Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Paramaedutama

Hubungan Konformitas Teman Sebaya terhadap Perilaku Agresif Siswa di SMK Negeri 3 Kota Jambi Nazila, Rahmatun; Yanto; Harahap, Nur Hasanah
Jurnal Paramaedutama Vol 1 No 4 (2024): Paramaedutama
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasi atau sering disebut dengan penelitian asosiatif. Penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Adapun untuk penarikan sampel menggunakan teknik total sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 55 orang siswa kelas XI TPM 1 dan 2 Tahun Ajaran 2022/2023 SMK Negeri 3 Kota Jambi. Dan instrumen yang digunakan berupa angket konformitas teman sebaya dan perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konformitas teman sebaya memiliki persentase sebesar 61,72% sedangkan perilaku agresif sebesar 60,86%. Selanjutnya hasil dari uji hipotesis menunjukkan analisis korelasi Product Moment kedua variabel tersebut adalah r=0.465.sig. 0.000 < 0.05 Ha diterima Ho ditolak berarti ada hubungan antara konformitas teman sebaya terhadap perilaku agresif siswa di SMK Negeri 3 Kota Jambi, dilihat dari kriteria penafsiran korelasi 0.465 termasuk ke dalam korelasi 0.41-0.70 yang artinya korelasi sedang: hubungan memadai. Berdasarkan hasil penelitian, Peneliti memberikan saran untuk Guru BK dapat membuat program tentang layanan konseling dalam rangka mengedukasi siswa terkait konformitas teman sebaya serta perilaku agresif.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Konsep Diri Siswa SMA Negeri 8 Kota Jambi Nur Azizah, Dwi Setya; Yanto; Hamdi, Muhamad
Jurnal Paramaedutama Vol 2 No 1 (2024): Paramaedutama
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kesenjangan yang ditemui dilapangan yaitu siswa cenderung cepat bosan dengan kegiatan belajar, siswa tidak konsentrasi dan kurang aktif dalam proses belajar, siswa ribut dan sibuk dengan kesibukannya sendiri disaat jam kosong ataupun istirahat, saat diberi tugas hanya beberapa saja siswa yang mengumpulkan dan terkadang telah melewati batas waktu yang telah ditentukan. Beberapa siswa merasa kurang mampu akan kemampuan dirinya dalam memahami materi pelajaran yang ada, siswa mempercayai persepsi orang lain tentang dirinya seperti persepsi kurang pintar dan malas belajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa tingkat motivasi belajar siswa, berapa tingkat konsep diri dan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan konsep diri. Motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini, cognitive motives, self-expression, self-enhancement. Konsep diri yang dimaksudkan dalam penelitian ini, yaitu kemampuan (competence), perasaan mempunyai arti bagi orang lain (signifance to others), kebajikan (virtues), kekuatan (power). Metode yang digunakan adalah metode korelasional, jumlah populasi 336 dengan sampel 84 responden, teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan analisis data persentase dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini tingkat motivasi belajar yaitu berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 69%, tingkat konsep diri berada pada kategori tinggi dengan presentase sebesar 73,55%, terdapat hubungan secara signifikan sig.f 0,000 ≤ 0,05, pearson correlation sebesar 0,616 pada rentang (0,41-0,70) yang berada pada tafsiran korelasi sedang (hubungan memadai). Rekomendasi yang diberikan temuan penelitian dapat memberikan manfaat dan masukan bagi siswa, dan menjadi pertimbangan pengembangan program layanan BK di sekolah.
Peran Teman Sebaya Dalam Mengontrol Tingkah Laku Sosial Siswa Di SMA Negeri 11 Muaro Jambi Maulana, Fajar; Yanto; Zubaidah
Jurnal Paramaedutama Vol 2 No 3 (2025): Paramaedutama | Bulan Maret-Mei
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran teman sebaya adalah interaksi antara dua orang remaja atau lebih yang saling memberikan dukungan melalui interaksi baik itu dukungan fisik, kasih sayang atau saling bertukar pikiran meyelesaikan persoalan diantara remaja. Peran teman sebaya terdiri dari enam aspek yaitu mengontrol impus agresif, memperoleh dorongan emosional dan sosial serta menjadi lebih independen, meningkatkan keterampilan, mengembangkan sikap terhadap seksualitas dan tingkah laku peran jenis kelamin, memperkuat penyesuaian moral dan nilai-nilai dan meningkatkan harga diri (self-esteem). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat peran teman sebaya dalam mengontrol tingkah laku sosial siswa di SMA Negeri 11 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 11 Muaro Jambi dengan jumlah 212 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan Simple Random Sampling berjumlah 68 siswa. Pengolahan data menggunakan rumus persentase formula C. Hasil pengolahan data terkait peran teman sebaya dalam mengontrol tingkah laku sosial siswa diperoleh nilai 44,15%, hal ini dapat dikategorikan pada tingkat “sedang”, dengan rincian yakni mengontrol impus agresif 41% dengan kategori tingkat “sedang”, memperoleh dorongan emosional dan sosial serta menjadi lebih independen 48,60% dengan kategori tingkat “sedang”, meningkatkan keterampilan 46,30% dengan kategori tingkat “sedang”, mengembangkan sikap terhadap seksualitas dan tingkah laku peran jenis kelamin 46,60% dengan kategori tingkat “sedang”, memperkuat penyesuaian moral dan nilai-nilai 43,90% dengan kategori tingkat “sedang”, dan meningkatkan harga diri 14,10% dengan ketegori tingkat “rendah”. Hasil tersebut menggambarkan bahwa teman sebaya dalam mengontrol tingkah laku sosial siswa memiliki peran dalam berinteraksi dengan individu lainnya untuk memberikan sebuah dorongan atau dukungan fisik dalam memecahkan suatu persoalan. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk meneliti indikator yang belum bisa menjadi bagian dari peran teman sebaya yaitu ”meningkatkan harga diri (self-esteem)” agar di kaji lebih mendalam sehingga bisa menjadi bagian dari peran teman sebaya.