Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mencegah hilangnya warisan budaya tak benda seperti lagu dolanan. UNESCO mencatat bahwa upaya pelestarian budaya harus melibatkan pengintegrasian elemen tradisional dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan formal. Di era Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis budaya, lagu dolanan dapat menjadi solusi inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam lagu anak berbahasa Jawa, mengembangkan kerangka etnopuitika sebagai pendekatan dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal, dan mengeksplorasi implementasi lagu dolanan sebagai media pembelajaran karakter pada siswa. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dipilih untuk mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam lagu dolanan anak berbahasa Jawa melalui perspektif etnopuitika. Lagu dolanan yang dianalisis antara lain, Lir-Ilir, Gundul-Gundul Pacul, Menthok-Menthok, Padang Bulan, dan Sluku-Sluku Bathok. Diperoleh hasil penelitian bahwa lagu dolanan anak berbahasa Jawa, memiliki potensi besar sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Lagu-lagu ini menyampaikan pesan moral tentang religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, cinta lingkungan, dan kesederhanaan, yang dapat membantu membentuk kepribadian anak. Implementasi lagu dolanan dalam pembelajaran menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, dengan peran guru yang penting dalam mengintegrasikan lagu-lagu ini ke dalam berbagai mata pelajaran. Dengan pendekatan ini, lagu dolanan tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat karakter generasi muda.