Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Ice Cube untuk Mengurangi Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSU Royal Prima Medan Kaniya, Putri; Setiawan, Ika; Zahra, Khairani; Manalu, Filius Gratcia; Nasution, Anggina Putri; Kaban, Karmila Br
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15380

Abstract

ABSTRACT Kidney failure is a condition where the functioning of the kidneys decreases suddenly. This occurs when the kidneys are unable to release substances into body fluids that are excreted from the body. This disrupts hormone function and metabolism, body fluids, electrolytes and phosphates (Harmilah, 2020). This kind of research is known as quantitative research. The population of this study was 134 patients at RSU Royal Prima Medan with chronic kidney failure. This sample was taken using an accidental sampling technique. The aim of this study was to investigate the provision of ice cube therapy before starting ice cube therapy, chronic kidney failure sufferers should reduce thirst. The majority The thirst level before undergoing ice cube therapy was 80 (moderate thirst category), and the average thirst level after being given ice cube therapy was 70 (light thirst category). This finding is based on the results of the Wilcoxon Test. Therefore, the p-value obtained is 0.000 (p0.05) for decreasing the intensity of thirst, it appears that the hypothesis (Ho) is accepted. Patients are advised to regularly apply this ice cube therapy to relieve thirst. The results of our research regarding "In chronic kidney failure patients who have undergone hemodialysis at RSU Royal Prima Medan, ice cube therapy has the effect of reducing thirst as follows: It is known 25% of respondents were women and 75% men. Based on Applying ice cube therapy to 100 respondents revealed that 43% of patients did not experience any changes, and 57% of patients reported changes. Keywords: Chronic Kidney Failure, Ice Cubes, Body Fluids  ABSTRAK Gagal ginjal adalah sebuah kondisi dimana bagian ginjal bekerja menurun secara tiba-tiba.Hal ini terjadi ketika ginjal tidak mampu melepaskan zat-zat ke dalam cairan tubuh yang dikeluarkan dari tubuh. Hal ini mengganggu fungsi hormon dan metabolisme,cairan tubuh,zat elektrolit, dan fosfat (Harmilah, 2020). Penelitian semacam ini dikenal dengan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 134 pasien RSU Royal Prima Medan dengan gagal ginjal kronik.Pengambilan sampel ini menggunakan teknik accidental sampling.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penyediaan terapi ice cube sebelum memulai terapi ice cube, penderita gagal ginjal kronik seharusnya mengurangi rasa haus.Mayoritas tingkat haus sebelum menjalani terapi ice cube sebesar 80 (kategori haus sedang), dan rata-rata tingkat rasa haus sesudah diberikan terapi ice cube sebesar 70 (kategori haus ringan). Temuan ini berdasarkan hasil Uji Wilcoxon. Oleh karena itu,jumlah p-value yang di dapat sebesar 0,000 (p0,05) terhadap penurunan intensitas rasa haus terlihat bahwa hipotesis (Ho) diterima. Bagi pasien di sarankan agar dapat rutin mengaplikasikan terapi ice cube ini dapat meredakan rasa haus..Hasil penelitian kami mengenai “Pada pasien gagal ginjal kronik yang telah menjalani hemodialisa di RSU Royal Prima Medan, terapi es batu memberikan efek menurunkan rasa haus sebagai berikut: Diketahui 25% responden adalah perempuan dan 75% laki-laki. Berdasarkanpenerapan terapi ice cube pada 100 responden diketahui bahwa 43% pasien tidak mengalami perubahan apa pun, dan 57% pasien melaporkan adanya perubahan. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis,Ice Cube,Cairan Tubuh
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Sikap Mengontrol Tekanan Darah di Puskesmas Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang Tahun 2021 Fanny, Ananda; Uci Silalahi; Patricia Saragih; Junita Silaban; Karmila Br Kaban; Fitriani Lubis
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 3 No 1 (2022): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v3i1.200

Abstract

Latar Belakang: Yang prevalensinya yang terus semakin tinggi serta sudah sebagai dilema global yang mencakup perilaku gaya hidup yang tidak sehat adalah hipertensi. Konsumsi alcohol, obesitas, stress, merokok, dan kurangnya aktivitas adalah contoh resiko penyebab hipertensi. Jika hipertensi tidak terkontrol meningkatkan terjadinya komplikasi lain seperti aterosklerosis, stroke, aneurisma, penyakit ginjal dan sindroma metabolik (Roesmono 2017). Tujuan: Mencari hubungan taraf pengetahuan menggunakan sikap mengontrol darah pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tanjung Selamat, Kec. Padang Tualang. Metode: Penelitian kuantitatif analitik melalui pendekatan potong lintang Hasil: dihasilkan hubungan bermakna pada tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan sikap mngontrol tekanan darah. Karena sudah tertera pada sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan cukup terdapat 56 responden (30,10%) dan sikap mengontrol tekanan darah sebagian besar sikap baik dimiliki oleh 89 responden (86,41%). Kesimpulan: ditemukan kolerasi antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan sikap mengontrol tekanan darah di Puskesmas Tanjung Selamat Kec Padang Tualang. Kata kunci: Hipertensi, tekanan darah, tingkat pengetahuan dan sikap
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Type 2 di Puskesmas Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam Diana, Cut; Erna Elfrida Naiborhu; Nurmasyitah; Betty Nurmala Samosir; Karmila Br Kaban
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 3 No 1 (2022): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v3i1.204

Abstract

Background: Diseases with a significant number of sufferers include cardiovascular disease, as well as cancer, hypertension and diabetes mellitus or commonly called degenerative diseases (Potter & Perry, 2018). The group of metabolic diseases that have abnormalities in insulin secretion, insulin action which has a characteristic KGD that exceeds normal limits (hyperglycemia) can be called diabetes mellitus. This disease can be experienced in children or adults. It can even exist without having signs of disease and can be known if a routine health check is carried out (Soegondo, 2017). Objective: To obtain results on the effect of giving soy milk on KGD in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Pagar Jati Public Health Center, Lubuk Pakam District. Research design: Pre-experiment and purposive sampling technique with a sample of 50 respondens. Conclusion: KGD in patients with type 2 diabetes mellitus before being given soy milk was mostly in the range of 160 mg/dl – 200 mg/dl, KGD in patients with type 2 diabetes mellitus after being given soy milk was mostly <160 mg/dl, and found an effect on milk administration. soybeans on KGD in patients with type 2 diabetes mellitus. Keywords: Diabetes mellitus soy milk, blood glucose levels, KGD
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Asam Lambung (GERD) Gastro Esofangeal Reflux Desease Di SMP Negeri 19 Medan Anggeria, Elis; Nababan, Tiarnida; Kaban, Karmila Br; Nurhayati, Eva Latifah; Sunarti, Sunarti; Silalahi, Kristina L; Gulo, Legisnaria; Gulo, Agnes; Laoly, Marnesry Rahmat Kristin; Hutagaol, Priscillia Margaretta; Sihombing, Agustina; Triono, Heru Bambang; Brahmana, Elkana Pramujaya
Jurnal Mitra Prima Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan gaya hidup di masyarakat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi junk food, dan kafein, meningkatkan risiko penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). GERD adalah kondisi refluks asam lambung ke esofagus yang menimbulkan gejala seperti heartburn, regurgitasi, dan mual. Edukasi tentang pencegahan GERD sangat penting, terutama di kalangan remaja yang mulai menunjukkan pola makan tidak sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMP Negeri 19 Medan tentang pencegahan GERD. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan ceramah menggunakan media presentasi PowerPoint, leaflet, dan video ilustrasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan observasi awal dan persiapan yang melibatkan pihak sekolah. Hasil menunjukkan bahwa siswa-siswi sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka mampu memahami materi tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan GERD. Diskusi dan sesi tanya jawab menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Kesimpulannya, kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang GERD, sehingga mereka dapat mengelola kondisi ini dengan lebih baik dan mengadopsi pola hidup yang lebih sehat
Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus di RSUD Kota Sabang Jannah, Miftahul; Kaban, Karmila Br; Sitohang, Agnesia; Sanofa, Helena; Hacki, Tio Abdul; Gulo, Surya Kristiani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19152

