Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Banana Biscuits Increase The Size of Upper Arm Circumference (LILA) of Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency (KEK) rofi'ah, siti; munayarokh, munayarokh; Suhardjati, Suhardjati
Midwifery and Nursing Research Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Good nutritional status is important in supporting the success of national development. Chronic Energy Deficiency in pregnant women can result in miscarriage, premature birth, birth defects, Low Birth Weight and fetal growth and development disorders. Providing Supplementary Food (PMT) made from local foods such as bananas can be an alternative to overcome KEK. Biscuits are processed dry cakes that have a long shelf life, are crispy, brittle and dry, brownish yellow or according to the ingredients and have a fragrant aroma with a savory and sweet taste.Methods: This study used a quasi-experimental design with One-Group Pre Test-Post Test Design. Data analysis used the Wilcoxon test.Results: The size of the LILA of KEK pregnant women before and after consuming banana kepok biscuits was obtained an average of 22.73 cm and increased to 22.83 cm.Conclusion: Consumption of banana kepok biscuits has an effect on the size of the LILA of KEK pregnant women. Pregnant women are expected to increase their nutritional intake by consuming banana kepok biscuits to prevent and overcome KEK
Critical Pedagogy In Religious Education: Shaping Perspectives On Peace, Justice, And Human Rights Jasminto, Jasminto; Rofi'ah, Siti
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIT Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v13i1.1515

Abstract

This article discusses the integration of Critical Pedagogy and Religious Education to shape students' perspectives on peace, justice, and human rights. By delving into the literature, this research explores the potential impact of Critical Pedagogy on Religious Education. This approach involves students in critical thinking, reflection, and open dialogue regarding religious values to address contemporary social issues. The article examines the key concepts of Critical Pedagogy and its integration into the Religious Education curriculum, aiming to enhance the relevance of religious education. The combination of these two approaches is expected to create students who not only understand religious values but can also apply them to promote peace, justice, and human rights. The conclusion highlights the potential contribution of Critical Pedagogy in shaping a new, responsive paradigm for Religious Education, creating a dynamic learning environment in the face of the complexities of contemporary social challenges. Further research is expected to serve as a solid foundation for positive transformation in religious education and the development of students' perspectives on peace, justice, and human rights
Peer Learning: Remaja Sadar Gizi Rofi'ah, Siti; Arfiana, Arfiana; Widatiningsih, Sri; Ayuningtyas, Ayuningtyas
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11594

Abstract

Remaja mempunyai peran penting dalam masyarakat. Tiga beban gizi yang dihadapi remaja Indonesia yaitu malnutrisi, kelebihan gizi, dan kekurangan gizi mikro akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara serta menghambat kemajuan dalam mencapai tujuan pembangunan. Kegiatan pengabdian masyarakat "Peer Learning: Remaja Sadar Gizi di Desa Bojong" bertujuan untuk menguatkan peran remaja dalam meningkatkan status gizi remaja sehingga terwujud generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Metode yang digunakan adalah dengan menguatkan peran remaja sebagai kader Posyandu Remaja melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa peningkatan pengetahuan kader Posyandu Remaja "CERDIK" tentang Gizi Remaja, buku "Gizi Remaja" yang telah mendapatkan sertifikat Hak Cipta dan bentuk kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Semarang dengan Pemerintah Desa Bojong sebagai Mitra PUI P2PTM "Desa Sehat Remaja Bebas Anemia Gizi Besi". Kegiatan pembinaan kader dan pemantauan kegiatan posyandu remaja sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan baik oleh bidan desa maupun petugas promosi kesehatan di puskesmas serta perangkat desa dan PLKB Desa Bojong.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Biopestisida dari Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Sitirejo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen Chamdani, Muhammad; Rofi'ah, Siti; Zulvalia, Zulvalia; Fikriya, Shofwatul; Latifah, Rifhan; Cahyani, Risma Widya; Apriningsih, Syafina; Ananta, Fahreza Muhammad; Hafizhah, Wardah Radhwa; Khasanah, Dessiana Fitri Nur; Ramanda, Lucky Ray
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 5 (2024): JPMII - Oktober 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.549

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan produksi tanaman sayur dan luas panen tanaman sayuran. Hal ini terjadi sebagai dampak dari peningkatan jumlah penduduk yang menyebabkan maraknya peristiwa alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. Peningkatan jumlah penduduk juga berkorelasi positif terhadap keberadaan limbah organik rumah tangga di lingkungan masyarakat. Hal ini menyebabkan setiap daerah berpotensi untuk menyumbang sampah rumah tangga, tidak terkecuali di Desa Sitirejo. Pengolahan sampah organik dan anorganik di Desa Sitirejo, sebagian besar dilakukan dengan cara pembakaran. Apabila cara ini dilakukan secara berkepanjangan, maka akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, dilakukan edukasi mengenai pengolahan limbah organik rumah menjadi produk yang bermanfaat seperti POC dan biopestisida. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi secara langsung selama pelaksanaan kegiatan edukasi. Edukasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat Desa Sitirejo. Kegiatan edukasi dilakukan melalui sosialisasi penjelasan umum terkait POC dan biopestisida, keuntungan kedua produk tersebut, serta cara pembuatan dan pengaplikasiannya. Kegiatan edukasi yang telah dilakukan diketahui membawa dampak positif dan mampu mengubah pola pikir dari peserta. Seluruh pertanyaan yang diajukan dapat dijawab benar oleh audiens.  Para pengurus KWT dan PKK yang awalnya tidak mengerti mengenai POC dan biopestisida menjadi paham.