Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI DAMPAK SISTEM PENGELOLAAN AIR PADA BUDIDAYA PADI (Oryza sativa L.) Muttaqien, Khaerul; Ariffin, Ariffin; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia, oleh karena itu setiap faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi dan penurunan produksi padi sawah akibatsistem budidaya padi maupun dampaklingkungan sangat penting untukdiperhatikan.Air merupakan kebutuhan dasar bagi tanaman untuk dapat tumbuh termasuk tanaman padi. Sistem penggenangan air terhadap budidaya padi dengan sistem berselang akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi.Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Jl Kembang Kertas Jatimulyo Malang, Jawa Timur.Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai dengan Januari 2017. Penelitian ini adalah percobaan yang menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air yang tergenang (0 cm sampai 5 cm) tidak begitu berbeda terhadap hasil dan pertumbuhan tanaman padi. Namun pada keadaan kapasitas lapang tanaman padi mengalami penurunan pertumbuhan dan hasil bila dibandingkan dengan sistem penggenangan terus-menerus, terputus-putus dan macak-macak. Perlakuan penggenangan 5 cm terputus-putus 3 minggu tergenang dan 1 minggu dikeringkan mendapatkan nilai pertumbuhan lebih baik pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan luas daun.
Aplikasi Paclobutrazol pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Kentang (Solanum tubersonum L.) di Dataran Medium Karmelina, Nita; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman penunjang program diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mulai mengembangkan tanaman kentang di dataran medium sejak tahun 2009 sebagai antisipasi terbatasnya lahan - lahan pengembangan kentang di dataran tinggi, namun kendala pada budidaya kentang di dataran medium ialah suhu tinggi yang meningkatkan sintesis giberelin. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kentang ialah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh. Paclobutrazol adalah salah satu zat pengatur tumbuhan yang digunakan untuk menghambat atau menekan pertumbuhan yang bekerja dibagian meristem dengan cara menghambat sintesis giberelin, sehingga dapat menekan pemanjangan sel dan meningkatkan hasil pada tanman kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di rumah kaca yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian ± 700 mdpl. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan petak terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama aplikasi Paclobutrazol yaitu (P1) tanpa Paclobutrazol, (P2) Paclobutrazol 75 ppm, dan (P3) Paclobutrazol 125 ppm. Faktor kedua varietas tanaman kentang yaitu (V1) Varietas Granola Kembang, (V2) Varietas granola Lembang, dan (V3) Varietas Nadia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 75 ppm dan 125 ppm dapat menekan tinggi tanaman pada tiga varietas tanaman kentang, namun untuk menghasilkan berat umbi tanaman tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan Paclobutrazol 125 ppm dan Varietas Nadia.
Aplikasi Pupuk Organik dan Nitrogen Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Santoro, Yhosiana; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai prospek yang baik dalam pengembangan agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Tomat. Penelitian dilakukan dilahan depan UNITRI, jalan Telagawarna, Malang, pada bulan Juni-September 2014. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 Perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. 12 Perlakuan ini meliputi P1 80 Kg N/ha Urea, P2 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P3 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P4 80 Kg N/ha ZA, P5 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P6 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P7 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P8 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA, P9 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P10 Kompos 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P11 Kompos 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, dan P12 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA. Pengamatan tanaman tomat dilakukan secara non destruktif dan pengamatan panen. Hasil dari penelitian menunjukkan perlakuan aplikasi pupuk organik dan nitrogen hanya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, tidak pada panen. Perlakuan yang cenderung dapat meningkatkan hasil panen yaitu pada perlakuan P6 dengan pupuk kandang ayam 10 Ton + 40 Kg Urea + 40 Kg ZA.
Uji Efektivitas Arang Sekam Padi, Jerami Bakar dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L.) Aini, Churil; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura berjenis umbi lapis yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan bawang merah dalam negeri masih rendah dibandingkan kebutuhan akan bawang merah yang tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil bawang merah adalah penerapan teknologi yang sesuai dengan budidaya bawang merah yaitu penambahan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dapat diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah melalui perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arang sekam padi, jerami bakar dan dosisi pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) telah dilaksanakan Maret-Mei 2017 di Kelurahan. Dadaprejo Kec. Martorejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yaitu: Faktor 1 kontrol, Arang sekam, jerami bakar dan faktor 2 pupuk kandang ayam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan apabila hasil uji berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi yang nyata antara perlakuan pemberian dosis pupuk kandang dengan bahan organik arang sekam padi dan jerami bakar pada bobot segar tanaman umur 40 dan 50 HST. Hasil panen yang paling tinggi didapat pada perlakuan dosis pupuk kandang ayam 15 ton/ha meningkatkan hasil panen lebih baik sebesar 45,27% dari perlakuan 0 ton/ha.
