Penilaian kinerja guru atau pendidik merupakan poin penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, karena kinerja guru menentukan efektivitas proses belajar-mengajar, pengembangan karakter siswa, dan terciptanya lingkungan belajar yang menyeluruh.Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan untuk menganalisis konsep, tujuan, indikator, serta tantangan dan solusi dalam penilaian kinerja guru. Data dikumpulkan dari literatur, regulasi, jurnal, dan publikasi resmi Ditjen GTK Kemendikbud. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh motivasi, kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, pelatihan berkelanjutan, dan beban dalam pekerjaan. Indikator Kinerja Kunci (KPI) seperti keteraturan kelas, disiplin positif, pemberian respon atau hubungan timbal balik, perhatian terhadap siswa, aktivitas interaktif atau komunikasi dua arah, dan kemampuan instruksi adaptif atau pengarahan yang sesuai berfungsi sebagai alat evaluasi sekaligus sarana refleksi untuk peningkatan profesionalisme guru. Kendala utama dalam implementasi penilaian kinerja mencakup resistensi guru, sikap penilai, kurangnya tindak lanjut pelatihan, dan keterbatasan sistem penilaian. Oleh karena itu, perlu penyempurnaan sistem evaluasi yang transparan, objektif, dan didukung teknologi agar hasilnya menjadi nyata dan mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.