Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KHAZANAH EKOLEKSIKON PENA DALAM GUYUB TUTUR BAHASA DAWAN saefatu, ferni; Nahak, Maria M N; Sari, Nila Puspita; Nino, Redemtus De Frento
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v10i1.5050

Abstract

ABSTRAK Ekoleksikon merupakan komponen bahasa yang berisikan kekayaan kata yang memuat informasi tentang makna suatu bahasa yang menggambarkan suatu lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk dapat mendeskripsikan khazanah ekoleksikon yang merepresentasikan tanaman jagung dalam guyub tutur bahasa dawan. Teori yang digunakan dalam kajian ini ialah teori ekolinguistik menurut Haugen (1972:72). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode obserfasi,wawancara dan dokumentasi, data dalam penelitian ini ialah leksikon-leksikon yang berkaitan dengan tanaman jagung. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat 39 leksikon yang berkaitan dengan tanaman jagung. Dengan lima kategori entitas ekoleksikon yaitu terdiri atas pratanam, pasca tanam, prapanen, pasca panen, dan jenis-jenis jagung yaitu; jagung kuning, jagung putih, jagung merah, dan jagung putih ungu Kata Kunci : Ekoleksikon, Pena, Bahasa Dawan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI LMS NESABASIAPEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 7 DI SMP NEGERI 1 BATU Sari, Nila Puspita
Jurnal Analisis Pendidikan Sosial Vol 1 No 7 (2024): Jurnal Analisis Pendidikan Sosial (JAPS)
Publisher : CV Sintesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aims to determine whether the application of online learning with the Problem Based Learning (PBL) model through the Nesabasiapel LMS can improve the critical thinking skills of 7th grade students of SMP Negeri 1 Batu on the material of Natural Resources Potential. The research was carried out in two cycles, each cycle consisting of the stages of planning, implementation, observation and evaluation, and reflection. The research subjects were students of class 7G in the first semester of the 2021/2022 academic year, totaling 30 people. The object of research is students' critical thinking skills. The results obtained in this study are the application of the Problem Based Learning model to improve students' critical thinking skills. The results of the observation of students' critical thinking skills showed an increase from cycle I to cycle II, from 70.83% in the first cycle to 82.53% in the second cycle. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can improve students' critical thinking skills.
PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA TALKSHOW MATA NAJWA “PRABOWO SUBIANTO BICARA” Seran, Virginia Aprilia; Sari, Nila Puspita; Lein, Adeline Lelo
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v9i1.6829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, memaparkan dan memahami prinsip kesantunan dalam talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mengamati video talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara”, mentranskripsikan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan video talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara” terdapat prinsip kesantunan menurut Leech yang terdiri dari enam maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kesederhanaan, maksim penghargaan, maksim permufakatan dan maksim simpati. Berikut merupakan jumlah data berdasarkan maksim yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 23 ujaran yang terdiri atas 12 ujaran Maksim kebijaksanaan yang berfungsi untuk mengurangi kerugian orang lain sekecil mungkin dan menambah keuntungan orang lain sebesar mungkin, 6 maksim kedermawanan yang berfungsi untuk mengurangi keuntungan diri sendiri dan menambah kerugian diri sendiri, 3 maksim kesederhanaan yang berfungsi mengurangi pujian terhadap diri sendiri dan menambah kekecaman pada diri sendiri, 1 maksim penghargaan yang berfungsi untuk mengurangi kecaman pada orang lain dan menambah pujian/penghargaan pada orang lain, 1 maksim permufakatan yang berfungsi untuk menambah kesepakatan dengan orang lain, akan tetapi peneliti tidak menemukan data atau kutipan yang berkaitan dengan maksim kesimpatian dalam video talkshow tersebut, dikarenakan tidak terdapat rasa kesimpatian berupa ungkapan yang diujarkan oleh Prabowo dan Najwa Shihab dalam talkshow tersebut.
THE MARINE ECOLEXICON OF THE NORTHERN COAST OF OESOKO VILLAGE Nahak, Kristofel Bere; Mahinet, Jefrianus; Sari, Nila Puspita; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the marine eco-lexicon of the Dawan community in Oesoko Village, Timor Tengah Utara Regency, and analyze its meanings based on Haugen’s three-dimensional ecolinguistic approach: ideological, sociological, and biological. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and audio recording. The results show that the Oesoko community possesses a wide range of lexicons representing maritime activities such as fishing, salt processing, and net mending. These lexicons reflect ecological knowledge, cultural values, and the community’s social structure. The ideological dimension reveals the belief systems embedded in maritime practices; the sociological dimension highlights collective work and intergenerational knowledge transmission; and the biological dimension emphasizes the traditional yet intensive use of natural resources. Thus, the eco-lexicon not only functions as a communication tool but also as a reflection of local cultural and ecological identity that must be preserved.
Analisis penerapan higiene dan sanitasi rumah makan di kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Analysis the application of Hygiene and Sanitation in restaurants of urban village Tarempa sub-district Siantan regency Kepulauan Anamba Malik, Fadri Rabial; Abidin, Aldiga Rienarti; Nurlisis, Nurlisis; Hayana, Hayana; Sari, Nila Puspita
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1376

Abstract

Hygiene and sanitation is a specific action to improve hygiene and health through maintaining the health of each individual and the environment that affects it. Of the several restaurants that do not meet the requirements as many as 12 restaurants. Identifiable risk factors include unhygienic food ingredients, improper processing, improper storage, contaminated equipment and people handling the food. The purpose of this study was to analyze the application of restaurant hygiene and sanitation in the Tarempa sub-district, Siantan district, Anambas Islands district in 2022. This type of research was qualitative. The research was conducted in one of the restaurants in the Anambas Islands Regency that did not meet the requirements in March 2022. There were five informants consisting of one restaurant owner, two handlers, and sanitarian staff and visitors. Collecting data using interviews and observations in restaurants that do not meet the requirements. The results showed that in the restaurant some variables did not meet the hygiene and sanitation requirements based on the Minister of Health Number 1098/MENKES/SK/VII/2003 such as not using gloves, not providing organic and inorganic waste bins and toilets that had not been separated and did not have a septic tank. The suggestion is that it is necessary to make efforts to improve the application of hygiene and sanitation in restaurants and attend special training on hygiene and sanitation requirements.
Ideologi perempuan Timor dalam film Salam: Sahabat Alam Adam, Lenny Nofriyani; Sudana, Dadang; Shiyabuddin, Shiyabuddin; Muttaqin, Zainul; Sari, Nila Puspita; Amaliana MZ, Zulfiana
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1459

Abstract

This study aims to explore how the film Salam constructs and presents the ideology of Timorese women through female characters’ utterances and visual sequences laden with symbolic meaning and social discourse. The research employs Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA), integrating three dimensions: textual analysis, discourse practice, and social practice. The data consist of transcriptions of female characters’ dialogues and selected key visual screenshots, analyzed to reveal their embedded ideological representations. The findings indicate that Salam portrays Timorese women not merely as domestic figures but also as guardians of tradition, ecological agents, and active participants in culturally rooted social resistance. The dialogues emphasize communal values, spiritual ties to ancestral land, and resistance to external forces such as mining exploitation. Visuals—such as scenes of weaving in public spaces and praying before the statue of the Virgin Mary—reinforce a localized ecofeminist ideology that intertwines custom, ecology, and religiosity. A unique finding of this study is the ideological shift of women from domestic spheres to public arenas, using cultural practices as a form of counter-hegemony. This research highlights how local visual media serve as a vital platform for articulating women’s ideologies and the cultural wisdom of indigenous communities.
Environmental Sanitation Education in Reducing Environmental Pollution in the Siak River Area Rasyid, Zulmeliza; Rany, Novita; Susanti, Nurvi; Sari, Nila Puspita; Sohor, Suherman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ryayfv69

Abstract

Environmental pollution in the Siak River area is a serious problem impacting public health and the ecosystem. To address this issue, environmental sanitation education activities are being implemented to raise public awareness about the importance of good sanitation practices. Methods include outreach and hands-on practice in waste management. Health education is being conducted in the Meranti Pandak Village area. The media used for the education are laptops, n-focus, and leaflets. The methods used in the education are lectures and question-and-answer discussions. This community service activity will be conducted in July 2025. The results of this activity indicate an increase in public understanding of the importance of sanitation and waste management. There was increased knowledge 48%  in knowledge, 49% in attitudes, and 48% in actions of respondents before and after the questionnaire was administered. The community is beginning to actively participate in maintaining the cleanliness of their environment. Sanitation education plays a crucial role in reducing pollution and improving environmental quality. It is hoped that it can be implemented sustainably to create a cleaner and healthier environment.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Menular Potensial Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Sari, Nila Puspita; Fahlepi, Rizer; Alamsyah, Agus; Yanti, Desri Novita
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6044

