Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETANGGUHAN DAN KELEKATAN ORANGTUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGATASI STRES PENGASUHAN DI MASA PANDEMIK COVID-19 Naomi Soetikno; Pamela Hendra Heng; Nevy Prinanda Putri; Inke Ayu Pertiwi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12907

Abstract

Children are a gift from God that is coveted by every married couple. The child will be the hope of the next generation that is better than the child's parents. Parents always expect their children to develop well and perfect physically, socially, mentally and cognitively. However, in reality this desire is sometimes not in line with expectations, especially parents who get their children as children with special needs. In the COVID-19 pandemic situation, handling children with special needs can be a challenge for parents. Many parents are unable to cover up their feelings of stress, anxiety, fear, hopelessness, inadequacy, and panic in a pandemic situation. Moreover, parents who work from home during the pandemic must also divide their time to teach children with special needs to learn from home (study from home) so that the challenges they face are increasing as well. Therefore, to cope with parenting stress, parents need to increase resilience and attachment. The provision of psychoeducation in an effort to increase parental resilience and attachment is an approach used and given to parents in special needs schools during the Covid-19 pandemic. By giving pre-test and post-test to measure the understanding of participant (parents and teachers) regarding the parenting stress, attachment, and resilience, the difference was obtained ranging from 0.02-0.54, which indicated that there was an increase in understanding of the participants. ABSTRAK:Anak adalah anugerah dari Tuhan yang didambakan oleh setiap pasangan suami istri. Anak akan menjadi harapan penerus generasi yang lebih baik dari orangtua sang anak. Orangtua selalu mengharapkan anak mereka dapat berkembang dengan baik dan sempurna secara fisik, sosial, mental dan juga kognitif. Namun pada kenyataannya keinginan tersebut terkadang tidak sesuai dengan harapan, khususnya orangtua yang mendapatkan anaknya sebagai anak berkebutuhan khusus. Dalam situasi pandemic COVID-19, penanganan anak-anak berkebutuhan khusus dapat menjadi tantangan bagi orangtua. Banyak orangtua yang tidak dapat menutupi rasa stres, cemas, takut, putus asa, tidak mampu, dan panik dalam situasi pandemik. Terlebih lagi orangtua yang bekerja dari rumah (work from home) selama pandemik juga harus membagi waktu untuk mengajari anak berkebutuhan khusus belajar dari rumah sehingga tantangan yang dihadapi semakin meningkat pula. Untuk mengatasi stress pengasuhan, orangtua perlu meningkatkan ketangguhan dan kelekatan. Pemberian psikoedukasi dalam upaya peningkatan ketangguhan dan kelekatan orangtua merupakan pendekatan yang digunakan dan diberikan kepada para orangtua di sekolah kebutuhan khusus di masa pandemic Covid-19. Dengan pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta yakni orangtua dan guru, mengenai stress pengasuhan, kelekatan orangtua, serta ketangguhan orangtua, didapatkan selisih berkisar 0.02-0.54, yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dari peserta.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH DI JAKARTA: STUDI SELAMA PANDEMI COVID-19 Rahmah Hastuti; Pamela Hendra Heng; Naomi Soetikno
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.023 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17469

Abstract

This study aims to examine empirically related to the conception of subjective well-being of high school students in Jakarta during the Covid-19 pandemic situation, through a quantitative survey. Measurement were carried out through testing the aspects contains in the subjective well-being as a meaning of evaluation from the student perspective. Data collection was carried out from November until early December 2020. The research instruments includer: informed consent, a questionnaire on the Satisfaction with Life Questionnaire (SWLS) developed by Diener, in the e-questionnaire form. Data collection was done by using convenience sampling technique. This type of sampling is a non-probability sampling. Based on the results on 107 high school students in Jakarta, the majority of whom are women (54.2%) than men. Students are in the range of 15 to 19 year, the majority are 16 years old (35.5%). From the results data processing, it was found that there were differences in student’s subjective well-being in terms of the sex of participants. Through this research findings show that students perceive about subjective well-being tends to be high (57.9%). However, based on the analysis with multiple responses that their subjective well-being during the pandemic were varied, some were negative, positive and neutral. The implication of this research, especially on family psychology, is that a meaningful relationship or quality is needed between the teenager and parents. High school student was in the adolescent stage, during the pandemic Covid-19 were feel boredom, sadness because they cannot interact with friends at school and they perceive that there are so many difficulties during school from home, but in the other hands their feel closer to their family. 
PENGARUH KECEMASAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS ATAU SEDERAJAT Pamela Hendra Heng; Jessica Chandhika; Shania Kintani; Patricia Sarwono; Prisilia Prisilia; Diana Govert Anjali
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.545 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18556

