Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Organizational Climate and Leadership on Nurse Performance: A Narrative Review Patimah Sari Siregar; Elis Anggeria; Tiarnida Nababan
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v9i1.7860

Abstract

Nurse performance is a crucial determinant of healthcare quality and patient safety. Beyond clinical competence, contextual factors such as organizational climate and leadership styles play a crucial role in shaping professional outcomes. This study aims to synthesize empirical evidence regarding the influence of organizational climate and leadership on nurse performance and to identify the mediating mechanisms between these variables. A narrative review was conducted using a systematic search strategy across four major databases: PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar. The search was limited to articles published between 2019 and 2025. Following the PRISMA guidelines, a total of 213 initial articles were screened, resulting in 7 articles that met the inclusion criteria for final thematic analysis. The thematic synthesis identified three key themes: (1) The role of organizational climate in well-being and retention, (2) The impact of leadership styles on performance, and (3) The mediating role of organizational climate. Findings indicate that a supportive organizational climate is significantly associated with reduced burnout and increased intention to stay. Furthermore, transformational leadership was found to be the most effective style for improving patient outcomes, whereas toxic leadership negatively impacts retention. Organizational climate and leadership are fundamental determinants that simultaneously influence nurse performance. Effective leadership cannot function in isolation; it requires a supportive organizational climate to optimize nurse engagement and clinical outcomes. Management strategies should focus on creating a synergistic environment that combines visionary leadership with a constructive work atmosphere.
The Effectiveness of the Combination of Virgin Coconut Oil (VCO) and Lemongrass (Cymbopogon nardus L) on Skin Moisture in Patients Undergoing Hemodialysis Sunarti Sunarti; Karmila Br Kaban; Elis Anggeria
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.28210

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a chronic disease caused by a progressive, irreversible and chronic decline in kidney function, causing the accumulation of toxins such as urea, phosphate, and creatinine in the blood because the kidneys cannot filter them properly, causing mineral imbalances and disorders of the sweat and oil glands, which cause the skin to become dry, scaly and trigger itching. This study aims to analyze the combination of VCO and Lemongrass for skin care in patients undergoing hemodialysis therapy. This research method is quantitative using a quasi-experimental design with a one group pre-test-post-test design between the intervention group and the control group. The sampling technique used purposive sampling on 20 respondents in the intervention group and 20 respondents in the control group. The results of the Wilcoxon test showed an increase in skin moisture in the intervention group with a p value = 0.002 and the control group with a p value = 0.046 (P <0.005). The results of the visual skin dryness test and uremic pruritus did not show significant results, so it is hoped that patients can use the combination of VCO and lemongrass as an alternative for skin care for CKD patients undergoing hemodialysis.
Penerapan Senam Kaki Diabetik Terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Riswanto; Eny Patonah; Imelda Putri Rahayu; Rostina; Susanna; Elis Anggeria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1133

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik dengan komplikasi neuropati yang mengakibatkan penurunan sensitivitas kaki. Sensitivitas kaki yang menurun merupakan faktor risiko utama terjadinya ulkus diabetik. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. S dengan penerapan intervensi senam kaki diabetik untuk meningkatkan sensitivitas kaki di RSU Royal Prima Medan. Metode: Studi kasus deskriptif pada satu pasien DM dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi senam kaki diabetik dilakukan 6 sesi dalam 3 hari, masing-masing 15 menit. Sensitivitas kaki diukur menggunakan vibration testing garpu tala 128 Hz. Hasil: Sebelum intervensi, hasil sensitivitas kaki negatif (skor 0); GDA 300 mg/dL; TD 135/95 mmHg. Setelah 6 sesi intervensi, sensitivitas kaki meningkat menjadi positif; GDA turun menjadi 189 mg/dL; TD 130/95 mmHg. Keluhan kesemutan dan rasa keram berkurang secara bertahap. Simpulan: Senam kaki diabetik efektif meningkatkan sensitivitas kaki dan menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologi mandiri perawat.
Persepsi Perawat Pelaksana tentang Iklim Organisasi dan Kualitas Pelayanan Keperawatan: Studi Kualitatif Patimah Sari Siregar; Elis Anggeria; Tiarnida Nababan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1138

Abstract

Pendahuluan: Unit hemodialisis adalah tempat pelayanan kesehatan bagi pasien dengan gagal ginjal kronik yang membutuhkan interaksi intens dan berkesinambungan antara perawat dan pasien. Karena tingginya beban klinis ini, suasana organisasi yang baik menjadi faktor penting dalam membangun perilaku perawatan yang positif serta mempertahankan kualitas pelayanan keperawatan di ruang perawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman perawat pelaksana tentang iklim organisasi dan dampaknya terhadap kualitas perawatan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. Metode: Studi ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sebanyak 10 perawat pelaksana yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun terlibat sebagai partisipan dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh secara menyeluruh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil: Hasil analisis menunjukkan enam tema utama yang mencerminkan pengalaman perawat, yaitu: (1) struktur organisasi sebagai dasar kejelasan peran dan efektivitas kerja; (2) standar pelayanan sebagai pedoman kualitas yang realistis; (3) tanggung jawab profesi sebagai bentuk komitmen moral dan kemanusiaan; (4) dukungan sosial dari sesama rekan sebagai penyangga (buffering) terhadap stres klinis; (5) pengakuan emosional sebagai pendorong motivasi dalam diri; serta (6) solidaritas tim sebagai penguat komitmen terhadap organisasi. Simpulan: Penelitian ini menyatakan bahwa terbentuknya suasana organisasi yang baik di unit hemodialisis tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan aturan rumah sakit. Suasana itu justru ditingkatkan dan diperkuat oleh kekompakan tim serta kepemimpinan yang mendukung, yang secara bersama-sama dapat menciptakan rasa aman secara psikologis (psychological safety) bagi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungaan Dengaan Kinerja Perawat Dalam Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Di Rsu Royal Prima Medan Almina Rospitaria Tarigan; Ermi Girsang; Elis Anggeria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1220

Abstract

Keselamatan pasien menjadi tolak ukur utama untuk menilai mutu pelayanan kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh performa perawat sebagai tenaga medis, yang sering kali berinteraksi langsung dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi lebih lanjut elemen-elemen yang mendukung perawat dalam menjalankan tugasnya secara efektif untuk memastikan keamanan serta keselamatan setiap pasien di RSU Royal Prima Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Informasi didapatkan melalui kuesioner yang telah teruji untuk validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan teknik univariat, serta bivariat dengan menggunakan uji Pearson, dan multivariat dengan regresi linear ganda. Hasilnya dari pengamatan yang dilakukan, sebanyak 60,7% perawat berada dalam kategori kinerja yang baik, menunjukkan standar profesionalisme yang terjaga. Semua variabel independen, yaitu pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,010), motivasi (p=0,003), supervisi (p=0,001), ketersediaan SOP (p=0,020), dan beban kerja (p=0,028), memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat. Supervisi adalah faktor utama (B=0,325), sementara beban kerja memiliki pengaruh negatif (B=-0,230). Secara statistik, kita dapat melihat bahwa 68,5% dari kinerja perawat dipengaruhi oleh variabel-variabel yang kita amati dalam penelitian ini.  Disimpulkan bahwa peningkatan kerja perawat membutuhkan metode manajerial yang lengkap, terutama dengan meningkatkan supervisi dan mengelola beban kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan tugas perawat dalam usaha mencegah kecelakaan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh enam faktor, yaitu pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi, keberadaan standar operasional prosedur, serta beban kerja. Di antara enam faktor tersebut, supervisi adalah faktor yang paling utama, sedangkan beban kerja memberikan dampak yang berlawanan (negatif) terhadap kinerja. Model regresi yang dibuat dalam penelitian ini dapat menjelaskan 68,5% variasi yang terjadi pada kinerja perawat.
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Skala Nyeri Di Ruangan Mawar Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2026 Alfando Tuju; Aulia Razi Maulana; Dhea Amalia; Helena Sanofa; Winarti; Elis Anggeria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1320

Abstract

Pendahuluan: Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap integritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Low back pain karena facet joint syndrome jadi keluhan umum di RS akibat aktivitas berat. Kondisi ini ganggu mobilitas dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. T dengan penerapan intervensi relaksasi benson untuk untuk mengurangi nyeri fraktur di RSU Royal Prima Medan. Metode: Studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka fraktur ditandai dengan kerusakan jaringan. Intervensi relaksasi benson, masing-masing 10 menit selama 3 hari menggukan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi skala nyeri 5 dengan tekanan darah 172/96 mmHg. Setelah 3 sesi intervensi, skala nyeri turun menjadi 3 dengan tekanan darah 122/80 mmHg. Keluhan nyeri pasien dapat dialihkan/distraksi dengan Teknik relaksasi bensonsehingga pasien mampu beraktivitas ringan dengan keluhan berkurang.
Pengaruh Self-Management Nyeri Terstruktur terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Neuropatik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Gerri Anastasya Simamora; Rani Risa O. Siagian; Theresia Megawati. H.G. Putri; Putri Nidar Zega; Elis Anggeria
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2183

