Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DATARAN MEDIUM DI JAWA TIMUR Wardiyati, Tatik; Dawam, Moch.; Rofiq, Moch.
CAKRAWALA Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4499.102 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.54

Abstract

Tiga percoban telah dilakukan untuk mendapatkan teknologi budidaya kentang di dataran medium di Jawa Timur. Percobaan pertama adalah untuk menyeleksi varietas yang adaptif dan stabil di dataran medium. Lima varietas (Granola Lembang, Granola Kembang, Desiree, DTO 28 dan Nadiya) ditanam pada ketinggian 700m diatas permukaan laut pada dua lokasi yang berbeda yaitu Bumiaji Batu dan Poncokusumo Malang. Sebagai faktor ke dua dalam percobaan pertama adalah pemberian dan tanpa pemberian agens hayati yang terdiri dari 3 mikroba (Trichoderma firide, Pseudomonas fluorescence dan Streptomyces sp.). Percobaan kedua adalah mengevaluasi penggunaan pupuk kandang berbeda (kotoran ayam dan sapi), diinteraksikan dengan 5 dosis penggunaan pupuk anorganik (200, 400, 600, 800, 1000 kg/ha NPK). Percobaan ke tiga adalah mengevaluasi pengaruh pemberian 3 macam mulsa (kontrol, mulsa plastic hitam perak dan mulsa jerami) diinteraksikan dengan jarak tanam (60x30 cm dan 70x30 cm). Hasil penelitian menunjukkan varietas terbaik, adaptif dan stabil adalah Nadiya pada ke dua lokasi dataran medium dan agens hayati meningkatkan jumlah daun dan bobot umbi. Hasil percobaan ke dua menunjukkan bahwa penggunaan kotoran sapi dan ayam tidak berbeda dan dosis pupuk 600, 800 dan 1000 tidak berbeda meski hasil tertinggi terdapat pada dosis 1000 kg/ha. Hasil percobaan ke tiga menunjukkan bahwa mulsa jerami adalah yang terbaik dan jarak tanam 60x30 cm tidak berbeda dengan 70x30 cm. Paket teknologi yang dianjurkan untuk budidaya kentang dataran medium adalah penanaman di musim kemarau, varietas Nadiya, sistim double row dalam bedengan dengan jarak tanam 70 x 30cm, pupuk kandang ayam atau sapi 20 ton/ha diberikan 2 minggu sebelum tanam, pupuk NPK 400 kg/ha, diberi pada saat tanam dan 30 hari dosis sama, ditutup jerami padi, disiram dengan springkle irrigation. Hasil yang dicapai adalah 70 ton/ha umbi.
Pengaruh Media Tanam Dan Pupuk Daun Terhadap Aklimatisasi Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp.) Putri, Ardiah Virana; Rahayu, Aldila Putri; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.07

Abstract

Anggrek (Dendrobium sp.) sebagai salah satu komoditas tanaman hias yang termasuk tanaman epifit dan cukup popular di Indonesia. Tanaman anggrek ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan diminati konsumen cukup banyak. Produksi tanaman anggrek menunjukkan peningkatan pada tahun 2017 sebesar 20.045.577 tangkai, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 24.717.840 tangkai (BPS, 2019). Permintaan yang terus meningkat harus diikuti dengan persediaan bibit dalam jumlah yang besar dan mutu yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh media tumbuh dan jenis pupuk daun yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman anggrek (Dendrobium sp.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menggunakan 2 faktorr yaitu faktor pertama sebagai petak utama adalah perlakuan pupuk daun Mamigro (P1), Super Bionik (P2), Grow Quick LB (P3) dan pada faktor kedua sebagai anak petak adalah perlakuan media tanam arang kayu (M1), moss hitam (M2), serabut kelapa (M3), arang sekam (M4). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara penggunaan pupuk daun dengan media tanam terhadap panjang tanaman sebesar 8,30 cm, panjang daun sebesar 5,27 cm, jumlah daun 5,00 helai dan lebar daun sebesar 0,48 cm. Penggunaan pupuk daun Grow Quick LB dengan media tanam arang sekam menunjukkan hasil yang terbaik pada pertumbuhan tanaman anggrek.
Pengaruh Ekstrak Kecambah dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Microgreens Alfalfa (Medicago sativa L.) Praemysta, Febyna Hapsari; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.06.05

