Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Pariwisata Sehat Berbasis Produk Lokal Bubuk Serbuk Jahe Merah di Lokasi Pariwisata Bukit Indah Simarjarunjung dan Pantai Paris Purba, Bahtera David; Sitorus, Friska Ernita; Amirah, Nada; Sembiring, Ripando Jhon Satria; Malau, Pitto Pratiwi
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v7i1.1993

Abstract

Bubuk serbuk jahe merah adalah bahan olahan berbahan baku jahe merah yang banyak di produksi industri kecil dan menegah. Bahan baku jahe merah berasal dari petani jahe merah yang kebanyakan dihasilkan daerah pegunungan Kabupaten Simalungun. Tahun 2020, produksi jahe merah di desa dolok saribu mencapai 323 ton dengan harga 33.500 rupiah per kilo gram (Kantor Kepala Desa Dolok Saribu). Tahun 2021-2023 harga jahe merah menurun secara drastis 3.300 rupiah per kilogram. Hal ini menyebabkan kerugian petani diperkirakan mencapai 1,7-2,3 miliar rupiah tahun 2020. Tujuan dari Pengembangan Kemitraan Masyarakat ini adalah mengembangkan produksi serbuk jahe merah dengan pemasaran berbasis pariwisata sehat sebagai produk kearifan lokal di Bukit Indah Simarjarunjung (BIS), Kabupaten Simalungun. Produksi bubuk serbuk jahe merah dari bahan baku lokal dikelola oleh kelompok tani jahe merah yang terdiri dari 3 kelompok (11 petani). Tiap kelompok diberikan peralatan teknologi mesin pembubuk jahe sebanyak 3 unit. Petani diberikan pelatihan untuk melakukan proses dari penggilingan, pengeringan, pencampuran bahan baku, pengemasan, sampai pada pemasaran produksi. Hasil dari PKM ini telah memproduksi serbuk jahe merah sebanyak 30 bungkus ukuran 1 kg, 30 bungkus ukuran 500 gram, dan 30 bungkus ukuran 200 gram dengan nama produk kemasan JAHE DOLOK. Tiga kelompok petani jahe merah telah dilatih secara terampil untuk memproduksi secara hygienis produk serbuk jahe merah mulai dari proses pembubukan, pengeringan, pencampuran bahan, pengemasan, dan pemasaran. Kelompok PKM ini juga telah menjalin kerjasama dengan 10 outlet pemasaran di Tepat Pariwisata Bukit Indah Simarjarunjung dan Pantai Paris Tiga Ras. Pemasaran online dikembangkan dari tiap outlet kerjasama. Rata-rata penjualan pada tahap promosi dari 10 outlet mencapai peningkatan rata-rata 51,6% per bulan setelah 1 bulan promosi.
Analisis Dan Pemetaan Faktor Resiko Stunting Di Wilayah Puskesmas Pulo Brayan Amirah, Nada; Marbun, Viktor Edyward
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10423

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 melaporkan prevalensi stunting nasional sebesar 21,6%, masih jauh dari target 14% pada tahun 2024. Di wilayah perkotaan, termasuk Kota Medan, stunting diperparah oleh faktor seperti kepadatan penduduk tinggi dan disparitas sosial ekonomi. Stunting berdampak serius pada perkembangan kognitif dan produktivitas masa depan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan faktor risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat. Metode: Penelitian cross-sectional dengan metode kuantitatif deskriptif dilakukan pada 275 keluarga dengan balita di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran tinggi badan, dan pencatatan titik koordinat rumah responden. Hasil: Prevalensi balita pendek di wilayah penelitian mencapai 19,3%. Faktor risiko yang diidentifikasi meliputi status imunisasi tidak lengkap (16,7%), rendahnya pemberian ASI eksklusif (64,0%), sarana air bersih tidak memenuhi syarat (75,3%), kualitas air minum tidak memenuhi syarat (67,6%), dan jamban tidak memenuhi syarat (50,2%). Kesimpulan: Tingginya prevalensi stunting dan berbagai faktor risiko yang teridentifikasi menekankan perlunya pendekatan komprehensif dan multisektoral dalam penanganan stunting di wilayah perkotaan
ANALISIS FAKTOR RISIKO SUMBER BAHAYA ERGONOMI TERHADAP KELUHAN GANGGUAN OTOT RANGKA EKSTREMITAS ATAS PADA PEMANEN KELAPA SAWIT DI PT RAP KALIMANTAN BARAT TAHUN 2024: ANALYSIS OF RISK FACTORS OF ERGONOMIC HAZARD SOURCES ON COMPLAINTS OF UPPER EXTREMITY MUSCLE DISORDERS IN OIL PALM HARVESTERS AT PT RAP WEST KALIMANTAN IN 2024 Purba, Amril; Amirah, Nada; Ariescha, Putri Ayu Yessy; Batubara, Saiful
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.824

