Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peran Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Konsumtif Produk Fashion Korea Pada Mahasiswa Sari, Mely Imelda; Heng, Pamela Hendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16874

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah memengaruhi perilaku konsumen di kalangan mahasiswa. Fenomena Korean Hallyu, yang mencakup budaya populer, telah berhasil menarik perhatian konsumen global, termasuk di Indonesia. Melalui media sosial, pengaruh Hallyu dalam fashion semakin memperkuat daya tarik produk-produk fashion Korea. Penggunaan media sosial yang intens sering kali mendorong perilaku konsumtif, terutama dalam membeli produk-produk yang sedang tren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku konsumtif produk fashion Korea pada mahasiswa yang berusia 18-22 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional non-eksperimental yang melibatkan 256 mahasiswa. Partisipan dipilih menggunakan purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner daring. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), Skala Perilaku Konsumtif (SPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas media sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif, dengan R sebesar 0,369 atau 36,9% yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari media sosial terhadap perilaku konsumtif.
PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU BAGI REMAJA DI GEREJA X Saputra, Mikhael Adam; Febriani, Oki Kartika; Audy, Ervina; Tiatri, Sri; Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30332

Abstract

ABSTRAK Kemampuan manajemen waktu merupakan salah satu bekal keberhasilan di dunia kerja, terlebih lagi di dalam era digital ini, game online menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Di balik keseruannya, para pemain game online sering kali menghabiskan waktu yang lebih banyak dari yang mereka rencanakan. Dan hal ini seringkali memiliki dampak negatif jika tidak diantisipasi dengan baik. Hal ini memicu permasalahan pada komunitas remaja Gereja GKI Graha Raya, yang mengeluhkan akan anggota remajanya kesulitan mengatur waktu antara bermain game dan tanggung jawab lainnya. Menyikapi hal tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan dengan metoda berupa psikoedukasi yang berfokus pada manajemen waktu bagi remaja. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 20 April 2024, diikuti oleh 21 remaja. Kegiatan dilaksanakan di GKI Graha Raya, yang berlokasi di Jl. Graha Raya, Ruko Cendana Loka Blok G10 No. 6-6A, Kota Tangerang Selatan. Melalui psikoedukasi ini, para remaja diajarkan tentang pentingnya manajemen waktu dengan tiga strategi efektif untuk mengelola waktu mereka yaitu dengan menggunakan teknik prioritas, journaling, dan time blocking. Hasilnya, peningkatan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa kegiatan PKM psikoedukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prediktor dan dampak bermain game online, serta perencanaan manajemen waktu yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai yang signifikan dari 4,33 menjadi 7,89. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peserta dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat membantu para remaja di Gereja GKI Graha Raya untuk mengelola waktu mereka dengan lebih baik dan menghindari dampak negatif dari game online
MANFAAT EMOSIONAL PROGRAM PEMBELAJARAN MULTIPLE INTELLIGENCES Prasetyo, Sylvia Rosiana; Tiatri, Sri; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.32199.2024

Abstract

Banyak penelitian yang mengonfirmasi manfaat Multiple Intelligence (MI) dan Emotional Intelligences (EI) terhadap keberhasilan akademis. Penelitian ini menyelidiki apakah program pembelajaran MI yang menggunakan delapan domain kecerdasan Gardner dapat meningkatkan kecerdasan emosional (EI), yang diukur dengan kuesioner Traits Emotional Intelligence oleh Petrides. Penelitian ini melibatkan intervensi kuasi-eksperimental dengan sembilan belas siswa sekolah menengah, tiga di antaranya siswa inklusi, dari dua sekolah alternatif di Jakarta. Peserta dibagi menjadi kelompok Intervensi dan kelompok Kontrol, dengan tes pra dan pasca yang dilakukan. Intervensi difokuskan pada pembelajaran yang dipersonalisasi dan relevan berdasarkan kekuatan, minat, dan kecenderungan siswa. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif, menggunakan uji beda t-test dan N-gain. Program pembelajaran MI secara statistik gagal meningkatkan EI pada peserta, namun, sebagian besar peserta dalam kelompok Intervensi menunjukkan peningkatan skor EI pasca-tes, yang menunjukkan potensi manfaatnya jangka panjang.
Emotion Regulation as a Moderator of the Relationship between Family Functioning and Anxiety Generation Z Angelina, Stephanie; Sahrani, Riana; Heng, Pamela Hendra
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i2.527

