Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Discovery Learning Berbantu Media BerbasisWordwall Pada Pembelajaran Biologi Dewi Kusumawati; Abdul Muis; Siti Rahma
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.484

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar terkait hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Biologi 4 SMA Negeri 2 Makassar dalam materi enzim, dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantu media pembelajaran wordwall. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Populasi penelitian terdiri dari 36 peserta didik kelas XI Biologi 4 di SMA Negeri 2 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik meningkat dari 61% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II. Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning berbantu media pembelajaran wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran biologi, khususnya pada materi enzim di kelas XI Biologi 4 SMA Negeri 2 Makassar
LEGAL ANALYSIS OF THE KPPA AGREEMENT BETWEEN THE COMMUNITIES OF THE VILLAGES OF TAMBUSAI TIMUR, TINGKOK, AND LUBUK SOTING AND PT. HUTAHAEAN Siti Rahma; Almadison; Dani Kurniawansyah; Riski Anla Pater; Putri Habibah Siregar
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 8 (2025): JULY
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i8.1056

Abstract

This study analyzes the plasma partnership agreement (KKPA) between the communities of East Tambusai, Tingkok, and Lubuk Soting villages and PT Hutahaean, which has been in place since 1999. The agreement stipulates a 65% profit sharing agreement for the community and 35% for the company. However, the community claims that their rights have not been fulfilled, particularly regarding the reallocation of the 20% plasma, unpaid profit sharing, and land use outside the company's HGU (land use permit). Using a qualitative approach, this study collected data from agreement documents, field identification results, and interviews with community leaders and relevant officials. The results indicate that PT Hutahaean has occupied community land without valid permits and has not fulfilled its obligations in accordance with applicable laws and regulations. Based on these findings, this study recommends: (1) law enforcement against PT Hutahaean for breach of contract and unauthorized land use; (2) the formation of an integrated team involving the government, the Regional People's Representative Council (DPRD), and indigenous communities to resolve the dispute; (3) reviewing the company's HGU status and evaluating the feasibility of its extension; and (4) delaying plasma reallocation and profit sharing payments. This research is expected to contribute to the resolution of agrarian disputes and become a reference for fairer and more sustainable natural resource management policies.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM Siti Rahma; Muh Taufik; Romadhon; Lilik Anirowati; Nur Komariah
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1254

Abstract

Pengembangan dan inovasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami berbagai reformasi kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K13), hingga konsep Merdeka Belajar. Setiap kurikulum dirancang untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing secara global. Inovasi seperti kebijakan Full-Day School dan Merdeka Belajar mencerminkan upaya penggabungan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inovasi kurikulum bukanlah sebatas revisi administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, peserta didik, serta nilai-nilai luhur bangsa. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan masa depan.
MODEL-MODEL EVALUASI PENDIDIKAN Lilik Anirowati; Siti Rahma; Nur Komariah
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model evaluasi pendidikan yang digunakan dalam proses pengukuran dan penilaian efektivitas program pembelajaran maupun kebijakan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri konsep, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari beberapa model evaluasi pendidikan yang paling dikenal, seperti model CIPP, model Tyler, model Countenance, model Stake, dan model Kirkpatrick. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan, konteks, serta jenis program yang dievaluasi. Model CIPP cenderung digunakan untuk evaluasi yang bersifat komprehensif dan berorientasi pada perbaikan program, sementara model Tyler lebih fokus pada pencapaian tujuan instruksional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu model evaluasi yang bersifat universal, sehingga pemilihan model evaluasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemahaman mendalam terhadap teori evaluasi serta fleksibilitas dalam implementasinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, perencana pendidikan, dan peneliti dalam menentukan pendekatan evaluasi yang tepat guna meningkatkan mutu pendidikan.
Internalisasi Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Lapangan: Studi Pengalaman Mahasiswa pada Pameran Matakin di Medan Muhammad hazil Ali Kahar; Husna Sari; Ilham Ramadhan Daulay; Muhammad Fadly Chaniago; Gus Salza Nazwa; Wiana Delviani; Siti Rahma
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the internalization of religious moderation values through field-based learning at an exhibition organized by the Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) in Medan. The research employs a qualitative descriptive-reflective approach within a constructivist paradigm. The subjects consisted of six student interns who participated in the visit and interfaith dialogue with the Chairperson of MATakin Medan. Data were collected through participant observation, students’ reflective notes, documentation, and analysis of open dialogue sessions. The findings reveal that field-based learning effectively fosters both cognitive and affective transformation among students. Direct experience and dialogical interaction contributed to the reduction of stereotypes, enhancement of empathy, and strengthening of national commitment. The values of humanity and social harmony in Confucian teachings served as reflective bridges that deepened students’ understanding of religious moderation. These results indicate that the internalization of moderation values cannot rely solely on normative classroom instruction but requires contextual and dialogical engagement. Therefore, interfaith field learning may serve as a pedagogical model in higher education to reinforce social resilience and cultivate moderate character within plural societies. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moderasi beragama melalui pembelajaran lapangan pada pameran yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-reflektif dengan paradigma konstruktivis. Subjek penelitian terdiri atas enam mahasiswa peserta magang yang mengikuti kunjungan dan dialog lintas iman bersama Ketua MATakin Medan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, catatan reflektif mahasiswa, dokumentasi kegiatan, serta analisis dialog terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran lapangan efektif dalam membangun transformasi kognitif dan afektif mahasiswa. Pengalaman konkret dan dialog langsung berkontribusi pada reduksi stereotip, peningkatan empati, serta penguatan komitmen kebangsaan. Nilai kemanusiaan dan harmoni dalam ajaran Konghucu menjadi medium reflektif yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang moderasi beragama. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai tidak cukup melalui pendekatan normatif di kelas, melainkan memerlukan pengalaman dialogis yang kontekstual. Dengan demikian, pembelajaran lapangan berbasis dialog lintas iman dapat direkomendasikan sebagai model pedagogis dalam pendidikan tinggi untuk memperkuat ketahanan sosial dan membangun karakter moderat di tengah masyarakat plural.
Internalisasi Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Lapangan: Studi Pengalaman Mahasiswa pada Pameran Matakin di Medan Muhammad hazil Ali Kahar; Husna Sari; Ilham Ramadhan Daulay; Muhammad Fadly Chaniago; Gus Salza Nazwa; Wiana Delviani; Siti Rahma
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the internalization of religious moderation values through field-based learning at an exhibition organized by the Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) in Medan. The research employs a qualitative descriptive-reflective approach within a constructivist paradigm. The subjects consisted of six student interns who participated in the visit and interfaith dialogue with the Chairperson of MATakin Medan. Data were collected through participant observation, students’ reflective notes, documentation, and analysis of open dialogue sessions. The findings reveal that field-based learning effectively fosters both cognitive and affective transformation among students. Direct experience and dialogical interaction contributed to the reduction of stereotypes, enhancement of empathy, and strengthening of national commitment. The values of humanity and social harmony in Confucian teachings served as reflective bridges that deepened students’ understanding of religious moderation. These results indicate that the internalization of moderation values cannot rely solely on normative classroom instruction but requires contextual and dialogical engagement. Therefore, interfaith field learning may serve as a pedagogical model in higher education to reinforce social resilience and cultivate moderate character within plural societies. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moderasi beragama melalui pembelajaran lapangan pada pameran yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-reflektif dengan paradigma konstruktivis. Subjek penelitian terdiri atas enam mahasiswa peserta magang yang mengikuti kunjungan dan dialog lintas iman bersama Ketua MATakin Medan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, catatan reflektif mahasiswa, dokumentasi kegiatan, serta analisis dialog terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran lapangan efektif dalam membangun transformasi kognitif dan afektif mahasiswa. Pengalaman konkret dan dialog langsung berkontribusi pada reduksi stereotip, peningkatan empati, serta penguatan komitmen kebangsaan. Nilai kemanusiaan dan harmoni dalam ajaran Konghucu menjadi medium reflektif yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang moderasi beragama. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai tidak cukup melalui pendekatan normatif di kelas, melainkan memerlukan pengalaman dialogis yang kontekstual. Dengan demikian, pembelajaran lapangan berbasis dialog lintas iman dapat direkomendasikan sebagai model pedagogis dalam pendidikan tinggi untuk memperkuat ketahanan sosial dan membangun karakter moderat di tengah masyarakat plural.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Sikap Toleransi antar Siswa di Sekolah. Siti Rahma; Syamzaimar Syamzaimar
Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupancasila.v2i2.244

