pos test responden juga diperoleh data mengenai status gizi responden. Data status gizi diperoleh dari data pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilakukan sendiri oleh responden (self reported). Rata-rata nilai pengetahuan sebelum pemberian penyuluhan gizi (Pretest) adalah 52.45 dengan standar deviasi 12.1788. Pada pengetahuan setelah intervensi (Post-test) didapatkan nilai rata-rata 67.19 dengan standar deviasi 8.8144. Terlihat selisih nilai mean antara pengukuran pertama dan kedua adalah 3.36 dan hasil uji statistik menunjukkan nilai yang signifikan p = 0.000. dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi seimbang pada remaja putri dengan menggunakan video memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan gizi remaja putri.
Anthropometric knowledge and measurement evaluation among female volunteer community health workers in Depok Sufyan, Dian Luthfiana; Arini, Firlia Ayu; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Fatmawati, Iin
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 2, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(2).159-164

Abstract

Background: At the community level, assessment for children nutritional status is measured by female volunteer community health workers (FVCHW) through integrated health post (Posyandu). Based  on  initial  observation,  volunteers  have  sufficient  knowledge  of  anthropometric measurement however, to put it into practice, common pitfalls remain found.Refreshment on basic knowledge and practical training on anthropometric assessment is needed.Objectives:  As  part  of  Kampung  Caraka  Project  that  attempts  to  empower  locals  to  be deliberately  aware  of  community  health  and  well-being,  this  particular  study  aims  to  evaluate knowledge of FVCHW as well as their accuracy and precision on anthropometric assessment.Methods: This study is a quasi-experimental study with pre-posttest with control group design. The sample was purposively selected and 54 overweight adolescents were divided into a control group and two intervention groups. Education using healthy snacks quartet was conducted for 21 days  from  September  to  October  2023  in  Makassar  City.  Data  analysis  was  performed  using Wilcoxon singed ranks test.Results:  Results  showed  women  with  good  precision  for  MUAC,  height,  head  circumferences and length measurement were 23.1%, 23.1%, 53.8% and 33.3%, respectively. In contrast, only 7.7% of women had good accuracy on MUAC measurement. There is a significant difference of knowledge score before and after the education given (p-value 0.02, CI 95%).Conclusions:  The  cadre  had  good  precision  yet  poor  accuracy,  implying  the  necessity  of standardized procedure and regular equipment calibration prior to anthropometric measurement. There is a difference in mean scores before and after the education given, yet still denoted as low capacity. Further comprehensive education is highly required.  
Kejadian Anemia pada Santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Depok dan Faktor yang Mempengaruhinya Zahra, Nur Azimah; Fatmawati, Iin; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.581

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan paling kritis di dunia. Menurut WHO prevalensi anemia secara global mencapai 40-88% wanita muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Desember – Juni 2023. Instrumen yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin, form pengisian berat dan tinggi badan, formulir SQ-FFQ, dan kuesioner siklus menstruasi. Desain studi penelitian ini adalah Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kota Depok dari kelas VII – XII dan diambil menggunakan stratified random sampling sebanyak 102 santri. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 27 santri (26,5%) mengalami anemia, kemudian dari hasil uji statistik didapatkan kejadian anemia tidak berhubungan dengan status gizi (p = 0,181) dan siklus menstruasi (p = 0,140). Sedangkan kejadian anemia memiliki hubungan yang signifikan dengan asupan zat besi (p = 0,000), vitamin C (p = 0,000), body image (p = 0,022), dan pengetahuan gizi (p = 0,037). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan zat besi, asupan vitamin C, body image dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja. Bagi santriwati Al-Hidayah Kota Depok diharapkan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan vitamin c untuk mencegah kejadian anemia.Kata Kunci: Anemia, Asupan gizi, Body image, Pengetahuan, Remaja AbstractBackground: Anemia is one of the most critical health problems in the world. According to WHO, the prevalence of anemia globally reaches 40-88% of young women. This study aimed to find out what factors are associated with the incidence of anemia in adolescent girls.Methods: The study was conducted in December – June 2023. The instruments used are hemoglobin level examination, weight and height filling the form, SQ-FFQ form, and menstrual cycle questionnaire. The design of this study was a cross-sectional study. The samples in this study were Al-Hidayah Islamic Boarding School, Depok City students from classes VII-XII and were taken using stratified random sampling of 102 students. Results of bivariate analysis using Chi-square.Result: The results showed that 27 students (26.5%) experienced anemia. Results of bivariate analysis using Chi-square show that anemia incidence was not related to nutritional status (p = 0.181) and the menstrual cycle (p = 0.450). In contrast, the incidence of anemia has a significant relationship with the intake of iron (p = 0.000), vitamin C (p = 0.000), body image (p = 0.022), and knowledge of nutrition (p = 0.037).Conclusion: There was a relationship between iron intake, vitamin C intake, body image, knowledge and the incidence of anemia in adolescents. To prevent anemia in Al-Hidayah students, Depok City is expected to increase food consumption of iron and vitamin C sources.Keywords: Adolescent, Anemia, Body image, Knowledge, Nutrition intake
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMAIT Raflesia Depok Tahun 2024: Factors Related to The Incidence of Primary Dysmenorrhea in Adolescent Females at SMAIT Raflesia Depok in 2024 Syafila; Imrar, Iin Fatmawati; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.190-199

