Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Korelasi Panjang Tulang Humerus Terhadap Tinggi Badan Pada Mahasiswa Suku Lampung Di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Utami, Rizka; Kurniati, Mala; Rafie, Rakhmi; Djamil, Adrian Rival
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20608

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter yang penting dalam bidang klinis dan forensik, terutama dalam proses identifikasi individu dengan kondisi tubuh tidak utuh, seperti pada kasus kecelakaan, mutilasi, dan bencana alam. Estimasi tinggi badan dapat dilakukan melalui pengukuran tulang panjang, salah satunya tulang humerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara panjang tulang humerus terhadap tinggi badan pada mahasiswa suku Lampung di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Metode ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian berjumlah 50 mahasiswa suku Lampung yang dipilih menggunakan metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Panjang tulang humerus diukur menggunakan kaliper geser, sedangkan tinggi badan diukur menggunakan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara panjang tulang humerus kiri dan tinggi badan (p0,01; r=0,793) serta antara panjang tulang humerus kanan dan tinggi badan (p0,01; r=0,803). Kesimpulan menunjukkan adanya korelasi yang kuat pada humerus kiri dan korelasi yang sangat kuat pada humerus kanan terhadap tinggi badan.
Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Femur Pada Mahasiswa Suku Bali Di Universitas Malahayati Akbar, Muhammad Taufik; Kurniati, Mala; Pebriyani, Upik; Djamil, Adrian Rival; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20836

Abstract

Identifikasi korban dalam kasus forensik, seperti pembunuhan dan bencana alam, sering kali menghadapi kesulitan ketika hanya bagian tubuh tertentu yang tersisa. Tulang femur sebagai tulang panjang terpanjang dalam tubuh manusia memiliki potensi tinggi sebagai indikator estimasi tinggi badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ukuran panjang tulang femur dengan tinggi badan pada mahasiswa suku Bali di Universitas Malahayati. Rancangan penelitian numerik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada Maret 2025. Subjek studi ini mencakup 37 responden yang sudah dipilih melalui metode consecutive sampling. Hasil menunjukkan panjang hubungan signifikan panjang femur pria terhadap tinggi badan (p = 0.001; r = 0.888) dan panjang femur wanita terhadap tinggi tubuh yang menunjukan bahwa nilai p = 0.001 (p0.05) dengan nilai r = 0.892. Dapat disimpulkan adanya hubungan erat antara panjang tulang femur laki-laki terhadap tinggi badan dan terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang tulang femur perempuan terhadap tinggi badan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang ilmu forensik, khususnya dalam upaya rekonstruksi tubuh korban yang tidak teridentifikasi melalui estimasi tinggi badan berdasarkan sisa tulang rangka.
Pengaruh Pemberian Susu Beras Terhadap Pertumbuhan Mencit Model Stunting Amalia, Nafa; Dalfian, Dalfian; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22203

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian susu beras berpotensi menjadi solusi alternatif dan ekonomis untuk menangani stunting. Studi ini dilaksankan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu beras terhadap pertumbuhan mencit (Mus musculus) model stunting. Studi ini berjenis eksperimental in vivo dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), pre and post test with control group design, menggunakan 25 ekor mencit jantan strain C57BL/6. Induksi stunting dilakukan melalui pemberian diet rendah protein selama 21 hari dan indometasin selama 7 hari. Subjek dikelompokkan dalam lima kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), perlakuan susu beras 1 x sehari (K+), perlakuan susu beras 2 x sehari (KP1), dan perlakuan susu beras 3 x sehari (KP2). Parameter yang diukur ialah berat badan dan panjang ekor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik pada peningkatan berat badan untuk kelompok K+ (p = 0,376) dan KP2 (p = 0,376). Demikian pula pada hasil uji panjang ekor, tidak ditemukan pengaruh signifikan pada kelompok K+ (p = 0,796) dan KP2 (p = 0,796). Secara deskriptif, pemberian susu beras menunjukkan tren pertumbuhan linier pada berat badan dan panjang ekor mencit model stunting, meskipun belum menunjukkan bukti statistik yang kuat dalam studi ini.