Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN HUTAN REBOISASI DI BUKIT GOLO LUSANG KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) RUTENG Edon, Servasius Gratia; Seran, Wilhelmina; Sinaga, Pamona Silvia
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.456

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dengan mengamati paramater dalam setiap indikator metode FHM seperti indikator vitalitas dengan parameter kerusakan pohon, produktivitas dengan parameter diameter pohon, biodiversitas dengan parameter keanekaragaman dan kekayaan, dan kualitas tapak dengan parameter keasaman tanah. Penelitian dilakukan pada 2 klaster plot pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan tingkat klaster plot sebesar 0,5875 klaster plot 1, dan sebesar 0,9975 klaster plot 2 yang berarti tingkat kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dinilai dari indikator vitalitas parameter kerusakan pohon berkategori sehat. Hasil pengukuran produktivitas yaitu 0,021 m2 rata-rata LBDS klaster plot 1 dan 0,016 m2 rata-rata LBDS klaster plot 2. Sedangkan nilai volume sebesar 0,17 m3 rata-rata volume klaster plot 1 dan 0,14 m3 rata-rata volume klaster plot 2. Penilaian biodiversitas dengan parameter kekayaan jenis menunjukkan angka 1,0325  klaster plot 1 (rendah) dan 2,9425 klaster plot 2 (sedang) serta parameter keanekaragaman jenis menunjukkan angka 1,0475 klaster plot 1 (sedang) dan 2,1925 klaster plot 2 (sedang). Penilaian kualitas tapak klaster plot 1 sebesar 6,67 dan klaster plot 2 sebesar 6,83 menunjukkan kualitas tapak pada area reboisasi Golo Lusang berkategori baik.
POTENSI EKOLOGIS HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) JENIS TUMBUHAN PEWARNA ALAMI DI DESA ADAT BOTI KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lalur, Francisca Vainalia; Riwu Kaho, Ludji Michael; Seran, Wilhelmina
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.458

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekologis hasil hutan bukan kayu jenis tumbuhan pewarna alami serta upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Adat Boti. Penelitian ini menggunakan metode analisis vegetasi (purposive sampling) dan wawancara (snowball sampling). Berdasarkan hasil penelitian di sekitar kawasan hutan di Desa Adat Boti, terdapat 5 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pewarna alami tenun ikat yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia) 182,49%, Loba (Symplocos sp.) 147,56% memiliki potensi banyak sehingga harus dipertahankan terus. Sedangkan jenis Tarum (Indigofera tinctoria) 51,77%, Arbila (Phaseolus lunatus L.) 34,57% dan Kunyit (Curcuma longa) 20,30% sesuai dengan syarat tumbuh. Namun dilihat dari pertumbuhannya sampai tingkat semai sehingga potensinya semakin berkurang maka harus di budidayakan kembali. Tumbuhan pewarna di Desa Adat Boti paling banyak ditemukan pada tingkat  kemiringan lereng 0-45% dan tingkat ketinggian 200 sampai > 500 mdpl . Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi tingkat kepunahan spesies tersebut yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya membudidayakan tumbuhan sehingga dapat dimanfaatkan jangka panjang dan ketersediaan bahan baku pewarna alami dan habitat hidup tumbuhan lainnya akan tetap lestari.
PENANAMAN POHON DAN PEMBERSIHAN SAMPAH DI KELURAHAN LILIBA, KOTA KUPANG Seran, Wilhelmina; Kaho, Ludji Michael Riwu; Pellendo’u, Mamie E.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19772

