Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perbedaan Penggunaan Komposter An-Aerob dan Aerob Terhadap Laju Proses Pengomposan Sampah Organik Suharno; Slamet Wardoyo; Taufik Anwar
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.527

Abstract

Masalah sampah pasar tradisional sebenarnya tidak terlalu susah, namun juga tidak sederhana, karena memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sampah dari perumahan. Komposisi sampah pasar tradisional lebih dominan sampah organik yang dapat di daur ulang menjadi kompos atau pupuk organik. Agar proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat diperlukan alat biakan berupa komposter dan menambahkan aktivator atau biang kompos. Tujuan penelitian ini yaitu enganalisis perbedaan penggunaan Komposter An-aerob dengan Komposter Aerob terhadap laju proses pengomposan sampah organik. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment), antara perlakuan (komposter Aerob) dengan kontrol (komposter An-aerob). Hasil menunjukkan kecepatan waktu pematangan kompos pada parameter perubahan warna bahan dan bau bahan kompos dengan komposter anaerob rata-rata kecepatan kematangan kompos sebesar 10,22 hari, sedangkan dengan komposter aerob rata-rata kecepatan kematangan kompos sebesar 9,89 hari. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan α 5%, untuk parameter warna diperoleh tingkat signifikansi (p value) sebesar 0,006, sedangkan berdasarkan parameter bau diperoleh tingkat signifikansi (p value) sebesar 0,003. Dengan demikian ada perbedaan yang bermakna antara proses pengomposan dengan menggunakan komposter anaerob dengan komposter aerob
Pajanan Debu Kayu (PM10) terhadap Gejala Penyakit Saluran Pernafasan pada Pekerja Meubel Sektor Informal Aryanto Purnomo; Taufik Anwar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.702 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.39

Abstract

Abstract: Exposure To Wood Dust (PM 10) And Respiratory Disease Symptoms In Meubel Informal Sector Workers. The aim of this study was to determine the relationship of exposure to wood dust (PM10) and symptoms of the respiratory disease on furniture informal sector workers. This study was an observational method with cross-sectional approach. The study population that all workers in furniture in 4 districts of Pontianak by 25 furniture industry. The research sample as many as 127 people. Chi-square test is used to determine the relationship of the independent variables with the dependent variable in the form of categorical and Mann-Whitney test to determine the relationship of the independent variables in the form of numerical categorical dependent form. Multiple logistic regression testing is used to determine the risk factors that cause the symptoms of respiratory disease. the results showed that the value of p=0,011 that there is a relationship between the concentration of wood dust (PM10) with symptoms of the respiratory  disease after being controlled by the characteristic of the worker and the work environment factors.Abstrak : Pajanan Debu Kayu (PM10) Terhadap Gejala Penyakit Saluran Pernafasan Pada Pekerja Meubel Sektor Informal. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pajanan debu kayu (PM10) terhadap gejala penyakit saluran pernafasan pada pekerja meubel sektor informal. Metode penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian yaitu semua pekerja di meubel di 4 wilayah kecamatan kota Pontianak sebanyak 25 industri meubel. Sampel penelitian yaitu sebanyak 127 orang. Uji Chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen yang berbentuk kategorik dan Uji Mann-whitney untuk mengetahui hubungan variabel independen yang berbentuk numerik dengan dependen yang berbentuk kategorik. Sedangkan uji Regresi Logistik Ganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang menyebabkan terjadinya gejala penyakit saluran pernafasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,011 bahwa ada hubungan antara konsentrasi debu kayu (PM10) dengan gejala penyakit saluran pernafasan setelah dikontrol oleh karakteristik pekerja dan faktor lingkungan kerja.
Efektivitas Pasir dan Karbon Aktif dalam Menurunkan Kekeruhan dan Timbal Pada Air Hujan Khayan Khayan; Taufik Anwar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.613 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.70

Abstract

Abstract: The Effectiveness of Sand And Activated Carbon For Lowering Turbidity Tubes And Pablum On Roof Rain Water. This research was aimed to make filtration tube by using sand, shells and coconut shell activated carbon, also analyze its effectiveness in reducing Pb and turbidity of rain water. This experimental research uses pre and post-test design with control. The results show that level of lead (Pb) pre-treatment about 131.7 μg/l and 20 NTU of turbidity. Level of Pb post-treatment was 0.71 ug / l and 5.66 NTU of turbidity with 99.4% effectiveness in decreasing lead (Pb) and 72% effectiveness in decreasing turbidity. Results of statistical analysis showed that there were a differences levels of Pb and turbidity before and after treatment (p = 0.00)Abstrak: Efektivitas Pasir dan Karbon Aktif Dalam Menurunkan Kekeruhan dan Timbal Pada Air Hujan.Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis efektifitas pasir dan karbon aktif dalam menurunkan timbal dan kekeruhan pada air hujan. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan pre and post test with control design. Hasil penelitian sebelum perlakuan menunjukkan kadar timbal (Pb) 131,7 μg/l dan kekeruhan sebesar 20 NTU. Setelah perlakuan kadar Pb sebesar 0,71 μg/l dan kekeruhan 5,66 NTU dengan efektivitas penurunan timbal (Pb) 99,4% dan kekeruhan, 72%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kadar Pb dan kekeruhan sebelum dan sesudah dilakukan pengolahan (p= 0,00).
Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Aryanto Purnomo; Taufik Anwar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.779 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.84

