Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Gotong Royong di SDN 3 Buaran Dalam Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Zamahsarin, M. Imam; Firmansyah, Rangga; Ismail, Budi Nur; Setiawaty, Rani
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol5.no2.a17583

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini ingin memahami sejauh mana implementasi pelajar Pancasila melalui budaya gotong royong dapat mempengaruhi karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini di lakukan di SDN 3 Buaran dengan mengambil subjek kelas 2 yang berjumlah 20 perserta yang terdiri dari 10 laki laki dan 10 perempuan. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, diketahui bahwa guru di SDN 3 Buaran ini sudah terlaksana dengan baik walaupun masih ada kendala atau tantangan yang di alami guru. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di lapangan dengan guru kelas. Kegiatan gotong royong yang sering di laksanakan di SD N 3 Buaran yaitu Gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Guru menerapkan satu minggu sekali biasaya di hari sabtu menjelang penilaian akhir sumatif, biasanya seluruh warga sekolah termasuk guru, siswa dan pegawai yang ada di lingkungan sekolah melakukan kegiatan gotong royong Bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah semuanya mendapatkan bagian-bagiannya sendiri.
Observation of Interior Facilities Standards Boutique Hotel in Bandung City Izdianazia, Tasya; Firmansyah, Rangga; Farida, Ariesa; Cardiah, Tita
Pendhapa Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v14i2.4971

Abstract

Boutique hotels are an attraction for tourists to do a staycation because this hotel has unique designs and characteristics with different themes. With that, boutique hotels in Bandung can be a solution for tourists to do staycations as an accommodation to refresh physically and mentally, which can increase hotel occupancy in Bandung. Based on the standard evaluation of boutique hotel interior facilities, these three boutique hotels already have the appropriate standardization according to the classification of star hotels based on the Decree of the Directorate General of Tourism No. 12/U/II/88. Boutique hotels still need provisions. So, Boutique Hotel will do research by observing and using descriptive qualitative research methods on several 3-star boutique hotels in the city of Bandung by making comparisons of the three hotels regarding standards at boutique hotels based on the shape of the facade, the style of the building, the theme, and the interior atmosphere. And hotel staff services. In addition, based on the organization of space in boutique hotels. So, this study found that boutique hotels have used boutique hotel standards and still use the standards of existing 3-star hotels. Thus, the standards in the three hotels can act as a reference in designing boutique hotels
PERANCANGAN BARU INTERIOR PUSAT DESAIN KREATIF TANGERANG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Kamila, Cahya; Firmansyah, Rangga; Pangestu, Desthyo Putra
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan ruang inovasi dan kolaborasi menjadi alasan utama bagi kelompok kecilberkolaborasi untuk dalam menciptakan ide dan inovasi, terutama pada sektor ekonomi kreatifyang memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi. Tangerang menjadi salah satu kota yangberpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan fashion dan kulinersebagai sub sektor unggulan serta pembuatan konten kreatif menjadi sub sektor yangberpotensi. Dalam upaya menjadikan kota yang lebih kreatif, Tangerang perlu memiliki prasaranayang dapat menampung kegiatan ekonomi kreatif seperti creative hub. Creative hub menjadipenting dalam hal ini karena merupakan tempat yang dapat mendukung terjadinya kolaborasidan inovasi. Meskipun Tangerang memiliki kegiatan ekonomi kreatif yang tinggi, belum adafasilitas seperti creative hub yang dapat menjadi pusat dalam menampung kegiatan tersebut.Selain itu juga dilakukan studi banding pada creative hub lain dan ditemukan permasalahanberupa kebisingan, pencahayaan, serta terdapatnya ruang yang kurang terpakai. Oleh karena itu,dirancang sebuah Pusat Desain kreatif Tangerang sebagai wadah bagi para pelaku ekonomikreatif dan masyarakat sekitar dalam melakukan kegiatannya. Dengan tujuan mewadahi parapelaku kreatif khususnya di Tangerang melalui pendekatan aktivitas, sehingga kebeutuhanpengguna ruang dapat terpenuhi. Metode penelitian yang digunakan dalam Menyusun laporandan perancangan meliputi studi banding, studi literatur, wawancara dan kuesioner. Hasil dariperancangan ini adalah sebuah pusat desain kreatif yang dapat menjadi fasilitas pendorongdalam meningkatkan perekonomian daerah berupa ruang dengan fasilitas yang dapatmengakomodasi kegiatan ekonomi kreatif unggulan pada Tangerang.Kata Kunci: creative hub; Ekonomi kreatif; Tangerang
