Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Nilai Chart Datum Berdasarkan Lama Waktu Pengamatan di Stasiun Pasut Prigi Dewantara, Dany Okta; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1765

Abstract

Menurut riset yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perairan laut selatan Jawa Timur memiliki potensi terjadinya tsunami. Maka dari itu perlu diadakan kajian yang lebih mendalam yang hasilnya bisa dijadikan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang. Salah satu fenomena yang bisa dijadikan acuan untuk mengetahui kondisi perairan suatu daerah yaitu dengan mengamati pasang surut suatu wilayah perairan, yang dapat diaplikasikan dengan melakukan pengamatan pasut untuk menentukan nilai chart datum di daerah tersebut. Penelitian ini berisi perbandingan nilai chart datum (MSL, HHWL, dan LLWL) dari data 15 hari, satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dan dua tahun di Perairan Prigi. Metode yang digunakan adalah metode least square. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan efisiensi pengamatan pasut terutama dalam penentuan durasi pengamatan. Data Stasiun Prigi menunjukkan bahwa lama pengamatan pasut tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai MSL, namun berpengaruh signifikan terhadap nilai HHWL dan LLWL yang dihasilkan. Sehingga nilai prediksi MSL jangka panjang yang baik dapat diperoleh dari Pengamatan selama 15 hari atau satu bulan saja. Sedangkan nilai prediksi HHWL dan LLWL semakin baik ketika pengamatan dilakukan semakin lama. Selisih atau perbedaan nilai MSL terbesar di Stasiun Prigi yaitu 0,63 meter. Lalu perbedaan nilai HHWL terbesar yaitu 1,176 meter. Kemudian perbedaan nilai LLWL terbesar yaitu 1,106 meter.
Pembuatan Peta Wisata Waduk Selorejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur Yuwono, Yuwono; Pratomo, Danar Guruh; Pribadi , Cherie Bhekti; Khomsin, Khomsin; Kurniawan, Akbar; Anjasmara , Ira Mutiara
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1772

Abstract

Sektor pariwisata dapat mendatangkan pemasukan untuk suatu daerah dan juga berakibat positif bagi masyarakat sekitarnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Di Indonesia sangat banyak destinasi wisata, baik wisata alam, wisata budaya, wisata pendidikan, dan sebagainya.Waduk Selorejo merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waduk ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta. Objek wisata disini lebih tepat sebagai wisata keluarga. Pengelola yang dalam hal ini Perum Jasa Tirta berusaha untuk meningkat jumlah kunjungan wisata, salah satunya dengan menggelar pagelaran yang disukai dan diminati rakyat. Promosi pariwisata dilakukan dengan harapan memberikan hasil yang memuaskan pengunjung dan kontribusi pendapatan yang dapat membantu perusahaan untuk mempertahankan fungsinya sebagai pengelola infrastruktur sumber daya air. Selain untuk wisata, waduk juga untuk irigasi, PLTA, keperluan sehari hari masyarakat hilir yang membutuhkan air. Mengingat pentingnya fungsi waduk ini dan untuk menjaga kerbelangsungan kondisi air waduk dari pendangkalan misalnya, juga untuk membantu perencanaan pengembangan secara fisik daerah wisata ini, tentu dibutuhkan peta. Peta yang dapat menggambarkan integrasi antara kondisi daerah darat dan kondisi waduk (perairan) tersebut dapat dibuat integrasi dari Peta Topografi dan Peta Batimetri. Metode yang digunakan pada pembuatan Peta Topografi adalah dengan mengukur kondisi topografi daerah tersebut dengan peraltan Total Station, GPS, dan Waterpass. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan koordinat. Selanjutnya koordinat diplot dengan skala tertentu yang diberi keterangan atau infomasi tambahan untuk menjadikan Peta Topografi. Untuk pembuaatan Peta Batimetri, pada prinsipnya sama tahapannya dengan pembuatan peta topografi, namun peralatan yang digunakan adalah alat ukur kedalaman dasar perairan (Echosounder) dan untuk positioning digunakan Global Positioning System (GPS). Integrasi dari dua peta ini akan dibuat Peta Wisata yang dapat membantu Pengelola Waduk Selorejo untuk memonitoring waduk dan juga untuk bahan pengembangan fisik daerah tersebut.
Analisa Sebaran Sedimentasi di Waduk Selorejo dengan menggunakan Data Single Beam Echosounder Khomsin, Khomsin; Pratomo, Danar Guruh; Hariyanto, Teguh; Pribadi, Cheri Bhekti; Nugraha, Aditya
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1780

Abstract

Waduk Selorejo sebagai salah satu waduk destinasi wisata dari Perum Jasa Tirta I serta salah satu sumber air bagi masyarakat Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dari waktu ke waktu, sungai-sungai yang berada di sekitar waduk membawa material sedimen (lumpur, pasir, kerikil, dan lainnya) yang menyebabkan pendangkalan (sedimentasi). Maka dari itu perlu dilakukan penelitian berupa pemetaan batimetri Waduk Selorejo yang diharapkan dapat menjadi acuan dan pertimbangan bagi pihak Perum Jasa Tirta I terkait untuk perlindungan dan pemeliharaan area sekitar Waduk Selorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data yang digunakan diambil secara langsung menggunakan SBES (Singlebeam Echosounder) HD-370 yang dihubungkan dengan GNSS Hi-Target V60. Setelah dilakukan koreksi kedalaman, diketahui bahwa Waduk Selorejo saat proses pemeruman memiliki kedalaman minimum -9 m dan kedalaman maksimum -29 m dengan luas 86,40 ha. Fitur bawah air yang ada pada Waduk Selorejo adalah gundukan pertama yang terletak pada koordinat Easting dan Northing berturut-turut 649798,65 m;9129962,53 mdengan ketinggian 6 m kemiringan 10,96º, serta gundukan kedua yang terletak pada koordinat Easting dan Northing berturut-turut 649915,00 m;9129792,61 m serta memiliki ketinggian 18,51 m, kemiringan 19,13º pada bagian atas dan kemiringan 8,28º pada bagian bawah. Selain itu juga dilakukan pengambilan sedimen menggunakan grab sampler. Berdasarkan uji lab terhadap 20 sampel sedimen yang telah diambil, diketahui Waduk Selorejo didominasi oleh tipe sedimen silt (lanau, sebuah sedimen yang diendapkan oleh air) dengan nilai rata-rata 72,90%. Jenis sedimen lain yang terdeteksi yakni sand (pasir) dengan nilai rata-rata 18,05% dan clay (tanah liat) dengan nilai rata-rata 9,04%. Diketahui juga Waduk Selorejo mampu menampung air dengan volume maksimum 13.731.709,38 m3 pada kedalaman maksimum 50 m.
Identifikasi Objek Dasar Laut Dari Data Side Scan Sonar (Studi Kasus: Perairan Pelabuhan Pt. Petrokimia Gresik) Busro, Fathoni; Khomsin, Khomsin; Pratomo, Danar Guruh
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1793

