Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) AKIBAT PEMBERIAN DUA MACAM PUPUK KANDANG DI DESA SUMBER BRANTAS KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Pakaya, Cindriany; Azizah, Nur; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang ialah salah satu komoditi pangan yang umumnya dimanfaatkan sebagai sayur dan berbagai macam olahan industri. Potensi kentang yang cukup besar diminati masyarakat membuat beberapa wilayah di Indonesia khususnya pulau Jawa yang memiliki kesesuaian agroklimat mengembangkan wilayahnya untuk budidaya kentang. Salah satu sentra produksi kentang di Kota Batu adalah Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji. Kegiatan pertanian yang cukup intensif disertai penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus mengakibatkan terjadinya degradasi lahan sehingga kesuburan tanah di kawasan ini juga ikut menurun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan varietas yang cocok untuk dibudidayakan di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari hingga juni 2015 menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 30 petak percobaan. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman , jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, jumlah umbi pertanaman, bobot umbi, serta, grade umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam pupuk kandang memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot umbi per hektar, serta bobot umbi berdasarkan grade lima varietas kentang. varietas Nadia memberikan respon terbaik pada pemberian pupuk kandang ayam sedangkan varietas GK UB dan GK BPTP Malang memberikan respon terbaik pada pemberian pupuk kandang sapi.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN BUAH HASIL PERSILANGAN MANGGA ARUMANIS 143 DENGAN PODANG URANG Sudrajat, Iman; Nihayati, Ellis; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga Arumanis 143 berasal dari daerah Probolinggo, Jawa Timur. Mangga arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai mangga unggulan, karena rasa yang disukai konsumen (Rebin et al., 2001). Mangga Podang Urang merupakan salah satu produk buah unggulan lokal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kekhasan yang dimiliki oleh mangga Podang Urang terutama adalah pada penampilan warna kulit buah merah jingga menarik, daging buah jingga, bentuk buah cantik. (Baswarsiati dan Yuniarti, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari buah hasil persilangan mangga varietas Arumanis-143 dengan varietas Podang Urang adalah untuk  mengetahui  keragaman morfologi dan organoleptik. Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pengembangan Benih Hortikultura yang beralamat di jalan Urip Sumoharjo no. 33, Pohjentrek, Kota Pasuruan,  Provinsi Jawa Timur, dan di laboratorium fisiologi tumbuhan fakultas pertanian universitas Brawijaya. Penelitian dilakukan pada bulan Agusutus 2013 sampai  Februari 2014. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah pohon mangga berusia tujuh tahun yang telah dipanen dari hasil persilangan varietas Arumanis-143 x Podang urang dan Podang Urang x Arumanis-143. Jumlah pohon sebanyak 70 pohon dengan rincian persilangan Podang Urang x Arumanis-143 berjumlah 25 pohon, persilangan Arumanis-143 x Podang Urang berjumlah 43 pohon, pohon induk varietas Arumanis-143 berjumlah satu pohon, dan pohon induk mangga varietas Podang Urang berjumlah satu pohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengumpulan data pada pengamatan langsung melalui karakterisasi, dan uji organoleptik dengan pengumpulan data yang didapat dari beberapa panelis.
PENGARUH PEMBERIAN AGEN HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI BUMIAJI, BATU Sa’diyah, Halimatus; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan produktivitas  kentang selain ditanam di dataran tinggi, maka penanaman diarahkan ke dataran medium untuk menunjang program diversifikasi pangan. Pengembangan tanaman kentang di dataran medium masih kurang diminati petani karena produktivitas masih rendah dan biaya perawatan tinggi. Penggunaan varietas dan agen hayati merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas kentang yang tumbuh lebih baik pada dataran medium di Bumiaji, Batu, dan mendapatkan pengaruh agen hayati pada pertumbuhan tanaman kentang pada dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2015 di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali. Faktor pertama, agen hayati sebagai petak utama terdiri dari tanpa agen hayati dan agen hayati (Trichoderma viride, Pseudomonas fluoresens, dan Streptomyces sp.). Faktor kedua, varietas kentang sebagai anak petak terdiri dari  varietas Desiree, DTO 28, Granola Lembang UB, Granola Kembang UB, dan Nadiya. Hasil penelitian perlakuan agen hayati dan lima varietas kentang menunjukkan terjadi interaksi pada pengamatan tinggi tanaman umur 35 dan 42 hst, jumlah daun pada umur 28 dan 42 hst, intensitas serangan Phythoptora infestan pada umur 28 hst, dan hasil umbi per tanaman. Perlakuan agen hayati berpengaruh nyata pada jumlah daun pada umur 63 hst dan jumlah umbi per tanaman. Varietas DTO 28 dan Nadiya memiliki hasil umbi per petak dan hasil umbi per hektar lebih tinggi dari varietas Desiree, Granola Lembang UB, dan Granola Kembang UB.
PEMBUNGAAN MANGGA HASIL PERSILANGAN ARUMANIS 143 DENGAN PODANG URANG DI MUSIM KEMARAU Ningsih, Rahmawaty Awaliyah; Murdiono, Wisnu Eko; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memasuki musim kemarau terhitung sejak bulan Juni 2015. Akibat musim kemarau, banyak wilayah di Indonesia yang mengalami kekeringan. Salah satu tanaman yang terkena dampak perubahan iklim berupa kekeringan ialah tanaman mangga. Pusat statistik pertanian menyatakan bahwa selama tahun 2012-2013 produksi mangga mulai menurun. Salah satu faktor yang mempengaruhi ialah kekeringan. Diantara penyebab kekeringan yaitu kekurangan suplai air di daerah sistem perakaran yang mengakibatkan terganggunya metabolisme tanaman termasuk mangga. Di UPT PBH Pohjentrek, Pasuruan dilakukan kegiatan budidaya serta persilangan tanaman mangga diantaranya Arumanis 143 dengan Podang Urang. Hasil persilangan varietas tersebut rencananya akan dilepas pada tahun 2015, karena kurangnya suplai air sehingga banyak pohon mangga yang mengalami kerontokan pada bunga, tidak terjadi pembungaan sehingga berdampak penurunan hasil panen. Perlu dipelajari dan dikaji tentang pembungaan mangga hasil persilangan Arumanis 143 dengan Podang Urang di musim kemarau. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh kekeringan terhadap pembentukan bunga mangga hasil persilangan Arumanis 143 dengan Podang Urang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan mengamati perkembangan tanaman serta mengukur kadar air tanah, kandungan air daun, menghitung kerapatan stomata dan selama observasi kebun tidak diairi. Penelitian dilaksanakan di kebun milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian UPT Pengembangan Benih Hortikultura, Jl. Urip Sumoharjo No.33, Pohjentrek, Pasuruan pada bulan Mei sampai November 2015. Hasil penelitian menunjukkan 38 tanaman (50%) yang berbunga dan 17 tanaman (22.37%) yang berbuah besar dari 76 tanaman hasil persilangan AP dan PA. Kadar air tanah tidak ada hubungannya dengan jumlah stomata yang membuka, kerapatan stomata dan kandungan air daun.
PENGARUH AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL 5 VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM PONCOKUSUMO MALANG Farid, Muhammad; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) ialah salah satu komoditas potensial sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai arti penting pada perekonomian Indonesia. Salah satu penyakit yang menyebabkan produktivitas kentang menurun ialah busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agens hayati terhadap pertumbuhan dan hasil 5 varietas tanaman kentang   (Solanum tuberosum L.) di dataran medium Poncokusumo Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juni 2015, di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh agens hayati terhadap macam varietas menunjukkan pengaruh yang berbeda. Varietas Nadiya menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik di dataran Medium Poncokusumo Malang dengan hasil umbi mencapai 19,72 ton/ha.
PENGARUH PEMBERIAN THIDIAZURON (TDZ) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) cv. ‘Smooth Cayyene’ ASAL MAHKOTA BUAH Prasiwi, Indika Dwi; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas ekspor andalan pertanian Indonesia berdampingan dengan kelapa, karet, kelapa sawit, kopi, kakao, manggis dan mangga. Berdasarkan wilayahnya, pada tahun 2011 Pulau Jawa memiliki produktivitas buah nanas yang lebih besar dibandingkan dengan produktivitas buah nanas di luar Pulau Jawa. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas nanas adalah dengan memperbaiki manajemen penyediaan bibit. Super mikro section crown merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif dengan menggunakan mahkota buah, tetapi memiliki persentase tumbuh tunas yang rendah, dan memiliki waktu muncul tunas yang lama. Thidiazuron (TDZ) merupakan salah satu sitokinin tipe phenylurea sintetik yang memiliki kemam-puan lebih baik dalam menginduksi tunas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meng-analisis pengaruh aplikasi thidiazuron (TDZ) terhadap pertumbuhan bibit nanas (Ananas cosmosus (L) Merr.) cv. ‘Smooth Cayenne’ klon MD 2 asal mahkota buah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan enam perlakuan. Pengamatan dilakukan pada umur muncul tunas, persentase tumbuh tunas, jumlah tunas, berat segar tunas, dan panjang akar. Penelitian dilaksanakan di ruang pembibitan milik Crop Development PT. Great Giant Pineapple, Jl. Lintas Timur KM. 77 Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada bulan Januari hingga Maret 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan potongan dengan konsentrasi TDZ. Pada potongan 32 peningkatan konsentrasi TDZ tidak ber-pengaruh pada persentase tumbuh dan jumlah tunas, namun pada potongan 64 peningkatan konsentrasi TDZ berpengaruh pada peningkatan persentase tumbuh dan jumlah tunas.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN MORFOLOGI BUNGA DAN BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) HASIL SELEKSI DARI PERSILANGAN ANTARA ARUMANIS-143, HADEN, SWARNARIKA DAN PODANG URANG Bela, Dika Meinar Laili; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arumanis-143 merupakan salah satu jenis mangga dengan kulit hijau yang banyak diminati konsumen lokal. Karakter warna kulit kuning banyak diminati di luar negeri. Untuk meningkatkan potensi ekspor maka pada tahun 2006 dilakukan persilangan antara Arumanis-143 dengan mangga berkulit kuning kemerahan seperti Haden, Swarnarika dan Podang Urang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, keragaman dan stabilitas bunga dan buah mangga unggulan hasil seleksi dari persilangan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi berdasarkan IPGRI. Karakterisasi untuk pengamatan bunga dan buah antara lain, waktu muncul bunga, bentuk klaster, warna tangkai klaster, warna klaster, jumlah klaster, panjang klaster, persentase fruitset, bentuk ujung buah, warna daging buah masak, diameter buah, berat buah, tebal daging buah, kekerasan buah dan uji organoleptik. Karakter kualitatif bunga memiliki kemiripan dengan tetua Arumanis-143 sebesar 92%, karakter kuantitatif bunga sebesar 64,28%, karakter kualitatif buah sebesar 93,3% dan karakter kuantitatif buah sebesar 100%. Untuk bentuk klaster, warna bunga, bentuk buah, mengalami stabilitas. Sedangkan jumlah bunga, fruitset dan jumlah buah panen mengalami penurunan karena kondisi lingkungan yang kering.
PENGARUH PEMBERIAN KINETIN DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP PERTUMBUHAN MOTHER PLANT KRISAN (Chrysanthemum sp.) Sari, Atika Novita; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan (Chrysanthemum sp.) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek pucuk mother plant. Mother plant krisan merupakan tanaman induk yang dipelihara selalu dalam keadaan vegetatif untuk produksi bahan stek pucuk yang berasal dari pertumbuhan tunas aksilar. Peningkatan produksi krisan erat kaitannya dengan usaha peningkatan produksi bibit. Salah satu cara meningkatkan produksi bibit yaitu dengan mengoptimalkan pertumbuhan mother plant sehingga dapat memacu pertumbuhan tunas aksilar dan meningkatkan hasil panen pucuk krisan. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan teknologi budidaya dengan pemanfaatan zat pengatur tumbuh Kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pemacu pertumbuhan mother plant krisan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi kinetin dan pengaruh PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ideal yang dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil produksi pucuk mother plant krisan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi kinetin yakni K1: 0 ppm, K2: 10 ppm, K3: 20 ppm, K4: 30 ppm, dan K5: 40 ppm, sedangkan faktor kedua aplikasi PGPR yaitu P1: tanpa PGPR dan P2: menggunakan PGPR. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemberian kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Perlakuan pemberian kinetin konsentrasi 30 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas aksilar dan hasil panen pucuk mother plant krisan.
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Brassica rapa L. dan Brassica juncea L. Indriyani, Nofita; Wardiyati, Tatik; Nawawi, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi merupakan salah satu jenis sayuran daun, umumnya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bagian tanaman sawi yang bernilai ekonomis adalah daun maka upaya peningkatan produksi diusahakan pada peningkatan produk vegetatif untuk mendukung upaya tersebut dilakukan pemupukan. Pupuk bahan organik yang telah ditakar kebutuhannya sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, mampu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman dari awal hingga panen. Dengan demikian kualitas dan jenis bahan organik yang digunakan, akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pupuk kandang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Brassica rapa L. dan Brassica juncea L. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2015 di dalam greenhouse Kurnia Ayu Kitri Farm, kecamatan Sukun, Malang dengan ketinggian tempat sekitar 450 m dpl.   Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 8 kombinasi perlakuan.  Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan menggunakan uji BNT pada taraf 5 %. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang kambing menunjukkan hasil yang terbaik untuk tanaman Brassica rapa L. dan Brassica juncea L. pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kandang kambing dapat meningkatkan hasil bobot segar tanaman sebanyak 21,81% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang.
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR GINGEROL PADA DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) Rizqullah, Dellia Rezha Bayu; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman herbal yang memanfaatkan bagian rimpang. Beberapa senyawa dalam jahe merupakan penyusun rasa pedas yang banyak dibutuhkan oleh konsumen. Senyawa utama penyusun rasa pedas tersebut adalah Gingerol, Zingerone dan Shagaol. Tingginya permintaan jahe dengan kualitas yang tinggi tidak diikuti hasil petani yang hanya mengandalkan berat hasil panen jahe. Penggunaan pupuk kandang dalam budidaya jahe berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar gingerol pada kedua jenis jahe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 hingga Juni 2017 di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu (J1) jahe gajah (Zingiber officinale var offichinarum)  dan (J2) jahe emprit (Zingiber officinale var amarum). Faktor kedua jenis pupuk kandang yaitu, (P0) tanpa pupuk (kontrol), (P1) pupuk kotoran sapi, (P2) pupuk kotoran kambing, dan (P3) pupuk kotoran ayam. Dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan, hasil rimpang dan kadar gingerol pada jahe. Hasil pertumbuhan tertinggi didapat pada jahe gajah dengan perlakuan pupuk ayam, sedangkan hasil kadar gingerol tertinggi didapat pada jahe gajah perlakuan pupuk sapi. Selain pupuk kandang umur panen juga mempengaruhi kualitas dari kadar gingerol. Pada jahe emprit tidak maksimal dipanen pada umur 6 bulan, sehingga kadar gingerol pada jahe emprit relatif lebih rendah dibandingkan jahe gajah. sebagai induk karena performasi pertumbuhannya yang terbaik.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik