Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GLOMERULUS TIKUS JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DI INDUKSI SOFT DRINK Saputra, Edo Mahdi; Nurbaiti, Nurbaiti; Fitriani, Hikmah
InaBHS (Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/inabhs.v1i1.7307

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi Soft drink secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan pada sel ginjal. Buah bit adalah buah yang memiliki manfaat sebagai antioksidan alami seperti betasianin, asam folat, vitamin C, karotenoid, dan flavonoid yang dapat menghindari efek radikal bebas dalam tubuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak buah bit (Beta vulgaris L.) terhadap gambaran mikroskopis glomerulus tikus jantan galur Sprague Dawley  yang di induksi soft drink.Metode: Penelitian eksperimen post-test only control group design ini menggunakan 28 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok : KN tidak diinduksi soft drink dan ekstrak buah bit. K(-) diinduksi secara oral oleh soft drink 6 ml. P1 diinduksi secara oral dengan soft drink  6 ml dan ekstrak buah bit 250 mg/kgBB. P2 diinduksi secara oral dengan soft drink  6 ml dan ekstrak buah bit 500 mg/kgBB. Semua perlakuan diberikan ekstrak buah bit 1 jam sebelum diberikan soft drink selama 30 hari.Hasil: Perbedaan yang signifikan dari histologi glomerulus diperoleh antara Tingkat kerusakan glomerulus pada K(-) secara signifikan lebih besar daripada KN (p = 0,001), K(-) lebih besar daripada P1, tetapi tidak signifikan (p = 0,710), dan pada K(-) sama dengan tingkat kerusakan P2 (p = 1,000). P1 dan P2 memiliki kerusakan glomerulus yang lebih tinggi dibandingkan KN, sedangkan untuk K(-) memiliki tingkat kerusakan yang paling tinggi diantara kelompok lainnya dengan bentuk penebalan Glomerulus Basement Membrane.Kesimpulan: Pemberian ektrak Buah Bit (Beta vulgaris L.) dengan dosis 250 dan 500 mg/KgBB tidak efektif untuk mencegah kerusakan pada glomerulus tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawley yang diinduksi soft drink.Kata Kunci: Soft drink, buah Bit, Mikroskopik Ginjal
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SELEDRI DENGAN EKSTRAK KEMIRI  DAN KOMBINASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT TIKUS PUTIH JANTAN Nurbaiti; Rimadhiani, Jasmine Medisa; Fitriani, Hikmah
InaBHS (Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/inabhs.v2i1.9258

Abstract

Latar Belakang: Kejadian alopecia atau kebotakan sering terjadi terutama pada orang dewasa. Alopecia areata merupakan kejadian paling sering dari inflamasi rambut rontok dimana diperkirakan dialami oleh 4,5 juta orang di Inggris. Lebih dari 50% laki-laki di atas usia 50 tahun mengalami kebotakan tipe ini dengan berbagai gradasi. Beberapa penelitian telah dilakukan menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak seledri dan kemiri efektif untuk mempercepat pertumbuhan rambut. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain Postest with control group only menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar sebagai subjek penelitian yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (P0), kelompok ekstrak seledri 70% (P1), kelompok ekstrak kemiri 70% (P2), dan kelompok kombinasi ekstrak seledri dan kemiri 70% (P3). Perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari. Pertumbuhan rambut dinilai berdasarkan panjang, bobot, dan fase pertumbuhan rambut. Hasil: Rerata panjang rambut terbesar terdapat pada kelompok P3, yaitu 0,96 cm; rerata bobot rambut pada tiga kelompok perlakuan memiliki angka yang sama, yaitu 0,09 gram; dan rerata jumlah anagen terbanyak terdapat pada kelompok P2, yaitu 6 batang. Terdapat perbedaan rerata panjang rambut dan bobot rambut yang signifikan antara semua kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (nilai p < 0,05). Terdapat perbedaan rerata jumlah anagen rambut yang signifikan antara kelompok P1 dengan kelompok kontrol (nilai p < 0,05), serta antara kelompok P2 dengan kelompok kontrol (nilai p < 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan rerata jumlah anagen rambut yang signifikan antara kelompok P3 dengan kelompok kontrol (nilai p > 0,05). Kesimpulan: Panjang rambut paling efektif ditingkatkan dengan pemberian kombinasi ekstrak daun seledri dan ekstrak kemiri, bobot rambut dapat ditingkatkan dengan pemberian ekstrak daun seledri, ekstrak kemiri, atau kombinasi keduanya, serta ketebalan rambut paling efektif ditingkatkan dengan pemberian ekstrak kemiri saja.
UJI EFEKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK KULIT BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP REPLIKASI VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 NEW GUINEA C Rahmania, Elisvia; Amanah; Fitriani, Hikmah
InaBHS (Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science) Vol 3 No 2 (2024): Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/inabhs.v3i2.10524

