Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Tumbuhan Obat Taman Wisata Alam Baumata Kabupaten Kupang serta Pemanfaatannya oleh Masyarakat Lokal Ledo, Sudarmin; Seran, Wilhelmina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.299-310

Abstract

Informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat Taman Wisata Alam (TWA) Baumata belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi menggunakan metode jalur transek, sebanyak 45 plot dengan ukuran 2 x 2 m, 5 x 5 m, 10 x 10 m, dan 20 x 20 m. yang dilakukan di TWA Baumata. Wawancara dilakukan untuk mengetahui penggunaan berbagai jenis tumbuhan obat oleh masyarakat lokal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 31 jenis tumbuhan obat di TWA  Baumata. Indeks Keanekaragaman Jenis (Indeks Shannon) menunjukkan tingkat keanekaragaman semua vegetasi di TWA Baumata tergolong sedang. Masyarakat lokal menggunakan 10 jenis tumbuhan obat yang berasal dari kawasan TWA Baumata. Informasi potensi tumbuhan obat yang ada di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan dapat mendukung upaya konservasi untuk tetap menjaga kelestariannya.
IDENTIFICATION OF COMPOSITION, STRUCTURE, AND BIODIVERSITY OF AGROFORESTRY VEGETATION IN THE COMMUNITY FOREST OF SAENAM VILLAGE, WEST MIOMAFFO DISTRICT, NORTH CENTRAL TIMOR REGENCY Dhenada Nunuhitu; Wilhelmina Seran; Norman P. L. B Riwu Kaho
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.442

Abstract

The Community Forest Area of Saenam Village, Miomaffo Barat Subdistrict, North Central Timor Regency, located in East Nusa Tenggara, has been utilized for farming using an agroforestry system implemented for the past 5 years to meet the local community's economic needs. This research aims to assess the effectiveness of agroforestry based on the composition, structure, and patterns applied. The study was conducted in Saenam Village, Miomaffo Barat Subdistrict, North Central Timor Regency, using observational methods and vegetation analysis. The results indicate that the highest Importance Value Index (IVI) occurs at the tree, sapling, and pole levels, dominated by the cassowary tree (a native plant in the region) and by cassava (a seasonal crop cultivated by the community) at the seedling level. The highest horizontal structure is found at the tree level with a diameter <10 cm, which is vegetation developed by the community. Vertical structure is dominated by stratum C (4-20m), a combination of natural and cultivated vegetation. The agroforestry pattern applied in the area is Random Mixture, where farmers utilize empty spaces to grow various types of plants.
Penilaian Status Kesehatan Hutan Mangrove di Sekitar Danau Tuadale pada Kawasan Suaka Margasatwa Tuadale, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur" Elisabet E. P Laom; Wilhelmina Seran; Norman P. L. B. Riwu Kaho; Roni Haposan Sipayung
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.449

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem pantai yang penting dipertahankan karena fungsinya sebagai penyedia sumber daya alam. Kawasan Suaka Margasatwa adalah area yang ditetapkan untuk melindungi satwa liar dan habitatnya, serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati. Hutan mangrove Danau Tuadale pada kawasan suaka margasatwa mengalami kerusakan akibat aktivitas masyarakat seperti penebangan untuk lahan tambak dan pemanfaatan kayu, serta dampak dari tumpahan minyak dari Sumur Minyak Montara di Laut Timor pada tahun 1998 yang menyebabkan kematian ribuan pohon mangrove, kerugian ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan ekosistem hutan mangrove di Danau Tuadale menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), yang menilai empat indikator utama: Vitalitas fokus pengamatan penilaian kerusakan pohon dan kondisi tajuk, Produktivitas: luas bidang dasar (LBDS) dan volume kayu, Biodiversitas: indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis, Kualitas Tapak: pH tanah, salinitas air, dan kapasitas tukar kation (KTK). Pengambilan sampel tanah secara purposive sampling. Pengambilan sampel tanah diambil pada tiga zona yaitu pada zona proksimal, middle dan distal dengan menggunakan ring sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitalitas pohon di Danau Tuadale berada pada kategori sedang, dengan banyaknya pohon yang mengalami kerusakan fisik. Indikator produktivitas menunjukkan kategori sedang berdasarkan perhitungan luas bidang dasar dan volume. Indeks biodiversitas menunjukkan kekayaan jenis yang rendah, keanekaragaman jenis yang juga rendah, dengan kondisi lingkungan yang kurang stabil dan kemerataan jenis tinggi. Penilaian kualitas tapak menunjukkan bahwa derajat keasaman tanah berkategori kebasaan sedang, salinitas air rendah, dan kapasitas tukar kation (KTK) sangat tinggi.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Trichoderma spp. DARI RHIZOSFER TANAMAN JATI (Tectona grandis Linn.) DI TAMAN WISATA ALAM, DESA BIPOLO, KECAMATAN SULAMU, KABUPATEN KUPANG mei wulandari; Wilhelmina Seran; Pamona S. Sinaga
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.472