Abstract

Meningkatnya pembangunan infrastruktur, bertambah banyaknya jumlah kendaraan, serta semakin besarnya tingkat produksi sampah merupakan bentuk-bentuk dampak negatif dari bertambahnya jumlah penduduk yang pastinya akan berimbas pada terjadinya pemanasan global dan tentu saja akan mendatangkan permasalahan lingkungan baru yang lebih serius. Permasalahan tersebut banyak terjadi di seluruh penjuru Indonesia tidak terkecuali di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Pengendalian perlu dilakukan untuk menyikapi permasalahan tersebut. Beberapa bentuk pengendalian yang bisa dilakukan yakni penanaman pohon dan pembersihan sampah. Program ini bertujuan untuk memberikan pengertian pada warga Kelurahan Liliba terkait tata cara penanaman pohon yang dimulai dari pemilihan jenis pohon, penentuan jarak tanam, dan sistem penanaman serta pemilahan sampah. Adapun hasil yang dicapai yaitu warga Kelurahan Liliba sebgai mitra dapat menamam pohon dan membersihkan sampah di kelurahan Liliba  sebagai upaya menyejukkan rumah di musim panas, meredam kebisingan, membersihkan udara,  untuk mencegah longsor dan sebagai tindakan konservasi.
Optimising Growing Media Composition and Seed Selection Strategies For the Conversation of the Endangered Sandalwood (Santalum album Linn.) Blolok, Agustina Sumarni Ciputri; Seran, Wilhelmina; Mau, Astin Elise; Soimin, Muhamad
Jurnal Wasian Vol. 11 No. 2 (2024): December
Publisher : Forestry Department, University of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62142/93nr9m09

Abstract

Overexploitation and insufficient conservation efforts have classified Sandalwood (Santalum album Linn.), an economically and ecologically significant species, as endangered. This study investigates the effects of seed size and growing media composition on the germination performance and growth of sandalwood seedlings, aiming to optimise seed selection and media composition strategies for its conservation. We employed a completely randomised design (CRD) experiment, which included three seed size categories (small, medium, and control) and three media compositions: soil and sand alone, soil and sand with chicken manure, and soil and sand with cow manure. Results revealed that the combination of medium-sized seeds and chicken manure (A2B1) yielded the highest fresh weight (0.31 g), while small seeds combined with chicken manure (A1B1) achieved the highest germination speed index (0.63%/day), germination value (0.07%/day), and dry weight (0.07 g). We identified chicken manure as the most effective organic amendment, enhancing soil structure, microbial activity, and nutrient availability. In contrast, cow manure exhibited slower nutrient release, and soil and sand alone hindered root development due to compact soil properties. These findings underscore the importance of nutrient-rich organic amendments and optimal seed selection in enhancing sandalwood germination and growth. This study provides actionable insights for sustainable sandalwood cultivation and conservation efforts. Further research should focus on field trials under variable environmental conditions to validate these strategies on a larger scale.
PEMANFAATAN ROOT UP SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH UNTUK MENSTIMULASI PERAKARAN STEK TANAMAN HIAS AGLAONEMA DI KUB ST. THERESIA DARI CALCUTA LILIBA Seran, Wilhelmina; Kaho, Ludji Michael Riwu; Pellendo’u, Mamie E.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.25330

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan penerapan IPTEK kepada masyarakat yang berjudul. Pemanfaatan Root Up sebagai Zat Pengatur Tumbuh untuk Menstimulasi Perakaran Stek Pucuk Tanaman Hias di KUB St. Theresia dari Calcuta Liliba. Penggunaan Root up untuk memperbanyak tanaman hias masih jarang digunakan. Root up merupakan hormon perangsang akar pada perbanyakan vegetatif (cangkok atau stek). Root up mengandung fungisida untuk mencegah jamur, infeksi dan berbagai penyakit di bagian yang terluka / terkena sayatan. Perbanyakan tanaman hias masih secara alami atau didatangkan dari daerah lain. Budidaya stek pucuk tanaman hias dengan menggunakan root up merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Program ini bertujuan untuk mendapatkan produksi tanaman hias , Mitra ini bisa menjadi produsen penyedia bibit tanaman hias, meningkatkan motivasi wirausaha dari para ibu rumah tangga  dan menopang pengembangan ekonomi kreatif. Hasil yang diharapkan dari program ini yaitu bibit tanaman hias, meningkatkan jiwa bisnis dari para ibu rumah tangga dan kebutuhan hidup tercukupi.
PELATIHAN PEMBUATAN EFEKTIF MIKROORGANISME LOKAL (EMOL) BAGI MASYARAKAT TANI HUTAN DI DESA KOTABES, KABUPATEN KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie Elsyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26076

