Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RISK CONTROL NAIK TURUN TANGGA DENGAN PENERAPAN THREE POINT CONTACT DI SMP JUARA KOTA PEKANBARU Amin, Makomul; Sari, Nila Puspita; Suri, Anggun; Resi, Olivia Santa
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.27544

Abstract

Keamanan adalah elemen vital dalam lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah yang memiliki beragam fasilitas dan infrastruktur yang harus dipelihara dengan baik. Salah satu fasilitas krusial yang sering digunakan adalah tangga penghubung antar lantai. Meskipun tampak sederhana, tangga ini memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi jika tidak digunakan dengan benar dan tanpa prosedur keselamatan yang memadai. Dengan meningkatnya jumlah siswa dan aktivitas di sekolah, frekuensi penggunaan tangga penghubung semakin tinggi. Data dari berbagai laporan keselamatan sekolah menunjukkan bahwa insiden kecelakaan di tangga sering terjadi dan dapat mengakibatkan cedera serius. Oleh karena itu, penerapan prosedur keselamatan yang efektif sangatlah penting untuk mengurangi risiko tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat tercipta budaya keselamatan (Safety Culture) yang kuat di lingkungan sekolah. Siswa dan staf tidak hanya akan lebih sadar tentang pentingnya keselamatan saat menggunakan tangga, tetapi juga akan memiliki keterampilan praktis untuk menjaga diri mereka dari potensi risiko kecelakaan. Metode pelaksanaan dengan menerapkan prinsip "Three Point Contact" atau kontak tiga titik. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian bahwa penerapan three point contact terbukti efektif dalam meningkatkan keselamatan penggunaan tangga. Prinsip ini mengharuskan pengguna tangga untuk selalu menjaga tiga titik kontak dengan tangga, yaitu dua tangan dan satu kaki atau dua kaki dan satu tangan. Metode ini memastikan keseimbangan dan stabilitas yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko terjatuh. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan kesadaran siswa dan guru SMP Juara Kota Pekanbaru tentang pentingnya keselamatan saat menggunakan tangga.Kata kunci: Tangga; Budaya keselamatan; Tiga point kontak.
Implementation of Anthropometry on the Design of Study Tables and Chairs in Pekanbaru 17 Public Elementary School Students Against the Prevention of Musculoskeletal Disorders (MSD's): Implementasi Antropometri Terhadap Desain Meja Kursi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 17 Pekanbaru Terhadap Pencegahan Muskuloskeletal Disorders (MSD’s) Makomulamin , Makomulamin; Sari, Nila Puspita; Sridefina, Fhuja
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1395

Abstract

Antropometri merupakan studi tentang pengukuran fisik tubuh manusia, mengenai dimensi bentuk serta ukuran tubuh yang dapat digunakan dalam klasifikasi dan perbandingan antropologis. Antropometri digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perancangan desain produk. Sekolah Dasar Negeri 17  Pekanbaru sudah memiliki meja dan kursi yang jumlahnya cukup sesuai dengan kebutuhan siswanya. Namun, dalam implementasi antropometrinya belum sesuai dengan dimensi tubuh siswa tersebut, ukuran tubuh siswa yang tidak sama dengan ketersediaan meja dan kursi sehingga sangat mengganggu siswa dalam kenyamanan duduk dikelas, terdapat siswa yang merasakan keluhan nyeri punggung ketika mengikuti proses pembelajaran selama dikelas, nyeri pada leher, pergelangan tangan dan bagian tubuh lainnya, hal ini dikarenakan kursi yang tidak sesuai dengan ukuran dimensi tubuh siswa tersebut. Kegiatan  ini bertujuan untuk menganalisis secara antropometri postur tubuh siswa, ketinggian meja belajar dan desain kursi belajar siswa yang ergonomis terhadap pencegahan Muskuloskeletal Disorders. Kegiatan dilakukan dalam bentuk promosi Kesehatan yang diikuti oleh siswa dengan menerapkan protokol kesehatan pada waktu kegiatan tatap muka terbatas disekolah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan peserta penyuluhan dengan luaran kegiatan artikel pengabdian masyarakat. Abstrak Anthropometry is the study of the physical measurements of the human body, regarding the dimensions of body shape and size that can be used in anthropological classification and comparison. Anthropometry is used as one of the ergonomic considerations in the design process. SDN 17 Pekanbaru already has a sufficient number of tables and chairs according to the needs of its students. However, the implementation of anthropometry is not in accordance with the dimensions of the student's body, the size of the student's body that is not the same as the availability of tables and chairs greatly interferes with students sitting comfortably in class. There are students who feel complaints of back pain when participating in the learning process during class, such as pain in the neck, wrist, and other body parts. This is because the chair does not match the dimensions of the student's body. This activity aims to analyze students' posture anthropometry, height and design of ergonomic student desks and chairs for the prevention of Musculoskeletal Disorders. The activity was carried out in the form of counseling which was attended by students by implementing health protocols when face-to-face activities were limited at school. The method used was lectures and discussions with the output of community service article. The results of this activity were known that the design conditions of the tables and chairs were still not in accordance with the dimensions of the student's body shape, causing complaints about disturbances in MSD's. In conclusion, one of the efforts that can be made to avoid MSD's complaints is when students sit, pay attention to their position and how to sit. They should not sit in a bent position, tilt to the left or right, and often do stretching movements
Collaborative Waste Management at Tuah Serumpun Market Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Sahar, Suherman; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.934