Abstract

This study examines the role of family functioning on anxiety moderated by emotion regulation. Anxiety is a negative emotion characterized by worry and uncertainty about the future. One cause of anxiety is family functioning that isn't going well. Family functioning is the ability of the family to meet the needs of its members by overcoming problems, pressures, and supporting each other. To minimize the occurrence of high anxiety caused by family functioning that is not optimal, individuals need emotion regulation as a protective factor. Emotion regulation is the way individuals manage feelings when faced with tension in their lives. Quantitative research methods are used with non-probability sampling techniques with purposive sampling. The research participants totaled 390 individuals aged 17-27 years. The questionnaire was completed by research participants online and contained three measurement tools, namely the Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) measurement tool to measure anxiety, the Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scale II (FACES II) and the Family Communication Scale (FCS) to measure family function, and the Emotion regulation Questionnaire (ERQ) to measure emotion regulation. Data processing was done with SPSS ver. 27, and Process Marco Model 1. The results show that emotion regulation in the high reappraisal dimension ( effect = -0.139, p = 0.002) and low suppression dimension ( effect = -0.191, p = 0.000) can be a moderator in the relationship between family functioning and cohesion dimension. Thus, emotion regulation can be a protective factor to minimize individuals experiencing anxiety in the midst of low functioning families.
The Relationship Between Learning Motivation and Academic Procrastination in Final Year Students in the Covid-19 Endemic Era Ramm Natarezwa*, Mohammad Kahmed; Heng, Pamela Hendra
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 4 (2023): Educational, Historical Studies and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i4.34570

Abstract

Currently, we have entered the endemic phase of COVID - 19 which has changed the learning system a lot. Final - year students in the COVID-19 endemic phase are required to adapt to the changes that are occurring. Examples of changes that can occur are learning motivation and academic procrastination. Motivation to learn is the presence of strength and driving force within which functions as a builder of desire and willingness to take action so as to achieve goals. Academic procrastination has the meaning of suspending or delaying the completion of a task and is categorized as a failure of self-regulation. This study aims to determine the relationship between learning motivation and academic procrastination in final-year students of the COVID-19 endemic era. This research was carried out using a correlational quantitative method. Researchers used a purposive sampling method to find participants. The participants of this study were 165 final semester students aged 21-25 years at X University in Jakarta, who have domicile origins from Java Island, Kalimantan Island, Sulawesi Island and Sumatra Island. Motivation was measured using the Academic Motivational Scale - Short Indonesian Language Version (AMS-SILV) ( = .832) and academic procrastination was measured using the Academic Procrastination Scale (APS) ( = .91). Due to the abnormal distribution of the data, the data was processed using the Spearman correlation test which obtained a sig. = 1.000 and the value of r = 0.091 which means that learning motivation has no significant relationship with academic procrastination.
Sosialisasi Fungsi Keluarga dan Dukungan Sosial Untuk Mengatasi Dampak Negatif Standarisasi Media Sosial Stephanie Angelina; Anastasia Putri Leleng Wilis; Riana Sahrani; Monty P Satiadarma; Roswiyani; Pamela Hendra Heng
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 4 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i4.8659

