Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Jenis Mulsa dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) di Dataran Rendah Sari, Enggis Purwita; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1154

Abstract

Stevia rebaudiana Bertoni adalah tanaman perdu tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari Paraguay. Stevia menghasilkan glikosida steviol yang memiliki tingkat kemanisan 250–350 kali dibanding sukrosa. Permintaan stevia meningkat dengan tajam maka dari itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi stevia. Upaya untuk meningkatkan produksi stevia adalah dengan pengembangan penanaman yang diarahkan ke dataran rendah. Dataran rendah memiliki kelembaban yang rendah dan suhu yang tinggi. Mulsa dapat menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Selain mulsa, peningkatan produksi stevia dapat dilakukan dengan pemberian pupuk nitrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman.Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaplikasian jenis mulsa dan dosis pupuk nitrogen yang tepat pada tanaman stevia di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Malang pada bulan Februari hingga Juni 2018 dan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama adalah jenis mulsa dan anak petak adalah dosis pupuk nitrogen. Setiap perlakuan terdiri dari tiga taraf dan diulang tiga kali. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa mulsa jerami dengan nitrogen 100 kg ha-1 menghasilkan rerata jumlah daun dan rerata luas daun lebih baik dibanding dengan mulsa jerami dengan tanpa nitrogen. Sebelum pemangkasan, rerata tinggi tanaman pada mulsa jerami tidak berbeda nyata dengan mulsa plastik hitam perak(MPHP), tetapi setelah pemangkasan rerata tinggi tanaman pada mulsa jerami berbeda nyata dengan mulsa MPHP. Mulsa jerami menghasilkan bobot kering total lebih baik dibanding dengan mulsa MPHP. Nitrogen 200 kg ha-1 menghasilkan bobot kering total lebih baik dibanding tanpa pupuk nitrogen
Pengelompokan 6 Klon Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Fase Vegetatif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Fisiologi Utami, Desy Fitri Fajar; Nihayati, Ellis; Roviq, Mochammad; Djumali, Djumali
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1218

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan baku utama gula yang menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah. Hal ini mendukung terjadinya peningkatan konsumsi gula di Indonesia dari tahun ke tahun. Tetapi, jumlah produksi gula di dalam negeri saat ini dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan gula di Indonesia. Permasalahan yang sering mucul pada rendahnya produksi gula antara lain dari segi budidaya tebu, yaitu penyiapan bibit, kualitas bibit dan varietas yang digunakan. Pemberdayaan koleksi plasma nutfah tebu hanya bisa dilakukan apabila tersedia informasi yang cukup tentang potensi sifat-sifat yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik morfologi dan fisiologi 6 klon tanaman tebu pada fase vegetative dan mengelompokkan 6 klon tanaman tebu berdasarkan kemiripan karakteristik morfologi dan fisiologi. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 6 klon tanaman tebu dan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Karangploso, Malang pada April – Juni 2018. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana dan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS 11.5 dengan dua tahap yaitu Analisis komponen utama dan Analisis klaster. Metode pengelompokan yang digunakan adalah metode aglomeratif dan ukuran ketidakmiripan yang digunakan adalah jarak Euclidean. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengelompokan berjumlah 3 klaster, klaster 1 terdiri dari MLG – 26, BL, MLG – 23. Klaster 2 terdiri dari MLG – 38 dan MLG – 45 sedangkan klater 3 terdapat klon Kentung.
Pengaruh Aplikasi Mulsa Jerami dan Kombinasi Pemupukan N dan Ca pada Pertumbuhan dan Hasil Serta Kandungan Flavonoid Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Sholihah, Puri Kholifatush; Murdiono, Wisnu Eko; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1230

Abstract

Tempuyung ialah tanaman herba yang tumbuh liar, daun tempuyung mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai lipotripika dan diuretika. Tempuyung tidak tahan kekeringan, mulsa berfungsi menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Nitrogen merupakan unsur penting penyusun protein, asam nukleat dan lipid tanaman. Tempuyung rentan penyakit karat yang disebabkan oleh jamur dan dapat menurunkan hasil produksi sampai 80 %. Pupuk Ca dapat meningkatkan kekuatan dinding sel dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis N dan Ca yang tepat pada penggunaan mulsa jerami untuk mendapatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman tempuyung terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 – Oktober 2018 di Jalan Pangestu, Telasih, Kepuharjo, kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama terdiri dari perlakuan tanpa mulsa jerami (M0) dan dengan mulsa jerami (M1). Faktor kedua adalah kombinasi pemupukan N dan Ca yang terdiri dari N 0 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P1), N 0 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P2), N 46 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P3), N 46 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P4), N 92 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P5) dan N 92 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P6). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan tanpa mulsa jerami dengan kombinasi pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan bobot segar daun dan bobot kering. Aplikasi mulsa jerami dan pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan kadar flavonoid.
Pengaruh Mulsa Jerami dan Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Produksi Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Medium Octavina, Dwita Risti; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1243