Abstract

Bercocok tanam di wilayah perkotaan sulit untuk dilaksanakan karena keterbatasan lahan. Upaya yang dapat dilakukan agar tetap melakukan budidaya tanaman seperti sayuran adalah ditanam dengan teknik microgreens. Microgreens adalah sayuran yang ditumbuhkan dan dipanen dalam waktu yang singkat dan mengandung nutrisi yang tinggi. Budidaya secara microgreens memerlukan zat pengatur tumbuh dan media tanam yang baik agar dapat menghasilkan kualitas microgreens yang baik. Salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik microgreens adalah alfalfa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Ruang Tumbuh Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu Ekstrak Kecambah Kacang Hijau dan Media Tanam. Setiap faktor terdiri dari 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali dengan total terdapat 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara ekstrak kecambah dan media tanam pada tinggi tanaman microgreens alfalfa. Konsentrasi ekstrak kecambah 50 dan 100 g l-1 meningkatkan persentase perkecambahan, tinggi tanaman, panjang akar dan bobot segar microgreens alfalfa. Media tanam cocopeat meningkatkan persentase perkecambahan, tinggi tanaman, panjang akar dan bobot segar microgreens alfalfa.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bit Merah (Beta vulgaris L.) Terhadap Dosis Pupuk N dan K di Dataran Medium Wijayanti, Annisa Kartika; Roviq , Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.03

Abstract

Budidaya tanaman bit merah di dataran medium masih jarang dilakukan karena tidak sesuainya syarat tumbuh. Penggunaan pupuk N dan K diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bit merah di dataram medium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk N dan K serta mendapatkan dosis yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil bit merah. Penelitian dilakukan di lahan Jatimulyo, Kota Malang pada bulan Juni hingga September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk nitrogen yang terdiri dari N1 (50 kg ha-1), N2 (100 kg ha-1) dan N3 (200 kg ha-1) serta pupuk kalium yang terdiri dari K1 (50 kg ha-1), K2 (100 kg ha-1) dan K3 (200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi terhadap parameter bobot kering tanaman yaitu pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 200 kg ha-1, pada volume umbi pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 50 kg ha-1 dan 200 kg ha-1 serta pada betasianin total pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 100 kg ha-1 dan 200 kg ha-1. Secara terpisah, nitrogen sebesar 200 kg ha-1 memberikan pengaruh nyata pada parameter panjang tanaman, luas daun, diameter dan volume umbi, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar umbi per petak dan per hektar. Sedangkan secara terpisah kalium sebesar 200 kg ha-1 memberikan pengaruh nyata pada parameter luas daun, diameter umbi, volume umbi, bobot segar dan kering tanaman.
Pelatihan Pembuatan Kompos Limbah Mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Nihayati, Ellis; Maghfoer, Moch. Dawam; Roviq, Muhammad; Rahayu, Aldila Putri; Barunawati, Nunun; Armita, Deffi; Saitama, Akbar; Koesriharti, Koesriharti; Islami, Titiek; Wardiyati, Tatik; Karyawati, Anna Satyana 
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.4528