Pengaruh Aplikasi Aquasorb terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Asal In Vitro Manurung, Andrew Josua; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman per-kebunan yang memiliki peranan penting dan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Permasalahan lain dari bibit tebu adalah keterbatasan waktu tanam di luar musim hujan. Iklim merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan penanaman. Waktu tanam yang relatif singkat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala keberhasilan penanaman. Pem-berian aquasorb merupakan pilihan yang tepat dalam mengatasi waktu tanam saat musim kemarau. Aquasorb mampu meyerap air dalam jumlah besar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tebu terhadap aplikasi aquasorb dan waktu penyiraman.  Penelitian dilaksanakan di Green House, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan Juli – September 2017. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb. Parameter pengamatan meliputi tinggi tana-man, jumlah daun, persentase bibit hidup, diameter batang, panjang akar, luas daun, bobot segar dan bobot kering. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis ragam F hitung dengan taraf 5% dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi aquasorb menunjukkan interaksi antara perlakuan frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb pada para-meter luas daun, bobot segar dan bobot kering. Perlakuan frekuensi penyiraman dengan dosis aquasorb menunjukkan peng-aruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan persentase bibit hidup.
Pengaruh Pengaplikasian Paclobutrazol pada Tanaman Coleus (Coleus scutellarioides L.) dengan Konsentrasi yang Berbeda Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coleus ialah tanaman hias yang memiliki keindahan pada bagian daunnya. kriteria tanaman hias daun yang memiliki nilai estetika tinggi ialah tanaman yang tidak terlalu tinggi dan memiliki daun yang kompak. Paclobutrazol ialah zat pengatur tumbuhan yang mampu menghambat perpanjangan batang tanaman dan membuat diameter tanaman menjadi besar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui konsentrasi paclobutrazol yang tepat untuk mendapatkan tanaman coleus yang rimbun, kompak dengan tinggi tanaman yang proporsional. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di UPT Kebun Bibit Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu A1: 20 ppm, A2: 40 ppm, A3: 60 ppm, A4: 80 ppm, A5: 100 ppm dan A6 : 120 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 80 ppm dan 100 ppm memberikan hasil yang paling baik dengan tinggi yang ideal dan daun yang kompak.
Pengaruh Posisi Mata Tempel Pada Keberhasilan Okulasi Beberapa Varietas Jeruk Keprok (Citrus reticulate) Musthofa, Mochammad Insan; Sugiyatno, Agus; Wardiyati, Tatik; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki iklim yang sesuai dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Produksi tanaman jeruk pada tahun 2014 mencapai 1.785.264 ton/tahun, sedangkan pada tahun 2015 produksi tanaman jeruk mengalami penurunan sebesar 40.925 ton/tahun (BPS, 2016). Hal tersebut disebabkan karena serangan hama dan penyakit, dan berkurangnya ketersediaan lahan budidaya tanaman jeruk akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan. Salah satu teknik perbanyakan tanaman jeruk yang banyak dilakukan di Indonesia yaitu dengan okulasi. Okulasi yaitu menggabungkan sifat unggul yang terdapat pada batang atas dengan sifat unggul yang terdapat pada batang bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi mata tempel terbaik pada setiap varietas untuk menghasilkan bibit yang baik, untuk mengetahui perbedaan pada pertumbuhan bibit dengan posisi mata tempel yang berbeda dan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada setiap varietas yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 hingga Desember 2017 di Kebun Percobaan Tlekung Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) untuk melihat adanya pengaruh perlakuan. Terdiri dari dua faktor, yaitu faktor posisi mata tempel dan faktor varietas jeruk keprok. Variabel pengamatan dalam penelitian yaitu presentase keberhasilan okulasi, kecepatan pecahnya mata tunas, panjang tunas, jumlah daun per tunas, diameter batang tunas, diameter batang bawah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksiantara perlakuan posisi mata tempel dengan varietas. Keberhasilan okulasi tidak dipengaruhi oleh letak mata tempel pada semua varietas.