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 sering mengalami komplikasi neuropati diabetik yang menimbulkan nyeri neuropatik kronis. Nyeri ini berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien dan memerlukan penanganan yang efektif. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah self-management nyeri terstruktur, yaitu upaya mandiri pasien dalam mengelola nyeri melalui edukasi, latihan, dan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuesioner DN4 (Douleur Neuropathique 4) dan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan selama 5 hari, dua kali sehari dengan durasi 10 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri neuropatik setelah intervensi self-management nyeri terstruktur. Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dan berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
The Effect of Swedish Foot Massage on Reducing Fatigue and Muscle Cramps in Hemodialysis Patients at Royal Prima Hospital Theresia Marito Siregar; Irfan Ramadhan Sagala; Yitro Dakhi; Elis Anggeria
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v9i2.20136

Abstract

Hemodialysis is an alternative treatment for chronic kidney sufferers. Hemodialysis patients often experience fatigue and muscle cramps. One therapy to reduce fatigue and muscle cramps is Swedish massage. The aimed to determine the effect of Swedish foot massage on reducing fatigue and muscle cramps in hemodialysis patients at the Royal Prima General Hospital. The method uses a quasi-experimental with a one-group pre-test and post-test design, using the Wilxocon test. The results on fatigue before the Swedish massage treatment were that 72.2% of respondents experienced fatigue after treatment 97.2% of respondents were not tired. The muscle cramps before Swedish massage treatment, 72.2% of the frequency of cramps every week, 97.2% of the severity was very painful, 100% of the duration lasted 1-10 minutes, and 75.0% of the time the cramps during the day. After the Swedish massage treatment, the frequency of cramps 100% every week. severity level 100% slightly painful, 94.4% cramp duration lasts ≤1 minute, 100% cramp time during the day. Based on p-value fatigue 0.00, frequency 0.02, pain level 0.00, duration 0.00, and time 0.03, there was a significant difference before and after Swedish massage treatment on the legs in reducing fatigue and muscle cramps in hemodialysis patients.
The Effect of Giving Warm Compresses on Leg Muscle Cramps in Patients Undergoing Hemodialysis at Royal Prima General Hospital Fika Erfin Rawati Gulo; Selina Br Giawa; Wanda Bagus Pratama; Elis Anggeria
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v9i2.20155

Abstract

Muscle cramps are the most common complication in hemodialysis patients. Muscle cramps often occur in the calves, thighs, fingers, and toes. Warm compresses are a non-pharmacological therapy that is easy to do to help reduce leg muscle cramps. The aimed to determine the effect of giving warm compresses on leg muscle cramps in patients undergoing hemodialysis at the Royal Prima General Hospital. The method uses a quasi-experimental with a one-group pre-test post-test design, using the Wilcoxon test. The results before giving the warm compress 74.3% every week, and after giving it the frequency was 100% every week. Before giving the warm compress' the severity of the cramps was 97.1% very painful, after giving the severity was 100% a little painful. Before giving a warm compress, the duration of 97.1% muscle cramps was 1-10 minutes, after being given 100.0% the duration of muscle cramps lasted ≤1 minute. Before giving a warm compress' muscle cramps were 71.4% and after giving 100%. Based on the frequency p-value 0.03, severity p-value 0.00, duration p-value 0.00, and time p-value 0.02. It was concluded that there was a significant difference in leg muscle cramps before and after giving warm compresses to patients undergoing hemodialysis.
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap Gangguan Depresi dan Ansietas Pasien Gagal Ginjal Kronik Allowda Helena Roselyn Zebua; Ernita Simamora; Yasman Suasono Buulolo; Elis Anggeria
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i1.16571

Abstract

Introduction: Patients often suffer from anxiety and depression. Acceptance and attachment therapy is effective in treating depression and anxiety. Chronic kidney failure patients on hemodialysis are more able to accept and advocate for feelings of depression and anxiety when they use this treatment. Purpose: to examine the effect of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on depressive and anxiety disorders in patients with chronic kidney failure.Method: This study used a one group pretest-posttest design. This research was conducted RSU Royal Prima Medan. The population taken was all patients with chronic kidney failure in the hemodialysis room as many as 50 people. The technique used in sampling is nonprobability sampling (purposive sampling), and the number of samples is 50 people. The research instrument for depression and anxiety levels used the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Univariate data analysis using frequency tables, and bivariate using the Wilcoxon test.Results: The results of the study found that before the ACT Acceptance and Commitment Therapy (ACT) therapy was carried out, the majority of depressive and high anxiety disorders were 24 patients (48%), after treatment the majority of depression and low anxiety disorders were 28 people (56%). The effect of ACT on depressive and anxiety disorders in chronic kidney failure patients obtained a Z-score -2429 with a p-value of 0.015.Conclusion: It can be concluded that there is an effect of ACT on depressive and anxiety disorders in patients with chronic kidney failure
Co-Authors Adrianis Telaumbanua, Rina Afeus Halawa Agnes Gulo Agnes Gulo Agus Rahmat Yanto Buaya Agustina Sihombing Ajeng Fatikasari Alfando Tuju Allowda Helena Roselyn Zebua Almina Rospitaria Tarigan Almina Rospitaria Tarigan Angelina, Clarita Anggi Sita Br Manullang Ardin Ndruru Aulia Razi Maulana Berutu, Suryani Betty Maria Manalu Br Ginting, Liani Brahmana, Elkana Pramujaya Brigity Sephanie Cindy Faulina Silaban Daeli, Vesty Aprilian Debi Novita Siregar Debora, Trionyta Depari, Srika Julia Trikana Br S. Desi Ratna Sari Sihotang Desman Hosada Halawa Devi Ardila Devi Ernija, Fira Dewi Qurniawati Dhea Amalia Dwi Sinta Larasati Elen Madala Handayani Ndruru Elkana Pramujaya Brahmana Elsa Romaito Sianturi Elysabeth Christina Maranatha Samosir Eny Patonah Erman Syukur Laowa Ermi Girsang Ernita Simamora Eva Latifah Nurhayati Evalatifah Nurhayati Ezra Inawati Barus Fajaruddin Nasution Faridnasra Faridnasra Fatemaluo, Ferianus Ferdiansyah Sitopu, Robin Ferianus Fatemaluo Fika Erfin Rawati Gulo Fira Devi Ernija Fitri Kristianis Zalukhu Gerri Anastasya Simamora Ginting, Chrismis Novalinda Girsang, Ermi Gowasa, Honorius Gulo, Legisnaria Halawa , Lira Virna Halawa, Erniyanti Halawa, Wirna Wati Harpenta Halawa Harpenta Halawa, Mardan Darman Hasrat Ndruru Helena Sanofa Hendrik Berkat Nurmansari Zebua Heru Bambang Triono Hesti Pramudya Wardani Maha Hesti Wulansari Honorius Gowasa Hutabarat, Rini Elvira Hutagaol, Priscillia Margaretta Hutapea, Kimberley Maharani Maulibulung Hutomo, Rizky Aditya Imelda Putri Rahayu Iqbal Maidira Darmansyah Irfan Ramadhan Sagala Jamaluddin Jamaluddin Juniatulo Tafonao Karmila Br. Kaban Karolina Dhuka Kemala Sari Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Krisman Harapan Ziliwu Kristin Mei Sara Zebua Kristina L Silalahi Kristina L Silalahi Laily, Eka Isranil Laoly, Marnesry Rahmat Kristin Lase, Hestin Damaris Laura Adelina Br Sebayang Legisnaria Gulo Lenni Krisdayanti Nababan Leo Nardo Dicaprio Lase Lira Virna Halawa Lisca Elisabeth Sihombing Lombu, Meirini Citrahati Luce Yulpina Silaban Lumbantoruan, Marlina Manggalika, Widya Santi Manullang, Anggi Sita Br Mardan Darman Maria Maria Maria Maria Marnesry Rahmat Kristin Laoly Mawaddah, Putri Meiman Berkat Bawamenewi Mesy Gultom Mhd Luthfi Rifai Muliani, Sulis Mutiara Sari Tarigan, Yolanda Netti Vera Simanjuntak Novita, Elsa Nurhabibi Berutu Otomosi Hulu Parida Hanum Patimah Sari Siregar Priscillia Margaretta Hutagaol Putri Mawaddah Putri Nidar Zega Rahmaini Fitri Harahap Rahmi, Intan Mutia Ramanisah Sahputri Sigalingging Rani Risa O. Siagian Resmi Pangaribuan Restueli Waruwu Rina Adrianis Telaumbanua Riswanto Ronatama Paulina Rostina Rostina Rostina Rotua Lenawati Tindaon Rut Karina Br Sembiring Saharman Gea Samosir, Andros Christopher Saruza, nn Sebayang , Laura Adelina Br Selina Br Giawa Septiana Maryani Enjelita Simangunsong Shayla Octaviana Salsabilla Sianturi, Elsa Romaito Sihombing, Agustina Sihombing, Lisca Elisabeth Sihotang, Desi Ratna Sari Silalahi, Kristina L Silitonga, Martha Sinar Kristina Telaumbanua Siska Br Sitepu Siska Ndruru Sitompul, Mutiara Rolika Putri Sofia A. Simanullang Subki Ramadhan Sunarti Sunarti Supriyadi Supriyadi Susanna Syukria Syukria Tarigan, Almina Rospitaria Tarigan, Putri Karina Theresia Marito Siregar Theresia Megawati. H.G. Putri Tiarnida Nababan Tindaon, Rotua Lenawati Triono, Heru Bambang Venty Putri Kristari Larosa Verawaty Fitrinelda Silaban Vesty Aprilian Daeli Wanda Bagus Pratama Waruwu, Restueli Winarti Yasman Suasono Buulolo Yitro Dakhi Yosni Yohana Sipayung Zega, Putri Nidar Zega, Selvi Sri Ica Purwasih