Abstract

Aplikasi pupuk anorganik merupakan hal yang wajar dalam praktek budidaya tanaman. Begitu pula yang dilakukan oleh para petani mawar yang ada di Desa Gunungsari, Kota Batu. Namun aplikasi yang dilakukan sering kali melebih dosis yang ditentukan. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik agar dapat meningkatkan nilai guna mawar. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengedukasi petani mengenai kelebihan dan kekurangan pupuk organik dalam rangka mengurangi bahan kimia sintetik dalam budidaya tanaman serta demonstrasi pembuatan pupuk organik dari limbah sisa panen mawar sebagai pengganti pupuk kimia sintetik. Kegiatan dilakukan secara luring mulai dari Mei hingga Desember 2022.  Kegiatan diawali dengan diskusi dan penyuluhan mengenai pengenalan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia sintetik, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapang pembuatan kompos dan evaluasi keberhasilan program. Penyuluhan mengenai pupuk telah dijelaskan dengan baik dan meningkatkan minat para petani untuk mengolah limbah sisa panen mawar menjadi pupuk kompos. Pembuatan pupuk kompos dari limbah sisa panen mawar dapat memberikan manfaat terhadap petani berupa berkurangnya biaya pupuk, keuntungan produksi yang lebih tinggi serta berukurangnya limbah. Para petani berharap perlu adanya sosialisasi dan pelatihan yang berkala untuk dapat memantau perkembangan dan pengolahan pupuk dari limbah sisa panen mawar.
RHIZOME YIELD OF TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) AT N, P, K VARIOUS LEVEL AND N, K COMBINATION Nihayati, Ellis; Wardiyati, Tatik; Sumarno, Sumarno; Retnowati, Rurini
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 35, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v35i1.263