Abstract

Background: Adolescence marks the onset of puberty, during which physiological and hormonal changes occur. In female adolescents, one of the primary indicators of puberty is the initiation of menstruation. During the menstrual phase, some adolescents experience lower abdominal pain, known as dysmenorrhea. Various factors, including body fat percentage and nutrient intake, have been identified as contributors to dysmenorrhea. Objectives: This study aimed to investigate the association between body fat percentage, fat intake, and the levels of iron, calcium, and magnesium intake on the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMAIT Raflesia Depok in 2024. Methods: The study was conducted in February 2024 at SMAIT Raflesia Depok, utilizing a quantitative, cross-sectional design. The sample comprised 103 female students from grades X and XI, aged 14 to 17 years, selected through stratified random sampling. Study variables included body fat percentage, fat intake, iron intake, calcium intake, magnesium intake, and the incidence of primary dysmenorrhea. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Analysis revealed a significant association between iron intake (p-value=0.009), calcium intake (p-value=0.006), and magnesium intake (p-value=0.020) with the incidence of primary dysmenorrhea. However, no significant association was observed for body fat percentage (p-value=0.349) or fat intake (p-value=0.616). Conclusions: This study highlights a significant association between the intake of iron, calcium, and magnesium and the occurrence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMAIT Raflesia Depok in 2024. These findings underscore the importance of maintaining a healthy body fat percentage and ensuring adequate nutritional intake to reduce the risk of dysmenorrhea in this population.
Keamanan dan Kualitas Makanan Pendamping ASI (MPASI) Ransum Bencana dengan Teknologi Pengemasan Retort Pouch: Safety and Quality of Complementary Food (MPASI) as Disaster Emergency Rations Using Retort Pouch Packaging Technology Nasrulloh, Nanang; Fatmawati, Iin; Mochni, Richard Endang Srihari
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.200-207

Abstract

Background: Natural disaster is frequently causing disruptions to food availability, including complementary food (MPASI) for toddlers. Therefore, innovation in MPASI as disaster emergency rations with long shelf life and safe for consumption is required through retort pouch packaging technology. Objectives: This research aimed to evaluate safety and quality of MPASI using retort pouch technology during different storage periods. Methods: The experiment was carried out using a single-factor Completely Randomized Design (CRD) method. The treatment factor used was storage periods of 7, 14, and 21 days with 2 repetitions. Analysis of nutritional content including moisture, carbohydrate, protein, fat, and ash as well as safety aspects was carried out through total bacteria count test using the pour plate method. The preparation of MPASI included formulating ingredients such as rice, egg, carrot, green onion, and butter, followed by packaging in retort pouches, sealing, and sterilizing at 121.5°C for 15 minutes. The data analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) to determine significance among treatments. Results: The results showed that there was no significant effect of the storage periods on the nutritional content of carbohydrates (p-value = 0.272), protein (p-value = 0.730), fat (p-value = 0.748), ash (p-value = 0.848), and moisture (p-value = 0.806). Similarly, there was no significant effect of storage periods on total bacteria count where the value was still in safe limits (<10 colonies/g). Conclusions: Retort pouch packaging showed the potential to increase the shelf life of MPASI as well as maintain safety and quality.
Analisis Masalah Kesehatan Dusun Sukajaya Darat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sary, Lolita; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Arini, Mutiara; Faradisa, Ratih Mary; Fatmawati, Iin; Yustika, Reny; Firmansyah, Maulid Elang; Kaulani, Sirfia; Nugraha, Rezha Wahyu; Satria, Andhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21271