Pengaruh Jenis Bahan Pembungkus terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143 Larasati, Ferota; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekspor mangga dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat lambat karena masih kalah bersaing dalam hal mutu dengan negara lain yang menerapkan standar mutu tinggi. Arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Namun, kultivar Arumanis 143 masih memiliki kelemahan yaitu warna kulit yang kurang menarik, karena prefensi pasar khususnya pasar intenasional menghendaki warna merah pada kulit buahnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan jenis bahan pembungkus terbaik pada buah mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruhan, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan dengan membungkus buah Arummanis-143 dengan 8 macam bahan pembungkus antara lain kontrol, kain katun putih, kain katun merah, kain katun biru, kain kassa putih, kertas semen, amplop coklat, dan koran. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian antara lain perubahan warna buah, bobot buah, tingkat kekerasan buah, padatan terlarut total buah, kadar vitamin C, analisa karoten, dan tingkat kerusakan buah. Buah mangga varietas Arummanis 143 yang dibungkus Koran memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dari segi perubahan warna memiliki warna yang cerah, padatan terlarut total tinggi, kadar karoten tinggi, dan kerusakan buah rendah. Tetapi kertas Koran tidak memberikan hasil bobot buah segar yang tinggi, kelunakan buah yang tinggi, dan kadar vitamin C yang rendah.
Hubungan Filotaksis dan Kerapatan Stomata terhadap Hasil 20 Aksesi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Utami, Putri Sri; Waluyo, Budi; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah okra merupakan hasil dari fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Banyak faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang diterima. Salah satunya adalah posisi daun pada tanaman yang disebut dengan filotaksis daun. Meningkatnya fotosintesis diimbangi dengan meningkatnya asupan dari CO2 sebagai bahan utama fotosintesis. Semakin ideal filotaksis tanaman memungkinkan dapat mempengaruhi kerapatan stomata terutama pada daun tanaman okra. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark  Universitas Brawijaya, Malang, dengan ketinggian ±330 mdpl, suhu rata-rata 24-36°C dan curah hujan 315 mm per bulan selama penelitian. Penelitian  dilaksanakan pada bulan 18 Desember 2018 sampai bulan 15 Maret 2019. Penelitan ini merupakan penelitian non percobaan. Tujuh belas aksesi tanaman diuji, sedangkan tiga aksesi cek/kontrol. Seleksi dilakukan untuk mencari aksesi terbaik menggunakan seleksi massa dari total berat buah lebih besar dari hasil rata-rata+standar deviasi. Dua puluh aksesi okra yang diseleksi berbunga pada kisaran umur ± 60 hari setelah tanam. Berdasarkan 20 aksesi yang diseleksi didapatkan empat aksesi terbaik, berdasarkan parameter total berat buah yang tinggi yaitu, aksesi Aesc[BW]-02-01-02-5-4, Aesc[BW]-02-05, Aesc[BW]-5-5-2, Aesc[BW]-02-03.  Filotaksis pada 20 aksesi okra yang ditemukan ada tiga filotaksis yaitu 1/3, 2/5, dan 3/8. Aksesi okra yang terbaik tidak bisa ditentukan oleh  filotaksis daunnya, karena filotaksis pada aksesi yang terbaik berbeda-beda, sehingga filotaksis tidak bisa menentukan aksesi terbaik. Dan kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan semua parameter vegetatif maupun generatif, berarti tidak berdampak pada hasil tanaman okra. Indikator yang paling utama untuk menentukan aksesi terbaik dari segi agronomis okra yaitu berat buah dan panjang buah.
Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Beberapa Perlakuan Pematahan Dormansi Hidayat, Elisa Andri; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dormansi pada benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dapat mengakibatkan pertumbuhan benih yang tidak seragam di lapangan. Metode perlakuan pematahan dormansi selama tujuh hari terlalu lama dilakukan untuk pengujian sertifikasi benih di laboratorium. Metode kimia dapat dikatakan sebagai metode paling praktis karena hanya mencampurkan cairan kimia dengan benih. Metode kimia dengan Kalium Nitrat (KNO3) teruji efektif mematahkan  dormansi beberapa benih tanaman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balitkabi pada bulan Agustus hingga November 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama 3 varietas kacang tanah: V1 (Hypoma 1), V2 (Hypoma 2), dan V3 (Kelinci), dan faktor kedua perlakuan pematahan dormansi: P0 (tanpa perlakuan), P1 (benih direndam air selama 1x24jam dengan suhu 37o C), P2 (benih direndam  Ethephon 3,5ppm selama 1x24jam), P3 (benih direndam  KNO3 0,2%  selama 1x24jam), P4 (benih dioven dengan suhu 40o C selama 7x24jam). Terdapat interaksi antara 3 varietas yang digunakan dengan perlakuan pematahan dormansi pada variabel panjang akar. Penggunaan perlakuan benih direndam dengan KNO3 0,2% selama 1x24 jam dan varietas Hypoma 2 mampu mengatasi masalah dormansi benih pada tanaman kacang tanah dengan meningkatnya hasil daya berkecambah.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik