Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERAN MASYARAKAT DALAM UPAYA KONSERVASI ALAM MELALUI PENANAMAN POHON Sari, Nila puspita; Neonbeni, Eduardus Yosef; Kadha, Faustinus
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v3i2.258

Abstract

Manusia yang terbentuk dalam sebuah ekosistem merupakan dua hal yang saling   berinteraksi, baik itu interkasi yang saling menguntungkan maupun saling merugikan. Pentingnya daya dukung  lingkungan dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan manusia, baik primer maupun sekunder yang diperoleh dari alam. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penghijauan beberapa wilayah yang diasumsikan akan mengalami kegersangan dalam beberapa tahun kedepan disebabkan oleh kurangnya pohon di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penanaman empat jenis anakan pohon yang terdiri dari: jambu kristal, jambu bold, jambu ungu dan mangga. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan beberapa dosen Universitas Timor (Unimor) dan anggota Satgas Pamtas Yonkav6/NK-Pos kalan dengan dibantu oleh masyarakat setempat. Selain itu, ada pula sosialisasi berkaitan dengan konservasi lingkungan oleh dosen Unimor. Selain itu, ditargetkan dalam beberapa tahun ke depan eilayah ini bisa menjadi salah satu lokasi ekowisata yang beradad di pulau Timor. Melalui kegiatan ini, diharapkan masayarakat utamanya generasi muda memeahami dan mampu menjada lingkungannya dengan baik sebagai salah satu daya dukung dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS) DALAM MENJAGA KESELAMATAN MASYARAKAT SEKOLAH KHUSUSNYA SISWA/I SDN 132 KOTA PEKANBARU Amin, Makomul; Sari, Nila Puspita; Putri, Rahma Dita Ayu; Lidya, Putri; Rosiani, Ranggi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i1.21899

Abstract

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 132 yang berada di pinggir jalan raya, serta Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang keberadaannya tidak ada petunjuk khusus, merupakan suatu kondisi yang sangat membahayakan keselamatan siswa/i yang berada di lingkungan sekolah tersebut ketika menyeberang jalan. Kebaruan dalam kegiatan pengabdian ini adalah peran zona selamat sekolah dalam menjaga keselamatan masyarakat sekolah khususnya siswa/i. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan Safety Education terhadap pentingnya penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) kepada siswa/i Sekolah Dasar Negeri (SDN) 132 Kota Pekanbaru dalam rangka peningkatan pengetahuan, perlindungan keamanan, keselamatan serta peningkatan kesadaran siswa/i menyeberang jalan dengan aman dan selamat. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini dalam bentuk penyuluhan, peserta disajikan materi Zona Selamat Sekolah (ZoSS) menggunakan media infokus didepan kelas yang melibatkan mahasiswa, siswa dan guru kelas. Hasil pengabdian memperlihatkan, pengetahuan serta kesadaran siswa/i bertambah terhadap pentingnya penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Siswa/i memahami dan mengetahui bagaimana cara menyeberang jalan yang benar dan bagaimana memanfaatkan Zona Selamat Sekolah (ZoSS), terlihat berdasarkan pemahaman selama proses diskusi berlangsung pada saat kegiatan penyuluhan dilakukan. Kesimpulan dari bahwa pemahaman siswa/i terhadap penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sudah cukup baik.Kata kunci: ZoSS SDN 132 Pekanbaru; Keselamatan masyarakat sekolah; Kondisi Sekolah; Keberadaan ZoSS 
Flood Assessment through Integrated-Mixed-Method in the Western Downstream Area of Citanduy River Basin, Pangandaran Regency Syafitri, Dyah Rina; Arysandi, Safira Arum; Purboyo, Alvian Aji; Fitri, Amelia; Febriani, Yenni; Tjahyanityasa, Wanda Fitri; Sari, Nila Puspita; Mar'ath, Sitti Khafifatul; Safinatunnajah, Safinatunnajah; Satyaningrum, Aghnia Candra; Rahardjo, Noorhadi; Sudrajat, Sudrajat; Mardiatno, Djati; Rachmawati, Rini
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v24i1.60691

