Cakupan pemberian ASI Eksklusif secara global maupun nasional masih tergolong rendah akibat berbagai faktor, seperti kurangnya pengetahuan ibu, rendahnya efikasi diri, minimnya dukungan keluarga, serta masalah fisik seperti payudara bengkak dan ASI kurang lancar. Masalah ini juga terjadi di Desa Koto Tuo, sehingga diperlukan intervensi nyata untuk mengoptimalkan praktik laktasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan psikomotorik ibu menyusui mengenai manajemen laktasi, perawatan payudara, dan teknik pijat oksitosin di Posyandu Selasih Desa Koto Tuo. Pelaksanaan PKM menggunakan kombinasi metode edukasi teoritis (ceramah dan diskusi interaktif) serta pelatihan psikomotorik (demonstrasi langsung dan pendampingan praktik mandiri terpimpin). Kegiatan ini diikuti oleh 22 ibu menyusui di Desa Koto Tuo. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta yang sangat baik (90%), ketercapaian distribusi materi yang tuntas (95%), dan tingkat penguasaan kompetensi materi serta keterampilan klinis oleh peserta yang mencapai kategori baik (81%). Secara teoritis dan empiris, integrasi antara perawatan payudara dan pijat oksitosin terbukti efektif merangsang refleks prolaktin dan oksitosin, mengaktivasi saraf parasimpatis, mengurangi engorgement, serta memberikan efek relaksasi yang signifikan bagi ibu nifas. Perlunya monitoring, evaluasi dan pendampingan secara rutin sehingga ibu memiliki pengetahuan, kesadaran dan pemahaman tentang manfaat pemberian ASI eksklusif.