Abstract

The accelerated proliferation of social media has engendered deleterious consequences, including the establishment of unrealistic content standards and the onset of psychological distress among diverse demographics, such as young people and employees. Research indicates that optimal family functioning (cohesion and adaptability) and effective social support can reduce the risk of negative social media impacts. This outreach activity employed an online seminar method, with 143 participants, comprising the general public and employees of PT Harta Makmur Sejahtera. The implementation of pre- and post-tests resulted in a demonstrable enhancement in the comprehension of the pivotal function of family and social support among the study's participants. The seminar focused on the detrimental impacts of social media, particularly the promotion of unrealistic lifestyle standards, and examined how family dynamics and social support can serve as mitigating factors against these psychological effects. Discussions on the quarter-life crisis, the fear of missing out (FOMO), and the significance of healthy family relationships offered insights into the balancing of personal and social life. The role of family as a source of emotional and social support is of paramount importance. Family cohesion and adaptability have been shown to facilitate individuals' ability to cope with the challenges posed by social media. Furthermore, participants were provided with guidance on achieving equilibrium in interpersonal relationships with friends and family members, in addition to enhancing communication skills. It is hypothesized that this activity will enhance participants' psychological well-being and strengthen their relationships with family and social environments. In subsequent phases, the participants were furnished with a digital compendium that encompassed salient information pertinent to its implementation in their daily lives.
Hubungan Antara Bystander Effect Dengan Perilaku Prososial Pada Individu Dewasa Awal Zaldi, Delian Natalie; Heng, Pamela Hendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.16895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dan bystander effect pada individu dewasa awal di Jakarta. Perilaku prososial merupakan perilaku membantu orang lain secara sukarela tanpa mengharapkan adanya imbalan dan hal ini penting untuk diterapkan dalam kehidupan sosial. Namun, pada perkembangan era modern yang pesat saat ini dengan kemajuan teknologi mengubah pola interaksi sosial sehingga cenderung membuat orang lebih individualis. Bystander effect, kecenderungan individu untuk menjadi pengamat dan tidak membantu ketika terdapat orang lain, juga berperan sebagai salah satu faktor dalam menghambat perilaku prososial. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 243 individu yang berusia 20-40 tahun di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional non-eksperimental. Alat ukur yang digunakan adalah skala Prosocialness for Adult (PFA) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Sefianmi et al., (2023) dan skala bystander effect yang dibuat oleh Maisarah (2022). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara perilaku prososial dan bystander effect (r = -0,137, p < 0,05) dimana semakin tinggi perilaku prososial, maka semakin rendah kecenderungan seseorang untuk mengalami bystander effect. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam bidang psikologi sosial dan secara praktis mendorong individu dewasa awal untuk lebih aktif dalam memberikan bantuan, guna memperkuat rasa tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Hubungan Antara Bystander Effect Dengan Perilaku Prososial Pada Individu Dewasa Awal Zaldi, Delian Natalie; Heng, Pamela Hendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dan bystander effect pada individu dewasa awal di Jakarta. Perilaku prososial merupakan perilaku membantu orang lain secara sukarela tanpa mengharapkan adanya imbalan dan hal ini penting untuk diterapkan dalam kehidupan sosial. Namun, pada perkembangan era modern yang pesat saat ini dengan kemajuan teknologi mengubah pola interaksi sosial sehingga cenderung membuat orang lebih individualis. Bystander effect, kecenderungan individu untuk menjadi pengamat dan tidak membantu ketika terdapat orang lain, juga berperan sebagai salah satu faktor dalam menghambat perilaku prososial. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 243 individu yang berusia 20-40 tahun di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional non-eksperimental. Alat ukur yang digunakan adalah skala Prosocialness for Adult (PFA) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Sefianmi et al., (2023) dan skala bystander effect yang dibuat oleh Maisarah (2022). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara perilaku prososial dan bystander effect (r = -0,137, p < 0,05) dimana semakin tinggi perilaku prososial, maka semakin rendah kecenderungan seseorang untuk mengalami bystander effect. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam bidang psikologi sosial dan secara praktis mendorong individu dewasa awal untuk lebih aktif dalam memberikan bantuan, guna memperkuat rasa tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY MAHASISWA PSIKOLOGI TERHADAP INTENSI MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Elthamasta Vigiliani Lahagu; Pamela Hendra Heng
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.231

Abstract

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia telah mencapai 1,6 juta. Meskipun angka ini terus meningkat setiap tahun, namun ketersediaan tenaga pendidik atau Guru Pendamping Khusus masih tidak mencukupi, seperti yang diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada tahun 2011. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat hubungan antara tingkat Self-Efficacy mahasiswa psikologi dengan niat untuk mengajar anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Sampel penelitian terdiri dari 280 mahasiswa psikologi yang berasal dari beberapa Universitas/Perguruan Tinggi, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada periode Oktober hingga November 2023. Alat ukur yang digunakan melibatkan General Self-Efficacy Scale yang dikembangkan oleh Schwarzer & Jerusalem, serta Theory of Planned Behavior yang dikembangkan oleh Icek Ajzen. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson antara variabel Self-Efficacy dan intensi mengajar, ditemukan nilai Pearson Correlation sebesar 0.286, dengan nilai p= 0.000< 0.05, menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam konteks psikologi pendidikan.
Peranan Empati Sebagai Mediator dalam Hubungan Antara Burnout dan Self-Efficacy pada Guru Sekolah Dasar di Jakarta Margaretha, Ineke Putri; Sahrani, Riana; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.5912