Abstract

Waste management in traditional markets, particularly in Pasar Tuah Serumpun, is a challenge that requires attention from local government and the community. This study aims to analyze and identify the implementation of the Collaborative Waste Management approach in waste management at Pasar Tuah Serumpun. The method used is qualitative research with a case study design. The research informants consist of three main informants, three supporting informants, and one key informant. The research instrument employs in-depth interview guidelines. The results show that the waste separation process at Pasar Tuah Serumpun is not conducted, and the existing waste collection is inadequate. Although waste transport is carried out three times a day, the limited number of transport vehicles owned by the Siak Environmental Agency poses a major obstacle. Additionally, the temporary waste storage sites are insufficient, worsening cleanliness conditions and causing waste piles. It is hoped that relevant parties will conduct outreach on the importance of waste separation to traders and the community, build adequate and strategic temporary storage sites, increase the number of waste transport vehicles to ensure effective collection, and involve the community in waste management through collaborative programs that can enhance participation and environmental awareness.
Spatial Changes in the Settlement of Panta'nakan Lolo Tourism Village, Kesu District, North Toraja Regency Sari, Nila Puspita; Giyarsih, Sri Rum; Kurniawan, Andri
Journal of Geosciences and Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ijgaes.v2i1.3547

Abstract

The tourism sector is growing rapidly and emerging as a key driver of regional development. One approach to fostering tourism is establishing Tourism Villages, such as Panta'nakan Lolo Village, which capitalizes on its tourism potential. As a tourist village, it features iconic attractions like Ke'te Kesu. Tourism development has driven increased accommodations alongside physical and spatial changes in the settlement environment. These include new construction, spatial reorganization, and changes in tourism activities and management. This study examines spatial changes in Panta'nakan Lolo Village's settlements before and after its designation as a Tourism Village. Using a qualitative method, data were collected through field surveys, in-depth interviews, and documentation. Spatial-temporal analysis identified changes in land use patterns during 2012, 2018, and 2024. Additionally, settlement patterns were assessed using the Nearest Neighbor Analysis approach with ArcGIS software. The results reveal significant spatial transformations linked to the village’s tourism development. These changes include expanded built-up areas, integration of tourism elements into settlements, and the rise of tourism-related activities and management systems.
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Mayasari, Eva; Yunita, Jasrida; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Mianna, Rika; Sari, Nila Puspita; Amirullah, M. Fadil
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI LMS NESABASIAPEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 7 DI SMP NEGERI 1 BATU Sari, Nila Puspita
Jurnal Analisis Pendidikan Sosial Vol 1 No 7 (2024): Jurnal Analisis Pendidikan Sosial (JAPS)
Publisher : CV Sintesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aims to determine whether the application of online learning with the Problem Based Learning (PBL) model through the Nesabasiapel LMS can improve the critical thinking skills of 7th grade students of SMP Negeri 1 Batu on the material of Natural Resources Potential. The research was carried out in two cycles, each cycle consisting of the stages of planning, implementation, observation and evaluation, and reflection. The research subjects were students of class 7G in the first semester of the 2021/2022 academic year, totaling 30 people. The object of research is students' critical thinking skills. The results obtained in this study are the application of the Problem Based Learning model to improve students' critical thinking skills. The results of the observation of students' critical thinking skills showed an increase from cycle I to cycle II, from 70.83% in the first cycle to 82.53% in the second cycle. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can improve students' critical thinking skills.
Analisis penerapan higiene dan sanitasi rumah makan di kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Analysis the application of Hygiene and Sanitation in restaurants of urban village Tarempa sub-district Siantan regency Kepulauan Anamba Malik, Fadri Rabial; Abidin, Aldiga Rienarti; Nurlisis, Nurlisis; Hayana, Hayana; Sari, Nila Puspita
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1376