PERANCANGAN BARU INTERIOR SMPIT IHSANUL FIKRI BOARDING SCHOOL PUTRI MUNGKID DENGAN PENDEKATAN HUMAN BEHAVIOUR Shifwa, Fadia Fathania; Laksitarini, Niken; Firmansyah, Rangga
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding school merupakan sistem pendidikan berasrama yangmengintegrasikan pembelajaran agama Islam dengan pendidikan formal, umumnyamemiliki siswa berusia 12–19 tahun yang berada pada masa perkembangan emosional.Ketidakmampuan beradaptasi di awal masuk, seperti yang terjadi di SMPIT Ihsanul FikriBoarding School Putri, dapat memicu penurunan akademik dan perilaku menyimpang.Selain faktor psikososial, kondisi spasial turut memengaruhi kenyamanan danproduktivitas, antara lain rasio luas kamar yang tidak seimbang dengan jumlah penghuni,desain kelas yang belum sesuai dengan kebutuhan program peminatan dan perlunyaperancangan interior yang mendukung perilaku positif dan kenyamanan siswa boardingschool putri. Perancangan ini bertujuan menciptakan ruang belajar inspiratif dan huniannyaman melalui pendekatan Human Behaviour untuk mendukung adaptasi, produktivitas,serta pembentukan karakter Islami siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatifmelalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Ruang yangdirancang meliputi kamar asrama, ruang kelas, student lounge, laboratorium bahasa,laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan perpustakaan. Solusi desain difokuskanpada efisiensi tata ruang, furnitur adaptif, pencahayaan dan penghawaan optimal, sertaelemen visual inspiratif yang mendorong ketenangan, interaksi sosial, dan produktivitas.Hasil perancangan menunjukkan bahwa interior berbasis perilaku dapat meningkatkankenyamanan, mendukung penyesuaian diri, dan memperkuat produktivitas belajar dilingkungan boarding school.Kata kunci: Desain Interior, Sekolah Berasrama, Human Behavior, Asrama Putri.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR BPK PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA DENGAN METODE PENDEKATAN KONEKTIVITAS TATA RUANG DAN HIERARKI Putri, Ulla Alifia Hidayat; Firmansyah, Rangga; Siregar, Fernando
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga pengawaskeuangan negara memerlukan lingkungan kerja yang fungsional, ergonomis,serta mencerminkan nilai integritas dan identitas kelembagaan. Hasil observasidi Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan sejumlahpermasalahan, seperti keterbatasan ruang akibat peningkatan jumlah staf,penataan furnitur yang belum optimal, alur sirkulasi tamu VIP yang masihmelewati ruang pimpinan, serta belum adanya pemisahan tegas antara areapublik dan privat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata ruangkantor BPK dengan pendekatan konektivitas antarruang, penerapan hierarkiruang yang jelas, serta optimalisasi ruang kosong dan penyediaan storage yangmemadai. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara,dokumentasi, studi literatur, studi banding, dan studi preseden. Hasil analisisdijadikan dasar dalam perancangan interior yang mendukung kenyamanan danproduktivitas kerja, serta memperkuat citra profesional lembaga. Rekomendasidesain meliputi zonasi ruang yang jelas, penggunaan furnitur modular,peningkatan sirkulasi dan aksesibilitas tamu, serta fasilitas pendukungkesejahteraan pegawai. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta lingkungankerja yang representatif, efisien, dan sejalan dengan nilai-nilai kelembagaanKata Kunci : Kantor BPK, Konektivitas, Hierarki Ruang, Integritas, Identitas
PENGEMBANGAN INTERIOR MTs DAN MA PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH PUTRI DI BANDUNG MELALUI PENDEKATAN AKTIVITAS TERHADAP PERILAKU PENGGUNA Alhani, Annur Hanan; M.H, Ully Irma; Firmansyah, Rangga
