Bayu Indra Sukmana
Faculty Of Dentistry, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Dentin

PEWARISAN RUGAE PALATINA ORANGTUA PADA ANAK SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI ODONTOLOGI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR Muhammad Wafii Ramadhan; Bayu Indra Sukmana; Isyana Erlita; Irnamanda D.H.; Huldani Huldani
Dentin Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i1.12200

Abstract

Background: Rugae palatine is a forensic organ that can survive and not be altered by any trauma such as from burns. Rugae palatina is one of the organs in the oral cavity that is unique in that there is no same pattern between individuals. This pattern also has peculiarities between individuals and gender. Palatine rugae can also be inherited from parents to children. Purpose: To analyze the inheritance of palatine rugae from parents to children in Banjar Ethnicity. Method: The method used in this research is analytic research with cross sectional method. This study was conducted on 32 families or 96 people whose number of students was divided into 16 men and 16 women. This study was conducted with photographic techniques using fullframe cameras and lenses, occlusal mirrors, LED lights. The results of photography are carried out in the editing stage in the photoshop application with the pentool feature. The data obtained and analyzed using the contingency coefficient correlation test. Results: The results showed a correlation in palatal rugae patterns. The father-offspring and mother-offspring contingency coefficient scores (0.708, 0.760) respectively which indicated a strong correlation in shape patterns between offspring and their parents. These correlations were statistically significant (p value ≤ 0.05). Conclusion: There is a strong and significant inheritance of palatine rugae between father and mother in children. Fathers and mothers have an equal chance of inheriting palatine rugae.Keywords : Banjar Tribe, Forensics, Inheritance, Palatine Rugae, Personal Identification.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KALANGKALA (Litsea angulata) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis (In vitro) Nor Rahman Sugiarto; Yusrinie Wasiaturrahmah; Tri Nurrahman; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Juliyatin Putri Utami; Bayu Indra Sukmana
Dentin Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i2.17742

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health has not been a major focus due to the low level of public awareness regarding the importance of maintaining dental and oral health in Indonesia. Periodontitis is a disease with a prevalence of 74.1% in Indonesia. The main cause of chronic periodontitis is the bacterium  Porphyromonas gingivalis. Chlorhexidin  0.2% is gold standard that preventing periodontitis. However Chlorhexidin  0.2% has long-term side effects such as tooth discolouration. Therefore, an alternative mouthwash that has antibacterial properties is needed. Kalangkala leaf (Litsea angulata) is known to have the potential to inhibit the growth of  Porphyromonas gingivalis bacteria. Objective: To determine the antibacterial effectiveness of kalangkala (Litsea angulata) leaf extract against  Porphyromonas gingivalis bacteria with concentrations of 6.25%, 12.5%, 25%, and 50% based on the minimum inhibitory Concentration (MIC) and minimum bactericidal Concentration(MBC). Methods: True experimental research with posttest-only with control group design. The sample consisted of 6 groups with Chlorhexidin 0.2% as positive control and distilled water as negative control with 4 samples each. Data were analysed using normality, homogeneity, Krusskall wallis, and Mann-whitney tests. Results: From the test results, there was no minimum inhibition 6.25%, 12.5%, 25%, and 50%. The testing was not pursued for MBC. Conclusion: There is no antibacterial effectiveness of kalangkala (Litsea angulata) leaf extract against Porphyromonas gingivalis.Keywords: antibacteria, leaf extract, litsea angulata,  porphyromonas gingivalis ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut belum menjadi fokus utama karena tingkat kesadaran masyarakat yang rendah terkait pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut di Indonesia Periodontitis merupakan penyakit dengan prevalensi 74,1% di Indonesia. Penyebab utama periodontitis kronis yaitu bakteri Porphyromonas gingivalis. Chlorhexidin 0,2% merupakan gold standard dalam mencegah terjadinya periodontitis, tetapi Chlorhexidin  0,2% memiliki efek samping jangka panjang seperti perubahan warna pada gigi. Untuk mencegah terjadinya efek jangka panjang tersebut perlu obat kumur alternatif yang memiliki sifat antibakteri. Daun kalangkala (Litsea angulata) diketahui memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Tujuan: Mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak daun kalangkala (Litsea angulata) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% berdasarkan Kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) Metode: Penelitian eksperimen murni (True Experimental) dengan rancangan percobaan menggunakan posttest-only with control group design. Sampel terdiri dari 6 kelompok dengan Chlorhexidin 0,2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif dengan pengulangan masing-masing sebanyak 4 sampel. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, Krusskall wallis, dan uji Mann-whitney. Hasil: Hasil uji tidak terdapat KHM pada semua konsentrasi ekstrak kalangkala yaitu konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50%, sehingga tidak dilanjutkan untuk pengujian KBM. Kesimpulan: Tidak terdapat efektifitas antibakteri ekstrak daun kalangkala (Litsea angulata) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis.Kata Kunci: antibakteri, ekstrak daun, litsea angulata porphyromonas gingivalis
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH ABO DENGAN POLASIDIK BIBIR SEBAGAI IDENTIFIKASI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR (Tinjauan Mahasiswa/i FKG ULM) Bulqis Az Zahra; Bayu Indra Sukmana; Norlaila Sarifah; Irnamanda D.H; Huldani Huldani
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16558