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease that is generally caused by an unhealthy lifestyle. Lifestyle is a person's behavior aimed at daily activities. Fast food, lack of exercise and soft drinks are precipitating factors for type 2 DM. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and diet with the incidence of diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with DM disease at Sabang City Hospital as many as 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 42 people. The instruments used in this study were questionnaires to measure lifestyle (smoking habits, physical activity, and alcohol consumption habits), diet, and DM incidence. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a relationship between lifestyle smoking habits (p = 0.023), physical activity (p = 0.017), and alcohol consumption habits (p = 0.002) with the incidence of DM. There is no relationship between diet (p = 0.327) and the incidence of DM. The conclusion of this study is that there is a relationship between lifestyle (smoking habits, physical activity, and alcohol consumption habits) and diet with the incidence of DM. It is recommended to maintain diet and lifestyle to improve the quality of life of patients with DM. Keywords: Lifestyle, Diit, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditujukan dalam aktivitas sehari-hari. Makanan cepat saji, kurangnya olahraga dan minuman bersida merupakan faktor pencetus DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 42 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur gaya hidup (Kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kebisaan konsumsi alkohol), pola makan, dan kejadian DM. Akalisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara gaya hidup kebiasaan merokok (p= 0,023), aktivitas fisik (p= 0,017), dan kebisaan konsumsi alkohol (p= 0,002) dengan kejadian DM. Tidak terdapat hubungan pola makan (p= 0,327) dengan kejadian DM. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara gaya hidup (Kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kebisaan konsumsi alcohol) dan pola makan dengan kejadian DM. Disarankan untuk menjaga pola makan dan gaya hidup untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Kata Kunci: Gaya Hidup, Pola Makan, Diabetes Mellitus
Hubungan Dukungan Keluarga dan Dukungan Spritual dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Kota Sabang Riswanto, Riswanto; Kaban, Karmila Br; Tuju, Alfando; Seprina, Seprina; Situmorang, Tio Roganda; Nur'aini, Nur'aini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19006

Abstract

ABSTRACT The high incidence of Diabetes Mellitus (DM) is inseparable from the many factors that influence it. In dealing with risk factors, knowledge is needed, which has a very important role in determining a person's attitude and behavior.  In addition, family and spiritual support are no less important in improving the quality of life of people with DM. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and spiritual support with the quality of life of patients with diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with DM disease at Sabang City Hospital, totaling 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 63 people. The type of data used in this study is primary data. The instrument used in this study was a questionnaire to measure family support, spiritual support and quality of life of DM patients. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that there was a relationship between family support and the quality of life of DM patients with a p value = 0.0342 and there was a relationship between spiritual support and the quality of life of DM patients with p = 0.024. The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and spiritual support with the quality of life of DM patients. It is recommended to encourage patients with DM to be active in relevant spiritual activities, such as prayer meetings, spiritual counseling, or religious communities Keywords: Family Support, Spiritual Support, Quality Of Life, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Tingginya angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tidak terlepas dari banyaknya faktor yang memengaruhinya. Dalam menangani faktor risiko dibutuhkan pengetahuan yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang.  Selain itu, dukungan keluarga dan spritual juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga, dukungan spiritual dan kualitas hidup pasien DM. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM dengan nilai p= 0,0342 dan terdapat hubungan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM dengan p= 0,024. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM. Disarankan untuk mendorong pasien DM untuk aktif dalam kegiatan spiritual yang relevan, seperti doa bersama, konseling spiritual, atau komunitas keagamaan Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Dukungan Spiritual, Kualitas Hidup, Diabetes Mellitus
Hubungan Peran Perawat sebagai Edukator sengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Sabang Ndururu, Jerniwati; Kaban, Karmila Br; Novia, Deka; Agustina, Siska; Dakhi, Tio Yohana Renatalis; Winarti, Winarti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19316