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren berfungsi tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama,tetapi juga sebagai tempat pembinaan karakter dan kepribadian santri. Struktur sebuahpesantren pada umumnya tediri dari beberapa komponen utama, diantaranya adalahkiai, santri, masjid dan asrama. Pondok pesantren dapat dibagi menjadi dua macam :tradisional dengan metode pembelajaran klasik berfokus pada kajian kitab- kitab islam,serta modern yang mencangkup perkembangan pendidikan melalui penggabungansistem tradisional dan pendidikan formal seperti madrasah. Perbedaan antar keduanyaterletak pada pendekatan pembelajaran, kurikulum dan fasilitas. Perancangan inibertujuan menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional berdasarkan dengankurikulum, capaian pembelajaran serta standarisasi pondok pesantren denganmenggunakan pendekatan aktivitas perilaku pengguna, dimana pembentukan tataruang memiliki keterkaitan yang kuat sesuai dengan pendekatan yang ada. Melaluimetode observasi, wawancara, kuesioner, studi banding, dan kajian pustaka, rancangandifokuskan pada ruang-ruang seperti kelas, asrama, laboratorium, ruang keterampilan,perpustakaan, dan area komunal. Aspek ergonomi, pencahayaan, material, dan privasimenjadi pertimbangan utama dalam desain, yang ditujukan untuk menunjangpembentukan santri muslimah yang berkarakter, berpengetahuan, dan adaptif terhadapperkembangan zaman. Kata kunci: Pondok pesantren , desain interior, pendidikan islam, perilaku santri,remaja putri
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING Ririhena, Fellmy Yehezkiel; Cardiah, Tita; Firmansyah, Rangga
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang interior Sekolah Luar BiasaNegeri (SLBN) Cicendo, sebuah bangunan cagar budaya yang berlokasi di Kota Bandung,dengan menerapkan pendekatan Behavior Setting untuk menciptakan lingkungan belajaryang inklusif, nyaman, dan adaptif bagi siswa-siswi tunarungu. Urgensi perancangan inimuncul dari beberapa permasalahan yang teridentifikasi, yaitu perpaduan warna interioryang monoton sehingga kurang merangsang stimulasi visual, akustik ruang kelas yangbelum optimal dalam mendukung kebutuhan komunikasi, serta pola sirkulasi yangterganggu oleh keberadaan pengunjung eksternal selama jam sekolah. Prosesperancangan diawali dengan identifikasi masalah dan kajian literatur untukmengeksplorasi teori-teori yang relevan terkait pendidikan inklusif, optimasi akustik, dankomunikasi visual bagi siswa tunarungu. Studi banding terhadap institusi sejenis dilakukanuntuk mengidentifikasi praktik terbaik, yang kemudian menjadi dasar perumusan tema“Inclusive Harmony” dan konsep “Structured Unity” sebagai panduan integrasi elemenfungsional dan estetis. Tahap pengembangan desain meliputi optimalisasi zonasi ruang,pemilihan material dan warna yang tepat, penerapan elemen akustik, serta penyesuaiantata ruang untuk mendukung sirkulasi dan aksesibilitas yang efisien. Rancangan awaldievaluasi melalui pengujian berulang guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhanpendidikan sekaligus ketentuan pelestarian bangunan cagar budaya.Kata kunci: Desain Interior, Sekolah Luar Biasa, Tunarungu, Behavior Setting, Inklusif,Cagar Budaya.
PERANCANGAN ULANG SEKOLAH KHARISMA BANGSA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BERDASARKAN KURIKULUM CAMBRIDGE Fathimah, Fathimah; Firmansyah, Rangga; Sudarisman, Irwan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Sekolah Kharisma Bangsauntuk menciptakan ruang belajar yang mampu menjawab tantangan pendidikanmasa kini dan juga masa depan. Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa ruangbelajar dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya mendukung aktivitas belajarmengajar, kolaborasi, dan pekerjaan administratif. Tujuan penelitian ini adalahmerancang ulang interior sekolah dengan mengusung tema Future-Ready LearningSpace dan konsep Adaptive Learning, selaras dengan Kurikulum Cambridge yangmenekankan pembentukan pribadi Confident, Responsible, Reflective, Innovative,dan Engaged. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur,studi preseden, dan analisis kebutuhan pengguna. Hasil perancangan ini diwujudkanmelalui tata ruang modular dan multifungsi, furnitur fleksibel, ruang kolaboratifterbuka, area tenang untuk belajar mandiri, integrasi teknologi, dan zonasi efisien.Kesimpulannya, rancangan ini dapat mengatasi permasalahan layout yang kaku,kapasitas ruang yang kurang sesuai dengan standar, dan minimnya fasilitaskolaboratif, sehingga bermanfaat dalam menciptakan ekosistem belajar yangadaptif, fungsional, dan dapat mendukung perkembangan siswa secara optimal. Kata kunci: Adaptive Learning, Cambridge Curriculum, desain interior sekolah,Future-Ready Learning Space, ruang kolaboratif
Korelasi Visual Branding Interior terhadap Kesejahteraan Pengunjung: Studi Kasus Jabarano Cafe, Bandung Mohd Ridho Kurniawan; Rangga Firmansyah; Nera Leiya Maisury
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19295