Abstract

Recurring and intensive flooding occurs in the western downstream area of the Citanduy River Basin (including Kalipucang, Padaherang, and Mangunjaya Districts, Pangandaran Regency) and causes massive losses. Land use Changes, fluctuating weather and climate conditions, as well as countermeasures that have not been maximized, have caused losses continuously. This study aims to describe the latest representation of flood vulnerability distribution in the study area using an integrated-mixed-method, includes: 1) AHP weighting based on expert interviews; 2) land use classification by the random forest algorithm; 3) Flood Hazard Map modeling using weighted overlay; and 4) hazard maps validation and historical flood analysis. The flood vulnerability model uses indicators: rainfall, elevation, slopes, distance from the river, and land use. Geographic Information System based on application (ArcGIS) and could (GEE) are the analytical tools in this study, supported by secondary data, such as 1) Sentinel 2A for land use models, 2) DEM for elevation and slope models, 3) buffer models for river distance and 4) CHIRPS for rainfall. The flood hazard with low and very-low levels is so minimal that it is less visible on the map. While the moderate level of flood hazard class counted as 12.6 Ha, mostly located in the eastern part of the study area (Padaherang and Kalipucang sub-districts).The high-level flood hazard class occupied about 2041.17 Ha, spread over built-up land use. The Very-high hazard class is 22652.11 Ha and mostly located in villages directly adjacent to the Citanduy River.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE IBU RUMAH TANGGA DAN SARANA SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPTA TARUNA TAHUN 2021: RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE OF HOUSEWIVES AND BASIC SANITATION FACILITIES WITH THE EVENT OF DIARRHEA ON CHILDREN IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS SAPTA TARUNA in 2021 Zulfita, Alvia; Sari, Nila Puspita; Wardani, Sri; Yulianto, Beny; Hayana, Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.512

Abstract

Kondisi rumah yang rapat sehingga sanitasi di lingkungan tersebut yang kurang baik dan tidak terjaga. Pembuangan limbah cair tidak memenuhi syarat seperti aliran pencuci piring tidak memiliki saluran khusus, kakus juga tidak memiliki bangunan yang tertutup sempurna dan bangunan jamban yang diseminisasi tidak sempurna sehingga adanya rongga yang akan mngakibatkan jamban terlihat kotor berpotensi menimbulkan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna. Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar secara berlebihan > 3kali sehari serta perubahan konsistensi tinja (menjadi cair atau setengah padat) dengan lendir maupun darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene ibu rumah tangga dan sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita umur 0 bulan - <5 sebanyak 393 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik “Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan α=5% (0,05) dan derajat kepercayaan CI= 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan personal higiene (OR sebesar 3,367 dan p 0,017), pengetahuan (OR sebesar 3,000 dan p = 0,031), dan tidak adanya hubungan penyediaan air bersih (OR sebesar 2,893 dan p = 0,107), ketersediaan jamban (OR sebesar 2,280 dan nilai p = 0,144). Diharapkan ibu  mengajarkan pada balitanya cara menjaga kebersihan diri terutama saat makan makanan dan minuman, setelah bermain, dan setelah buang air besar maupun buang air kecil The condition of the house is tight so that the sanitation in the environment is not good and not maintained. Disposal of liquid waste does not meet the requirements such as the dishwasher does not have a special channel, the latrine also does not have a perfectly closed building and the latrine building is not properly disseminated so that there are cavities that will cause the toilet to look dirty, potentially causing diarrhea in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center. Diarrhea is a condition in which a person defecates excessively > 3 times a day and changes in the consistency of the stool (to be liquid or semi-solid) with mucus or blood. This study aims to determine the relationship between the personal hygiene of housewives and basic sanitation facilities with the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center in 2021. The location of this research was carried out in the Sapta Taruna Health Center Work Area in 2021. The time of the study was carried out in February 2021. This research is an observational quantitative analytic study with a cross sectional research design. The population of this study were mothers who had toddlers aged 0 months - <5 as many as 393 mothers with a total sample of 80 respondents. In this study, the researcher used the “Purposive Sampling” technique. The data was collected using a questionnaire, the data were analyzed using the chi-square statistical test with a significance level of =5% (0.05) and a degree of confidence CI= 95%. The results showed that there was a personal hygiene relationship (OR was 3.367 and p 0.017), knowledge (OR was 3,000 and p = 0.031), and there was no relationship between clean water supply (OR was 2.893 and p = 0.107), latrine availability (OR was 2.280 and p value = 0.144). Mothers are expected to teach their toddlers how to maintain personal hygiene, especially when eating food and drinks, after playing, and after defecating or urinating.  
RISK CONTROL NAIK TURUN TANGGA DENGAN PENERAPAN THREE POINT CONTACT DI SMP JUARA KOTA PEKANBARU Amin, Makomul; Sari, Nila Puspita; Suri, Anggun; Resi, Olivia Santa
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.27544

