Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KETEBALAN MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) G1 VARIETAS GRANOLA KEMBANG Nugrohowati, Betty Meiariani; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab penurunan produksi kentang di Indonesia ialah kurangnya ketersediaan bibit bermutu dan teknik budidaya yang khusus seperti ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk. Bibit kentang G0 diperoleh hasil stek mini dari kultur jaringan yang bebas virus, oleh sebab itu perlu diperbanyak untuk menghasilkan umbi G1. Salah satu hal yang mempengaruhi hasil umbi kentang ialah ketebalan media tanam. Ketebalan media tanam yang berbeda akan mempengaruhi pada jumlah umbi. Faktor utama pada pupuk daun ialah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. Waktu pemberian pupuk daun yang berbeda dapat meningkat-kan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil kentang (Solanum tuberosum L.) G1 va-rietas Granola Kembang. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei 2014 sampai dengan Agustus 2014, di Kebun Percobaan Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan media tanam 15 cm+pemberian pupuk daun Gandasil B pada umur 21, 28, 35, dan 42 hst menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi pada umur 42 dan 56 hst dibanding perlakuan yang lain. Perlakuan ketebalan media tanam dan interval pemberian pupuk daun Gandasil B tidak mempengaruhi semua variabel pengamatan dan komponen hasil.
PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI 2,4-D DAN BAP PADA MEDIA MS TERHADAP INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Waryastuti, Defi Eka; Setyobudi, Lilik; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak merupakan tanaman berkhasiat yang potensial untuk dikembangkan, namun keterbatasan varietas bibit unggul, rentan penyakit, keragaman kualitas dan produktivitas rendah menyebabkan produksinya menurun, sehingga kebutuhan rimpang temulawak bermutu yang mampu menghasilkan kadar kurkumin tinggi masih belum terpenuhi. Induksi kalus merupakan tahapan penting dalam hibridisasi somatik  melalui fusi protoplas untuk menghasilkan tanaman hibrida serta pembentukan embrio dalam embriogenesis somatik. Induksi kalus juga dapat digunakan untuk produksi kurkumin secara massal dalam waktu singkat. Penelitian bertujuan untuk mempe-roleh konsentrasi 2,4-D dan BAP optimal untuk induksi dan proliferasi kalus embriogenik temulawak yang dilaksanakan pada Mei 2012-Juli 2013 di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian mengguna-kan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi 2,4-D 0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, 1.5 ppm, 2 ppm dan 2.5 ppm. Faktor 2 yaitu konsentrasi BAP 0 ppm, 0.15 ppm dan 0.3 ppm. Penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu 1) Tahap inisiasi tunasmotherstock, 2) Inisiasi kalus untuk eksplan, 3) Penelitian induksi kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi 2,4-D dengan BAP. Perlakuan 2,4-D 2 ppm menghasilkan kalus yang baik, banyak, inisiasi cepat dan efisien (optimal) pada BAP 0 ppm. Kalus yang dihasilkan sebanyak 26,18 mg dengan persentase tertinggi yaitu 100%, struktur kalus remah dan berwarna hijau kekuningan terang. Tunas, akar atau daun terbentuk pada perlakuan 2,4-D 0 ppm + BAP 0 ppm; 0.15 ppm; 0.3 ppm. Pemberian 2,4-D yang cukup tinggi mampu menghasilkan induksi dan proliferasi kalus yang optimal pada media rendah BAP.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA TERHADAP HASIL PERTUMBUHAN DAN KADAR NITROGEN TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var .Nova) Mukti, Muhammad Saifullah; Wardiyati, Tatik; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi tanaman kailan dilakukan melalui pemupukan. Penelitian bertujuan untuk. Mendapatkan aplikasi waktu pemberian pupuk kandang lebih baik dengan dosis Urea yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kadar Nitrogen Tanaman Kailan (Brassica oleracea L.). Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2014 di Pandanrejo Bumiaji Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 dan 3 kali ulangan. P1W0 = Pupuk Urea dosis  100 kg ha-1 dengan pupuk kandang 0 minggu sebelum tanam P1W1 = pupuk Urea dosis  100 kg ha-1 dengan pupuk kandang 1 minggu sebelum tanam P1W2 = pupuk Urea dosis  100 kg ha-1 dengan pupuk kandang  2 minggu sebelum tanam P1W3 = pupuk Urea dosis  100 kg ha-1 dengan pupuk kandang 3 minggu sebelum tanam P2W0 = pupuk Urea dosis  200 kg ha-1 dengan pupuk kandang 0 minggu sebelum tanam P2W1 = pupuk Urea dosis  200 kg ha-1 dengan pupuk kandang 1 minggu sebelum tanam P2W2 = pupuk Urea dosis  200 kg ha-1 dengan pupuk kandang 2 minggu sebelum tanam  P2W3 = pupuk Urea dosis  200 kg ha-1 dengan pupuk kandang 3 minggu sebelum tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh antara perlakuan interval waktu pemberian pupuk kandang dengan dosis pupuk urea terhadap panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, namun tidak terjadi interaksi pada bobot segar bagian tanaman yang dapat dikonsumsi, bobot segar panen, dan indeks panen. Panen terbaik per hektar adalah 1,94 ton ha-1 pada perlakuan P1W1 yaitu kombinasi 1 minggu sebelum tanam pupuk kandang sapi, dosis urea 100 kg ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) PADA PERTUMBUHAN BUD CHIP TEBU (Saccharum officinarum L.) Sulistyoningtyas, Mey Eka; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tebu nasional yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik bud chip untuk mendapatkan bibit yang berkualitas. Teknik bud chip tebu mempunyai kendala pada daya perkecambahan yang rendah. Upaya untuk mengatasi rendahnya daya kecambah ialah melalui pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pemacu pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi terbaik dari bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis pada PGPR yang dapat meningkatkan pertumbuhan bud chip tebu. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2015 di CV. Joyo Rosan, Gurah Kediri, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan komposisi bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis yang berbeda sebagai faktor yang ingin diketahui pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PGPR sebagai zat pemacu tumbuh pada bud chip varietas PS 882 mampu mempercepat pertumbuhan tanaman.