Abstract

This research used a qualitative approach with a descriptive analytical research type through a literature study method. The research data were obtained from various written sources such as scientific journals, books, research articles, and other documents relevant to the research topic. Data collection techniques were carried out through documentation by reading, recording, and classifying data according to the focus of the research. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Civic Education has an important role in instilling tolerance values in students through materials related to diversity, democracy, human rights, and Pancasila values. Civic Education learning helps students understand the importance of respecting differences in ethnicity, religion, culture, and opinions in everyday life. In addition, teachers also play an important role in fostering tolerance through group discussions, teamwork, and presentation activities that train students to respect and cooperate with one another. However, there are still obstacles in implementing tolerant attitudes, such as environmental influences and the lack of awareness among some students. Therefore, cooperation between teachers, schools, and parents is needed to continuously foster students’ attitudes of tolerance.
OPTIMALISASI POTENSI LOKAL KAUM PEREMPUAN MELALUI PRAKTIK PEMBUATAN KERIPIK PISANG DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TANJUNG RAYA Reni Septiyanti; Fiansi Dwi Arista; Siti Rahma; Desi Meliani; Rahmi La Indah; Arfit Shafi Anis; Salsabila Junaidi; Hafsyah Aulia; Alfin Renaldi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6350

Abstract

Pemberdayaan ekonomi keluarga di tingkat desa menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. Desa Tanjung Raya memiliki sumber daya pisang yang melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah, terutama oleh perempuan yang menjalankan usaha rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi yang tersedia dan kemampuan pengolahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan desa melalui pelatihan pengolahan pisang menjadi keripik bernilai tambah yang disertai pendampingan pemasaran digital. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang mencakup observasi awal, sosialisasi, praktik langsung pembuatan keripik pisang, pendampingan pemasaran melalui media sosial, serta evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses produksi dan pengemasan, bertambahnya pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, serta tumbuhnya kepercayaan diri dan minat untuk memulai usaha secara mandiri. Program ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal sebagai fondasi penguatan ekonomi keluarga. Meskipun masih memerlukan pendampingan lanjutan agar keberlanjutannya terjaga, integrasi antara praktik produksi dan edukasi pemasaran digital terbukti efektif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan desa dan berpotensi diimplementasikan pada desa dengan karakteristik serupa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Selatan Mohamad Reynaldi Muchsin; Siti Rahma; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5694

Abstract

Red blood cell deficiency during pregnancy reflects a natural biological process that occurs as the body supports fertilization and embryo development. Pregnant women often experience low hemoglobin levels, typically around 11% in the first and third trimesters, or about 10.5 grams in the second trimester. Iron deficiency anemia arises mainly from inadequate iron intake and poor compliance with iron supplement consumption. The level of adherence among pregnant women is strongly influenced by their understanding of anemia and awareness of possible side effects of supplementation. This study aims to analyze the relationship between pregnant women’s knowledge about anemia and their compliance in consuming iron supplements to prevent anemia, focusing on the South City Community Health Center area. The research used a quantitative analytical survey with a cross-sectional design, involving 83 postpartum women selected through purposive sampling. Data were gathered using questionnaires, and the relationship between knowledge and compliance was tested using frequency distribution and chi-square analysis. The results revealed a significant correlation (p-value = 0.000), indicating that higher maternal understanding of anemia is associated with better adherence to iron supplement consumption among pregnant women in the study area.
Overcoming Stress Through a Religious Psychology Approach SITI RAHMA
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/misool.v1i2.2428

Abstract

Stress is a natural bodily response to various life demands and pressures, which can have either positive or negative effects depending on how it is managed. This article explores the religious psychology approach as an effective strategy for managing stress through the integration of religious practices and spiritual values. Using a literature review method, the article establishes a theoretical4 foundation examining the relationship between stress, mental health, and religious strength. Findings indicate that acts of worship such as prayer, dhikr, and supplication play a significant role in reducing physiological and psychological stress levels by providing inner peace and social support. Furthermore, the internalization of spiritual values strengthens an individual's mental and emotional resilience. The integration of modern psychological concepts with religious spirituality offers a holistic approach that can enhance quality of life and mental well-being.