Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF TABLETOP DISASTER EXERCISE (TDE) ON EMERGENCY RESPONSE PREPAREDNESS FLOOD DISASTER IN ADOLESCENTS IN THE VILLAGE SIWALAN KEDUNGDALEM DRINGU PROBOLINGGO Salamah, Ummatus; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 1 No. 03 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TDE simulation is a simulation that is carried out by playing role plays by all participants to solve problems related to the management of disaster victims on a three-dimensional table board media so that knowledge and skills in disaster emergency response can increase through analysis of problem solving contained in previously created scenarios. . The research method used in this research is One Group pre test and post test design. The sampling technique used was proportionate random sampling for all teenagers according to the inclusion and exclusion sample size of 79 respondents. The Wilcoxon test results showed a p value: 0.000<0.05. This shows that there is an influence of the Tabletop Disaster Exercise (TDE) simulation on flood disaster emergency response readiness among teenagers in Siwalan Hamlet, Kedungdalem Village, Dringu District, Probolinggo Regency.
Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo Zakiyatul Masruro; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i2.705

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara tidak normal dan terus menerus. Stress merupakan suatu kondisi melalui sistem saraf simpatis sehingga aliran darah menjadi naik secara tidak menentu. Self management merupakan kemampuan individu untuk mempertahankan perilaku yang efektif. Salah satu media yang digunakan adalah meditasi mindfulness yang berisikan tentang pemusatan perhatian serta pikiran yang dilakukan dengan cara melakukan beberapa gerakan dan diiringi musik relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan one group pre post test design. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo yang menderita Hipertensi sejumlah 34 responden sesuai kriteria inklusi. Teknik sampling yaitu Purposive Sampling. Intervensi pada penelitian ini menggunakan meditasi mindfulness dengan cara berfokus pada kesadaran saat ini. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar kusioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan hipotesis Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tingkat stress pada pretest mayoritas kategori stress sedang sebanyak 26 responden (76,5 %). Pada data posttest mayoritas kategori tidak stress sebanyak 34 responden (100 %). Sedangkan self management pada pretest mayoritas kategori cukup sebanyak 30 responden (88,2 %). Pada data posttest mayoritas kategori baik sebanyak 34 responden (100 %). Nilai ρ value = 0,000 dengan tingkat signifikan ρvalue < α = 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya Ada Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo. Meditasi mindfulness dapat dijadikan media untuk menurunkan tingkat stress dan meningkatkan self management yang mudah dan tidak memerlukan biaya untuk dilakukan dirumah.
Pengaruh Edukasi Pemberian Tablet Fe Dengan Metode Emodemo Terhadap Kepatuhan Minum Tablet Fe Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Hafshawaty Nor Fadilah Wahyu Wulandari; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1988

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan terhadap anemia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pubertas dan menstruasi. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe menjadi salah satu faktor penyebab anemia. Edukasi dengan metode Emo-Demo dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi dalam mengonsumsi tablet Fe secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberian tablet Fe dengan metode Emo-Demo terhadap kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi sebanyak 103 remaja putri, dan sampel sebanyak 82 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pelaksanaan intervensi dilakukan selama 1 minggu secara bertahap dengan pendekatan edukasi interaktif dan menyenangkan. Instrumen pengumpulan data menggunakan metode pill count. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan minum tablet Fe saat pretest mayoritas berada dalam kategori tidak patuh, dengan hanya 15 responden (18,3%) yang tergolong patuh. Setelah diberikan edukasi dengan metode Emo-Demo, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kategori patuh, yakni menjadi 72 responden (87,8%). Hasil uji McNemar menunjukkan nilai p-value = 0.000 (<0.05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara edukasi dengan metode Emo-Demo terhadap kepatuhan minum tablet Fe. Edukasi dengan metode Emo-Demo mampu meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe. Pendekatan ini dapat menjadi alternatif edukasi yang menyenangkan, efektif, dan aplikatif dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri di lingkungan pesantren.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORAL HYGIENE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RA TARBIYATUS SHIBYAN DESA GUYANGAN Siti Nur Afifah; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6975