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan jenis tanaman herba semusim yang berasal dari daerah subtropis, sehingga budidaya tanaman bit merah di Indonesia banyak dilakukan di daerah dataran tinggi (≥ 1000 mdpl). Pengolahan tanah yang intensif pada lahan berlereng akan berdampak pada terjadinya degradasi lahan. Penanaman bit merah di dataran medium dengan kondisi lingkungan yang lebih aman dari terjadinya erosi, memiliki beberapa faktor pembatas seperti suhu. Sehingga perlu dilakukan rekayasa lingkungan melalui penggunaan mulsa, yaitu mulsa organik yaitu jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi tentang ketebalan mulsa jerami dengan dosis pemupukan N yang tepat untuk pertumbuhan, hasil serta kandungan antosianin pada tanaman bit merah di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Maret – Juni 2018. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 12 kombinasi perlakuan 3 ulangan diuji lanjut menggunakan BNT dengan taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan yakni jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot umbi dan kandungan antosianin pada umbi. Hasil analisis varian menunjukkan adanya interaksi antara ketebalan mulsa jerami dengan dosis nitrogen pada parameter jumlah daun, bobot segar tanaman dan bobot umbi. Mulsa jerami dengan ketebalan 6 cm dengan dosis nitrogen 250 kg. ha-1 mampu meningkatkan bobot segar dan bobot umbi tanaman. Penggunaan ketebalan mulsa jerami 6 cm berpengaruh terhadap menurunkan suhu tanah dan menaikkan kelembaban tanah serta dapat meningkatkan kandungan antosianin pada umbi bit merah.
Pengaruh Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA terhadap Presentase Tumbuh Bahan Tanam Krisan (Chrysanthemum morifolium) secara in vitro Lydianthy, Holanda; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1250

Abstract

Teknik kultur jaringan merupakan salah satu metode yang digunakan sebagai alternatif untuk memecahkan masalah rendahnya produktivitas tanaman krisan yang belum mampu memenuhi permintaan pasar. Teknologi ini telah banyak digunakan untuk perbanyakan bibit untuk menghasilkan bibit yang seragam dan kualitasnya terjamin terutama pada berbagi tanaman hias.  Melalui kultur jaringan, tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dihasilkan bibit yang lebih baik dan bibit yang unggul.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) dan NAA (Naphtaleine Acetic Acid) yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan tunas eksplan krisan yang diperbanyak melalui multiplikasi tunas.   Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2019. Penelitian dilaksanakan di Materia Medica, Jl. Lahor N0. 87, Pesanggrahan, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunas dari eksplan krisan varietas Fuji White sekitar 1 cm, zat pengatur tumbuh BAP dan NAA. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan yaitu; B0N0, B0N1, B1N0, B1N1, B2N0, B2N1, B3N0, B3N1, B4N0 dan B4N1. Analisis data yang digunakan adalah uji F taraf 5%. Apabila uji F 5% memberikan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan (B1N1) dengan pemberian BAP 0,25 mg/L + NAA 0,025 mg/L berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tunas, jumlah daun dan tinggi eksplan krisan.
Pengaruh Pemberian Air dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.Urb) Derantika, Clarista; Nihayati, Ellis
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.082 KB)

Abstract

Pegagan ialah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Pada bagian daun dan batangnya mengandung zat kimia diantaranya ialah asiaticosida yang bermanfaat sebagai penyembuhan luka dan antilepra. Tanaman pegagan cenderung tumbuh subur pada kondisi kecukupan air dan kurang mampu beradaptasi terhadap kondisi tekanan kekeringan yang relative tinggi. Air dan unsur hara merupakan suatu komponen penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai pelarut hara, penyusun protoplasma, bahan baku fotosintesis dan lain sebagainya Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan bagian vegetatif tanaman. Kondisi air pada tanah serta keberadaan nutrisi khususnya nitrogen dapat mempengaruhi metabolisme tanaman pegagan yang termasuk didalamnya meningkatkan pertumbuhan tanaman pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui interaksi pemberian air dan dosis pupuk nitrogen yang tepat untuk pertumbuhan pegagan. Penelitian dilaksanakan Maret – Mei 2018 di Venus Orchid and Nursery, Dau Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali.Faktor pertama adalah pemberian air berdasarkan persentase kapasitas lapang, diantaranya A1 = 100 % kapasitas lapang ; A2 = 80 % kapasitas lapang ; A3 = 60 % kapasitas lapang. Faktor kedua adalah dosis unsur nitrogen diantaranya P0 = tanpa pupuk nitrogen ; P1 = 69 kg ha-1 ; P2 = 138 kg ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemberian air 100% KL dengan pupuk nitrogen 138 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun dan jumlah anakan tertinggi.
The Plant Wisdom of Dayak Ot Danum, Central Kalimantan Herianto, Herianto; Kusuma, Zaenal; Nihayati, Ellis; Prayogo, Cahyo
Journal of Tropical Life Science Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.361 KB) | DOI: 10.11594/jtls.08.02.06