Abstract

Latar Belakang: Metode dalam penanganan tindak kriminalitas perlu di tingkatkan untuk memudahkanidentifikasi terhadap pelaku maupun korban. Noda-noda seperti noda darah dan bekas lipstik di TKPdapat digunakan sebagai barang bukti yang akurat. Pemeriksaan pola sidik bibir berdasarkan golongan darah dapat menjadi suatu media untuk menentukan identitas seseorang secara akurat. Tujuan: Menganalisis hubunganantara golongan darah ABO dengan pola sidik bibir sebagai identifikasi forensik pada etnis Banjar. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sidik bibir diklasifikasi berdasarkan Suzuki dan Tsuchihashi kemudian dikelompokkan sesuai golongan darahsampel. Hasil: Hasil dari analisa data uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan p value 0.033 <0.05yangberarti antar variabel memiliki hubungan signifikan. Nilai korelasi 0.499 bermakna kekuatan antar variabel cukup kuat. Kesimpulan: Golongan darah ABO dan pola sidik bibir pada etnis Banjar memiliki hubunganyangcukup kuat.Kata kunci : golongan darah ABO, pola sidik bibir, identifikasi forensik, etnis Banjar
ANALISIS GAMBARAN LEBAR LENGKUNG RAHANG BERDASARKAN ANALISIS PONT PADA SUKU BANJAR USIA 15-18 TAHUN (Tinjauan Kepada Siswa-Siswi SMAN 12 Banjarmasin) Nada Putri Ariska; Diana Wibowo; Agung Satria Wardhana; Fajar Kusuma Dwi Kurniawan; Bayu Indra Sukmana
Dentin Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i3.14231