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a complex chronic disease caused by continuously elevated blood sugar levels due to insulin deficiency involving carbohydrate, protein and lipid metabolism and the development of microvascular and neurological complications. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of nurses as educators with medication compliance in patients with type 2 diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with type 2 diabetes mellitus at Sabang City Hospital, totaling 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 63 people. The instrument used in this study was a questionnaire to measure the role of nurses as educators and compliance with taking medication in patients with type 2 DM. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed that the majority of nurses' roles were sufficient as many as 33 people (52.4%) and the minority of nurses' roles were good as many as 12 people (19%). The majority of respondents were not compliant with taking medication as many as 34 people (54%) and the minority were compliant with medication as many as 19 people (45.2%). Based on the chi-square test, it was found that there was a relationship between the role of nurses as educators with adherence to taking medication in patients with diabetes mellitus (p = 0.001). The conclusion of this study is that there is a relationship between the role of nurses as educators with adherence to taking medication in patients with diabetes mellitus type 2. Keywords: Nurse's Role, Educator, Medication Adherence, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Tingginya angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tidak terlepas dari banyaknya faktor yang memengaruhinya. Dalam menangani faktor risiko dibutuhkan pengetahuan yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang.  Selain itu, dukungan keluarga dan spritual juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga, dukungan spiritual dan kualitas hidup pasien DM. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM dengan nilai p= 0,0342 dan terdapat hubungan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM dengan p= 0,024. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM. Disarankan untuk mendorong pasien DM untuk aktif dalam kegiatan spiritual yang relevan, seperti doa bersama, konseling spiritual, atau komunitas keagamaan. Kata Kunci: Peran Perawat, Edukator, Kepatuhan Minum Obat, Diabetes Mellitus
MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) Iswadi; Pratiwi, Margareta; Kaban, Karmila Br; Nababan, Tiarnida; Hutapea, Dwight M. M.
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menjadi bencana tahunan yang berulang di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan tetapi juga berdampak fatal pada kesehatan dan ancaman kehidupan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan dan efikasi diri masyarakat menghadapi ancaman serta dampak kesehatan akibat karhutla. Dengan metode Focus Group Discussion (FGD) memberikan sosialisasi dan simulasi sebagai langkah efektif membentuk dan meningkatkan efikasi diri serta memotivasi masyarakat dalam kesiapsiagaan penanganan awal korban bencana dan edukasi preventif penyakit akibat karhutla. Pengabdian ini melibatkan tokoh masyarakat dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, sehingga bersinergi mendukung program pemerintah meningkatkan peran kemandirian masyarakat mengatasi dampak morbiditas dan mortalitas akibat bencana karhutla.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS RANTANG KOTA MEDAN sunarti, sunarti; Kaban, Karmila Br; Ginting, Chrismis Novalinda; Aritonang, Murni; Nurhayati, Eva Latifah
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis dengan peningkatan tekanan darah yang berkelanjutan dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, serta gangguan ginjal. Penatalaksanaan mencakup terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, pengurangan natrium, penurunan berat badan, diet seimbang, aktivitas fisik teratur, dan teknik relaksasi. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat memperburuk risiko hipertensi. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi dan metode diskusi. Proses sosialisasi diberikan secara langsung. Tim Peneliti mengumpulkan masyarakat di wilayah UPT Puskesmas Rantang, kemudian melakukan penyuluhan secara langsung serta memberikan leaflet tentang hipertensi, selanjutnya Tim memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Rantang, Kota Medan, berupa edukasi preventif‑promotif. Intervensi ini diharapkan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat dan menurunkan kejadian hipertensi di tingkat keluarga dan komunitas.
Edukasi Pasien tentang Pemeriksaan Fisik untuk Menurunkan Stress pada Pasien di MCU RSU Royal Prima Medan Debora, Trionyta; Tarigan, Dewi Sartika Br; Hutapea, Dwight Mahaputera Marulitua; Kaban, Karmila Br
