Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Kelor Cookies Di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan Irmalia Fitri Siregar; Yani Sukriah Siregar; Wiwik Novitasari; Rafiqah Amanda Lubis; Imelda Sari Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5ac6aq50

Abstract

Daun kelor merupakan pangan fungsional yang memiliki kandungan gizi tinggi. Jadi perlu ada suatu cara mengolah daun kelor tersebut agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Untuk memaksimalkan daun kelor perlu dilakukan suatu terobosan baru dalam memanfaatkannya. Salah satunya dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi cookies. Daun kelor di Desa Simatohir belum dimanfaatkan secara optimal padahal tanaman ini mempunyai sejuta manfaat. Pemanfaatan kelor masih sebatas dikonsumsi sebagai sayuran atau pelengkap masakan sehari hari sehingga sangat monoton (membosankan) ditambah lagi banyak individu yang tidak suka mengkonsumsi sayuran. Daun kelor mempunyai potensi sebagai tanaman obat dengan kandungan berbagai macam nutrisi seperti sumber asam amino (protein, kalsium, vitamin A, B, dan C) yang penting untuk kesehatan. Selain itu daun kelor juga mimiliki kandungan asam amino dan antioksidan tinggi yang berfungsi penangkal radikal bebas. Metode pelaksanaan penelitian yaitu pertama pengumpulan bahan baku. Langkah kedua mengolah daun kelor menjadi bentuk olahan kukis. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemasaran produk berbahan baku daun kelor sebagai produk pangan fungsional di Desa Simatohir. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu Kelompok Wanita Tani ( KWT) tentang pembuatan pangan fungsional yaitu kukis
Budikdamber Sistem Aquaponik Sebagai upaya Pemenuhan Sumber Protein Hewani dan Nabati bagi Anak-Anak Panti Asuhan 'Aisyiah Kota Padangsidimpuan Lubis, Rafiqah Amanda; Lubis, Mutiara; Harahap, Muharram Fajrin; Silitonga, Yusnita Wahyuni; Siregar, Irmalia Fitri; Batubara, Melvariani Syari; Ginting, Nurmaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.518

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan pemenuhan gizi anak-anak Panti Asuhan ‘Aisyiah Kota Padangsidimpuan melalui penerapan teknologi Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) berbasis sistem aquaponik. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan teknis, serta evaluasi berkelanjutan. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pengurus dan anak-anak panti asuhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang konsep akuaponik sederhana, keterampilan dalam pembuatan sistem Budikdamber, serta motivasi untuk mengembangkan kegiatan serupa sebagai sumber pangan dan potensi wirausaha. Program ini juga menghasilkan panduan teknis budidaya ikan dalam ember dan publikasi di jurnal pengabdian. Implementasi teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan lahan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi.
Morphological Characterization and Nutritional Evaluation of Sidimpuan Salak (Salacca sumatrana Becc) Based on Flesh Color Silitonga, Yusnita Wahyuni; Siregar, Irmalia Fitri; Nasirsah; Ginting, Nurmaini; Nasution, Muhammad Nizar Hanafiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12496

Abstract

Salak is a native Indonesian plant with various cultivars, one of which is the Sidimpuan salak originating from North Sumatra. Sidimpuan salak fruit has a distinctive taste, namely a fairly sweet but slightly sour taste, sticky, astringent, quite highs water content in the fruit, and various colors of the fruit flesh, namely white, red, and red tinge. This study aims to characterize the morphology of three types of Sidimpuan salak based on the color of the fruit flesh (white, red, red tinge) and compare the glucose content and vitamin C levels of the three types of salak. The method used in this study is a descriptive method and sample determination is done by purposive sampling. Glucose levels are analyzed using a UV-Vis spectrophotometer and vitamin C levels by the idiometry titration method. The results of the study showed that there are differences in morphological appearance between white, red, and red tinge salak. The morphological characteristics of the stems and leaves of red salak rank first, but the size and taste of white salak fruit are superior to red salak. The highest glucose levels were found in white snake fruit samples and the lowest in red snake fruit, while the highest vitamin C levels were found in red snake fruit and the lowest in red snake fruit. Variations in morphology, glucose content, and vitamin C in snake fruit are caused by genetic and environmental factors. The morphological and nutritional differences found in the three types of Sidimpuan snake fruit are predominantly due to genetic factors because the samples were obtained from the same environmental conditions.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Fungsional Berbahan Dasar Kelor Di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan Siregar, Irmalia Fitri; Harahap, Fatma Suryani; Lubis, Nur Afifah; Silitonga, Yusnita Wahyuni; Batubara, Melvariani Syari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/99srgk30

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya. Sosialisasi tentang stunting telah dilakukan di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan pada tanggal 12 Januari 2025. Beberapa materi yang disampaikan saat sosialisasi adalah apa itu stunting, penyebabnya, dan cara pencegahannya. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, mahasiswa KKN, dan pemerintah daerah dalam memberikan wawasan tentang pengenalan serta pencegahan stunting dengan pemanfaatan pangan fungsional daun kelor yang diolah menjadi kukis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi pengolahan pangan fungsional (kukis) berbahan dasar kelor. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat desa Simatohir sangat partisipatif dalam sosialisasi yang dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari sesi diskusi yang dibuka dan demonstrasi pengolahan kelor kukis yang dilaksanakan oleh Dosen beserta mahasiswa KKN
Strategi Pengembangan Usaha Stik Kecombrang di Desa Simatohir Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara Siregar, Irmalia Fitri; Harahap, Fatma Suryani; Nurhalimah, Msy.; Yanty, Dini Puspita; Lubis, Rafiqah Amanda; Silitonga, Yusnita Wahyuni; Siregar, Indra Praja
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2052

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis (1) Faktor factor lingkungan internal-eksternal usaha stik kecombrang KWT Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, (2) Strategi mengembangkan usaha stik kecombrang KWT Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu. Hasil Penelitian menunjukkan Faktor lingkungan internal (IFE) (faktor penentu kekuatan) adalah tersedianya bahan baku, tersedianya tenaga kerja, Stik kecombrang merupakan jenis makanan ringan yang disukai masarakat karena teksturnya yang kriuk, proses pengolahan yang mudah, biaya produksi yang relatif rendah, lokasi yang strategis, produk memiliki kandungan gizi, vitamin, serta manfaat yang besar, aromanya yang khas sehingga dari aroma tersebut dapat menggugah selera konsumen. (Faktor penentu kelemahan) modal terbatas, jaringan pemasaran yang terbatas, kreatifitas pengemasan masih kurang, kurang sosialisasi dari dinas kesehatan, dan kualitas produk belum memenuhi standar ekspor. Sedangkan faktor eksternal (EFE) (faktor penentu peluang) adalah adanya Adanya dukungan Pemda, Adanya permintaan konsumen, Peluang kerjasama (bermitra) dengan industri lain maupun Bank, Institusi pendidikan meningkatkan citra kecombrang, Adanya peluang pasar bisnis/pasar produsen. Adapun (faktor penentu ancaman) yaitu produk kompetitor, Pergeseran sosial budaya masyarakat (kecenderungan membeli produk luar daripada produk lokal. Strategi pengembangan usaha yang perlu dikembangkan adalah Memperkuat Litbang untuk Peningkatan kualitas dan daya saing stik kecombrang agar memenuhi standar ekspor, promosi produk, pendampingan kelembagaan dengan dinas-dinas terkait dalam mengakses dan kontrol sumberdaya.
Evaluasi Kinerja Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Berdasarkan Persepsi Dosen Pembimbing Lapangan dan Tokoh Masyarakat di Desa Bargottopong Silitonga, Yusnita Wahyuni; Siregar, Irmalia Fitri; Harahap, Imelda Sari; Nurhalimah, Msy; Harahap, Fatma Suryani; Lubis, Jalilah Azizah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2976