Abstract

Gangguan otot rangka ekstremitas atas merupakan masalah kesehatan kerja yang umum pada pemanen kelapa sawit akibat postur kerja tidak ergonomis, beban fisik berat, dan masa kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko ergonomis, termasuk usia, masa kerja, beban kerja, dan postur kerja, terhadap keluhan otot rangka di PT RAP, Kalimantan Barat. Desain penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan 43 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner demografis, Nordic Body Map, Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dan analisis statistik bivariat menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,010), masa kerja (p < 0,001), beban kerja (p = 0,001), dan postur kerja (p < 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan keluhan otot rangka. Postur kerja tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi ergonomis, seperti alat bantu mekanis dan pelatihan teknik kerja yang aman, untuk mengurangi keluhan otot rangka dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
MENGENAL RUMAH SAKIT: EDUKASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR SDN 101807 CANDI REJO TAHUN 2024 Tanjung, Lina Febriani; Putri, Rizqi Nanda; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Amirah, Nada; Sembiring, Efrata; Damanik, Yunita Syahputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i2.2261

Abstract

Pendidikan kesehatan di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat sejak dini. Program "Mengenal Rumah Sakit: Edukasi Layanan Kesehatan untuk Siswa Sekolah Dasar SDN 101807 Candi Rejo Tahun 2024" dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang layanan kesehatan dan peran rumah sakit. Program ini menggunakan pendekatan interaktif melalui sesi edukasi, simulasi kunjungan rumah sakit, serta praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif. Metode yang digunakan meliputi persiapan materi edukasi, pelaksanaan kegiatan interaktif, serta eval_uasi pemahaman siswa sebelum dan setelah edukasi. Hasil eval_uasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa sebesar 45 persen, dengan peningkatan tertinggi pada aspek Simulasi Kunjungan ke Rumah Sakit dan Pentingnya Hidup Sehat (47 persen). Sebelum edukasi, rata-rata siswa menjawab benar 5 dari 12 pertanyaan, sedangkan setelah edukasi, jumlah jawaban benar meningkat menjadi 11 dari 12 pertanyaan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai dunia kesehatan. Namun, beberapa aspek masih dapat ditingkatkan, seperti penggunaan alat peraga yang lebih variatif dan penerapan pre-test serta post-test untuk memperoleh data yang lebih akurat. Tindak lanjut dalam bentuk monitoring kebiasaan sehat siswa juga perlu dilakukan untuk memastikan dampak edukasi yang lebih berkelanjutan. Dengan perbaikan ini, program diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan yang dapat diterapkan di sekolah lain.model edukasi yang dapat diterapkan di sekolah lain guna membangun kesadaran kesehatan sejak dini secara lebih optimal.
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA MADINA KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2024 Amirah, Nada; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v7i2.2207

Abstract

Pregnant hypertension is indicated by two or more values ​​of 140/90 mmHg. If untreated, common pregnancy-related hypertension, including preeclampsia and eclampsia, can result in the mother losing consciousness and developing catastrophic heart failure, kidney failure, or a brain hemorrhage. The Deli Serdang Regency's Percut Sei Tuan District served as the site of the 2024 inquiry. This was the field in which the study was conducted. The purpose of this study was to investigate whether or not pregnant women with high blood pressure may benefit from soaking their feet in warm water to reduce their blood pressure. Both the pre- and post-tests were provided to the study participants, and the same group of people took both of the examinations. A pretest and posttest were administered prior to and subsequent to therapy. The research employed numbers like an experiment. Women with high blood pressure who were pregnant before and after warm water foot soaks had a value of 0.0001. The fact that it is less than alpha indicates that the value that is relevant is lower. At the Pratama Madina Clinic in the Percut Sei Tuan District of the Deli Serdang Regency in the year 2024, pregnant women who were experiencing high blood pressure were able to enjoy a reduction in their blood pressure by soaking their feet in warm water. It seems that Ha is correct, but H0 is correct. Keywords: Pregnant, Hypertension, Therapy
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Di Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Tahun 2025 Arman Wizaya Ziliwu; Devi Febrisa Br Tarigan; Berlina Gea; Elrida Gurning; Nada Amirah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan mengakses informasi, terutama di kalangan remaja dan pelajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu stres, kecemasan, bahkan depresi pada pelajar. Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk. Paparan berita bencana yang lebih tinggi melalui media sosial dikaitkan dengan depresi yang lebih tinggi pada peserta dengan tingkat stres bencana yang tinggi (tetapi tidak rendah). Penelitian ini dilakukan di Balai Kesehatan Deli Husada, Deli Tua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini adalah 206 mahasiswa tahun ketiga (semester enam) Fakultas Kesehatan Masyarakat di Balai Kesehatan Deli Husada, Deli Tua, dengan jumlah sampel 68 orang. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental, dengan nilai p sebesar 0,001. Dengan nilai p < (0,05), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental di Balai Kesehatan Deli Husada Deli Tua tahun 2025. Diharapkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dapat lebih memahami tentang penggunaan media sosial yang tepat.
Hubungan Hygiene Sanitasi dengan Kejadian Diare pada Masyarakat di Lingkungan II Gg Kolam Kelurahan Deli Tua Barat Kecamatan Deli Tua pada Tahun 2025 Rangkuti, Rifka Adinda; Suriyani, Siti; Putri, Wanda Aprilia; Padang, Nita Rosa Br; Amirah, Nada
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 5 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i5.9410

