Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Perceived Stress terhadap Emotional Eating Pada Emerging Adulthood yang Mengalami Relationship Break Up Dende, Natalia; Heng, Pamela Hendra; Uranus, Hanna Christina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36703

Abstract

Putus cinta merupakan salah satu sumber stres interpersonal yang umum terjadi pada masa emerging adulthood. Stres yang dirasakan setelah breakup berpotensi memunculkan perilaku maladaptif, salah satunya emotional eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perceived stress terhadap emotional eating pada emerging adulthood yang mengalami relationship break up. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 320 individu berusia 18–25 tahun yang pernah mengalami putus cinta, diperoleh melalui penyebaran kuesioner online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Perceived Stress Scale (PSS) dan Emotional Eating subscale dari Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan korelasi Spearman dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara perceived stress dan emotional eating (ρ = 0.554; p < 0.001). Hasil regresi juga menunjukkan bahwa perceived stress berperan terhadap emotional eating dengan kontribusi sebesar 21,3%. Uji beda menunjukkan perbedaan pada beberapa karakteristik demografis seperti jenis kelamin, dampak emosional, perubahan berat badan, dukungan sosial, dan waktu terakhir putus cinta untuk variabel emotional eating. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi stres yang dipersepsikan setelah breakup, semakin besar kecenderungan emerging adulthood melakukan emotional eating sebagai bentuk pelampiasan emosi negatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap regulasi emosi dan strategi koping adaptif pada individu yang mengalami putus cinta.
GAMBARAN PENGALAMAN REVERSE CULTURE SHOCK: STUDI PADA MAHASISWA PERTUKARAN PELAJAR Sheila Stefanie Soewita; Joan Andriona; Pamela Hendra Heng; Debora Basaria
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.7725

Abstract

Reverse Culture Shock adalah sebuah fenomena yang dialami individu ketika kembali ke budaya setelah menjalani pengalaman hidup di budaya lain. Fenomena tersebut seringkali mendatangkan tantangan emosional, sosial, dan adaptasi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Reverse Culture Shock pada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, khususnya melalui program IISMA (Indonesian Internaltional Student Mobility Award). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis, empat partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dan diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengalaman reverse culture shock bersifat individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti adaptasi personal, dukungan sosial, kompetensi budaya, dan pengalaman akademik. Sebagian besar partisipan tidak mengalami kesulitan signifikan setelah kembali ke Indonesia. Dukungan sosial, baik dari keluarga maupun teman, memainkan peran penting dalam proses readaptasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap fase pasca-program pertukaran agar mahasiswa dapat mengelola perubahan dengan baik serta memaksimalkan manfaat jangka panjang dari pengalaman yang didapatkan selama program pertukaran berlangsung.
Co-Authors Adit Widodo Santoso Adiyatma Doni Pratama Amala Fahditia Anastasia Putri Leleng Wilis Andriona, Joan Angelia, Mikha Angelina Wijaya Anggela, Khezia Audy, Ervina Bongso, Cristine Imelda Christina Christina Christy, Christy Debora Basaria Dende, Natalia Desiree Gracia Nelwan Diana Govert Anjali Dinanti, Rizka Djap Hadi susanto Elthamasta Vigiliani Lahagu Febriani, Oki Kartika Fira Khumairoh Franklin Hutabarat, Franklin Fransisca I. R. Dewi Grace Christina Sorta Hartinah Dinata Idulfilastri, Rita Markus Inke Ayu Pertiwi Jati Ramadhan, Muhammad Dimas Aji Jessica Chandhika Joan Andriona Lathiifah, Septi Margaretha, Ineke Putri Maria VB Lopulalan Monty P Satiadarma Mote, Elvine Semulin Mursalim, Tania Muslimah, Najla Nada N, Billy Naomi Soetikno Naomi Soetikno Naomi Soetikno Natarezwa, Mohammad Kahmed Ramm Nawangwulan Intan Widyasri Nevy Prinanda Putri Nichole Aurelia Nugroho, Natiyan Fajar Nurcintame, Nydia Putri P, Ilham Ramadhan Patricia Sarwono Pramudita, Eka Ardina Prasetyo, Sylvia Rosiana Pricilia Claudia Pattynama Prisilia Prisilia Putra, Rafi Swarna Erlangga Rachmasari, Chintya Rahmah Hastuti Ramadhan, Rusydian Ramm Natarezwa*, Mohammad Kahmed Riana Sahrani Riana Sahrani Rio Manuel Setia Rita Markus Idulfilastri Ronald Winardi Kartika Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Sari, Mely Imelda Septi Lathiifah Shania Kintani Sheila Stefanie Soewita Sri Tiatri Sri Tiatri Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Susanto, Audrey Valencia Susi Handayani Br. Lubis Timothi Djukardi Uranus, Hanna Christina Veronica, Davina Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zaldi, Delian Natalie