Abstract

The role of N, P and K on temulawak have not been clear enough to explain the need  in  temulawak  rhizome in order to get high yield. The experiment was conducted in a screen house in  Malang East Java with an altitude of 500 m asl. from Desember 2010 - August 2011. There were 4 experiments in series, consisting of N, P, K various level and N,K alone and combination on the growth and  quantity  of rhizome arranged in  randomized block design comprising 7 levels of fertilizer per plant with 3 replications. The treatments of urea (N), SP36 (P) consisted of 0, 1,25, 2,5, 3,75, 5, 6,25 and 7.5 g. The KCl (K) comprised 0, 1,5, 3, 4,5, 6, 7,5 and 9 g. The N, K alone and combination treatments consisted of (No fertilizer, N, K, NK g /plant). The results of this research were N, P, K optimum dose of each N 6.25 g N / plant P2O5/tan P 6.25 g, K 7.5 g K2O / plant increased temulawak rhizome dry weight. Combination 4.5 g N + 2.8 g K / plant could increase temulawak rhizome dry weight by 33% compared to the addition of N and 220% when compared to the addition of a single K harvesting age 6 months. Keyword : Curcuma xanthorriza, rhizome, N, P, K.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN MORFOLOGI DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) PADA TANAMAN HASIL PERSILANGAN ANTARA VARIETAS ARUMANIS 143 DENGAN PODANG URANG UMUR 2 TAHUN Nilasari, Agustin N.; Heddy, JB. Suwasono; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah mangga (Mangifera indica L.) merupakan tanaman buah yang potensial dikembangkan karena mempunyai tingkat keragaman genetik yang tinggi. Variasi yang cukup tinggi pada bentuk, ukuran dan warna daun mangga menunjukkan adanya keragaman genetik yang cukup luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman morfologi daun mangga sehingga dapat digunakan sebagai salah satu cara mendeteksi dini keragaman morfologi daun hasil persilangan antara mangga varietas Arumanis 143 dengan Podang Urang. Pengamatan dilakukan pada bagian daun, mulai flush daun sampai daun menjadi sempurna dan berwarna hijau tua. Pengamatan tanaman sampel dilakukan dengan 2 metode, metode non-destruktif yang terdiri dari pengamatan warna daun, warna tulang daun, panjang daun, lebar daun, rasio P/L daun dan lama perkembangan daun, sedangkan untuk metode destruktif terdiri dari pengamatan  jumlah daun per flush, posisi duduk daun pada batang, bangun atau bentuk daun dan luas daun maksimum. Data akan dianalisis dengan menggunakan Hierarkhi Cluster metode Average Linkage (Between Groups) program SPSS 13 dan hasilnya disajikan dalam bentuk Dendrogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pengamatan metode kualitatif maupun kuantitatif yang dilanjutkan dengan metode cluster pada daun mangga diperoleh 2 cluster. Cluster 1 yaitu klon yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan kedua tetuanya, 32 klon. Sedangakan cluster 2 merupakan klon harapan dari hasil persilangan Arumanis 143 dan Podang Urang, 12 klon.
PENGARUH BEBERAPA MACAM KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) Prasetyo, Wahyudi; Santoso, Mudji; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mempelajari pengaruh pemupukan pupuk anorganik dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan mencari dosis dan jenis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2011 di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada komponen hasil terdapat pada perlakuan Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, SP36 75 kg ha-1 (Kontrol) (P1) meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 10 ton ha-1 (P5), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 20 ton ha-1 (P6), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1+ Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman (P7), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman (P8) dan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1.+  POC Nasa 2 ml/tanaman (P10). Nilai tertinggi pada kadar gula (o Brix) terdapat pada perlakuan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1+ POC Nasa 1 ml/tanaman (P9) memiliki 16o Brix.
PENGARUH JENIS ABSORBEN TERHADAP KUALITAS MINYAK ATSIRI PADA DUA KULTIVAR BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa) Hetik, Hetik; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraksi minyak atsiri sedap malam dengan proses enfleurasi akan menghasilkan rendeman absolute yang tinggi dibandingkan dengan metode lainnya, proses enfleurasi menggunakan lemak sebagai absorben. Jenis lemak terbaik yang digunakan pada proses enfleurasi adalah campuran lemak sapi dan lemak babi. Penggunaan lemak babi dalam proses enfleurasi harus dihindari karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jenis lemak yang efektif sebagai absorben pengganti lemak babi dan mutu rendemen absolute minyak atsiri yang tinggi pada dua kultivar sedap malam, di Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Analisis dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kimia Organik Fakultas MIPA UMM dan UGM pada bulan Januari sampai Mei 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 6 perlakuan (1. Roro anteng+snow white, 2. Roro anteng+lemak sapi, 3. Roro anteng+lemak kambing, 4. Dian arum+snow white, 5. Dian arum+lemak sapi, 6. Dian arum+lemak kambing) diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian dari ketiga jenis lemak yang digunakan, jenis lemak snow white yang paling efektif dalam menyerap aroma wangi pada bunga sedap malam dan menghasilkan rendemen absolute tertinggi pada ke dua varietas sedap malam (Roro Anteng dan Dian Arum. Hasil analisis GC-MS minyak atsiri sedap malam mengandung dua komponen kimia besar yaitu golongan ester (benzyl acetate, benzyl salicylate, linalil acetate, methyl antranilate, methyl benzoate) dan golongan alkohol (benzyl alcohol, eugenol, linalool). Hasil uji organoleptik aroma wangi minyak atsiri bunga sedap malam yang diminati panelis terdapat pada perlakuan yang menggunakan varietas Roro Anteng dengan jenis lemak kambing dan varietas Dian Arum dengan jenis lemak snow white. Kata kunci: sedap malam, minyak atsiri, enfleurasi, lemak, kualitas
APLIKASI Trichoderma harzianum TERHADAP HASIL TIGA VARIETAS KENTANG DI DATARAN MEDIUM Hermawan, Rifqi; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor kelestarian lingkungan menyebabkan ekstensifikasi lahan pertanian kentang di dataran tinggi tidak dapat dilakukan, sehingga dataran medium menjadi alternatif eksplorasi lahan budidaya kentang. Untuk meningkatkan produktivitas kentang di dataran medium disamping pemilihan bibit yang tepat adalah dengan menggunakan Trichoderma harzianum. Trichoderma harzianum selain berperan antagonis terhadap pathogen, juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi auksin dan proses dekomposisi bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Granola, Red Pontiac dan Desiree di dataran medium. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai Oktober 2010 di Desa Ngujung, Bumiaji, Batu. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam kali perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan terdiri dari T0V1 = Granola (Kontrol), T1V1 = Granola dengan Trichoderma harzianum, T0V2 = Red Pontiac (kontrol), T1V2 = Red Pontiac dengan Trichoderma harzianum, T0V3 = Desiree (kontrol) T1V3 = Desiree dengan Trichoderma harzianum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma harzianum memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada pengamatan pertumbuhan tanaman. Trichoderma harzianum meningkatkan hasil panen varietas Granola, namun tidak berbeda nyata pada varietas Red Pontiac dan Desiree. Kata kunci : Granola, Red pontiac, Desiree, Trichoderma harzianum, dataran medium, hasil panen
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik