Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
SOCIALIZATION OF THE IMPORTANCE OF BALANCED NUTRITION FOR STUNTING PREVENTION IN GUNUNG HASAHATAN VILLAGE, PADANGSIDIMPUAN CITY Fatma Suryani Harahap; Irmalia Fitri Siregar; Heni Mulyani Pohan; Eny Maya Sari; Asmaryadi Asmaryadi; Dinda Yunita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dsyszz47

Abstract

Stunting remains a significant public health challenge in Indonesia, particularly in rural areas. This condition is caused by inadequate nutritional intake, improper parenting practices, and poor sanitation. This community service program aims to enhance the awareness of the Gunung Hasahatan Village community regarding stunting prevention through counseling and hands-on educational activities. The program involves collaboration among academics, healthcare professionals, and local government authorities to provide insights into the importance of balanced nutrition, proper childcare practices, and environmental hygiene. The implementation methods include interactive lectures, discussions, and demonstrations on preparing nutritious meal plans using locally sourced food ingredients. Additionally, various government programs for stunting prevention were introduced, such as the 1,000 Days of Life Program (HPK), Supplementary Feeding Program (PMT), and Community-Based Total Sanitation (STBM). The results of the program indicate an increase in participants’ understanding of stunting and its prevention strategies, as reflected in their active engagement in discussions and commitment to adopting healthier lifestyles. This initiative has had a positive impact on the community, particularly pregnant women and mothers with young children, by raising awareness of the importance of nutrition and proper parenting to prevent stunting. As a follow-up, a mentoring program for families at risk of stunting is proposed, along with collaboration with the village government to ensure access to nutritious food sources. With continuous education and community engagement, it is expected that the stunting rate in Gunung Hasahatan Village can be reduced, ensuring a healthier and more productive future generation.
Farmers Field School (FFS): Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesejahteraan Petani Desa Kaluku Tinggu Melalui Pendekatan Inovatif Nanda Nanda; Rafiqah Amanda Lubis; Mukhlis Mukhlis; Fery Endang Nasution; Luky Wahyu Sipahutar; Irmalia Fitri Siregar; Melvariani Syari Batubara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xc9fa062

Abstract

Program Farmers Field School (FFS) yang dilaksanakan di Desa Kaluku Tinggu, Sulawesi Tengah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan petani lokal melalui penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Program ini merupakan bagian dari Program Bertani Untuk Negeri yang difasilitasi oleh Yayasan Edufarmers Foundation International dan BPP Mantikole. Dalam pelatihan ini, petani diperkenalkan dengan berbagai teknologi inovatif, seperti pembuatan pupuk organik cair berbasis photosynthetic bacteria dan aplikasi pupuk tersebut di ladang jagung mereka. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung (hands-on training) yang mencakup sesi demonstrasi dan diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani: skor pemahaman petani sebelum pelatihan rata-rata adalah 60%, sementara setelah pelatihan meningkat menjadi 85%, dengan peningkatan sebesar 25%. Penerapan pupuk organik cair juga berhasil mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen sebesar 20%. Berdasarkan hasil ini, program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap pengelolaan lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan dan diperluas ke desa-desa lain yang membutuhkan teknologi pertanian berkelanjutan
Pelatihan Pengolahan Kelor Cookies Di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan Irmalia Fitri Siregar; Yani Sukriah Siregar; Wiwik Novitasari; Rafiqah Amanda Lubis; Imelda Sari Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5ac6aq50

Abstract

Daun kelor merupakan pangan fungsional yang memiliki kandungan gizi tinggi. Jadi perlu ada suatu cara mengolah daun kelor tersebut agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Untuk memaksimalkan daun kelor perlu dilakukan suatu terobosan baru dalam memanfaatkannya. Salah satunya dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi cookies. Daun kelor di Desa Simatohir belum dimanfaatkan secara optimal padahal tanaman ini mempunyai sejuta manfaat. Pemanfaatan kelor masih sebatas dikonsumsi sebagai sayuran atau pelengkap masakan sehari hari sehingga sangat monoton (membosankan) ditambah lagi banyak individu yang tidak suka mengkonsumsi sayuran. Daun kelor mempunyai potensi sebagai tanaman obat dengan kandungan berbagai macam nutrisi seperti sumber asam amino (protein, kalsium, vitamin A, B, dan C) yang penting untuk kesehatan. Selain itu daun kelor juga mimiliki kandungan asam amino dan antioksidan tinggi yang berfungsi penangkal radikal bebas. Metode pelaksanaan penelitian yaitu pertama pengumpulan bahan baku. Langkah kedua mengolah daun kelor menjadi bentuk olahan kukis. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemasaran produk berbahan baku daun kelor sebagai produk pangan fungsional di Desa Simatohir. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu Kelompok Wanita Tani ( KWT) tentang pembuatan pangan fungsional yaitu kukis