Abstract

This research aims to describe plants diversity having local wisdom value for Ot-Danum Dayak people, Tumbang Payang village and Tumbang Kania village, Central Kalimantan. The result reveals that since a long time ago, Ot-Danum Dayak people truly depend on natural resources to meet various daily needs. The vast majority of subsistence and society's income are form forest plants product. Plant diversity can provide food product for society, can produce various plants to be consumed and also produce alternative income sources, such as exploited for food, medicine, fermentation, tonic, cosmetic, building material and etc. However, the existing plant diversity is endangered since deforestation and forest degradation, and even there are many lesser-known species. Therefore, it needs to quickly find the information about the species to conservation effort, given the existing forest resource has a big potential to be developed and cultured to the species through domestication and providing a genetic resource for hybridization and selection.
Pengaruh Pemakaian Mulsa dan Dosis Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Purnamaningrum, Aisyah; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1289

Abstract

Tanaman Iler merupakan tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Tanaman ini mengandung flavonoid yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan manusia seperti obat wasir, bisul, peluruh haid, dan penambah nafsu makan, serta memiliki warna daun menarik dan memiliki kesan estetika yang tinggi akibat kandungan antosianin yang ada didalamnya. Budidaya tanaman iler membutuhkan kondisi lingkungan tertentu seperti kelembaban tanah, suhu tanah, dan unsur hara nitrogen. Kandungan nitrat dalam tanah memiliki sifat yang mudah tercuci sehingga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman. Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dapat menjaga kandungan nitrogen tanah dengan mencegah terjadinya pencucian hara yang berlebihan serta mengurangi penguapan nitrogen dari dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dan mempelajari pengaruh pemakaian mulsa dan dosis nitrogen pada pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman iler, Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP UB pada bulan Februari – Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tanpa mulsa (M0) dan mulsa MPHP (M1). Faktor kedua dosis pupuk nitrogen terdiri dari 0 kg/ha (N0), 20 kg/ha (N1), 40 kg/ha (N2), 60 kg/ha (N3), dan 80 kg/ha (N4).  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemakaian mulsa dengan dosis nitrogen. Perlakuan pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman iler, sedangkan penambahan dosis nitrogen sebanyak 0 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin dan flavonoid. Perlakuan tanpa pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 80 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin, dan flavonoid, sedangkan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan hasil bobot segar dan bobot kering tanaman iler.
Respon Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Tanaman Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus Lour.) pada Berbagai Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen Yuniarachma, Alifia; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1291

Abstract

Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus Lour) ialah tanaman herba yang toleran terhadap naungan dan bersifat antioksidan karena memiliki kandungan flavonoid. Manfaat antioksidan dibutuhkan salah satunya untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, untuk menghasilkan kandungan antioksidan tinggi dibutuhkan suatu proses budidaya yang optimal. Salah satu faktor budidaya yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bangun-bangun ialah intensitas cahaya dan input nutrisi terutama nitrogen, sehingga dibutuhkan penelitian untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan tingkat kerapatan naungan yang sesuai terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid tanaman bangun-bangun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo Universitas Brawijaya, Malang pada Februari – Mei 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu tanpa naungan (0%), kerapatan naungan 25%, kerapatan naungan 50%, dan kerapatan naungan 75%, sedangkan faktor kedua yaitu tanpa urea (0 kg/ha), urea 100 kg/ha, dan urea 235 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha memberikan respon lebih baik pada variabel jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, tebal daun, dan kadar klorofil total. Perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha tanpa interaksi memberikan respon lebih baik pada hasil bobot segar daun dan bobot kering daun. Kualitas flavonoid lebih tinggi ditemukan pada perlakuan urea 100 kg/ha.
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kedelai [Glycine max (L) Merr.] terhadap Pengairan Nuria, Grace Ajeng; Nihayati, Ellis; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1305