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara empiris terkait kecemasan dan kualitas hidup siswa SMA atau sederajat di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (JABOTABEK) melalui kuesioner kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan di bulan Maret 2022. Instrumen penelitian meliputi: informed consent, kuesioner WHOQOL-BREF dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder Scale-7 (GAD-7), dalam bentuk kuesioner elektronik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 356 siswa SMA atau sederajat di JABOTABEK yang terdiri dari siswa perempuan sebanyak 253 (71,1%) dan siswa laki-laki sebanyak 103 (28,3%). Siswa dalam rentang usia 15 sampai 18 tahun, jumlah partisipan terbanyak berusia 16 tahun sebanyak 136 (38,2%) dan jumlah partisipan yang paling sedikit berusia 15 tahun sebanyak 36 (10,1%). Dari hasil pengolahan data uji regresi pada penelitian ini besarnya kontribusi kecemasan terhadap kualitas hidup dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,209. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecemasan memberikan pengaruh sebesar 20,9% terhadap kualitas hidup dan 79,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan kecemasan dan kualitas hidup memiliki hubungan negatif yang signifikan. Hal ini mengatakan semakin rendah kecemasan maka semakin tinggi kualitas hidup siswa SMA atau sederajat.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA TINGKAT PERTAMA (STUDI PADA MASA PANDEMI COVID-19) Nawangwulan Intan Widyasri; Pamela Hendra Heng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18765.2022

Abstract

Penyesusaian diri merupakan hal yang perlu dilakukan ketika seorang individu sedang bertemu dengan situasi, keadaan, dan hal baru. Hal ini juga dilakukan oleh mahasiswa tingkat pertama dalam memasuki perguruan tinggi dari tingkat pendidikan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri mahasiswa tingkat pertama selama melakukan kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring selama pandemi COVID-19. Adanya bantuan atau dukungan sosial yang diberikan oleh orang-orang terdekat dapat membuat mahasiswa lebih mampu menyelesaikan konflik, meringankan beban, dan mendapatkan pertolongan dalam berbagai bentuk. Hal itu termasuk dalam membantu mahasiswa untuk lebih berbaur dengan lingkungan baru, serta menanggulangi masalah yang timbul ketika mahasiswa mulai masuk ke dalam dunia perkuliahan. Penelitian ini melibatkan 104 orang partisipan mahasiswa tingkat pertama yang berusia 18-22 tahun dan mengikuti pembelajaran daring, dan diukur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) serta Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa r (104) = 0.264 dan p = 0.007 (p<0.05). Hal ini membuat hipotesis penelitian diterima, dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi signifikan dengan arah positif yang memiliki arti bahwa semakin tinggi dukungan sosial seorang mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula tingkat penyesuaian dirinya.
HUBUNGAN PERCEIVED STRESS DENGAN COPING STRATEGIES PENDAMPING SOSIAL DINAS SOSIAL DI JAKARTA Grace Christina Sorta; Pamela Hendra Heng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18766.2022

Abstract

Dalam mengurangi jumlah pengangguran, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Pedoman Pengelolaan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) adalah sebutan yang diberikan pemerintah Indonesia kepada para pekerja Non-Aparatur Sipil Negara. Salah satu penempatan para PJLP ini adalah di Panti Sosial. Peneliti menetapkan untuk mengganti penyebutan PJLP menjadi Pendamping Sosial agar lebih mudah dipahami pada penelitian ini. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kristianingsih et al. (2019), ditemukan hasil bahwa dalam menjalankan tugas, para pendamping mengalami kelelahan hingga burnout. Hal ini disebabkan selain menjaga dan memelihara sarana dan prasarana panti, mereka juga perlu mendampingi kegiatan sehari-hari para warga binaan sosial. Tentunya hal ini merujuk pada bagaimana individu mampu beradaptasi dan mengatasi stres yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perceived stress dengan coping strategies. Penelitian ini melibatkan 107 pendamping sosial dari dinas sosial Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah Perceived Stress Scale-10 dari Cohen et al. (1983) dan The Ways of Coping dari Folkman et al. (1986). Hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi Pearson sebesar r (107) = 0.053 dan p = 0.589, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan korelasi signifikan (p>0.05). Namun, terdapat dua dimensi coping strategies yang memiliki korelasi dengan perceived stress. Satu dimensi escape avoidance dari coping strategies dengan korelasi signifikan positif, sementara dimensi planful problem solving dengan korelasi signifikan negatif dengan perceived stress. 
Pengaruh Ekstrak Undur-undur (Myrmeleon sp) terhadap Glukosa Darah dan Hematokrit pada Tikus Diabetes Djap Hadi susanto; Ronald Winardi Kartika; Pamela Hendra Heng; Adit Widodo Santoso; Maria VB Lopulalan; Angelina Wijaya
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 9, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.024 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v9i2.863