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara visual branding dalam desain interior dan kontribusinya terhadap kesejahteraan pengunjung dalam konteks bisnis ritel, dengan fokus pada tiga lokasi Kafe Jabarano di Bandung, Indonesia. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, desain interior tidak lagi berfungsi hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi yang memengaruhi pengalaman ruang dan respons emosional pengunjung. Elemen visual branding seperti skema warna, pencahayaan, material, tekstur, bahasa grafis, dan dekorasi berperan dalam membentuk persepsi merek serta atmosfer ruang yang mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipatif dan analisis konten ulasan daring untuk mengidentifikasi karakteristik implementasi visual branding interior pada Kafe Jabarano. Analisis dilakukan untuk memahami keterkaitan antara elemen visual branding dengan persepsi kenyamanan, kepuasan, dan kesejahteraan emosional pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan adanya variasi strategi implementasi visual branding pada ketiga lokasi studi kasus, yang menyesuaikan dengan konteks bangunan cagar budaya serta karakter lingkungan sekitarnya. Visual branding yang konsisten dan kontekstual terindikasi berkontribusi terhadap terciptanya atmosfer ruang yang nyaman serta mendukung pengalaman emosional positif bagi pengunjung. Penelitian ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai peran visual branding interior dalam membentuk pengalaman ruang pada kafe lokal, serta menawarkan pertimbangan desain bagi praktisi interior dalam mengintegrasikan identitas merek dengan karakter ruang secara lebih adaptif.   Kata Kunci: Desain interior, Jabarano Café, Kesejahteraan pengunjung,Visual branding,  
Analisis Penerapan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis pada Proses Roll Forming di PT XYZ Rangga Firmansyah; Ade Nurul Hidayat; Adi Rusdi Widya
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3885

Abstract

Industri genteng sangat mengutamakan tampilan dan ketepatan, sehingga kualitas produk harus menjadi perhatian utama. PT XYZ sebagai salah satu supplier genteng nasional saat ini tengah menghadapi permasalahan tingginya jumlah produk cacat terutama pada bagian roll forming machine. Jenis cacat yang paling dominan antara lain penyok sebesar 30%, dimensi tidak sesuai (dimensi NG) sebesar 26%, kerut sebesar 18%, berkarat sebesar 15%, tergores sebesar 7%, dan pudar warna sebesar 4%. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni sampai dengan Agustus 2024 dan memiliki persentase cacat yang cukup tinggi serta telah melampaui batas target perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber permasalahan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Melalui FMEA akan diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) yang menjadi acuan utama dalam menentukan skala prioritas perbaikan yang dibutuhkan.
Co-Authors Abiyyu Kanaz, Nabilly Ade Nurul Hidayat Adi Rusdi Widya Adilla, Nafs Aditya Bayu Perdana Agus Adi Satmoko, Agus Adi Akbar Setiawan, Fadilah Akhmadi Akmallia, Putridana Alhani, Annur Hanan Alif Nurrahiim Senawianto Amelya Rahmadani Putri Andri, Salsabila Ayuandira Andrianawati, Aida Andriani, Shafira Arief Hapsoro, Nur Arvina, Aliyya Meirissa Asif, Nayeem Athifa Sri Ismiranti Az-zahra, Sasqia Saslsabila Azalea, Aliffia Salma Djoko Murdowo Egha Fauzia Natasya Faizah, Hasna Nur Fajarsani Retno Palupi Farida, Ariesa Fathimah, Fathimah Fitrieani, Alifya Gissa Nurhalisa Golda, Nensi Griselda Putri, Zara Hanifa, Ghazala Hendi Anwar Huwaida, Khansa Imam, Muhammad Fadhel Indah Puji Lestari Irwan Sudarisman Ismail, Budi Nur Ismar Minang Satotoy Usman Izdianazia, Tasya Kamila, Cahya Kennedy, John Kurniawan, Filsa Andiani Laila Sany, Yusrin M.H, Ully Irma Maulina Hanifah, Ully Irma Mohd Ridho Kurniawan Nabila, Ullul Nadiva Nafis Khalaida Nafis Khalaid, Nadiva Nandaffa Azkia Nangkula Utaberta Nangkula Utaberta Nazlina Shaari Nensi Golda Yuli Nera Leiya Maisury Niken Laksitarini Nitami Rahayu, Dean Nugroho, Irvan Pangestu, Desthyo Putra Putri, Ulla Alifia Hidayat Rahima Ramadhani Wiyatasari Rani Setiawaty Rindra Mangkuluhur, Sri Ririhena, Fellmy Yehezkiel Safi'i, Ahmat Salmarisha, Dinda Santi Salayanti Satria, Muhammad Ridho Septony Siregar, Fernando Shafira Andriani Shifwa, Fadia Fathania Siregar, Fernando Sumarni Ismail Tita Cardiah Togar Mulya Raja Tri Haryotedjo Ully Irma Maulina Hanafiah Utami, Wahyu Dwi Vika Haristianti Widyanesti Liritantri Zamahsarin, M. Imam