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman penting di Indonesia. Komoditas ini kaya protein nabati yang relatif lebih murah dibandingkan dengan sumber protein lainnya dan diperlukan untuk meningkatkan gizi masyarakat (Damardjati et al., 2005). Kebutuhan kedelai sekitar 2,3 juta ton biji kering tahun-1 sementara produksi dalam negeri berkisar pada 982,47 ribu ton biji kering tahun-1 yang hanya dapat memenuhi 43% dari total kebutuhan negara. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2015), Konsumsi kedelai akan mengalami peningkatan sebesar 4,99% per tahun. Ketidakstabilan produksi kedelai di Indonesia disebabkan oleh penurunan luas panen kedelai yang tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas kedelai (Malian, 2004). Dalam kegiatan budidaya, salah satu faktor yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah ketersediaan air. Ketersediaan air yang tercukupi pada fase generatif sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu perbedaan varietas juga dapat memberikan respon yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Jatimulyo. Penelitian dilakukan faktorial dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Faktor pertama merupakan pemberian air dengan tingkat berbeda, faktor kedua merupakan varietas dengan dua varietas berbeda. Macam tingkat pemberian air yang digunakan adalah K0 (100% kapasitas lapang), K1 (75% kapasitas lapang), K2 (50% kapasitas lapang), K3 (25% kapasitas lapang). Dan varietas yang digunakan adalah V1 (UB 2) dan V2 (Anjasmoro). Data dianalisis mengunakan analisis ragam taraf 5% dan dilanjutkan menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat interaksi dan jika tidak terdapat interaksi, maka dilakukan uji lanjut  menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agnestika, Intan Kartika Agnestika, Intan Kartika Agusti Ardiansyah Saputro Agwi, Szatayu Nabila Agwi, Szatayu Nabila Alwan, Nur Ibnu Andi Kurniawan Andini, Irmalia Mirza Andini, Irmalia Mirza Anna Satyana Karyawati Ariffin, Arifin ARIS BUDI UTOMO, ARIS BUDI Armita, Deffi Armita, Deffi Arry Supriyanto Audina, Diana Azizah, Nur Azizah, Nur Barunawati, Nunun Budi Waluyo Cahyo Prayogo, Cahyo Derantika, Clarista Diah Latifah DJUMALI DJUMALI, DJUMALI Djumali, Djumali Doppy Roy Nendissa Eko Widaryanto Hariadi, Nurul Hazrinah, Novia Dwi Hazrinah, Novia Dwi Hendardi, Bramantyo Hendardi, Bramantyo Iman Sudrajat Irvania, Widha Kalsumy, Umi Kalsumy, Umi Kartikasari, Asti Kartikasari, Asti Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Larasati, One Grahita Dinar Latifah Diah Puspasari Lestari, Aryani Trie Lestari, Aryani Trie Lilik Setyobudi Lintang, Cempaka Widyas Lintang, Cempaka Widyas Lydianthy, Holanda Lydianthy, Holanda M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfirah Maghfirah Maghfirah, Maghfirah Maghfoer, Moch Dawam Maulana, Riskan Servira Maulana, Riskan Servira Melati, Agatha Indah Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Neilla Nurilla Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Azizah Nuria, Grace Ajeng Nuria, Grace Ajeng Nurilla, Neilla Nurtalitha, Saviera Hayu Nurtalitha, Saviera Hayu Nurul Hariadi Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Octavina, Dwita Risti Octavina, Dwita Risti Parastaka, Ghanousha Parastaka, Ghanousha Pratama, Faris Fikardian Pratama, Faris Fikardian Purnamaningrum, Aisyah Purnamaningrum, Aisyah Puspasari, Latifah Diah Putra, Anggara Ista Rahayu, Aldila Putri Ramadhan, Roni Ratri, Yonita Cahya Ratri, Yonita Cahya Rezyawaty, Mariana Rezyawaty, Mariana Rizal, Syamsi Rizal, Syamsi Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rosi, Akhmad Rosi, Akhmad Rosida, Anisa Roviq, Muhammad Rulliyah, Binti Rulliyah, Binti Rurini Retnowati Sabrina, Aulia Ilma Mirza Sabrina, Aulia Ilma Mirza Saitama, Akbar Salsabila, Shofa Santoso, Mudji Saputera Sari, Enggis Purwita Sari, Enggis Purwita Setyobudi, Lilik Sholihah, Puri Kholifatush Sholihah, Puri Kholifatush Simorangkir, Christina Anzelia Simorangkir, Christina Anzelia Sitawati Sitawati Soemarno Soemarno Sudrajat, Iman Sumarno . Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Supriyanto, Arry Suryaatmaja, Bagas Heri Sutikno, Handy Budiman Swasono, Fris Guinnea Swasono, Fris Guinnea Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Taihuttu, Hermina Neltje Tatik Wardiyati Tatik Wardiyati Titiek Islami Titin Apung, Atikah Tristinandi, Putri Yunia Rahma Utami, Christa Dyah Utami, Desy Fitri Fajar Utami, Desy Fitri Fajar Utami, Erinda Patmawati Putri Utami, Erinda Patmawati Putri Yogi Sugito Yuniarachma, Alifia Yuniarachma, Alifia Zaenal Kusuma