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the major health problems in the world and Indonesia. The prevalence is more increasing and also shows the trend of events is shifting to young age. Diabetes mellitus treatment requires high costs and also a lifetime. Most of the people of Indonesia still use traditional methods of treatment, especially herbs from various biological substances that are available in the environment. Undur-undur (myrmeleon sp.) is believed to have the effect of anti-hyperglycemia, and also anti-viscosity. The aim of this study was to determine anti-hyperglycemia and anti-viscosity of myrmeleon sp. extract in diabetic rats. The design of study is randomized experiment. Diabetic rats were induced by streptozocin 100mg/ kg BW intraperitoneal. Fifty rats were divided into 2 groups administered by Myrmeleon sp. extract dose 0,01ml/ 200 gram BW (100%) and 0,005ml/ 200 gram BW (50%). Myrmeleon sp. shows the effect of anti-hyperglycemic and anti-viscosity in diabetic rats. There was a difference between 50% and 100% doses. The effect of anti-hyperglycemia and anti-viscosity occurs after the second day. Conclusion: the extract of myrmeleon sp. could be considered as one of the traditional treatments of diabetic patients.
PSIKOEDUKASI SMART PARENTING TENTANG KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) Pamela Hendra Heng
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.255 KB) | DOI: 10.53834/mdn.v7i1.3032

Abstract

Children with special needs (ABK) are very different from normal children in terms of needs, health, education, teaching, how to give advice and attention. Children with special needs require special treatment because they have developmental disorders and others disorders from children in general (Desiningrum, 2016). In 2015, Indonesia had approximately 4.2 million ABK. Baska and Stambaugh (in Juwono and Kumara, 2011) state that education services in Indonesia are still experiencing difficulties due to the lack of knowledge of teachers about ABK. Sunardi, Yusuf, Gunarhadi, Priyono, and Yeager (2011) state that in Indonesia, almost no changes have been made to accommodate the education program for children with special needs in inclusive schools; there is no difference in teaching strategies for children with special needs (Kurniawati, De Boer, Minnaert, and Mangunsong, 2017; Mangungsong 2014). The Holland Interests Test, the written Learning Style test and the Multiple Intelligence seminar were attended by 42 adolescents, analyzed by psychologists to determine their interests and talents. A psychoeducation approach through the smart parenting seminar "Mengasuh kidz jaman now" attended by 101 parents, teachers and church practitioners, aimed to give an understanding of the characteristics of children with special needs at church X in East Java.
PERAN SELF – EFFICACY TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PADA MASA PEMBELAJARAN POST COVID–19 DENGAN MOTIVASI SEBAGAI MODERATOR Saputra, Mikhael Adam; Heng, Pamela Hendra; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26816.2023

Abstract

Pada akhir tahun 2022, Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi dicabut serta memasuki transisi pada masa post COVID–19. Sektor seperti pendidikan perguruan tinggi juga kembali mengalami peralihan, sepert metode belajar mengajar yang kembali secara luar jaringan (luring) atau hybrid, layanan administrasi yang juga kembali secara luring atau hybrid, dan adanya perubahan kurikulum pada sistem pendidikan saat ini. Berbagai perubahan dalam metode belajar mengajar, layanan administrasi, serta kurikulum memberikan dampak terhadap self–efficacy dan motivasi mahasiswa yang berkaitan dengan kepuasan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat peran self–efficacy terhadap kepuasan mahasiswa pada masa endemi COVID–19 yang dimoderasi dengan motivasi. Penelitian melibatkan 502 responden, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas General Self–Efficacy Scale (GSES) (α = 0.667), Course Satisfaction Scale (α = 0.575), dan Academic Motivation Scale (AMS) (α = 0.742). Hasil temuan dalam penelitian ini, didapati korelasi positif antara kepuasan self–efficacy dengan kepuasan mahasiswa (r = 0.455), korelasi positif antara self–efficacy dan motivasi (r = 0.138), serta korelasi positif antara motivasi dan kepuasan mahasiswa (r = 0.216). Didapati juga peran self–efficacy terhadap kepuasan mahasiswa sebesar 29,9% (R² = 0.299) mengalami peningkatan menjadi 32% (R² = 0.320) setelah dilakukan pengujian self–efficacy dengan moderator motivasi. Dapat disimpulkan bahwa motivasi terbukti berperan sebagai moderator dalam penelitian ini.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN SELF-EFFICACY PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI MINAT UNTUK BEKERJA DI LUAR NEGERI Jati Ramadhan, Muhammad Dimas Aji; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.28065.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang valid dan dapat diandalkan mengenai hubungan motivasi dan efikasi diri pada dewasa awal yang ingin bekerja di luar negeri. Menurut Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, sebanyak 200 ribu pekerja migran Indonesia yang aktif di seluruh dunia. Fenomena ini mencerminkan minat yang tinggi dari dewasa awal untuk mencari pengalaman kerja di luar negeri. Motivasi mereka terdorong oleh peluang pengembangan diri, pengalaman baru, dan gaji yang menjanjikan. Seseorang yang memiliki tingkat self-efficacy yang tinggi akan cenderung lebih percaya diri dalam menghadapi kesulitan yang mungkin timbul dalam usaha mereka untuk bekerja di luar negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional dengan menyebarkan survei dan data diolah dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Populasi dewasa awal di Desa Langut Kabupaten Indramayu berjumlah 973 orang, dan sampel yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 288 sampel, terdiri dari 170 pria dan 118 wanita dengan rentan usia 19 tahun sampai 25 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Work Extrinsic and Intrinsic Motivation Scale (WEIMS) untuk mengukur motivasi dan General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur efikasi diri pada responden. Hasil penelitian terdapat signifikan hubungan positif dengan r= 0.566, yang berarti semakin tinggi motivasi responden maka semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki
Peran Celebrity Worship dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Konsumtif Komunitas ENGENE Pramudita, Eka Ardina; Heng, Pamela Hendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16872