Abstract

Abstract: Camphor-Active Carbon To Reduce Air Bacteria Density In Tanjungpura University Hospital. The risk of microbial contamination by air in the medical ward may occur during the process of wound care, replacing bandages, injection and infusion. The development of airborne bacteria in the medical ward can cause nosocomial infection to patients. Therefore it is necessary to reduce the risk of air bacteria exposure by using activated carbon as the adsorbent. The general purpose of this research was to determine the ability to activate carbon camphor by lowering the density of air bacteria in the medical ward.  The design of this research is pre and post group design. The research process was repeated six times for each active camphor carbon dose. Statistical analysis techniques using the Wilcoxon Signed Rank test and Kruskal Wallis. The results showed that there was the significant difference in the density of air bacteria before and after given camphor-activate carbon (p = 0.000). There was a difference in the density of air bacteria with doses variation of camphor-activate carbon (p = 0.003) and there was no difference air bacteria density according to the class of medical ward in Tanjungpura University Hospital (p = 0.311). The conclusions, of this research, is that there is the difference of bacterial density to dose variation, except bacteria density according to the Class of medical ward. Abstrak: Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Resiko kontaminasi mikroba oleh udara pada ruang perawatan dapat terjadi pada saat proses perawatan luka, penggantian perban, injeksi dan pemasangan infus. Perkembangan bakteri udara di ruang perawatan dapat memicu terjadinya infeksi nosokomial bagi pasien. Oleh karena itu perlu upaya pengendalian dengan mengurangi resiko paparan bakteri udara dengan memanfaatkan karbon aktif sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kamper karbon aktif dalam menurunkan kepadatan bakteri udara di ruang perawatan.  Desain penelitian ini adalah pre and post group design. Proses penelitian diulangi sebanyak 6 kali untuk masing-masing dosis kamper karbon aktif. Teknik analisis menggunakan uji statistic Kruskal Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan densitas bakteri udara sebelum dan sesudah diberi kamper berkarbonaktif (p=0.000). Ada perbedaan densitas bakteri udara dengan variasi dosis kamper karbon (p=0.003) dan tidak ada perbedaan densitas bakteri udara berdasarkan kelas Ruang Perawatan di Rumah Sakit Tanjungpura (p=0.311). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan densitas bakteri terhadap variasi dosis, kecuali perbedaan bakteri udara berdasarkan Kelas Ruang Perawatan. 
Mini Mobile Filtration with Activated Carbon Adsorbent and Powder of Bidara Leaf (Ziziphus Mauritiana) Leaf as Room Air Purifier Nurul Amaliyah; Taufik Anwar; Slamet Wardoyo
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2023): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i2.2929

Abstract

Forest fires have been a major threat for decades. Forest fire smoke can trigger high levels of highly toxic carbon-containing particles that are the source of carbon monoxide (CO), nitrogen monoxide (NOx), sulfur dioxide (SO2), and PM2.5. Exposure to COx, especially CO and SOx, can be detrimental to human health. To reduce exposure to toxins in smoke, researchers want to make a mini-mobile filtration system of activated carbon and bidara leaf powder. This study is quasi-experimental, where both groups were measured to determine the initial condition. The experimental group was treated, and the comparison group was not. After the completion of treatment, both groups were measured as a posttest to determine the final condition. The result is there was a decrease in COx, SOx, and particulate matter values by 57%, 51%, and 37%. The conclusion is mini mobile filtration with a mixture of activated carbon and bidara leaf powder can reduce COx, SOx, and particulate matter values.
Optimization of Drying Temperature for Bintaro Fruit Seeds (Cerbera manghas) as a Bioinsecticide for Aedes aegypti Using a Tray Dryer Fitria Gusfa; Alkausyari Aziz; Khayan; Taufik Anwar
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 22 No. 2 (2024): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v22i2.172

Abstract

As a tropical country, Indonesia has various plants that can be utilized for human needs. One such plant is Bintaro (Cerbera manghas). Bintaro contains secondary metabolites that can be used as a bioinsecticide. These secondary metabolite compounds can degrade if dried at high temperatures. This study focused on optimizing the drying temperature of Bintaro fruit seeds (Cerbera manghas) using a tray dryer to produce bioinsecticide. The research employed a Completely Randomized Design (CRD) with four different drying temperature treatments: 40°C, 50°C, 60°C, and 70°C. The ethanol extracts from Bintaro seeds produced at each temperature treatment were tested for their effectiveness as a bio-insecticide against Aedes aegypti mosquitoes. The results indicated that the optimal drying temperature for Bintaro seeds, which provided the best bioinsecticide effectiveness, was 50°C.
HUBUNGAN VARIASI MODEL PENGADUKAN MENGGUNAKAN TEKANAN AIR DAN WAKTU PENGENDAPAN TERHADAP KADAR KEKERUHAN DAN WARNA AIR GAMBUT SUMUR GALI DI DESA KAPUR KUBU RAYA Venny Aulia Oktaviani; Zainal Akhmadi; Taufik Anwar
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 1 No 1 (2022): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v1i1.70

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang diperoleh dari berbagai sumber, tergantung pada kondisi daerah setempat. Permasalahan air yang sering muncul adalah pada air tanah dimana ditemukan kadar kekeruhan dan warna dengan bentuk fisik coklat kemerahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar kekeruhan dan warna pada air gambut sumur gali menggunakan pengadukan tekanan air dan waktu pengendapan. Metode yang digunakan dalam Desain penelitian ini bersifat eksperimen semu (Quast Experiment) dengan jumlah sampel sebanyak 36 sampel dengan 6 kali perlakuan dan 4 kali pengulangan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen ulang yaitu, pre and post test desain. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Beda Dua Mean. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar kekeruhan dan warna pada air gambut sumur gali sebelum dan sesudah diolah dengan pengolahan pengadukan menggunakan tekanan air dan waktu pengendapan. Air gambut sumur gali yang diolah masih berada diatas nilai ambang batas yang ditentukan. Pada penurunan kadar kekeruhan sebelum dan sesudah pengolahan pada air gambut sumur gali dengan rata-rata penurunannya terdapat di waktu pengendapan 90 menit sebesar 17 NTU pada perlakuan kedua dengan ukuran selang 10 meter sedangkan penurunan kadar warna sebelum dan sesudah pengolahan pada air gambut sumur gali dengan hasil rata-rata penurunannya terdapat di waktu pengendapan 90 menit sebesar 43 TCU pada perlakuan kedua dengan ukuran selang 10 meter.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA GURU DI SD 16 PONTIANAK UTARA Yuliana Herlina; Taufik Anwar; Moh. Adib
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v1i2.161

Abstract

Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu upaya pencegahan melalui tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan sabun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada guru di SD Pontianak Utara. Populasi penelitian ini adalah seluruh Guru di SD 16 Pontianak Utara berjumlah 24 orang, dan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 responden, didapat persentase 96,67% hasil pengetahuan kriteria baik dan 66,67% hasil perilaku kriteria cukup baik. Kesimpulan penelitian ini adalah hampir seluruh responden berpengetahuan kriteria baik, dan lebih dari sebagian yang kriteria perilakunya cukup baik. Saran diharapkan bagi peneliti yang selanjutnya lebih lanjut meneliti hubungan pengetahuan dan perilaku terhadap cuci tangan pakai sabun.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP KEMATIAN LALAT RUMAH (Musca domestica) Mita Rusadi; Taufik Anwar
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v1i2.232

Abstract

Lalat rumah merupakan vektor pembawa penyakit yang berbahaya bagi kesehatan manusia antara lain diare, disentri, kolera, dan tyhpus. Pengendalian lalat dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati yang terbuat dari bahan alami salah satunya dengan menggunakan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun salam terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica). Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu (Quasy Experiment). lalat yang digunakan berjenis lalat rumah (Musca domestica), dikontakkan dengan konsentrasi ekstrak daun salam 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, serta terdapat kontrol yaitu etanol 70% yang tidak ditambahkan larutan apapun. Pengamatan kematian lalat dilakukan selama 6 jam dan setelah 24 jam dengan 5 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu terdapat perbedaan dengan variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dengan p= 0,036.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 05 PONTIANAK TIMUR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK Mega Silvia Anggraini; Zainal Akhmadi; Taufik Anwar
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v2i1.244

Abstract

Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah ternyata umumnya berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengetahuan dan Tindakan PHBS pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 05 Pontianak Tmur Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling menggunakan aplikasi Random Number Generator Plus untuk menentukkan masing – masing responden di setiap kelas. Dan untuk Teknik Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa kelas IV dan V sebagian besar dengan kategori kurang dengan persentase (43,94%). Sedangkan untuk tindakan kategori kurang dalam dalam menerapkan PHBS dengan persentase (46,97%). Kesimpulan dari hasil penelitian tentang Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar 05 Pontianak Timur adalah kategori kurang. Diharapkan untuk mengadakan kegiatan penyuluhan dan juga diharapkan berjalannya kegiatan UKS.