Abstract

Diarrhea is one of the environment-based diseases that remains a public health problem in Indonesia, especially in areas with poor hygiene and sanitation conditions. This study aims to determine the relationship between hygiene and sanitation with the incidence of diarrhea among the community in Lingkungan II Gg Kolam, Deli Tua Barat Subdistrict, Deli Tua District in 2025. This research used a quantitative method with a cross-sectional approach. A total of 55 respondents were selected using purposive sampling from a total population of 120 people. Data were collected through structured questionnaires and direct observation, then analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level. The statistical test results showed a significant relationship between latrine facilities and the incidence of diarrhea (p = 0.050; OR = 0.306), as well as a highly significant relationship between hygiene behavior and the incidence of diarrhea (p = 0.000; OR = 0.089). The study concludes that improving the quality of environmental sanitation through the provision of proper latrine facilities and the promotion of hygiene behaviors such as regular handwashing with soap is essential to reduce the incidence of diarrhea.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA DI PERUMAHAN MARENDAL TERATAI III PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Putri, Rizqi Nanda; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Amirah, Nada; Tanjung, Lina Febriani; Azhary, Muhammad Rifqi; Sembiring, Efrata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i4.2647

Abstract

Balanced nutrition is a daily diet that contains nutrients in types and amounts that are appropriate to the body's needs, while still paying attention to food variety, physical activity, cleanliness, and ideal body weight. Based on Riskesdas data from the Ministry of Health regarding the Indonesian Nutritional Status (SSGI) in 2022, the stunting rate in Indonesia decreased by 2.8% from 2021 to 2022. This achievement is in accordance with the annual target of the Ministry of Health, which is around 2.7% per year. This study was conducted in November-December 2023 at the Marendal Teratai III Patumbak Housing Complex, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The sample in this study was 20 mothers who had toddlers. The level of knowledge of mothers about toddler nutrition that was the most was a moderate level of knowledge, namely 11 people (55%) and a low level of knowledge, namely 7 people (35%), while the least was a high level of knowledge, namely 2 people (10%). Most of the mothers' knowledge about balanced nutrition in toddlers in the Marendal Teratai III Patumbak housing complex had sufficient knowledge about nutrition.
Edukasi Jajanan Sehat Menggunakan Media Kincir Angka terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa Frisky, Mihzaluna _; Tanjung, Elsa Yolanda; Munthe, Intan Maulani; Ulina, Sri; Amirah, Nada
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, Volume 4 No.1 November 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jklm.v4i1.2233

Abstract

The consumption of unhealthy snacks among junior high school students remains a significant issue that can impact health, including digestive disorders, obesity, and non-communicable diseases. Interactive health education is necessary to raise students' awareness in selecting safe and nutritious snacks. This study aimed to examine the effect of healthy snack education using the "number wheel" media on improving students’ knowledge, attitudes, and behaviors. This research employed a one-group pretest-posttest design with a quantitative approach involving 30 ninth-grade students of SMPN 1 Deli Tua selected through purposive sampling. The instruments used were questionnaires measuring knowledge (dichotomous scale), attitudes, and behaviors (Likert scale). Data analysis using the Wilcoxon test showed a significant improvement in knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.001), and behavior (p = 0.000) after the educational intervention. It can be concluded that healthy snack education using the number wheel media has been proven effective in improving the knowledge, attitudes, and behaviors of SMPN 1 Deli Tua students.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (ARKL) PAJANAN BESI (Fe) PADA DEPOT AIR DI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN HELVETIA Amirah, Nada; Zahara, Eirin; Harahap, Nurul Dahlia
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i1.2695

Abstract

Drinking water is a fundamental necessity for human life. Safe drinking water should be clear, colorless, and free from odor. The presence of heavy metals such as iron (Fe) in refillable drinking water can occur due to contaminated raw water sources or inadequate water treatment processes at refill water depots (DAMIU). Based on the Decree of the Minister of Health No. 492 of 2010, the maximum permissible concentration of iron (Fe) in drinking water is 0.3 mg/L. This study employed a descriptive quantitative method using the Environmental Health Risk Analysis (EHRA) approach to evaluate the potential health risks associated with iron (Fe) exposure in drinking water depots located in Dwikora Village. Measurements of Fe concentrations from four water samples were compared with the maximum permissible standard stated in Permenkes No. 492 of 2010 and analyzed using the EHRA framework. The research population consisted of housewives who consumed water from DAMIU in Dwikora. Data were collected through questionnaires and interviews. The findings revealed that the concentration of iron (Fe) in all four water samples remained below the permissible limit of 0.3 mg/L. This suggests that the Risk Quotient (RQ) values for Fe exposure in all samples were below 1, indicating that the drinking water from the DAMIU in Dwikora is still safe for public consumption.