Abstract

Guru saat ini tengah menghadapi transisi sistem pembelajaran online ke pembelajaran tatap muka. Hal ini tentunya membuat guru mengalami stres yang menumpuk sehingga berpotensi besar untuk burnout. Teachers’ burnout adalah respon berkepanjangan terhadap stres emosional di tempat kerja. Situasi ini pada akhirnya akan berdampak negatif kepada teachers’ self-efficacy, yaitu menurunnya keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri. Sementara teachers’ self-efficacy memiliki hubungan positif terhadap teachers’ empathy, dimana teachers’ empathy adalah kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Hal inilah yang mendasari peneliti memilih teachers’ empathy sebagai mediator terhadap hubungan antara teachers’ burnout dan teachers’ self-efficacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi dan non eksperimen dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 121 guru Sekolah Dasar di Jakarta, berusia 21-55 tahun, dan mengajar kelas 1-6 SD. Self-Efficacy Scale digunakan untuk mengukur tingkat self-efficacy guru, kemudian Manual Burnout Assessment Tool (BAT) untuk mengukur teacher burnout, sementara The Basic Empathy Scale in Adults (BES-A) dipakai untuk mengukur empati guru. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga temuan, yaitu terdapat hubungan yang negatif antara burnout kepada self-efficay guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,3216, p = 0,0035), kemudian burnout dapat berpengaruh negatif kepada empathy pada guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,377, p = 0,0032), dan yang terakhir empati berperan sebagai mediator antara burnout dan self-efficacy pada guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,0013, p = 0,9411).
Co-Authors Adit Widodo Santoso Amala Fahditia Anastasia Putri Leleng Wilis Angelia, Mikha Angelina Wijaya Anggela, Khezia Audy, Ervina Bongso, Cristine Imelda Christina Christina Christy, Christy Clara Felicia Dende, Natalia Desiree Gracia Nelwan Diana Govert Anjali Dinanti, Rizka Djap Hadi susanto Elthamasta Vigiliani Lahagu Febriani, Oki Kartika Franklin Hutabarat, Franklin Fransisca I. R. Dewi Gabriela Audrey Budhiman Oey Grace Christina Sorta Hartinah Dinata Idulfilastri, Rita Markus Inke Ayu Pertiwi Jati Ramadhan, Muhammad Dimas Aji Jessica Chandhika Lathiifah, Septi Margaretha, Ineke Putri Maria VB Lopulalan Monty P Satiadarma Mote, Elvine Semulin Muslimah, Najla Nada N, Billy Naomi Soetikno Naomi Soetikno Naomi Soetikno Natarezwa, Mohammad Kahmed Ramm Nawangwulan Intan Widyasri Nevy Prinanda Putri Nugroho, Natiyan Fajar Nurcintame, Nydia Putri P, Ilham Ramadhan Patricia Sarwono Pramudita, Eka Ardina Prasetyo, Sylvia Rosiana Pricilia Claudia Pattynama Prisilia Prisilia Putra, Rafi Swarna Erlangga Rachmasari, Chintya Rahmah Hastuti Ramadhan, Rusydian Ramm Natarezwa*, Mohammad Kahmed Riana Sahrani Riana Sahrani Ridwan Abdillah Rita Markus Idulfilastri Ronald Winardi Kartika Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Sari, Mely Imelda Septi Lathiifah Shania Kintani Sri Tiatri Sri Tiatri Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Susanto, Audrey Valencia Susi Handayani Br. Lubis Syiefa Atharida Pertiwi Vanessa Clarence Veronica, Davina Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zaldi, Delian Natalie