Abstract

Masalah produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan yang diterapkan oleh masyarakat. Pola tanam yang tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air tentunya memberi dampak negatif berkelanjutan bagi produktifitas lahan.  Masyarakat desa Kotabes yang merupakan salah satu wilayah di dalam kawasan hutan Sisimini Sanam melakukan praktek tani hutan yang mengakibatkan banyaknya tanaman sisa panen yang dibiarkan busuk dan menjadi sampah organik khususnya pada saat musim panen. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah bagi keberlanjutan lingkungan dan dapat memberi kontribusi terhadap pemanasan global (Global warming). Salah satu cara yang tepat untuk masalah yang berkaitan dengan sampah organic adalah dengan mengolahnya  menjadi bentuk yang lain untuk dapat dimanfaatkan, misalnya dengan mengolah sampah organik menjadi Efektif Mikroorganisme Lokal (EMOL). Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah bertujuan untuk  memberikan pelatihan bagi masyarakat kelompok tani agar dapat mengolah sampah organik menjadi EMOL. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi pelatihan dan praktek pembuatan EMOL secara langsung. Masyarakat sebagai peserta pelatihan terlihat sangat antusias yang ditandai dengan keaktifan mereka didalam menyediakan bahan baku pembuatan EMOL yang bersumber dari sampah organik  setempat serta keaktifan mereka didalam berdiskusi dengan pemateri dan tim pelaksana kegiatan PKM. Kesadaran akan pentingnya mengolah sampah organik perlu ditanamkan kepada masyarakat petani untuk keberlanjutan lahan dan lingkungan.
PEMBUATAN STEK PUCUK JATI MENGGUNAKAN ROOTON F SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH Seran, Wilhelmina; Kaho, Norman P. L. B. Riwu; Aini, Yusratul; Mau, Astin Elise; Demang, Juandri Inyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.30502

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan penerapan IPTEK kepada masyarakat  yang berjudul Teknik budidaya dengan stek pucuk di Desa Sillu Kecamatan Fatuleu terletak di Kabupaten Kupang. Jumlah lahan kritis masih tergolong cukup besar dan sumber bibit tanaman hutan kebanyakan masih didatangkan dari kabupaten lain. Bibit tanaman jati yang dikembangkan dari biji membutuhkan waktu lama untuk berkecambah sehingga budidaya stek pucuk merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Program ini bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis, kedua mitra ini bisa menjadi produsen penyedia bibit jati, meningkatkan motivasi wirausaha dari para petani, dan menopang pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari program pengabdian ini yaitu mitra dapat membuat demplot persemaian, jemaat GMIT Imanuel Enokaka terampil melakukan suntik hormon rooton f  dalam merangsang pertumbuhan akar jati, menghasilkan bibit jati dengan stek pucuk, dapat menanam bibit jati pada areal lahan kritis
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI SD INPRES NAIKOTEN 1, KOTA KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie E.; Sinaga, Pamona S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35455