Abstract

ABSTRAK Menetapkan skala prioritas terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta menentukan prioritas dalam pelaksanaan program intervensi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan masyarakat yang ada di Dusun Sukajaya Darat dan melakukan intervensi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Metode Focus Grup Discusion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan masalah kesehatan yang harus segera di intervensi dan metode CARL untuk menentukan prioritas masalah. Masalah yang terdapat di desa Sukajaya darat yaitu Pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber-KB, Merokok, MP-ASI sebelum 6 bulan, dan tempat sampah rumah tangga terbuka. Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah diperoleh bahwa pasangan usia subur yang tidak ber-KB menjadi prioritas masalah. Dalam melakukan intervensi masalah tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu atau pasangan usia subur mengenai keluarga berencana (KB).  Kata Kunci: Masalah Kesehatan Masyarakat, Prioritas Masalah,KB  ABSTRACT Establishing priority scales for public health problems and determining priorities in the implementation of intervention programs is crucial, considering the limited availability of human resources and budget. This study aims to identify public health problems in Dusun Sukajaya Darat and carry out appropriate interventions. The research methods used include the Focus Group Discussion (FGD) method, which aims to identify health issues that require immediate intervention, and the CARL method to determine problem priorities. The health problems identified in Dusun Sukajaya Darat include couples of childbearing age (PUS) not using family planning (FP), smoking, early introduction of complementary feeding (MP-ASI) before 6 months of age, and open household garbage disposal. Based on the priority analysis, the main issue identified was couples of childbearing age who are not using family planning. To address this issue, it is necessary to conduct counseling sessions to improve the knowledge and understanding of mothers or couples of childbearing age about family planning. Keywords: Public Health Problems, Problem Prioritization, Family Planning
Diet quality and body fat percentage before and during ramadan among college students Ramadenadia, Tarysa; Marjan, Avliya Quratul; Imrar, Iin Fatmawati
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 4, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(4).243-251

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas menjadi masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Angka kejadian obesitas pada populasi dewasa yang berusia 18 tahun ke atas terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2007 sebesar 10,5%, menjadi 14,8% pada tahun 2013, dan pada tahun 2018 mencapai 21,8%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan pada mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 103 responden. Data identitas responden dan kualitas diet diambil melalui wawancara dengan panduan kuesioner (Food Recall 24h dan DQI-I). Data antropometri (persen lemak tubuh) diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square dan t-test.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas diet sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,005; p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan. Mahasiswa disarankan untuk meperhatikan status gizi dan melakukan pengukuran berkala pada persen lemak tubuh diikuti dengan penerapan gaya hidup sehat. KATA KUNCI: kualitas diet; persen lemak tubuh; puasa ramadhan   ABSTRACTBackground: Obesity has become an increasingly concerning global health problem, including in Indonesia. The prevalence of obesity in the adult population aged 18 years and over has continued to increase each year, from 10.5% in 2007 to 14.8% in 2013, and reached 21.8% in 2018. Objectives: To determine the relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period among college students at UPN "Veteran" Jakarta. Methods: This study used a cross-sectional study design with stratified random sampling. The sample size was 103 respondents. Data on respondent identity and diet quality were obtained through interviews using a questionnaire (24-hour Food Recall and DQI-I). Anthropometric data (body fat percentage) was obtained through direct measurement. Data analysis used the chi-square test and t-test. Results: There was a significant difference in diet quality before and during the Ramadan fasting period (p=0.000). There was a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period (p=0.005; p=0.000).Conclusions: There is a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period. Students are advised to pay attention to their nutritional status and conduct regular measurements of body fat percentage, followed by the implementation of a healthy lifestyle. KEYWORD: diet quality; body fat percentage; ramadan fasting
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Natrium, Lemak Dan Durasi Tidur Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Cimanggis Kota Depok Tahun 2018 Hasiando, Chouk Norist; Amar, M. Ikhsan; Fatmawati, Iin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.207 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.27