Abstract

Background: Malocclusion cases that occur due to improper condition and shape of the jaw are crowded teeth. The prevalence of crowded teeth in South Kalimantan is 11.6%, with 14.2% of them aged 15-24 years. Crowded teeth are caused by the difference between the size of the teeth and the width of the jaw arch, usually the treatment performed is orthodontic treatment that utilizes the growth period. Treatment planning and diagnosis require a measurement of dental and jaw arch width. Measuring the width of the dental and jaw arches can be done by analyzing the study model of the jaw printing results on the patient. Space analysis using the study model most often used in performing treatment and making a diagnosis is Pont analysis. Purpose: This study aims to analyze the description of jaw arch width using Pont analysis in Banjar ethnic aged 15-18 years at SMAN 12 Banjarmasin. Methods: This study is an analytic descriptive study. This study used a cross-sectional approach with a sampling technique using purposive sampling. The sample size was calculated using the Slovin formula. The sample obtained was 82 respondents. Result: The results of this study according to descriptive statistical analysis showed that the mean value of interpremolar width was 36.7 ± 2.9 mm and the mean value of intermolar width was 46.6 ± 3.1 mm. Conclusion: Based on the research conducted, it can be concluded that more respondents have interpremolar width and intermolar width greater than Pont's analysis.Keywords : Banjar Ethnic, Pont Analysis, Jaw Arch Width ABSTRAK Latar Belakang: Kasus maloklusi yang terjadi karena kondisi dan bentuk rahang yang kurang tepat salah satunya adalah gigi berjejal.Prevalensi gigi berjejal di Kalimantan Selatan sebesar 11,6%, dengan 14,2% diantaranya berusia 15-24 tahun. Gigi berjejal disebabkan oleh karena adanya perbedaan antara ukuran gigi dengan lebar lengkung rahang, biasanya perawatan yang dilakukan adalah perawatan orthodonti yang memanfaatkan masa pertumbuhan. Rencana perawatan dan penegakan diagnosis membutuhkan suatu pengukuran lebar lengkung gigi dan rahang. Pengukuran lebar lengkung gigi dan rahang dapat dilakukan dengan cara menganalisis model studi hasil pencetakan rahang pada pasien. Analisis ruang menggunakan model studi yang paling sering digunakan dalam melakukan perawatan dan menegakkan diagnosis adalah analisis Pont. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran lebar lengkung rahang menggunakan analisis Pont pada suku Banjar usia 15-18 tahun di SMAN 12 Banjarmasin. Metode: Studi ini merupakan studi deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Sampel yang didapatkan sebanyak 82 responden. Hasil: Hasil penelitian ini menurut analisis statistik deskriptif menunjukkan rata-rata lebar interpremolar adalah 36,7 ± 2,9 mm dan rata-rata lebar intermolar adalah 46,6 ± 3,1 mm. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa lebih banyak responden yang memiliki lebar interpremolar dan lebar intermolar lebih besar daripada analisis Pont.Kata kunci : Suku Banjar, Analisis Pont, Lebar Lengkung Rahang
Co-Authors Afifah Rahmiati Agung Pratama Akbar Agung Satria Wardhana Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Andiyah, Angelia Wurie Anugrah Qatrunnada Hakim Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Azhary Ramadhan Azhary Ramadhan, Azhary Baehaqi Bulqis Az Zahra Cholil Cholil Cholil, Cholil Dea Pengasih Debby Saputera, Debby Deslita Trilianti Istiyana Deslita Trilianti Istiyana, Deslita Trilianti Diana Wibowo Dini Maulani Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma Edi Hartoyo Erida Wydiamala Eugenia Clairine Farah Aida Putri Ferdy Juliannor Fajar Fifi Dwidhanti Firdaus, I Wayan Arya Krishnawan Garcia, Frida Dillenia Contesa Ghina Ulya Rifdayanti Hatta, Isnur Huldani Huldani Husnul Khatimah I Wayan Arya K. Firdaus I Wayan Arya Krishnawan Firdaus I Wayan Arya Krisnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Kusuma Wardani Irnamanda D.H., Irnamanda Khatimah, Husnul Latifah, Ananda Putri Melisa Budipramana, Melisa Melissa Budipramana Muhammad Khairul Ikhsan Muhammad Wafii Ramadhan Nada Putri Ariska Nida Aulia Noorma Noorma Nor Rahman Sugiarto Norliyanti Norliyanti Nurfarahin Ajani Nurrahman, Tri Nurul A&#039;idah Oktiani, Beta Widya Rahmad Arifin Raudatul Izzah Renie Kumala Dewi Retno Septiana Ananda Retno Septiana Ananda, Retno Septiana Rima Permata Sari, Rima Permata Rizki Sri Yuliati Robiyansyah, Hengki Rosihan Adhani, Rosihan Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Sherli Diana Siti Aulia Rahmah Sofyan Erwandi Taqwa Handraji Manto Theresia Indah Budhy Sulisetyawati Tri Putri, Deby Kania Utami, Juliyatin Putri Widiawati, Shely Desia Wydiamala, Erida Yusrinie Wasiaturrahmah Z. Paramitha, Andi Irmaya