EVALUASI KETAHANAN 4 (EMPAT) VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM DENGAN PEMBERIAN AGEN HAYATI Pseudomonas fluorescens Yuliarini, Titik; Setyobudi, Lilik; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kentang akan tumbuh baik dan produksi tinggi apabila ditanam pada keadaan lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya contohnya suhu dan textur tanah yang gembur (Cahyono, 1996 ; Zulkarnain et al., 2005). Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian agen hayati Pseudomonas fluorescens pada pengendalian penyakit empat varietas tanaman kentang selain itu untuk menguji ketahanan empat varietas kentang di dataran medium. Hipotesis dari penelitian ialah perbedaan pengaruh agen hayati P. fluorescens dalam mengendalikan penyakit Ralstonia solanacearum pada keempat varietas tanaman kentang. Perbedaan adaptasi empat varietas tanaman kentang dan produktivitasnya yang ditanam pada dataran medium serta tanaman kentang yang diberi agen hayati P. fluorescens lebih tahan terhadap serangan penyakit khususnya R. solanacearum. Penelitian telah dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Kecamatan Bumiaji Kota Batu 786 m dpl. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan delapan perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari H0V1 = DTO28 kontrol, H1V1 = DTO28 dengan P. fluorescens, H0V2 = Desiree kontrol, H1V2 = Desiree dengan P. fluorescens, H0V3 = Granola Lembang kontrol, H1V3 =  Granola Lembang dengan P. fluorescens, H0V4 = Granola Kembang kontrol, H1V4 = Granola Kembang dengan P. fluorescens. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi pada pemberian agen hayati maupun macam varietas. Perlakuan berbagai macam varietas menunjukkan tidak berbeda nyata.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DENGAN JENIS PUPUK KANDANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM Adi, Isa Apri; Barunawati, Nunun; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kentang. Varietas DTO 28 mampu beradaptasi pada dataran medium bekisar 700 sampai 1000 mdpl. sementara itu, penambahan unsur hara makro berfungsi meningkatkan produksi kentang dengan mempengaruhi pembentukan dan pembesaran umbi, sedangkan penambahan bahan organik mampu meningkatkan serapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil umbi yang optimal pada aplikasi pupuk NPK dan pupuk kotoran ternak di dataran medium. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2014 sampai Desember 2014 di desa Ngujung, kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK-F) dengan 2 faktor yang diulang 4 kali. Faktor pertama terdiri dari empat level dosis NPK meliputi 0,5 t ha-1, 1 t ha-1, 1,5 t ha-1 dan 2 t ha-1. Faktor kedua terdiri dari 2 taraf yang meliputi pupuk kotoran ternak ayam dan pupuk kotoran ternak sapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara perlakuan dosis NPK dengan macam pupuk kotoran ternak terhadap pengamatan pertumbuhan dan hasil yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah batang, bobot segar per tanaman, bobot segar per petak dan bobot segar total. Pada taraf 1,5 t ha-1 NPK dengan pupuk kotoran ternak ayam dan 1,5 t ha-1 NPK dengan pupuk kotoran ternak sapi menunjukkan hasil panen yang terbaik dan tidak berbeda dengan 2 t ha-1.