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di luar batas normal (Rijanti Abdurrachim, et al, 2016). Hipertensi sering terjadi pada lanjut usia karena penurunan fungsi kerja pembersihan darah (Arlita, 2014). Faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi dibagi menjadi 2, yaitu faktor genetik dan asupan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi natrium, lemak, dan durasi tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Cimanggis Kota Depok pada tahun 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. . Sampel yang digunakan berjumlah 73 responden yang diambil teknik simple random sampling.Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa 68,8% responden menderita hipertensi. Hasil uji bivariat menggunakan chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan konsumsi natrium (p = 0,003), kebiasaan konsumsi lemak (p = 0,001), dan durasi tidur (p = 0,019) dengan kejadian hipertensi pada lansia.Kesimpulan: Sehingga kejadian hipertensi dapat dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi natrium, kebiasaan konsumsi lemak, dan lama tidur lansia. Saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian hipertensi adalah perlunya memberikan edukasi kepada lansia tentang makanan penyebab hipertensi oleh Departemen Kesehatan. Background: Hypertension is a state of increasing systolic and diastolic blood pressure beyond normal limits (Rijanti Abdurrachim, et al, 2016). Hypertension is common in elderly people due to decline in the working function of blood cleansing (Arlita, 2014). The factors that cause hypertension are divided into 2, namely genetic factors and food intake. The aim of this study was to determine the relationship between consumption habits of sodium, fat, and sleep duration to the incidence of hypertension in elderly at Puskesmas Cimanggis Depok city in 2018.Method: This research is observasonal with cross-sectional study design and using quantitative approach. The sample used amounted to 73 respondents taken simple random sampling technique.Result: The result of univariate research shows that 68.8% of respondents suffer from hypertension. The result of bivariate test using chi-square showed that there was a relationship between sodium consumption habit (p = 0,003), fat consumption habit (p = 0,001), and sleep duration (p = 0,019) with hypertension incidence in elderly.Conclution: So the incidence of hypertension can be influenced by sodium consumption habits, fat consumption habits, and duration of elderly sleep. Suggest that can be done to reduce the incidence of hypertension is the need to provide education to the elderly about the food causes of hypertension by the Department of Health.
Pengaruh Teman Sebaya dengan Status Gizi Lebih Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Pamulang Fatmawati, Iin; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.176

Abstract

Abstrak Latar belakang: Status gizi lebih atau kegemukan merupakan kondisi terjadinya peningkatan berat badan yang disebabkan karena adanya penimbunan lemak tubuh. Tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, namun status gizi lebih juga ditemukan pada usia anak-anak dan remaja. Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja masih mengalami peningkatan yang tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu yang menyebabkan peningkatan status gizi adalah perubahan pola makan. Perubahan pola makan sendiri dipengaruhi oleh adanya peran lingkungan sosial, yaitu pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya dengan kejadian status gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 orang siswa-siswi sekolah menengah pertama. Pengumpulan data status gizi dilakukan dengan metode self reported dan untuk pengaruh teman sebaya menggunakan kuesioner pengaruh peer group support. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2020. Hasil: Hasil anailisis menyebutkan sebanyak 40% remaja tanpa adanya pengaruh teman sebaya memiliki status gizi yang normal dan sebanyak 23,3% remaja dengan pengaruh teman sebaya memiliki status gizi lebih. Penelitian ini menujukkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan status gizi lebih pada remaja dengan p value = 0,028. Kesimpulan: Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya gizi lebih pada remaja. The Correlation Between Peer Group Support and Overweight Among Adolescents In Junior High School Pamulang Sub-District Tangerang Selatan Abstract Background: Overweight and obesity is a condition in which excess body fat has accumulated and leads to weight gain. Overweight is not only found in adults, but also in children and adolescents. The prevalence of overweight in the adolescent still has a sharp increase from year to year. One of the causes of overweight is changes in diet. Changes in diet are influenced by the role of the social environment, such as peer group support. This research aims to determine the correlation between peer group support with overweight in adolescents. Method: This research is an observational study with a cross-sectional design. The samples were collected using stratified random sampling, with a total sample of 60 students at middle school. The nutritional status data were collected using the self-respected method, and for the peer influence used questionnaire. This research was conducted in July to November 2020. Results: The analysis results showed that as many as 40% of adolescents without the peer group support had normal nutritional status, and 23.3% of adolescents with the peer group support had overweight. This research showed that there was a relationship between peer group support and overweight in adolescents, with the p value = 0.028. Conclusion: Peer group support is able to influence the occurrence of overweight in adolescents.
Hubungan Pengetahuan Terkait Gizi, Asupan Karbohidrat, dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Pada Atlet Cabang Olahraga Permainan Triandari, Siti Tumanina; Fatmawati, Iin; Maryusman, Taufik; Puspita, Ikha Deviyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.219

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kebugaran di Indonesia masih termasuk kategori yang rendah. Berdasarkan data Sport Development Index (SDI) kebugaran jasmani di Indonesia sebesar 21% dan pada DKI Jakarta sebesar 25%. Sedangkan menurut data Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta ditemukan sebesar 47% atlet cabang olahraga permainan memiliki kebugaran jasmani kurang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terkait gizi, asupan karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada atlet cabang olahraga permainan Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 51 atlet cabang olahraga permainan dari kelas 10, 11, dan 12 di SMA Ragunan Jakarta. Pengambilan dan pengumpulan data pengetahuan terkait gizi menggunakan kuesioner, data asupan karbohidrat dengan metode food recall 2x24 jam, data aktivitas fisik dengan kuesioner IPAQ-SF, dan data kebugaran jasmani dengan metode Cooper Test. Data yang diperoleh dilakukan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pengetahuan terkait gizi (p = 0,000), asupan karbohidrat (p = 0,044) dengan kebugaran jasmani, dan tidak ada hubungan aktivitas fisik (p = 0,727) dengan kebugaran jasmani. Kesimpulan: Pengetahuan gizi dan asupan karbohidrat berhubungan dengan kebugaran jasmani. Kata kunci: Aktivitas fisik; asupan karbohidrat; kebugaran jasmani; pengetahuan terkait gizi. Abstract Background: Physical fitness in Indonesia is still on a low category. Based on Sport Development Index (SDI), Indonesia’s Physical Fitness is 21% and 25% on Jakarta. Meanwhile, based on DKI Jakarta’s Pusat Pelatihan Olah Raga Pelajar (PPOP), it is found that 47% of sports games athlete have a low physical fitness. This research purpose is to find out the correlation of nutrition knowledge, carbohydrate intake, and physical activity to physical fitness on sports games athlete. Methods: This research use a cross sectional design, the samples of this research are 51 gaming sports athlete from class 10, 11, and 12 in Jakarta’s Ragunan Senior High School. Nutritional knowledge data are collected through a questionare, carbohydrate intake data are collected with 2x24 hours food recall method, physical activity data are collected through IPAQ-SF questionare, and physical fitness data are collected with Cooper Test method. The collected data are processed through Chi Square test. Result: After data analysis, it is found that there are a correlation of nutritional knowledge (p= 0,000) and carbohydrate intake (p=0,044) to physical fitness, but there is no correlation of physical activity (p=0,727) to physical fitness. Conclusion: There is a correlation between nutritional knowledge and carbohydrate intake with physical fitness Keywords: Carbohydrate intake, nutritional knowledge, physical activity, physical fitness.