Abstract

PT Petrokimia Gresik (Persero) adalah pabrik pupuk berstatus Badan Usaha Milik Negara yang terletak di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Perusahaan ini mempunyai fasilitas berupa pelabuhan khusus yang dikelola sendiri atau biasa disebut TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri). Karena pentingnya pelabuhan tersebut maka diperlukan upaya penyediaan informasi tentang objek dasar laut di perairan pelabuhan PT Petrokimia Gresik secara berkala dalam kaitannya untuk menjaga dan memelihara jalur pelayaran tetap aman. Penelitian ini akan melakukan pengolahan citra side scan sonar dan analisa tentang identifikasi objek dasar laut di Pelabuhan PT. Petrokimia Gresik. Dalam tahap pengolahan citra side scan sonar dilakukan pada software sonartrx dengan melakukan koreksi seperti slant range correction, Time Varying Gain (TVG), dan altitude correction. Setalah itu dilakukan pembuatan mosaik dari data citra side scan sonar tersebut untuk analisa objek dasar laut. Untuk identifikasi fitur dasar laut menggunakan metode interpretasi kualitatif. Sedangkan untuk identifikasi objek dasar laut didapatkan berbagai objek dasar laut berupa kaki jetty dermaga dengan lebar 21,4 m dan panjang 100 m, pipa dasar laut dengan panjang 270 m dan diameter 0,5 m, batu (3,5 m × 2,5 m), serta tumpukan sedimen dengan luas 3.339 m2.
Delineasi Landas Kontinen Ekstensi di Luar 200 Mil Laut melalui Penarikan Garis Hedberg dari Kaki Lereng Investigator Ridge Khomsin, Khomsin; Ashar, Muammar Khadafi
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan (archipelagic state) menurut UNCLOS 1982 berhak untuk mengklaim wilayah maritim tertentu yang ditarik dari garis pangkal yang telah ditetapkannya. Seperti yang telah dijelaskan pada pasal 76 UNCLOS 1982, negara pantai berhak untuk melakukan pengajuan submisi untuk mengklaim batas terluar landas kontinen melebihi 200 mil laut atau yang biasa disebut dengan Landas Kontinen Ekstensi (LKE). Pengajuan klaim LKE harus berlandaskan pada metode yang telah diatur oleh CLCS (Commission on the Limits of the Continental Shelf). Untuk itu diperlukan sebuah test/uji untuk menentukan apakah sebuah negara berhak untuk mengajukan klaim landas kontinen esktensi melebihi 200 mil laut. Pada kasus ini, data yang digunakan untuk mengajukan LKE adalah data batimetri global yang diperoleh dari Global (GEBCO) dengan akurasi 30 detik. Sedangkan data ketebalan sedimen yang digunakan adalah data sedimen global yang tersedia dalam software CARIS. Pada penelitian ini, lokasi yang diusulkan untuk studi kasus pengajuan LKE adalah sebelah barat daya Pulau Sumatera. Metode yang digunakan untuk penarikan batas LKE adalah metode Hedberg yang ditarik melalui kaki lereng Investigator Ridge. Hasil dari test yang dilakukan di wilayah ini membuktikan bahwa Indonesia dalam hal ini lokasi sebelah barat daya Pulau Sumatera berhak untuk mengajukan Landas Kontinen Ekstensi lebih dari 200 mil laut.
Karaktersitik Pola Arus Laut di Perairan Selat Sunda Periode Tahun 2013 – 2023 Latif Yuhana, Rofikoh; Guruh Pratomo, Danar; Khomsin, Khomsin
Buletin GAW Bariri (BGB) Vol 6 No 2 (2025): BULETIN GAW BARIRI
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri - Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/bgb.v6i2.156

Abstract

This study examines the characteristics of ocean surface current patterns in the Sunda Strait using numerical model current data from Marine Copernicus during the period 2013 – 2023. The analysis was conducted to identify the direction and speed of currents in seasonal periods, namely the west season (December – January – February), transition season I (March – April – May), east season (June – July – August), and transition season II (September – October – November). Marine Copernicus model current data was verified against High Frequency (HF) Radar observation data using the statistical method of Pearson correlation coefficient (r) and Root Mean Square Error (RMSE), resulting in an r value of 0.77 and RMSE of 0.26 m/s, indicating a good level of accuracy. The results of the analysis show that in the west season, the dominant current heads northeast with an average speed of 0.5 – 1.0 m/s and a maximum of 1.5 – 2.0 m/s. In the first transitional season, the current flows to the northeast with an average speed of 0.75 – 1.25 m/s and a maximum of 1.5 – 2.0 m/s. In the east season, the dominant current flows to the southwest with an average speed of 1.25 – 1.75 m/s and a maximum of 1.5 – 2.0 m/s. In the second transitional season, the current flows irregularly towards the west and east, with an average speed of 1.0 – 1.5 m/s and a maximum of 1.5 – 2.0 m/s. These current patterns are influenced by monsoon winds, seabed topography, and coastal interactions, which impact navigation, fisheries, and marine ecosystems.
Arabic Language Learning Strategies and Suporting Factors At MAN 1 Surakarta, Central Java Indonesia Solihin, Muhammad; Khomsin, Khomsin; Rafik, Abdul
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.321