PENGARUH MULSA DAN SUMBER UNSUR HARA NITROGEN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. ascalonicum) Ekowati, Delvi Violita; Koesriharti, Koesriharti; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah adalah komoditas sayuran unggulan yang diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh mulsa dan sumber unsur hara nitrogen pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Februari–Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali. Faktor pertama, mulsa sebagai petak utama terdiri dari mulsa plastik hitam perak (M1) dan tanpa mulsa (M2). Faktor kedua, sumber unsur hara nitrogen sebagai anak petak terdiri dari N-Urea (P1), N-ZA (P2), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), 1/3 N-Urea + N-2/3 ZA (P4), 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara mulsa dengan sumber unsur hara nitrogen terhadap panjang tanaman. Pada perlakuan mulsa plastik hitam perak dengan sumber unsur hara nitrogen berupa 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5) memiliki panjang tanaman yang lebih tinggi daripada sumber unsur hara nitrogen berupa N-Urea (P1), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), dan 1/3 N-Urea + 2/3 N-ZA (P4). Perlakuan tanpa mulsa menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan mulsa plastik hitam perak. Perlakuan sumber nitrogen yang berbeda memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KEBUN PERCOBAAN CANGAR KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Listyaningtyas, Afifah Endri; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivitas kentang dapat diupayakan dengan pemilihan varietas dan dengan memberikan suplai hara yang cukup melalui pemupukan. Penggunaan varietas unggul merupakan komponen teknologi yang penting untuk mencapai produksi yang tinggi. Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kandang bermanfaat dalam memperbaiki struktur dan tekstur tanah, dan sebagai sumber zat makanan bagi tanaman serta dapat menyerap unsur hara dalam jumlah cukup.  Hal ini sangat diperlukan sehubungan dengan proses pembentukan umbi kentang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2015 sampai Mei 2015 di Kebun Percobaan Cangar Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah  Rancangan Petak Terbagi (RPT)  dengan  10 perlakuan dan 3 ulangan. Petak utama terdiri dari pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam, sedangkan anak petak ialah lima varietas kentang. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi nyata antara perlakuan macam pupuk kandang dengan lima varietas kentang terhadap pengamatan pertumbuhan dan hasil. Lima varietas kentang tersebut memiliki perbedaan karakterisasi dan berdasarkan analisis usaha tani pupuk kandang ayam dengan varietas Granola Lembang UB memberikan hasil yang optimum dengan nila R/C Rationya 7,13%.
RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) TERHADAP APLIKASI PUPUK YANG BERBEDA Afifi, Listia Nur; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan tomat dalam negeri yaitu dengan adanya pengaplikasian pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tomat selama fase vegetatif maupun generatif. Pupuk NPK, ZA, KNO3 dan Urea merupakan pupuk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tomat selama fase vegetatif dan generatif. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis NPK (15-15-15) yang optimum dan sumber pupuk yang berbeda untuk tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Februari sampai Juni 2015. Penelitian ini merupakan percobaan sederhana menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah P0: 1000 kg ha-1 NPK (15-15-15), P1: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P2: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P3: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P4: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P5: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P6: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P7: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P8: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P9: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk yang berbeda tidak  berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan disetiap perlakuan  dikarenakan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ayam 20 ton ha-1 telah memberikan hasil yang optimal.
PENGARUH PEMBERIAN SUNGKUP DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) Pradesta, Adisti Zahrotul; Koesriharti, Koesriharti; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan untuk minyak nilam akan terus meningkat seiring dengan  semakin ber- kembangnya industri parfum, kosmetika, makanan dan minuman. Oleh karena itu tanaman nilam memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, antara lain dengan perbaikan teknik pembibitan. Yaitu dengan pemilihan media tanam, dan perlakuan lain seperti pemberian sungkup dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian sungkup dan komposisi media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan setek tanaman nilam. Penelitian dlaksanakan pada bulan Maret hingga bulan Juni 2015 di Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah  Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama pemberian    sungkup    yang    terdiri   dari P1 = tanpa sungkup, P2 = sungkup plastik tidak berwarna, P3 = sungkup plastik warna merah. Anak petak berupa komposisi media tanam   yang    terdiri    dari   perbandingan tanah : pasir : pupuk kandang 2:1:1 (M1), 1:2:1 (M2), 1:1:2 (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media dengan komposisi tanah : pasir : pupuk kandang 1:1:2 (M3) pada perlakuan tanpa sungkup dan sungkup plastik tidak berwarna mampu meningkatkan bobot segar akar per tanaman, sedangkan perlakuan sungkup plastik warna merah menghasilkan bobot segar akar per tanaman yang tidak berbeda meski pada komposisi media tanam yang berbeda-beda. Penggunaan sungkup plastik mampu meningkatkan persentase setek hidup, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan bobot segar per tanaman. Sedangkan penggunaan media dengan komposisi tanah : pasir : pupuk kandang 1:1:2 (M3) mampu meningkatkan bobot segar total, bobot kering terna, bobot kering akar dan bobot kering total per tanaman.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik