Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Speech Acts in Classroom Discourse at State Junior High School 12 Palu Alya; Asrianti; Tyas, Arum Pujining; Suputra, I Gusti Ketut Alit; Sukma
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16704

Abstract

This study aims to describe the form and function of speech acts in classroom discourse at State Junior High School 12 Palu. This study uses a qualitative approach. The data consists of oral utterances collected through recording techniques, free conversation listening techniques, and note-taking techniques in classes IX A and IX B. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study show that there are three forms of assertive speech acts, namely stating, informing, and explaining; one form of commissive speech act, namely promising; six forms of directive speech acts, namely requesting, advising, prohibiting, commanding, asking, and giving permission; and five forms of expressive speech acts, namely apologizing, thanking, praising, complaining, and sarcasm, and declarative speech acts were found in three forms, namely deciding, canceling, and punishing. Twenty-two functions were then found, such as stating, informing, explaining, promising, requesting, advising, prohibiting, preventing, commanding, ordering, requiring, asking, agreeing, allowing, apologizing, thanking, praising, complaining, Insinuating, deciding, canceling, and punishing. This research has significant implications for improving communication methods in learning. By understanding and applying a variety of speech acts in a balanced manner, classroom interactions are no longer one-way but rather become dialogic and participatory.
Konseling Islam Sebagai Pendekatan Peningkatan Kesehatan Mental Remaja di Madrasah Aliyah: Systematic Literature Review Nurul Jami’ah; Rista Aulin; Selinda Triana; Sukma
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5922

Abstract

Kesehatan mental remaja di Madrasah Aliyah merupakan permasalahan mendesak yang memerlukan pendekatan intervensi berbasis nilai-nilai keislaman yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti-bukti empiris mengenai implementasi dan efektivitas konseling Islam dalam menangani problematika kesehatan mental remaja di Madrasah Aliyah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada enam basis data ilmiah (Google Scholar, DOAJ, SINTA, Scopus, ERIC, EBSCO) dan menghasilkan 28 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 16 artikel jurnal nasional terindeks SINTA 1-2 dan 12 artikel internasional terindeks Scopus, yang diterbitkan pada periode 2019-2024. Hasil thematic synthesis mengidentifikasi tujuh tema utama: (1) tingginya prevalensi masalah kesehatan mental pada siswa Madrasah Aliyah pasca pandemi; (2) superioritas konseling Islam integratif dibandingkan konseling konvensional dalam menurunkan kecemasan dan depresi; (3) efektivitas ibadah praktis (dzikir, tilawah Al-Qur'an, shalat) sebagai modalitas terapeutik berbasis neurosains spiritual; (4) kesenjangan kompetensi konselor dalam penerapan konseling Islam secara terstruktur; (5) keunggulan Islamic group counseling sebagai intervensi cost-effective; (6) peran krusial keterlibatan keluarga dalam keberhasilan program konseling; dan (7) perlunya model konseling Islam yang terintegrasi dan berbasis bukti untuk konteks madrasah. Penelitian ini menghasilkan Model Konseling Islam Integratif untuk Madrasah Aliyah (MKIMA) yang terdiri atas empat komponen: asesmen holistik-Islami, intervensi terapeutik integratif, pemberdayaan lingkungan, dan evaluasi berbasis outcome. Temuan ini memberikan implikasi signifikan bagi pengembangan kurikulum BKPI, standar kompetensi konselor madrasah, dan kebijakan layanan bimbingan konseling berbasis nilai Islam di Indonesia.