Abstract

               This research explains Arabic learning strategies and the factors that support them (case study at MAN 1 Surakarta Central Java Indonesia).Learning strategies are crucial for students in learning Arabic because they help students accelerate in mastering vocabulary and composing Arabic sentences properly and correctly. Known that most Arabic language learning in schools experiences many difficulties in the process because they have not been able to use appropriate and appropriate strategies. Therefore, in overcoming this problem, the learning process requires various strategies to maximize the learning process and results. The action of using motivational strategies, vocabulary grouping strategies, vocabulary memorization strategies, and others will increase students' Arabic language skills. Similarly, supporting factors such as the presence of Middle Eastern alumni teachers and graduates of special program schools (MAN PK), the formation of a language environment through dormitories and others are very important for the success of the Arabic language learning process because in it there are a series of important steps and procedures that can help students find effective and enjoyable Arabic language learning actions.
Co-Authors Achmad Faizuddin Akbar Adi, Fajar Setio Adireta Dwi Witantono Adireta Dwi Witantono, Adireta Dwi Aditya Nugraha ADITYA NUGRAHA Agung Budi Cahyono Akbar , Achmad Faizuddin Akbar Kurniawan Andhika Prastyadi Nugroho Andi Rahmadiansah Andi Rahmadiansah Anggun Aprilia Sari Aninda Nurry Aninda Nurry, Aninda Anjasmara , Ira Mutiara Anjasmara, Ira Mutiara Anwar, Nadjadji Ardi, Muhammad Maulana Arif Rahman Ashar, Muammar Khadafi Atika Sari Bramiasto Fakhruddin Eko Putranto Budisusanto , Yanto Budisusanto, Yanto Busro, Fathoni Cahyadi , Mokhamad Nur Cahyadi, M. Nur Cheri Bhekti Pribadi Dany Okta Dewantara Dewangga Eka Mahardian Dewantara, Dany Okta Dody Pambudhi Eko Artanto Eko Artanto, Eko Fajar Setio Adi Fathoni Busro Fathur Rohman Fauzan Syaikhu Islam Felik Dwi Yoga Fikri Bamahry Guruh Pratomo, Danar Handoko, Eko Yuli Happy Ary Wahyu Marantika I. K. Arimbawa Ira Mutiara Anjasmara Ira Mutiara Anjasmara, Ira Mutiara Irfan Maulana Yusuf Joni Efendi Kamila Akbar Khariz Syaputra Krisma Hutanti Krisna, Trismono Candra Kurniawan, Akbar Latif Yuhana, Rofikoh M Dwiki Amirullah M. Dwiki Amirullah Mahardian , Dewangga Eka Marantika, Happy Ary Wahyu Melisa Ayuningtyas Miftakhul Ulum Mila Widyasari Mohammad Rohmaneo Darminto Mokhamad Nur Cahyadi, Mokhamad Nur Muammar Khadafi Ashar Muammar Khadafi Ashar Muammar Khadafi Ashar, Muammar Khadafi Muhammad Solihin, Muhammad MUHAMMAD TAUFIK Nasution, Annio Indah Lestari Nugroho, Andhika Prastyadi Nur Rahman Nur Rahman, Nur Pambudhi, Dody Pandu Yuri Pratama Prasetyo, Haris Hakim Prasetyo, Haris Hakim Pratama , Pandu Yuri Pratomo , Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Pribadi , Cherie Bhekti Pribadi, Cheri Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Purwanti , Renita Putra Nur Ariffianto Rafik, Abdul Rafli Maulana Rahimmatussalisa Rahimmatussalisa, Rahimmatussalisa Rahman, Arif Rainhard S. Simatupang Renita Purwanti Ria Widiastuty Ria Widiastuty, Ria Ristanto, Wahyu Rizky Romadhon Rohman, Yoga Arif Sari , Atika Separsa, G Masthry Candhra Simatupang, Rainhard S. Susilo Susilo Talif, Musdiyana Taufik , Muhammad Teguh Fayakun Teguh Fayakun, Teguh Teguh Hariyanto, Teguh Titiarni , Mariska Titiarni, Mariska Torana Arya Gasica Trismono C. Krisna Trismono Candra Krisna Ulum , Miftakhul Wahyu Ristanto Yoga Arif Rohman Yuwono Yuwono Yuwono Yuwono Yuwono Yuwono Zahra, Ayu Isnania