Abstract

Keamanan adalah elemen vital dalam lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah yang memiliki beragam fasilitas dan infrastruktur yang harus dipelihara dengan baik. Salah satu fasilitas krusial yang sering digunakan adalah tangga penghubung antar lantai. Meskipun tampak sederhana, tangga ini memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi jika tidak digunakan dengan benar dan tanpa prosedur keselamatan yang memadai. Dengan meningkatnya jumlah siswa dan aktivitas di sekolah, frekuensi penggunaan tangga penghubung semakin tinggi. Data dari berbagai laporan keselamatan sekolah menunjukkan bahwa insiden kecelakaan di tangga sering terjadi dan dapat mengakibatkan cedera serius. Oleh karena itu, penerapan prosedur keselamatan yang efektif sangatlah penting untuk mengurangi risiko tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat tercipta budaya keselamatan (Safety Culture) yang kuat di lingkungan sekolah. Siswa dan staf tidak hanya akan lebih sadar tentang pentingnya keselamatan saat menggunakan tangga, tetapi juga akan memiliki keterampilan praktis untuk menjaga diri mereka dari potensi risiko kecelakaan. Metode pelaksanaan dengan menerapkan prinsip "Three Point Contact" atau kontak tiga titik. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian bahwa penerapan three point contact terbukti efektif dalam meningkatkan keselamatan penggunaan tangga. Prinsip ini mengharuskan pengguna tangga untuk selalu menjaga tiga titik kontak dengan tangga, yaitu dua tangan dan satu kaki atau dua kaki dan satu tangan. Metode ini memastikan keseimbangan dan stabilitas yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko terjatuh. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan kesadaran siswa dan guru SMP Juara Kota Pekanbaru tentang pentingnya keselamatan saat menggunakan tangga.Kata kunci: Tangga; Budaya keselamatan; Tiga point kontak.
Implementation of Anthropometry on the Design of Study Tables and Chairs in Pekanbaru 17 Public Elementary School Students Against the Prevention of Musculoskeletal Disorders (MSD's): Implementasi Antropometri Terhadap Desain Meja Kursi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 17 Pekanbaru Terhadap Pencegahan Muskuloskeletal Disorders (MSD’s) Makomulamin , Makomulamin; Sari, Nila Puspita; Sridefina, Fhuja
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1395

Abstract

Antropometri merupakan studi tentang pengukuran fisik tubuh manusia, mengenai dimensi bentuk serta ukuran tubuh yang dapat digunakan dalam klasifikasi dan perbandingan antropologis. Antropometri digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perancangan desain produk. Sekolah Dasar Negeri 17  Pekanbaru sudah memiliki meja dan kursi yang jumlahnya cukup sesuai dengan kebutuhan siswanya. Namun, dalam implementasi antropometrinya belum sesuai dengan dimensi tubuh siswa tersebut, ukuran tubuh siswa yang tidak sama dengan ketersediaan meja dan kursi sehingga sangat mengganggu siswa dalam kenyamanan duduk dikelas, terdapat siswa yang merasakan keluhan nyeri punggung ketika mengikuti proses pembelajaran selama dikelas, nyeri pada leher, pergelangan tangan dan bagian tubuh lainnya, hal ini dikarenakan kursi yang tidak sesuai dengan ukuran dimensi tubuh siswa tersebut. Kegiatan  ini bertujuan untuk menganalisis secara antropometri postur tubuh siswa, ketinggian meja belajar dan desain kursi belajar siswa yang ergonomis terhadap pencegahan Muskuloskeletal Disorders. Kegiatan dilakukan dalam bentuk promosi Kesehatan yang diikuti oleh siswa dengan menerapkan protokol kesehatan pada waktu kegiatan tatap muka terbatas disekolah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan peserta penyuluhan dengan luaran kegiatan artikel pengabdian masyarakat. Abstrak Anthropometry is the study of the physical measurements of the human body, regarding the dimensions of body shape and size that can be used in anthropological classification and comparison. Anthropometry is used as one of the ergonomic considerations in the design process. SDN 17 Pekanbaru already has a sufficient number of tables and chairs according to the needs of its students. However, the implementation of anthropometry is not in accordance with the dimensions of the student's body, the size of the student's body that is not the same as the availability of tables and chairs greatly interferes with students sitting comfortably in class. There are students who feel complaints of back pain when participating in the learning process during class, such as pain in the neck, wrist, and other body parts. This is because the chair does not match the dimensions of the student's body. This activity aims to analyze students' posture anthropometry, height and design of ergonomic student desks and chairs for the prevention of Musculoskeletal Disorders. The activity was carried out in the form of counseling which was attended by students by implementing health protocols when face-to-face activities were limited at school. The method used was lectures and discussions with the output of community service article. The results of this activity were known that the design conditions of the tables and chairs were still not in accordance with the dimensions of the student's body shape, causing complaints about disturbances in MSD's. In conclusion, one of the efforts that can be made to avoid MSD's complaints is when students sit, pay attention to their position and how to sit. They should not sit in a bent position, tilt to the left or right, and often do stretching movements
Collaborative Waste Management at Tuah Serumpun Market Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Sahar, Suherman; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.934

