Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KARYA TULIS ILMIAH SKRIPSI MELALUI WORKSHOP DAN COACHING Nurmalia Dewi; Hendra; Khoirunnisa
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah skripsi mahasiswa prodi PPKn Universitas Jambi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh penulis kepada ketua program studi PPKn perlu diadakan peningkatan dalam penulisan skripsi kepada mahasiswa. Kegiatan penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan yang didapatkan ialah melalui kegiatan workshop dan coaching mahasiswa sudah bisa menghasilkan proposal penelitian yang memenuhi ketentuan penulisan skripsi dari Universitas Jambi. This research aims to improve the quality of thesis scientific work of Jambi University PPKn study program students. Based on initial observations made by the author to the head of the PPKn study program, there needs to be improvement in thesis writing for students. Research activities were carried out in three stages, namely planning, implementation and evaluation. Data was collected through interviews, observation and documentation. The conclusion obtained is that through workshops and coaching activities, students can produce research proposals that meet the thesis writing requirements of Jambi University.
METODE REACT: UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU MEMBUAT INSTRUMEN HOTS EVALUASI PEMBELAJARAN Ridwan Santoso; Siti Tiara Maulina; Sundari Utami; Nurmalia Dewi; Melisa Melisa; Yulistia Opeska; Agustin Wela Sasih; Khusnul Khotimah; Sudawan Supriadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan metode REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring). Metode REACT dipilih karena menekankan pada pengajaran yang menghubungkan konsep-konsep dengan konteks kehidupan nyata, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Mixed Method dengan partisipasi 30 mahasiswa calon guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode REACT memberikan peningkatan signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyusun instrumen berbasis HOTS. Metode REACT memungkinkan calon guru lebih terampil dalam merancang instrumen evaluasi yang tidak hanya mengukur kemampuan kognitif rendah tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi program pelatihan guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.Kata Kunci: HOTS, REACT, Evaluasi, Pembelajaran, PPKnThe purpose of this study was to improve the ability of prospective teacher students in compiling Higher Order Thinking Skills (HOTS) learning evaluation instruments using the REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) method. The REACT method was chosen because it emphasizes teaching that connects concepts with real-life contexts, encouraging students to develop critical, creative, and analytical thinking skills. The study was conducted through a Mixed Method approach with the participation of 30 prospective teacher students. Data were collected through observation, interviews, tests, and document analysis. The results showed that the application of the REACT method provided a significant increase in students' ability to compile HOTS-based instruments. The REACT method allows prospective teachers to be more skilled in designing evaluation instruments that not only measure low cognitive abilities but also students' critical and creative thinking skills. These findings provide important implications for teacher training programs in an effort to improve the quality of education in the future. Keywords: HOTS, REACT, Evaluation, Learning, Civic Education.
Nilai Nilai Karakter Pada Tradisi Kenduri Sko Masyarakat Adat Desa Tarutung Kerinci Jambi Priazki Hajri; Salman Hasani; Nurmalia Dewi
FOUNDASIA Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v14i2.64503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Kenduri Sko masyarakat adat Desa Tarutung Kerinci. Kenduri Sko merupakan kegiatan Pembersihan benda-benda pusaka dengan ritual-ritual tertentu, dan pada puncaknya adalah kegiatan upacara penobatan ninik mamak atau anggota adat yang baru. Hal ini telah dilaksanakan dan ditransmisikan secara turun temurun bahkan sampai saat ini. Metode dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana sebuah kebudayaan dianalisis berdasarkan aspek-aspek yang berkaitan dengan budaya tersebut secara spesifik, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan yang dianggap paling mengetahui terkait tradisi kenduri sko, diantaranya yaitu tokoh adat, ninik mamak, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan ada empat  nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Kenduri Sko diantaranya pertama yaitu nilai tanggung jawab, dimana pada nilai ini tanggung jawab terhadap pelaksanaan tradisi diembankan kepada para pemangku adat, kedua tanggung jawab terhadap pemeliharaan tradisi, nilai ini diembankan kepada generasi muda. Kedua nilai yang berhasil dieksplorasi adalah nilai toleransi, dimana dalam pelaksanaan tradisi ini memiliki latar belakang ekonomi, status social dan kedudukan ditengah-tengah masyarakat, namun tetap melaksanakan tradisi atas dasar persatuan, ketiga yaitu nilai karakter kecintaan terhadap tradisi dan leluhur, dan keempat adalah nilai peduli sosial, hal ini ditunjukkan dengan masyarakat bahu membahu bergotong royong dalam pelaksaan tradisi agar berjalan dengan lancar.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LUNTURNYA TRADISI MARTAROMBO DI KALANGAN MAHASISWA SUKU BATAK TOBA DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI Pasmaida Manalu, Maria; Dewi, Nurmalia; Wela Sasih, Agustin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46751