Abstract

Produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan. Pola tanam yang tidak konservatif seperti pemanfaatan pupuk dan pestisida kimia memberi dampak negatif bagi produktifitas lahan dan keberlanjutan lingkungan di masa yang akan datang. Salah satu pendekatan holistik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak dari input pupuk dan pestisida kimia adalah dengan memperkenalkan prinsip-prinsip pertanian konservasi dalam diri seseorang sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini agar anak-anak dapat mempraktekkan secara langsung cara membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara sederhana. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Naikoten 1 Kota Kupang sekaligus menjawab kebutuhan sekolah sehubungan dengan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yaitu menanam dan mengembangkan tanaman didalam pot. Sesi penyuluhan berupa penyampaian teori tentang pengertian, manfaat dan komponen bokashi, serta aplikasi bokashi pada tanaman. Sesi praktek dilakukan secara bersama-sama oleh pelaksana kegiatan dan anak-anak sekolah dasar. Pelatihan ini direspon dengan sangat baik oleh peserta yang ditandai dengan partisipasi aktif dari anak-anak dalam diskusi maupun dalam praktek pembuatan pupuk organik. Kegiatan serupa perlu terus dilakukan sebagai upaya pemancakan kognitif bagi anak-anak agar terbiasa dengan pola tanam konservatif serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DENGAN POLA AGROFORESTRY DI DESA RANA KOLONG KECAMATAN KOTA KOMBA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Diaz, Renalthy Lidwina; Seran, Wilhelmina; Riwu Kaho, Norman P.L.B.
Wana Lestari Vol 4 No 1 (2022): JURNAL WANA LESTARI
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.7855

Abstract

Forest is a stretch of land with a certain area that is overgrown with trees and other plants. Forests have functions as production forests, conservation forests and protection forests. Through the Ministry of Environment and Forestry held a Social Forestry program to improve the welfare of communities around the forest through a pattern of empowerment and remain guided by aspects of forest sustainability and in the form of Village Forests, Community Forests, Community Plantation Forests, Customary Forests and Partnership Forest. Communty Forests activities are only applied in protected forest areas and production forests. The purpose of the study was to determine the Communty Forests development strategy and agroforestry pattern in Rana Kolong Village, Komba City District, East Manggarai Regency which was carried out for 3 months from August - October 2020. The Communty Forests development strategy with agroforestry patterns in Rana Kolong village was formulated using SWOT analysis. SWOT analysis is a strategic planning method to evaluate the factors that influence efforts to achieve goals, namely comparing strengths, weaknesses, opportunities and threats. The level of community dependence on forests is very high, as evidenced by the large number of people who have arable land in forest areas with cultivation of Cloves (Syzygium aromaticum), Avocado (Persea americana), Candlenut (Aleurites moluccanus), Cocoa (Theobroma cacao), Coconut (Cocous nucifera). , Areca nut (Areca cetechu), Aren (Arenga pinnata), Bamboo (Bambuseae), Coffee (Coffea), Sweet Potato (Ipomoea batatas), Cassava (Manihot esculenta), Porang (Amorphopallus muelleri), White Teak (Gmelina arborea), Sengon (Albizia chinensis) and Mahogany (Swietenia mahagoni). The results showed that the strategy recommendation obtained to improve the Communty Forests development strategy with an agroforestry pattern in the research area was the SO (Strenghts-Opportunities) strategy, namely by using opportunities to take advantage of existing strengths with activities such as increasing community participation in managing and supporting the utilization of Communty Forests with a pattern. agroforestry, increasing the government's role in the development of local and non-local plants, compiling a management plan for the use of Communty Forests areas to develop wood and non-timber plant species in accordance with Communty Forests land conditions, seeing legal support on Communty Forests as a reference material.
PERANAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JABON MERAH (Anthocephalus macrophyllus) Pala, Gloria Natalia; Seran, Wilhelmina; Pellondou, Mamie E.
Wana Lestari Vol 4 No 1 (2022): JURNAL WANA LESTARI
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.7924

