Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN PENDIDIK PAI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL MAHASISWA PADA ERA GLOBALISASI Musfira, Musfira; Muchtar, Asmaji; Makhshun , Toha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.8848

Abstract

ABSTRAK Era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan sistem nilai mahasiswa. Arus informasi yang sangat cepat melalui media digital seringkali mempengaruhi moralitas generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan moral mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berperan dalam tiga fungsi utama yaitu: (1) sebagai pendidik dan pembimbing moral, (2) sebagai teladan, dan (3) sebagai fasilitator pembelajaran berbasis nilai Islami dan karakter. Strategi yang digunakan pendidik PAI meliputi penguatan akidah, internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran, pembinaan spiritual, dan integrasi kurikulum berbasis karakter. Kendala yang ditemukan antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya kontrol diri mahasiswa, dan minimnya lingkungan pendukung religius. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidik PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat moralitas mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan karakter Islami yang kuat. ABSTRACT Globalization has brought significant impact on the values, perspectives, and behavior of university students. Rapid access to information through digital platforms affects students’ moral attitudes and lifestyle choices. This research aims to examine the role of Islamic Education (PAI) lecturers in developing moral resilience among students at STAI Al-Gazali Bulukumba. This study applied a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that Islamic education lecturers have three strategic roles: (1) as moral educators and mentors, (2) as role models in Islamic values and behavior, and (3) as facilitators in value-based and character-oriented learning. Strategies used include strengthening aqidah, internalizing Islamic values through curriculum integration, spiritual guidance, and character-based evaluation. The challenges faced include digital cultural influence, weak self-control among students, and limited religious supporting environments. This research concludes that Islamic education lecturers play a crucial role in strengthening the moral resilience of students to face globalization based on Islamic values and character development.
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT YAHUKIMO DALAM SEKTOR INFORMAL PERKOTAAN: STUDI KASUS KOTA JAYAPURA Yanthy, Normalia Ode; Weya, Kalemon; Musfira, Musfira
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1579

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika sosial ekonomi masyarakat Yahukimo yang bekerja dalam sektor informal Kota Jayapura, dengan fokus pada karakteristik demografis, pola usaha, persebaran spasial, serta tantangan dan modal sosial yang membentuk strategi bertahan hidup mereka. Migrasi masyarakat Yahukimo menuju Jayapura dipahami sebagai respons terhadap ketimpangan wilayah, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya peluang ekonomi di daerah asal. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha berada pada usia produktif (20-40 tahun), berpendidikan dasar (70%), serta telah bermukim lebih dari enam tahun, menandakan migrasi permanen dan pembentukan jaringan sosial yang stabil. Sektor informal menjadi arena adaptasi utama bagi masyarakat Yahukimo akibat rendahnya akses terhadap pekerjaan formal. Sebanyak 40% responden bekerja sebagai pedagang kaki lima dan 30% sebagai penjual makanan, dengan persebaran usaha terkonsentrasi di pasar tradisional (45%) dan pinggir jalan (35%). Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang negosiasi identitas dan pembentukan micro-territories berbasis etnis dalam struktur ruang Kota Jayapura. Perempuan Yahukimo memainkan peran signifikan dalam ekonomi subsisten urban melalui perdagangan makanan dan kerajinan (termasuk noken), sehingga berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi rumah tangga sekaligus pelestarian budaya. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa modal sosial Yahukimo, terutama melalui jaringan kekerabatan, solidaritas etnis, dan pinjaman keluarga menjadi mekanisme penting dalam mempertahankan usaha, mengingat 55% modal awal berasal dari tabungan pribadi dan 25% dari jaringan internal. Tantangan struktural meliputi keterbatasan modal (40%), persaingan tinggi (30%), minimnya fasilitas (20%), dan tekanan regulasi (10%). Kondisi ini menegaskan perlunya tata kelola kota yang lebih inklusif, pengakuan terhadap sektor informal, revitalisasi pasar rakyat, serta kebijakan penataan ruang yang mendukung keberlanjutan ekonomi migran Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sektor informal tidak hanya menopang ekonomi masyarakat Yahukimo, tetapi juga membentuk interaksi sosial-budaya dan struktur ruang Kota Jayapura. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi studi perencanaan wilayah dan kota, khususnya terkait urban informalities, migrasi internal Papua, dan inklusivitas kebijakan kota.