Abstract

Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya terletak dipusat Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 69.452 jiwa yang terletak di Kecamatan Harapan Raya. Puskesmas sering kali terjadi kenaikan Kasus penyakit menular 3 tahun terakhir yakni Demam berdarah dengue dengan status KLB, Covid-19 dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Pekanbaru, Tuberkulosis dengan jumlah nomor 2 tertinggi di Kota Pekanbaru. Puskesmas Harapan Raya menjadi tumpuan masyarakat dalam pelayanan basic six/enam program salah satunya adalah pemberantasan penyakit menular. Kader kesehatan merupakan tumpuan masyarakat di awal berkonsultasi kesehatan secara empati, kader kesehatan di Wilayah Puskesmas Harapan Raya berjumlah 162 dan perlu di manajemen terutama untuk deteksi awal penyakit potensial menular di wilayah Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru terutama dilingkungan tempat tinggal kader. Permasalahannya kader: 1. Minimnya pengetahuan kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah, 2. Pencatatan kegiatan kader masih manual mengunakan WA group. Tujuan pengabdian ini adalah untuk kemandirian kesehatan dimasyarakat melalui kader kesehatan. Metode dalam pengabdian ini melaksanakan Pelatihan kepada kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah dengan perwakilan dari masing masing posyandu yakni 32 Posyandu dan memberikan penerapan sistem informasi dalam deteksi dini Penyakit KLB
ANALISIS PENGENDALIAN VEKTOR TIKUS DI PELABUHAN SUNGAI DUKU KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Arti, Eliyah Dwi Setyo; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31415

Abstract

Kawasan perimeter pelabuhan harus bebas dari vektor tikus, dimana tikus dapat menyebabkan berbagai penyakit. Tahun 2020, tercatat jumlah populasi tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru dengan indeks pinjal 9,5%. Selain menimbulkan gangguan estetika, juga dikhawatirkan dapat terjadi penularan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengendalian vektor tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian analitik dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru pada bulan Februari 2022. Informan penelitian ini yaitu 3 orang pekerja pelabuhan sebagai informan utama, 1 orang petugas UPTD pelabuhan sebagai informan kunci, 1 orang pegawai KKP sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan mengenai pengendalian tikus terkait dengan pemetaan. Dana yang digunakan dalam pemberantasan tikus merupakan dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berdasarkan sarana prasarana, informan utama mengungkapkan bahwa tidak pernah terlibat dalam pemberantasan tikus di pelabuhan. Cara penangkapan tikus yang efektif di pelabuhan menggunakan perangkap tikus. Telah dilakukan pemasangan perangkap tikus namun tidak dilakukan pengendalian menggunakan racun tikus di pelabuhan. Berdasarkan evaluasi pengendalian, didapatkan bahwa tidak ada evaluasi pengendalian vektor tikus karena tidak ada pelaksanaan   pengendalian yang di lakukan
Kebersihan Perorangan dan Kecacingan pada Siswa SDN 128 Pekanbaru Sari, Nila Puspita; Hayati, Zahratul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.99

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi cacing kerap menjadi permasalah bagi anak sekolah. Aktivitas bermain pada anak yang tidak memperdulikan kondisi higiene perorangan dan lingkungan sekitarnya. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada siswa sekolah dasar Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa SDN 128 Pekanbaru kelas 2,3 dan 4, dengan sampel sebanyak 47 orang (purposive sampling). Dilakukan analisis data dengan uji chi-square dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur, pemeriksaan laboratorium, serta pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cuci tangan pakai sabun, pengunaan alas kaki, kebersihan jari kuku, jajan sembarangan, dan bermain tanah (P value= 0,001;0,002; 0,001; 0,003; 0,001) memiliki hubungan dengan kecacingan pada siswa sekolah dasar di SDN 128 Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Dinas Kesehatan diharapkan adanya kerjasama dengan Puskesmas dan Pihak Sekolah untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, dan pemberian obat cacing berkala pada siswa sekolah dasar agar terhindar dari risiko penyakit cacingan. Personal Hygiene and Helminthiasis of Primary School Students 128 in Pekanbaru Abstract Background: An elementary school student is very vulnerable to helminthiasis infections, this is caused by their habit of playing and they usually do not pay attention to their hygiene and environment. These can cause affect the children able to receive and attend the school lessons. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and helminthiasis at elementary students. Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional design, with respondents SDN 128 Pekanbaru. Populations were students of SDN 128 Pekanbaru at 2nd, 3rd, and 4th grade and samples are 47 people (purposive sampling). Data analysis used chi-square test, questionnaire, laboratory test, and processing data using computerization. Result: This research showed that there as a correlation between washing hand with soap, using footwear, nails hygiene, eating ransom snack, and playing on the ground (P value= 0,001; 0,002; 0,001; 0,003; 0,001) with the incidence of helminthiasis. Conclusion: Suggested to the nearest institution which is the health service, hoped to assume the operation with the health center and the school to provide counseling and giving o worm medicines regularly to elementary students to prevent the incidence of helminthiasis.