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan respons terhadap ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk mengatasinya, yang dapat berdampak negatif secara kognitif, emosional, dan perilaku, serta memengaruhi kualitas tidur melalui gangguan hormonal seperti peningkatan adrenalin dan kortisol yang menghambat fase tidur penting (REM dan gelombang lambat). Salah satu upaya untuk menurunkan stres adalah dengan meningkatkan pemahaman pasien terhadap prosedur pemeriksaan fisik, dan mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan fisik mencakup inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi bertujuan mengidentifikasi kondisi tubuh sebagai dasar diagnosis medis. Pasien di MCU RSU Royal Prima Medan menunjukkan kesadarang yang baik tentang pentingnya pemeriksaan fisik dalam mengelola stres. Oleh karena itu, diperlukan program penyuluhan melalui edukasi, pendidikan, dan pemberdayaan pasien, didukung pemanfaatan teknologi informasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien tentang pentingnya pemeriksaan fisik sebagai strategi efektif untuk menurunkan stres dan meningkatkan kualitas kesehatan.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agfornidar Zalukhu Agnes Gulo Agustina, Siska Alpiani Alpiani Ambarita, Sarah Emma Tiovani Anastasya Beatrick Andriyanto Andriyanto Anggraini Maulidiya Sary Aritonang, Murni Armia - Audible, Dea Aulia, Febri Nanda Ayu Darman Halawa Aziva Zahrianis Bella Sakina Fitri Betty Nurmala Samosir Bohalima, Kharisman Brahmana, Elkana Pramujaya Buliato Zebua Chelsea Paulina Duha Cheriza Addara Chrismis Novalinda Ginting Cristine Welga Cut Kanza Lindia Sari Daeli, Ivan Kristian Dakhi, Tio Yohana Renatalis Debora Angelina Gulo Debora, Trionyta Delfiana Zamili Desniar Pandiangan Dian Ari Fransisca Diana, Cut Dinda Maharany Diyan Marsella Sirait Dwi Apriani Anjarina Eben Haezer Harefa Eka Della Muhaningsyah Elis Anggeria Emanuel Giovan Kabeakan Endang Simangunsong Erna Elfrida Naiborhu Eva Latifah Nurhayati Eva Nurzannah Hutabarat Faarozatulo Ndruru Fandu, Bonay A.M Fanny, Ananda Fitriani Lubis Flora Marbun Foibe Kristin Br Situmeang Futri, Andini Amelia Gabriella S. Pandiangan Geby Laura Lastry Sinambela Giawa, Nirmala Putri Ayuningsih Ginting, Chrismis Novalinda Grasia Maharani Manik Griandani Zagoto Gulo, Legisnaria Gulo, Surya Kristiani Gusti Susanti Telaumbanua Hacki, Tio Abdul Halawa, Kurniawati Harefa, Perdamaian Harefa, Ria Juwinta Helen Triwati Ziraluo Hengki Sirait Hia, Zami Nirma okterina Hotmaria Simanullang Hutagaol, Priscillia Margaretta Hutapea, Dwight Mahaputera Marulitua Ibrahasan Hulu Irfan Harefa Istiqomah Istiqomah Iswadi Jakasmir Girsang Julia Yosida Damanik Julimanto Hia Juniati Simanjuntak Junita Silaban Juwita Imelda Telaumbanua Kaniya, Putri Karmelinda, Karmelinda Kezia Chaterine Hasibuan Khairullah Khairullah Kharisman Bohalima Kristina L Silalahi Kurunia Gea Laia, Yulisry Imelda Lamsiana Lamsiana Laoly, Marnesry Rahmat Kristin Leny Kreativitas Zebua M. Rizky Ma’ruf Manalu, Ester Y.R Manalu, Filius Gratcia Marbun, Eva Kristin Marbun, Yesa Meliana Margareta Pratiwi MARIA BINTANG Maria Ulfa Marlina Manurung Melati Hutagalung Miftahul Jannah Mikha Lamtiur Sihaloho Monica Clara Siregar Muhammad Luthfi Muhammad Thob Dhiya’ul Haq Nasution, Anggina Putri Nasution, Rizki Syadiyah Ndraha, Herti Wahyu Ningsih Ndruru, Regina Desni Ndururu, Jerniwati Nency Purmaya Mendrofa Novia, Deka Novika Dinda Pratiwi Novita Indenada Br. Tarigan Novita K. Rambe Nur'aini, Nur'aini Nurhayatika Sidabutar Nurlela Petra Saragih Nurmasyitah Nursaida Purba Nurul Amirah Tamimi Patricia Saragih Peringati Waruwu Priscilia Ursula Rumondang Aruan Purba, Monica Nysia Qania Anazsya Lubis Rael Malia Putri Wau Ramadhani Ramadhani Ribka Juntri Yanti Dakhi Rindu Hari Lestari Rindu Meynanti Pasaribu riswanto riswanto Rolastiur Panjaitan Rosa Elisabeth Hutapea Rosalina Pakpahan Ruth Kristyanti Dakhi S. Cristin Tambunan Safira Firyaal Saniyyah Aribah Dhilla Br. Sitohang Sanofa, Helena Santri, Heirika Satria, Mhd Yuda Selnia, Emika Seprina, Seprina Septi Cahyani Laowo Setiawan, Ika Siburian, Lilis Suryani Sihombing, Agustina Sihombing, Melisa Silalahi, Kristina L Simangunsong, Rina Kristina Simanjuntak, Melati Silvia Simanullang , Hotmaria Siregar, Monica Clara Sitepu, Marinta Br Siti Aisyah Siti Basyariah Situmorang Sitohang, Agnesia Sitompul, Mutiara Rolika Putri Situmorang, Tio Roganda Sondang Selviana Silitonga Stella Anjuliani Sihite Suci Christin Zega Sunarti Sunarti Surpan Manto Situmorang Syahrullah Pohan, Muhammad Syukur Selamat Waruwu Tantri Sonia Manullang Tarigan, Dewi Sartika Br Tasya Sandhika Hutabarat Telaumbanua, Juwita Imelda Theresia Theresia Tiarnida Nababan Tommy Syahputra Pardede Triono, Heru Bambang Tuju, Alfando Uci Silalahi Vania Almira Vina Irma Sulistina Waruwu, Dian Souvenir Waruwu, Idaman Hati Wiajeng Mustikah Wilda Hani Roully Winarti Winarti Yantriani Talunohi Yemima Sahputri Nadeak Yohana Agnes Zebua Yolanda Valeri Yusmar Christianto Zai Zahra, Khairani Zai, Yusmar Christianto Zeta Silaban