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan KKN adalah evaluasi terhadap kinerja mahasiswa selama menjalankan program tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja mahasiswa KKN berdasarkan persepsi Dosen Pembimbing Lapangan dan tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengukur dan menggambarkan sejauh mana mahasiswa KKN dinilai berhasil menjalankan tugas dan perannya di masyarakat. Data dikumpulkan melalui beberapa metode yaitu kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penilaian dari dosen pembimbing lapangan dan tokoh masyarat, kinerja mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan di Desa Bargottopong secara umum berada pada kategori “Baik” hingga “Sangat Baik”. Nilai tertinggi diperoleh dari aspek etika yaitu dengan skor 6,7 hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjaga sikap, norma, dan sopan santun selama menjalankan kegiatan KKN. Beberapa aspek lain seperti inovasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah masih berada dalam kategori baik. Skor ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah menjalankan tugasnya dengan baik, namun masih terdapat ruang untuk peningkatan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L) TERHADAP PUPUK KOTORAN SAPI DAN PUPUK NPK Siregar, Irmalia Fitri; Nasution, Nurul Mawaddah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.3942

Abstract

The purpose of this study was to find out: How many doses of cow manure and NPK fertilizer are right for the growth and yield of broccoli (Brassica oleracea L) and what is the right dose of interaction for the growth and yield of broccoli (Brassica oleracea L). This study used a randomized block design (RBD). The factorial consisted of 2 factors studied, namely: the factor of giving cow manure (S) which was given with 4 levels namely S0 : 0 (control), S1 : 100 g/plant, S2 : 150 g/plant, S3 : 200 g/plant plants and the application of NPK (N) fertilizer given with 3 levels, namely N0: 0 (control), N1: 100 ml/plant, N2: 200 g/plant. There were 12 treatment combinations repeated 3 times resulting in 36 experimental plots, the number of plants per plot was 4 plants with 2 sample plants, the total number of plants was 144. The parameters observed were plant height, number of leaves, flower weight per sample and flower weight per plot. The results showed that the application of cow dung fertilizer had no significant effect on all observed parameters and the application of NPK fertilizer had a significant effect on plant height at 7 WAP, number of leaves aged 3 and 7 WAP, sample bubonic flower weight and flower weight per plot, but had no significant effect on plant height at 3 and 5 weeks old and number of leaves at 5 weeks old and the interaction of the two treatments showed no significant effect on all observed parameters. Keywords: Broccoli plants, cow manure, NPK fertilizer INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Berapa dosis pupuk kotoran sapi dan pupuk NPK yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L)dan berapa dosis interaksi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktorial terdiri dari 2 faktor yang diteliti, yaitu: faktor pemberian pupuk kotoran sapi (S) yang diberikan dengan 4 taraf yaitu S0  : 0 (kontrol), S1 : 100 g/tanaman, S2 : 150 g/tanaman, S3 : 200 g/tanaman dan pemberian pupuk NPK (N) yang diberikan dengan 3 taraf yaitu  N0 : 0 (kontrol), N1 : 100 ml/tanaman, N2 : 200 g/tanaman. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 plot percobaan, jumlah tanaman per plot 4 tanaman dengan 2 tanaman sampel, jumlah tanaman keseluruhan 144. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat bunga per sampel dan berat bunga per plot. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran sapi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati dan pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7 mst, jumlah daun umur 3 dan 7 mst, berat bunga pes sampel dan berat bunga per plot, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3 dan 5  mst dan  jumlah daun umur 5 mst dan interaksi dari kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua patrameter yang diamati. Kata kunci : Tanaman brokoli, pupuk kotoran sapi, pupuk NPK
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG BUNCIS (Phaseolus Vulgaris L ) TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN AYAM DAN POC KULIT PISANG Siregar, Irmalia Fitri; Khairina, Eliza
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.3857

Abstract

This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors, the first factor was chicken manure bokashi with 4 levels, namely A0: no treatment (control), A1: 50 gr/plant, A2: 100 gr/plant, A3: 150 gr/plant plants and the second factor was giving POC banana peels with 3 levels, namely P0: no treatment (control), P1: 100 ml/plant, P2: 300 gr/plant. There were 12 treatment combinations which were repeated 3 times to produce 36 experimental units, the number of plants per plot was 6 plants with 3 sample plants, the total number of plants was 216 plants. Parameters observed were plant height, number of leaves, fruit weight per sample and fruit weight per plot. The results showed that the administration of bokashi chicken manure had no significant effect on all parameters, the administration of POC banana peels showed no significant effect on all parameters and the interaction of the two treatments showed no significant effect on all parameters but had a significant effect on the parameter of fruit weight per plot at harvest. 1. Keywords : Green Beans, Bokashi Chicken Manure, POC Banana Peel. INTISARIPenelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama bokashi kotoran ayam dengan 4 taraf yaitu A0 : tanpa perlakuan  (kontrol) , A1 : 50 gr/tanaman, A2 : 100 gr/tanaman, A3 : 150 gr/tanaman dan faktor kedua pemberian POC kulit pisang dengan 3 taraf yaitu P0 : tanpa perlakuan (kontrol), P1 : 100 ml/tanaman, P2: 300 gr/tanaman. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 satuan percobaaan, jumlah tanaman per plot 6 tanaman dengan 3 tanaman sampel, jumlah tanaman seluruhnya 216 tanaman. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat buah per sampel dan berat buah per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter, pemberian POC kulit pisang menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter dan interaksi dari kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter tetapi berpengaruh nyata pada parameter berat buah per plot pada panen 1. Kata Kunci : Kacang Buncis, Bokashi Kotoran Ayam, POC Kulit Pisang 
Patchouli Agroindustry Technology In Guo Batu Village, Mandailing Natal Regency, North Sumatera Province Siregar, Irmalia Fitri; Rismawaty; Halimatus Syahdia Hasibuan
Jurnal Riset Perkebunan Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Riset Perkebunan (JRP)
Publisher : Jurusan Budidaya Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrp.3.2.56-65.2022

Abstract

Achievement level of input use efficiency will determine the success of farmers in achieving maximum production and income from farming and agro patchouli and can compete in the market. The research aimed to analyze system of patchouli agroindustry conducted from production technology, input using, cost, production, income and patchouli agroindustry efficiency and marketing sub-system conducted from channel, marketing organization, cost, profit and marketing efficiency in Guo Batu Village, Mandailing Natal Districk, North Sumatra Province. Census method used in this research with 30 farmers as sampling. The average of agroindustry sub-system production 116,70 kg of patchouli oil per production process, gross income Rp. 64,185,000 and net income Rp. 41,453,091.67. family income Rp. 45,185,076.53 and RCR 2,90. The conclusion is the marketing doesn’t have problem because the farmers sell the patchouli in oil directly to traders with the price Rp. 550,000/kg.
SOCIALIZATION OF THE IMPORTANCE OF BALANCED NUTRITION FOR STUNTING PREVENTION IN GUNUNG HASAHATAN VILLAGE, PADANGSIDIMPUAN CITY Harahap, Fatma Suryani; Siregar, Irmalia Fitri; Pohan, Heni Mulyani; Sari, Eny Maya; Asmaryadi, Asmaryadi; Yunita, Dinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dsyszz47

Abstract

Stunting remains a significant public health challenge in Indonesia, particularly in rural areas. This condition is caused by inadequate nutritional intake, improper parenting practices, and poor sanitation. This community service program aims to enhance the awareness of the Gunung Hasahatan Village community regarding stunting prevention through counseling and hands-on educational activities. The program involves collaboration among academics, healthcare professionals, and local government authorities to provide insights into the importance of balanced nutrition, proper childcare practices, and environmental hygiene. The implementation methods include interactive lectures, discussions, and demonstrations on preparing nutritious meal plans using locally sourced food ingredients. Additionally, various government programs for stunting prevention were introduced, such as the 1,000 Days of Life Program (HPK), Supplementary Feeding Program (PMT), and Community-Based Total Sanitation (STBM). The results of the program indicate an increase in participants’ understanding of stunting and its prevention strategies, as reflected in their active engagement in discussions and commitment to adopting healthier lifestyles. This initiative has had a positive impact on the community, particularly pregnant women and mothers with young children, by raising awareness of the importance of nutrition and proper parenting to prevent stunting. As a follow-up, a mentoring program for families at risk of stunting is proposed, along with collaboration with the village government to ensure access to nutritious food sources. With continuous education and community engagement, it is expected that the stunting rate in Gunung Hasahatan Village can be reduced, ensuring a healthier and more productive future generation.