Abstract

The martarombo tradition is an important cultural practice in the Toba Batak community, serving to establish kinship ties through clans. However, among the younger generation, particularly university students, this tradition is becoming less common, raising concerns that it could diminish understanding of the kinship system within Toba Batak culture. This study aims to identify the factors contributing to the decline of the martarombo tradition among Toba Batak students at the Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University, and its impacts, as well as efforts to preserve it. This study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation with Toba Batak students as informants. The results indicate that the decline of the martarombo tradition is influenced by a lack of cultural understanding, the influence of technological developments, interaction with other cultures, and student life abroad. These conditions have resulted in a decline in knowledge regarding the customs and kinship relationships within Toba Batak society. Based on the research results, it can be concluded that preserving the Martarombo tradition requires the involvement of families, the social environment, and the awareness of the younger generation to ensure the preservation of Toba Batak cultural values ​​amidst changing times. These efforts can be achieved through cultural education within families and campuses, as well as the use of social media for educational purposes.
ANALISIS ETIKA MEROKOK MAHASISWA PPKN ANGKATAN 2022 DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS JAMBI Silvia, Fira; Ichsan, Muhammad; Dewi, Nurmalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.44905

Abstract

This study analyzes the smoking ethics of Civic Education students of the class of 2022 at Universitas Jambi campus based on Kohlberg's theory of moral development. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving seven informants consisting of three smoking students, two non-smoking students, the Civic Education Program Coordinator, and a security officer. Data analysis used the Miles and Huberman model: data reduction, data display, and conclusion drawing, validated through triangulation. Results show that the smoking ethics of PPKn class of 2022 students ranges from pre-conventional to conventional levels. At the pre-conventional level, compliance with the Smoke-Free Zone policy is situational and authority-dependent. At the conventional level, students follow group norms informally, using areas such as the student cooperative and the Faculty of Teacher Training and Educationparking lot as informal smoking zones. Post-conventional indicators were practically absent. Contributing factors are divided into internal factors (nicotine addiction, academic stress, social identity motivation, and low moral reasoning) and external factors (peer pressure, weak the Smoke-Free Zone enforcement, minimal no-smoking signage, seniority culture, and absence of intervention programs). These findings suggest the need for stronger the Smoke-Free Zone implementation, more contextual character education, and structured stress management programs.
Analisis Pelestarian Tradisi Ajun Arah Sebagai Penguatan Civic Culture Warganegara Muda Di Desa Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci Amara Andini; Alif Aditya Candra; Nurmalia Dewi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.241

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi warga negara muda dalam pelestarian tradisi Ajun Arah di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya modern dibandingkan tradisi lokal. Padahal, tradisi Ajun Arah mengandung nilai-nilai penting seperti gotong royong, musyawarah, tanggung jawab, dan kebersamaan yang berperan dalam penguatan civic culture. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian tradisi Ajun Arah sebagai penguatan civic culture pada warga negara muda serta mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya partisipasi pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian tradisi Ajun Arah dilakukan melalui pelestarian fungsional, dokumentatif, dan edukatif. Tradisi ini masih dijalankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, namun keterlibatan warga negara muda masih tergolong rendah. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Ajun Arah, seperti musyawarah, gotong royong, dan tanggung jawab sosial, terbukti dapat memperkuat civic culture warga negara muda. Faktor penghambat partisipasi pemuda meliputi pengaruh globalisasi, rendahnya minat generasi muda, kurangnya sosialisasi dari tokoh adat, serta tidak adanya kewajiban yang mengikat pemuda untuk terlibat dalam tradisi. Oleh karena itu, pelestarian tradisi Ajun Arah perlu dilakukan secara inovatif melalui pendidikan, sosialisasi, dan pemanfaatan media sosial agar tetap lestari serta relevan sebagai sarana penguatan civic culture di era modern.
ANALISIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI UPACARA TURUN MANDI PADA MASYARAKAT DESA Gema Refira Nugraha; Nurmalia Dewi; Priazki Hajri
Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) Vol 6, No 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jetcivil.v6i1.12969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi upacara Turun Mandi pada masyarakat Desa Siulak Gedang Kabupaten Kerinci serta mengidentifikasi tantangan pelestariannya di tengah pengaruh modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 7 informan yang terdiri dari tokoh adat, masyarakat, dan perangkat desa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara Turun Mandi mengandung enam nilai kearifan lokal: nilai menghormati, keselarasan, keseimbangan, interaksi, pelestarian lingkungan, dan keindahan. Tantangan pelestarian meliputi menurunnya pemahaman masyarakat, pengaruh modernisasi, dan minimnya dokumentasi budaya.