Abstract

Hygiene and sanitation is a specific action to improve hygiene and health through maintaining the health of each individual and the environment that affects it. Of the several restaurants that do not meet the requirements as many as 12 restaurants. Identifiable risk factors include unhygienic food ingredients, improper processing, improper storage, contaminated equipment and people handling the food. The purpose of this study was to analyze the application of restaurant hygiene and sanitation in the Tarempa sub-district, Siantan district, Anambas Islands district in 2022. This type of research was qualitative. The research was conducted in one of the restaurants in the Anambas Islands Regency that did not meet the requirements in March 2022. There were five informants consisting of one restaurant owner, two handlers, and sanitarian staff and visitors. Collecting data using interviews and observations in restaurants that do not meet the requirements. The results showed that in the restaurant some variables did not meet the hygiene and sanitation requirements based on the Minister of Health Number 1098/MENKES/SK/VII/2003 such as not using gloves, not providing organic and inorganic waste bins and toilets that had not been separated and did not have a septic tank. The suggestion is that it is necessary to make efforts to improve the application of hygiene and sanitation in restaurants and attend special training on hygiene and sanitation requirements.
Environmental Sanitation Education in Reducing Environmental Pollution in the Siak River Area Rasyid, Zulmeliza; Rany, Novita; Susanti, Nurvi; Sari, Nila Puspita; Sohor, Suherman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ryayfv69

Abstract

Environmental pollution in the Siak River area is a serious problem impacting public health and the ecosystem. To address this issue, environmental sanitation education activities are being implemented to raise public awareness about the importance of good sanitation practices. Methods include outreach and hands-on practice in waste management. Health education is being conducted in the Meranti Pandak Village area. The media used for the education are laptops, n-focus, and leaflets. The methods used in the education are lectures and question-and-answer discussions. This community service activity will be conducted in July 2025. The results of this activity indicate an increase in public understanding of the importance of sanitation and waste management. There was increased knowledge 48%  in knowledge, 49% in attitudes, and 48% in actions of respondents before and after the questionnaire was administered. The community is beginning to actively participate in maintaining the cleanliness of their environment. Sanitation education plays a crucial role in reducing pollution and improving environmental quality. It is hoped that it can be implemented sustainably to create a cleaner and healthier environment.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Menular Potensial Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Sari, Nila Puspita; Fahlepi, Rizer; Alamsyah, Agus; Yanti, Desri Novita
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6044

Abstract

Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya terletak dipusat Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 69.452 jiwa yang terletak di Kecamatan Harapan Raya. Puskesmas sering kali terjadi kenaikan Kasus penyakit menular 3 tahun terakhir yakni Demam berdarah dengue dengan status KLB, Covid-19 dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Pekanbaru, Tuberkulosis dengan jumlah nomor 2 tertinggi di Kota Pekanbaru. Puskesmas Harapan Raya menjadi tumpuan masyarakat dalam pelayanan basic six/enam program salah satunya adalah pemberantasan penyakit menular. Kader kesehatan merupakan tumpuan masyarakat di awal berkonsultasi kesehatan secara empati, kader kesehatan di Wilayah Puskesmas Harapan Raya berjumlah 162 dan perlu di manajemen terutama untuk deteksi awal penyakit potensial menular di wilayah Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru terutama dilingkungan tempat tinggal kader. Permasalahannya kader: 1. Minimnya pengetahuan kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah, 2. Pencatatan kegiatan kader masih manual mengunakan WA group. Tujuan pengabdian ini adalah untuk kemandirian kesehatan dimasyarakat melalui kader kesehatan. Metode dalam pengabdian ini melaksanakan Pelatihan kepada kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah dengan perwakilan dari masing masing posyandu yakni 32 Posyandu dan memberikan penerapan sistem informasi dalam deteksi dini Penyakit KLB
ANALISIS PENGENDALIAN VEKTOR TIKUS DI PELABUHAN SUNGAI DUKU KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Arti, Eliyah Dwi Setyo; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31415

Abstract

Kawasan perimeter pelabuhan harus bebas dari vektor tikus, dimana tikus dapat menyebabkan berbagai penyakit. Tahun 2020, tercatat jumlah populasi tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru dengan indeks pinjal 9,5%. Selain menimbulkan gangguan estetika, juga dikhawatirkan dapat terjadi penularan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengendalian vektor tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian analitik dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru pada bulan Februari 2022. Informan penelitian ini yaitu 3 orang pekerja pelabuhan sebagai informan utama, 1 orang petugas UPTD pelabuhan sebagai informan kunci, 1 orang pegawai KKP sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan mengenai pengendalian tikus terkait dengan pemetaan. Dana yang digunakan dalam pemberantasan tikus merupakan dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berdasarkan sarana prasarana, informan utama mengungkapkan bahwa tidak pernah terlibat dalam pemberantasan tikus di pelabuhan. Cara penangkapan tikus yang efektif di pelabuhan menggunakan perangkap tikus. Telah dilakukan pemasangan perangkap tikus namun tidak dilakukan pengendalian menggunakan racun tikus di pelabuhan. Berdasarkan evaluasi pengendalian, didapatkan bahwa tidak ada evaluasi pengendalian vektor tikus karena tidak ada pelaksanaan   pengendalian yang di lakukan