Abstract

Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus) is one type of plant that has a strong growth resistance in its growth. Jabon Merah plants need nutrients in their growth. This study aims to determine the effect of providing chicken and cow manure on the growth of Jabon Merah plants. The research was conducted at the Fatukoa permanent nursery from December 2020 to March 2021. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) method with one-factor testing, consisting of 7 treatments and 4 replications consisting of M0=100% Soil (Control) ( 2 kg); M1=75% soil + 25% chicken manure fertilizer (1.5 kg + 0.5 kg); M2= 50% soil + 50% chicken manure fertilizer (1 kg + 1 kg); M3=25% soil + 75% chicken manure fertilizer (0.5 kg + 1.5 kg); M4=75% soil + 25% cow manure (1.5 kg + 0.5 kg); M5 = 50% soil + 50% cow manure (1 kg + 1 kg); M6 = 25% soil + 75% cow manure (0.5 kg + 1.5 kg). Parameters observed and measured were increase in seedling height (cm), increase in stem diameter (cm), number of leaves (strands), shoot dry weight (gr), root dry weight (gr), seedling robustness (cm), root shoot ratio (gr), seed quality index and live percentage (%). The results showed that the application of chicken and cow manure showed no significant effect on all parameters, namely increase in seedling height (cm), increase in stem diameter (cm), number of leaves (strands), shoot dry weight (gr), root dry weight. (gr), seedling sturdiness (cm), root shoot ratio (gr), seedling quality index and live percentage (%).
Co-Authors Aldolin Alfalita Moileti Alexander Alfa Jan Junior Seran Angriani Noventa Tefa Antonius Metris Rampung Asit, Avelina M. B. Un Asri Meyrani Rahelia Banoet Astin E. Mau Astin Elise Mau Astin Elise Mau Barbara Yunita Leki Bartolomeus Telaumbanua Ben Jusuf A. Bolang Benyamin P Dillak Blolok, Agustina Sumarni Ciputri Butung, Yunita Danggur, Yakobus Emilianus Demang, Juandri Inyo Dhenada Nunuhitu Diaz, Renalthy Lidwina Djara, Febi Tade Edon, Servasius Gratia Elisabet E. P Laom Filemon Bogos Firdaustian Aka Heku Florentina Jebaru Florentina Nadina Lengo Frederik Reinardus Naiheli Gue, Yohanes Hana, Yanete Wori Herman Nomleni Hilda Audreya Consita Soares Ignatius Asa Joanetty Maria Annisa Dellty Nahak Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Norman P. L. B. Riwu Kaho, Norman P.L.B. Riwu Lalur, Francisca Vainalia Ledo, Sudarmin Ludji Michael Riwu Kaho Ludji Michael Riwu Kaho Mamie E Pelondo'u Mamie E. Pellondo'u Mamie E. Pellondou Mamie E. Pellondo’u Mamie Elsyana Pellondo’u Maria Kasih Karunia Nirmala Pab Maria M. E. Purnama Mariani Carvalo Marie I. R. I. Kewuren Mau, Astin Elise Mayang Gracelia Bessie MEI WULANDARI Melkianus Wawo Ndula, Aleksandro Alianto Ngalu, Maria Elisabet L. Nina A. I. Liwu Nixon Rammang Nixon Rammang, Nixon Nomleni, Bay Bona Norman P. L. B Riwu Kaho Norman P. L. B. Riwu Kaho Norman P.L.B Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman Riwu Kaho Odilia Barek Goran Tokan Tokan Pala, Gloria Natalia Pamona S. Sinaga Pamona Silvia SINAGA Paulus Un Pellendo’u, Mamie E. Pellondou, Mamie E. Pellondo’u, Mamie E. Pellondo’u, Mamie Elsyana Pramatana, Fadlan Puput Fitriana Riwu Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Norman P. L. B. Riwu Kaho, Norman P.L.B. Roni Haposan Sipayung Roni Sipayung Sakan, Ritwan Shirly S Oematan Sinaga, Pamona S. Sion Christanto Kaho Hinga Soimin, Muhamad Sudarmin Ledo Tefa, Gradiana Tessa Novia Kristi Un, Paulus Wulan Chairunissa Anwar Yanete Wori Hana Yollis C.S Sakan Yusratul Aini