Abstract

Latar Belakang : Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan. Beberapa penelitian mengatakan Daun Kemangi mengandung zat metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan : Mengetahui Daya Hambat Fraksi Etil Asetat Daun Kemangi (Ocimum basilicum L) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post-test only control grup design. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari fraksi etil asetat dari daun kemangi konsentrasi 12,5%, 25% , 50% . Kelompok kontrol yaitu kontrol positif (K(+)) dengan cotrimoxazole dan kontrol negatif (K(-)) yaitu Dimetil Sulfoksida (DMSO) 10%. Data diuji menggunakan uji Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji beda Mann Whitney Hasil : Pada uji Kruskal walls terdapat perbedaan yang signifikan (p-value < 0,050), terhadap pemberian perlakuan fraksi etil asetat daun kemangi. Didapat rerata terbesar yaitu pada fraksi etil asetat konsentrasi 12,5% 28960000000. Dilanjutkan dengan uji Mann whitney untuk mengetahui perbedaan antar kelompok, didapatkan perbedaan daya hambat pada masing-masing konsentrasi Kesimpulan : Kadar hambat minimum dari fraksi etil asetat daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli konsentrasi 12,5% dengan nilai TPC sebesar 28960000000, dan terdapat perbedaan yang bermakna setiap konsentrasi fraksi etil asetat daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli Kata Kunci : Daun Kemangi, Fraksi, Escherichia coli
Uji Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon Sopiana, Anisa; Fitriani, Hikmah; Indrakusuma, Moh. Erwin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63011

Abstract

Background: Refill drinking water is widely used by the public due to its accessibility and affordability. However, improper treatment processes can lead to bacteriological contamination, particularly by Escherichia coli and Coliform bacteria, which can cause diseases such as diarrhea. Aim: To identify the bacteriological content of Escherichia coli and Coliform in refill drinking water in Lemahwungkuk District, Cirebon City. Method: This study employed a descriptive method using purposive sampling techniques. A total of 8 samples were collected from refilled drinking water depots in 4 urban villages. Each sample was tested in four repetitions using various laboratory tests, including Nutrient Agar, Mac Conkey Agar, Gram Staining, IMVIC, and TSIA for identification of Escherichia coli and Coliform bacteria. Results: Mac Conkey Agar test results showed lactose fermenters in all samples, but Escherichia coli and Coliform were not detected. Gram staining revealed the presence of Gram-positive bacteria. IMVIC test results showed Indole (-), Methyl Red (-), Voges Proskauer (-), and variable Citrate results. TSIA test showed Alkaline/Alkaline results with Gas (+) in some samples. Conclusion: No Escherichia coli or Coliform bacteria were found in any of the samples, but Gram-positive bacteria were detected, indicating microbiological contamination in refill drinking water.
Potential of Kersen Leaf Extract (Muntingia calabura L) and Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L.) as Natural Antibacterial Candidates against Salmonella typhi Weni, Mustika; Marfuati, Sri; Fitriani, Hikmah
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 6 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v6i3.771

Abstract

Salmonella typhi remains a global health issue with rising antibiotic resistance, necessitating alternative natural therapies. Kersen (Muntingia calabura L.) and basil (Ocimum basilicum L.) leaves contain bioactive compounds with antibacterial potential. The purpose of this research was to examine the antibacterial activity of kersen and basil leaf ethanol extracts against Salmonella typhi at various concentrations. The research applied an experimental Post-Test Only Control Group Design. Antibacterial activity assessment was performed using the well diffusion method with varying extract concentrations of 20%, 35%, 45%, 50%, and 75%. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk test was used to examine data normality, while group differences were evaluated with the Kruskal–Wallis non-parametric test. Kersen extract contained saponins, tannins, alkaloids, flavonoids; basil extract contained phenolics, saponins, tannins, alkaloids, steroids, flavonoids. Both showed concentration-dependent inhibition. At 75%, inhibition zones reached 13.15 mm (strong), while the lowest were 4.70 mm (kersen, weak) and 7.30 mm (basil, moderate). Negative control showed no activity. Statistical test p=0.005 confirmed significant differences between groups. Ethanol extracts of kersen and basil leaves possess significant antibacterial activity against S. typhi, supporting their potential as natural phytotherapeutics for typhoid.