Abstract

Salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman jati yaitu adanya patogen pada tumbuhan, sehingga perlu diketahui keberadaan Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati pada tanaman sehat yang mampu menghambat pertumbuhan patogen yang menyerang tanaman jati (Tectona grandis Linn.) tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis-jenis Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati di daerah rhizosfer tanaman jati (Tectona grandis Linn.) di Taman Wisata Alam, Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten KuSpang. Hasil isolasi dan identifikasi Trichoderma spp. dari rhizosfer tanaman jati ditemukan lima isolat dari 5 sampel yang telah di ambil, yaitu pada sampel 1 di temukan jamur Trichoderma atroviride, sampel 2 di temukan jamur Trichoderma citrinoviride, sampel 3 di temukan jamur Trichoderma Viride, pada sampel 4 di temukan jamur Trichoderma Harzianum, dan pada sampel 5 di temukan jamur Trichoderma Reeseii.
Identifikasi Jenis Tanaman Pewarna Tenun Ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur Seran, Wilhelmina; Hana, Yanete Wori
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.1-8

Abstract

Pembuatan kain tenun ikat di Sumba Timur menggunakan zat pewarna alam yang berasal dari bagian tumbuhan penghasil warna (kulit kayu, batang, daun, akar, dan daging buah) dan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pewarna tenun ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur, (2) Mengetahui bentuk pemanfaatan dan upaya Konservasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur menggunakan metode studi kepustakaan, wawancara dan pengamatan (observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin tenun ikat menggunakan 5 spesies. Spesies tersebut berhasil teridentifikasi terdiri dari 4 famili yakni Fabaceae, Rubiaceae, Symplocaceae, dan Euphorbiaceae. Dari kelima jenis tanaman pewarna yang digunakan sebagai pewarna tenun ikat yaitu tanaman Nila (Indigofera tinctoria L.), Mengkudu (Morinda citrifolia L.), Loba (Symplocos sp.), Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) dan Dadap (Erythrina variegata L.). Habitus tanaman pewarna yang paling banyak ditemukan adalah habitus pohon dengan 4 spesies. Bagian tanaman pewarna yang paling banyak digunakan adalah daun dan kulit batang/cabang. Tanaman pewarna diperoleh paling banyak yaitu dari kebun, dimana tanaman tersebut sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Tanaman pewarna tenun ikat tumbuh di ketinggian mulai dari 0-250 mdpl s/d 750-1000 mdpl dan tingkat kemiringan mulai dari daerah datar s/d daerah landai.
Concentration and Soaking Duration Organic Growth Regulators for Stimulated Jati Unggul Nusantara (JUN) Shoots Cuttings Seran, Wilhelmina; Mau, Astin Elise; Pellondo’u, Mamie Elsyana
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.274-284

Abstract

Jati Unggul Nusantara (JUN) is a new teak seedling product that is a teak variety obtained from the selection of superior teak clones from all over Indonesia using DNA selection. Vegetative effort propagation performed of JUN with shoot cuttings. Concentration and soaking duration  growth regulators are important aspects in vegetative plant propagation especially by shoot cutting. The research was conducted at Maulafa – Kota Kupang  from Mei to August 2020, The experiment was arranged in Complete Randomize Design 2 factorial applications with 3 replication. Factors studied are growth regulator concentration of cow urine 50% (A1), cow urine 100% (A2), green bean  extract 50% (A3), green bean extract 100% (A4), shallot extract 50% (A5) and shallot extract 100% (A6) while soaking duration consists of 4 factors, 2 hours (B1), 4 hours (B2), 6 hours (B3) and 8 hours (B4). The measured observation parameters are the percentage of life, the period of appearance of shoots, the number of leaves, shoot lenght,, shoot roots and the number of roots. The experiment result showed  that variation of concentration organic growth regulator significant effect of JUN shoot cuttings. The treatment of Shallot extract 50% (A5) which affects the percentage of life parameters, the period of appearance of shoots, the number of leaves and shoot lenght.  The treatment of shallot extract 100% (A6) which affects the observation parameters of root length and the number of roots. Interaction among the treatment combination of organic growth regulators A6B2 (ZPT 100%) shallot extract and 4 hours soaking duration significant effect  on the number of roots.
Struktur dan Komposisi Tegakan Mangrove di Pantai Paradiso, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT Seran, Wilhelmina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.34-42

Abstract

Pantai Paradiso merupakan salah satu tempat wisata di Kota Kupang. Informasi tentang susunan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) vegetasi dari masyarakat tumbuh-tumbuhandi hutan mangrove Paradiso belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang susunan, komposisis dan struktur di hutan mangrove Paradiso yang dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan hutan mangrove kedepannya. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi menggunakan metode jalur transek, sebanyak 9 plot dengan ukuran 2 x 2 m, 5 x 5 m dan 10 x 10 m yang dilakukan di hutan mangrove Paradiso. Berdasarkan hasil penelitian, Avicenia marinna  dan Rhizopora sp adalah 2 jenis mangrove yang  terdapat di hutan mangrove pantai Paradiso. Struktur vegetasi mangrove di hutan mangrove pantai Paradiso   tergolong kedalam stratum C- E dilihat dari tinggi tumbuhan dalam setiap fase pertumbuhan.Komposisi vegetasi mangrove di hutan mangrove pantai Paradiso berdasarkan hasil analisis vegetasi menunjukan nilai Kerapatan, Frekuensi, Dominansi  serta INP jenis Avicenia marinna lebih tinggi dibandingkan dengan jenis Rhizopora sp. pada semua fase pertumbuhan.  Hal ini menunjukan keberadaan Avicenia marinna mampu beradaptasi dengan lingkungan dari pada Rhizopora sp.
Struktur dan Komposisi serta Status Regenerasi Mamar Desa Beaneno, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka Frederik Reinardus Naiheli; Wilhelmina Seran; Fadlan Pramatana; Ludji Michael Riwu Kaho
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.368

Abstract

Mamar Desa Beaneno berfungsi untuk menjaga kelestarian sumber mata air, penunjang ekonomi masyarakat serta tempat melakukan seremonial adat Desa Beaneno. Namun, dalam perkembangannya terjadi penurunan produktivitas mamar Desa Beaneno akibat perubahan kondisi biofisiknya seperti usia vegetasi penyusun mamar dan kepadatan kerapatan tajuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi serta status regenerasi mamar Desa Beaneno. Pengambilan sampel menggunakan teknik analisis vegetasi dengan peletakan plot secara stratified systematic sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tegakan pada sistem mamar Desa Beaneno berada dalam kondisi normal/seimbang, dimana proses regenerasi dapat berlangsung karena tersedia permudaan dalam jumlah yang mencukupi, dengan komposisi pada mamar ditemukan sebanyak 14 jenis pada tingkat semai, 5 jenis pada tingkat pancang, 4 jenis pada tingkat tiang dan 12 jenis pada tingkat pohon. Pinang merupakan jenis yang dominan hampir pada setiap tingkatan pertumbuhan. Status regenerasi pada mamar Desa Beaneno menunjukkan bahwa dari 19 jenis memiliki status regenerasi yang berbeda, dimana 1 jenis berstatus ‘baik’, 8 jenis berstatus ‘baru beregenerasi’, 1 jenis berstatus ‘buruk’, 3 jenis berstatus ‘cukup’ dan 6 jenis berstatus ‘tidak beregenerasi’. Mamar berperan sangat penting dimana, mamar sebagai tempat ritual adat, penyembah para leluhur dan adanya mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Beaneno.
Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) pada Pertumbuhan Semai Cendana dengan Inang yang Berbeda di Persemaian Fatukoa, Kupang, NTT Mamie E. Pellondo'u; Pamona S. Sinaga; Wilhelmina Seran
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.371