Abstract

Preschool-aged children are a vulnerable group susceptible to oral health problems; therefore, they need to be equipped with oral hygiene knowledge and skills to support healthy oral habits. This study aimed to determine the effect of health education using the PAIKEM learning model on children's oral hygiene knowledge and skills.Design in this research is a pre-experimental design with a one-group pre- post-test approach. The population comprised 32 respondents, with all 32 included in the study using total sampling. The intervention was implemented over eight consecutive days, for 30 minutes each day, using questionnaires and Standard Operating Procedures (SOP) as measuring instruments. Data were analyzed using the Wilcoxon test.The results showed improvements in oral hygiene knowledge and skills from pre-test to post-test. The pre-test revealed that the majority (24 respondents, 75%) were in the "poor" knowledge category. The post-test showed that the majority (23 respondents, 71.85%) were in the "good" knowledge category. For skills, the pre-test indicated that the majority (22 respondents, 68.8%) were in the "low" skill category, while the post-test showed that the majority (8 respondents, 25%) were in the "moderate" skill category. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of health education using the PAIKEM model on the oral hygiene knowledge and skills of preschool children at RA Tarbiyatus Shibyan, Guyangan.Health education using the PAIKEM model can foster innovation and creativity in children, making oral hygiene education more effective in reducing the risk of oral diseases.
Pengaruh Self Care Management Metode Emo Demo Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Desa Karangbong Ilda; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1995

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Salah satu strategi penting dalam mengendalikan penyakit ini adalah melalui edukasi self care management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi self care management dengan metode emosional demonstrasi (emo demo) terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel diambil secara purposive sampling dan melibatkan 42 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan modul dan easy touch. Intervensi diberikan delapan kali pertemuan edukasi dengan metode emodemo selama satu bulan. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar gulah darah sebelum diberikan edukasi 254.79 mg/dl dan sesudah diberiikan edukasi dengan rerata kadar gula darah 211.57 mg/dl. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh edukasi self care management dengan metode emo demo terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan ρ-valeu = 0.000.Penurunan kadar gula darah setelah intervensi edukasi self care management dengan metode emodemo terjadi karena meningkatnya pemahaman dan keterampilan responden dalam mengelola kondisi diabetes secara mandiri. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi disampaikan secara emosional (menyentuh perasaan) dan demonstratif (praktek langsung), sehingga lebih mudah dicerna, diingat, dan dipraktikkan oleh responden. Peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ini berkontribusi pada perbaikan kontrol metabolik, yang secara signifikan berdampak pada penurunan rerata kadar gula darah dari 254,79 mg/dL menjadi 211,57 mg/dL
Hubungan Resiliensi Dengan Kualitas Hidup Pasien Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang Dan Klakah Kabupaten Lumajang Febri Eka Chandra Kirana; Dodik Hartono; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2019

Abstract

Pasien kusta memerlukan tingkat resiliensi yang tinggi untuk beradaptasi, mempertahankan kesehatan fisik dan mental, serta mencegah penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup pada pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, Lumajang. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien kusta yang mengikuti program pengobatan kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, sebanyak 30 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Resiliensi dan Kualitas Hidup. Pengolahan data dilakukan melalui proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating, kemudian dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok resiliensi tertinggi pada pasien kusta adalah kelompok dengan resiliensi tinggi, yaitu sebanyak 11 responden (36,7%). Kualitas hidup tertinggi pada pasien kusta berada pada kategori kualitas hidup baik, yaitu 12 responden (40%). Berdasarkan Uji Rank Spearman terdapat hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, Lumajang, dengan nilai p=0.000 pada tingkat signifikansi 0.05 (p=0.000 ≤ α 0.05). Pasien kusta yang memiliki resiliensi tinggi akan mampu mempertahankan stabilitas diri dengan mematuhi standar perawatan dan pengobatan yang berlaku sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Pasien kusta diharapkan dapat meningkatkan kualitas resiliensi dengan menumbuhkan kepercayaan diri dan optimisme, membangun sistem dukungan yang kuat, serta menerima perubahan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.