Abstract

Popularitas K-Pop yang meningkat di Indonesia mendorong perilaku konsumtif di kalangan penggemar, seperti ENGENE, penggemar ENHYPEN. Keterikatan emosional yang kuat terhadap idola membuat mereka rela mengeluarkan biaya besar untuk membeli merchandise, album, dan barang lain tanpa pertimbangan matang. Hal ini mencerminkan perilaku konsumtif yang terkadang dapat berdampak negatif, seperti pengeluaran yang berlebihan dan sulitnya mengendalikan diri. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk memiliki kontrol diri agar tidak terjebak dalam pengidolaan berlebihan yang dapat memengaruhi kehidupan mereka secara negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan celebrity worship dan kontrol diri terhadap perilaku konsumtif komunitas ENGENE yang berada di rentang usia 18 - 29 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional non eksperimen. Partisipan penelitian berjumlah 292 partisipan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Celebrity Attitude Scale (CAS), Skala Kontrol Diri Ringkas (SKDR), dan Skala Perilaku Konsumtif (SPK). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peranan celebrity worship memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perilaku konsumtif komunitas ENGENE, dengan nilai R sebeser 0,149 yang menunjukkan bahwa 14,9% perilaku konsumtif dipengaruhi oleh celebrity worship.
Co-Authors Adit Widodo Santoso Adiyatma Doni Pratama Amala Fahditia Anastasia Putri Leleng Wilis Andriona, Joan Angelia, Mikha Angelina Wijaya Anggela, Khezia Audy, Ervina Bongso, Cristine Imelda Christina Christina Christy, Christy Debora Basaria Dende, Natalia Desiree Gracia Nelwan Diana Govert Anjali Dinanti, Rizka Djap Hadi susanto Elthamasta Vigiliani Lahagu Febriani, Oki Kartika Fira Khumairoh Franklin Hutabarat, Franklin Fransisca I. R. Dewi Grace Christina Sorta Hartinah Dinata Idulfilastri, Rita Markus Inke Ayu Pertiwi Jati Ramadhan, Muhammad Dimas Aji Jessica Chandhika Joan Andriona Lathiifah, Septi Margaretha, Ineke Putri Maria VB Lopulalan Monty P Satiadarma Mote, Elvine Semulin Mursalim, Tania Muslimah, Najla Nada N, Billy Naomi Soetikno Naomi Soetikno Naomi Soetikno Natarezwa, Mohammad Kahmed Ramm Nawangwulan Intan Widyasri Nevy Prinanda Putri Nichole Aurelia Nugroho, Natiyan Fajar Nurcintame, Nydia Putri P, Ilham Ramadhan Patricia Sarwono Pramudita, Eka Ardina Prasetyo, Sylvia Rosiana Pricilia Claudia Pattynama Prisilia Prisilia Putra, Rafi Swarna Erlangga Rachmasari, Chintya Rahmah Hastuti Ramadhan, Rusydian Ramm Natarezwa*, Mohammad Kahmed Riana Sahrani Riana Sahrani Rio Manuel Setia Rita Markus Idulfilastri Ronald Winardi Kartika Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Sari, Mely Imelda Septi Lathiifah Shania Kintani Sheila Stefanie Soewita Sri Tiatri Sri Tiatri Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Susanto, Audrey Valencia Susi Handayani Br. Lubis Timothi Djukardi Uranus, Hanna Christina Veronica, Davina Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zaldi, Delian Natalie