Abstract

Cendana merupakan jenis tanaman asli Indonesia yang tumbuh endemik pada beberapa pulau di daerah Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik cair (POC) dan tanaman inang serta interaksinya dalam pertumbuhan semai cendana. Penelitian ini menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan uji lanjutan duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan inang tanaman kelor dan kaliandra memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada diameter semai tanaman cendana, dan POC memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata pada parameter diameter dan jumlah daun. Sementara interaksi antara kedua perlakuan tersebut juga menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata untuk diameter dan sangat berbeda nyata untuk parameter jumlah daun. Interaksi antara inang kaliandra dan POC kelor memberikan pengaruh yang paling baik nilai rata-rata 14,67 untuk pertumbuhan semai cendana pada umur 2 bulan.
Identifikasi Jenis Tumbuhan Pewarna Alami Kain Tenun Ikat Di Sekitar Kawasan Hutan Produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka Barbara Yunita Leki; Wilhelmina Seran; Norman Riwu Kaho
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.429

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan tumbuhan pewarna alami tenun ikat terhadap dukungan kelestarian ekosistem di sekitar kawasan hutan produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole Kecamatan Botin Leobele. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil hasil penelitian di sekitar kawasan HP Bifemnasi Sonmahole, terdapat 3 jenis tumbuhan yang biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tenun ikat yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia L), Kemiri (Aleuritas moluccana L), dan Tarum (Indigofera spicata). Sedangkan tumbuhan Loba (Symplocos sp.) tidak ditemukan di sekitar Kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Bifemnasi Sonmahole sehingga masyarakat membelinya dari pasar. Pengolahan tumbuhan pewarna alami untuk menghasilkan warna hitam yaitu memanfaatkan daun Tarum yang dicampur dengan bubuk kapur dan abu tungku dapur, dan warna merah dimanfaatkan dari percampuran akar mengkudu dan kulit Loba yang sebelumnya diramu dengan menggunakan campuran daging buah kemiri.
Co-Authors Amaral, Maria Heltiana Asa, Agripina Aek Asa, Ignatius Asit, Avelina M. B. Un Astin Elise Mau Banoet, Asri Meyrani Rahelia Barbara Yunita Leki Benu, Martha Bima, Margaretha Vani Blolok, Agustina Sumarni Ciputri Bogos, Filemon Bolang, Ben Jusuf A. Butung, Yunita Dangga, Maria Helmince Danggur, Yakobus Emilianus Demang, Juandri Inyo Dhenada Nunuhitu Diaz, Renalthy Lidwina Dillak, Benyamin P Djara, Febi Tade Edon, Servasius Gratia Elisabet E. P Laom Fitriana, Puput Frederik Reinardus Naiheli Gue, Yohanes Hana, Yanete Wori Jebaru, Florentina Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Norman P. L. B. Riwu Kaho, Norman P.L.B. Riwu Kewuren, Marie I. R. I. Lalur, Francisca Vainalia Ledo, Sudarmin Liwu, Nina A. I. Loro, Merlin Merlinda Ludji Michael Riwu Kaho Mamie E. Pellondo'u Mamie Elsyana Pellondo’u Mau, Astin Mau, Astin E Mau, Astin E. Mau, Astin Elise MEI WULANDARI Minata, Maria Moileti, Aldolin Alfalita Nahak, Joanetty Maria Annisa Dellty Nampa, I Wayan Ndula, Aleksandro Alianto Ngalu, Maria Elisabet L. Nirmala Pab, Maria Kasih Karunia Nixon Rammang, Nixon Nomleni, Bay Bona Nomleni, Herman Norman P. L. B Riwu Kaho Norman P. L. B. Riwu Kaho Norman Riwu Kaho Oematan, Shirly S Pala, Gloria Natalia Pamona S. Sinaga Pamona Silvia SINAGA Pellendo’u, Mamie E. Pellondo'u, Mamie E. Pellondou, Mamie E. Pellondo’u, Mamie Pellondo’u, Mamie E. Pellondo’u, Mamie Elsyana Pelondo'u, Mamie E Pramatana, Fadlan Purnama, Maria M. E. Rampung, Antonius Metris Riwu Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Michael Riwu Kaho, Norman Riwu Kaho, Norman P. L. B. Riwu Kaho, Norman P.L.B. Roni Haposan Sipayung Sakan, Ritwan Sakan, Yollis C.S Seran, Alexander Alfa Jan Junior Sinaga, Pamona S. Soares, Hilda Audreya Consita Soimin, Muhamad Sudarmin Ledo Tefa, Angriani Noventa Tefa, Gradiana Telaumbanua, Bartolomeus Tessa Novia Kristi Un, Paulus Wawo, Melkianus Wulan Chairunissa Anwar Yanete Wori Hana Yusratul Aini