Abstract

Waste management in traditional markets, particularly in Pasar Tuah Serumpun, is a challenge that requires attention from local government and the community. This study aims to analyze and identify the implementation of the Collaborative Waste Management approach in waste management at Pasar Tuah Serumpun. The method used is qualitative research with a case study design. The research informants consist of three main informants, three supporting informants, and one key informant. The research instrument employs in-depth interview guidelines. The results show that the waste separation process at Pasar Tuah Serumpun is not conducted, and the existing waste collection is inadequate. Although waste transport is carried out three times a day, the limited number of transport vehicles owned by the Siak Environmental Agency poses a major obstacle. Additionally, the temporary waste storage sites are insufficient, worsening cleanliness conditions and causing waste piles. It is hoped that relevant parties will conduct outreach on the importance of waste separation to traders and the community, build adequate and strategic temporary storage sites, increase the number of waste transport vehicles to ensure effective collection, and involve the community in waste management through collaborative programs that can enhance participation and environmental awareness.
Spatial Changes in the Settlement of Panta'nakan Lolo Tourism Village, Kesu District, North Toraja Regency Sari, Nila Puspita; Giyarsih, Sri Rum; Kurniawan, Andri
Journal of Geosciences and Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ijgaes.v2i1.3547

Abstract

The tourism sector is growing rapidly and emerging as a key driver of regional development. One approach to fostering tourism is establishing Tourism Villages, such as Panta'nakan Lolo Village, which capitalizes on its tourism potential. As a tourist village, it features iconic attractions like Ke'te Kesu. Tourism development has driven increased accommodations alongside physical and spatial changes in the settlement environment. These include new construction, spatial reorganization, and changes in tourism activities and management. This study examines spatial changes in Panta'nakan Lolo Village's settlements before and after its designation as a Tourism Village. Using a qualitative method, data were collected through field surveys, in-depth interviews, and documentation. Spatial-temporal analysis identified changes in land use patterns during 2012, 2018, and 2024. Additionally, settlement patterns were assessed using the Nearest Neighbor Analysis approach with ArcGIS software. The results reveal significant spatial transformations linked to the village’s tourism development. These changes include expanded built-up areas, integration of tourism elements into settlements, and the rise of tourism-related activities and management systems.
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS MOBILE LEARNING SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 4.0 Kristanti, Elsa; Kharisma, Giri Indra; Sari, Nila Puspita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.216 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28915

Abstract

Di era pendidikan 4.0, perlu adanya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, salah satunya dalam aktivitas evaluasi pembelajaran. Namun, muncul tantangan dari sumber daya manusia, yakni guru dan siswa, yang belum menggunakan atau bahkan mengenal aplikasi evaluasi pembelajaran berbasis TIK. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan pelatihan penyusunan soal berbasis mobile learning menggunakan aplikasi quizizz. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kefamenanu dan dihadiri oleh 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah pelatihan terbimbing. Peserta dibimbing hingga mampu membuat soal menggunakan quizizz dan menerapkannya ke dalam pembelajaran di kelas. Selama kegiatan pelatihan ini, peserta terlihat antusias ketika mencoba mengerjakan soal dan paham ketika menyusun soal menggunakan quizizz. Tim pengabdi juga melakukan pendampingan kepada peserta untuk dapat mengimplementasikan quizizz di kelas. Setelah ujicoba kepada siswa, seluruh siswa merasa senang karena tampilannya yang menarik dan hasilnya dapat langsung diketahui.
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Mayasari, Eva; Yunita, Jasrida; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Mianna, Rika; Sari, Nila Puspita; Amirullah, M. Fadil
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.