Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The dynamic influence of interactive feedback on elevating EFL students writing skills Masrul Masrul; Bayu Hendro Wicaksono; Sri Yuliani; Santi Erliana; Ummi Rasyidah
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.30836

Abstract

This study investigates the effect of interactional feedback on students writing skills. One hundred participants enrolled in an intermediate EFL course at the State University of Malang, Indonesia, were recruited for this research. The quantitative method was employed for data analysis. The primary data analysis method used was the ANCOVA test, followed by the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results reveal that the dependent variables in the experimental group exhibited higher means compared to the control group. The ANCOVA test show that the dependent variables (writing length, accuracy, and effectiveness) were significantly affected by the addition of feedback (p = 0.000). However, no significant differences were found between the experimental and control groups regarding accuracy (p = 0.425) and writing length variables (p = 0.731). As a result, interactional feedback significantly impacted EFL students writing ability. This result highlights the need for thorough planning and preparation, including preparing ESL/EFL students through explicit instruction prior to peer review, to ensure that learners interactional feedback is useful. The findings suggest that EFL teachers should carefully select feedback styles that align with the intended purpose of providing feedback. For instance, more specific feedback options may prove more effective in assisting students in revising and improving their written assignments. Finally, this study provides valuable recommendations for further research in this field.
Gemini AI Utilization Training for English Language Learning at SMA IT Iman Syafi'i Cendikia Sri Yuliani; Shalawati Shalawati; Dicki Hartanto; Endang Istikomah; Yusti Elida; Resy Oktadela; Angela Agusta; Muhammaad Iqbal
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.648

Abstract

The purpose of Gemini AI utilization training for English language learning was to give a service in socialization in Pondok Pesantren MoU and UIR. The goal of in this socialization was to deliver process of socialization, namely socializing values, knowledge, and skills in life. Mufida (2018) said that learning is a real situation for the citizens’ improvement in iman and takwa so they can live without changing address future threats and challenges. Questionnaire was used to measure the satisfactory activity during PkM and 27 female students involved during one day training program. As for SMA IT Iman Syafi’I Cendikia itself, they have future wish that the progress of young generation for having the paradigm that the success of a student is influenced by educators who teach in schools, especially in using modern technology. Gemini AI became one of AI tools of the program was delivered during the activities of PkM. The result of this PkM activity was motivating the students as the data result from questionnaire that the average satisfaction was high as amount 92,67%, so as summary that the implementation of PkM was successful in SMA IT Iman Syafi’I Cendikia.
PELATIHAN PENGAJARAN KOSAKATA BAGI GURU MGMP BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATAN MUTU ASESMEN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SMA RIAU Resy Oktadela; Yusti Elida; Dea Mustika; Putri Octa Hadiyanti; Herman Herman; Shafira Gusti; Sri Yuliani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59568

Abstract

Kemampuan berbicara (speaking skill) dalam Bahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh penguasaan kosakata (vocabulary) peserta didik, sebab keterbatasan kosakata sering menjadi penyebab utama siswa kesulitan mengungkapkan gagasan secara lisan. Persoalan yang ditemukan pada sejumlah guru Bahasa Inggris jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Riau adalah belum beragamnya teknik pengajaran kosakata yang digunakan di kelas, ditambah lemahnya kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian (asesmen) keterampilan berbicara yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menyikapi kondisi tersebut, tim pelaksana merancang program pengabdian masyarakat berupa pendampingan dan pelatihan pengajaran kosakata bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris jenjang SMA, dengan harapan dapat memperkuat kualitas asesmen keterampilan berbicara siswa. Program ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, berlokasi di SMA Negeri 8 Pekanbaru, dan dihadiri oleh para guru Bahasa Inggris SMA dari wilayah Kota Pekanbaru. Pelaksanaannya mengikuti empat rangkaian kegiatan, yaitu penjajakan kebutuhan peserta, pemaparan konsep melalui ceramah dan tanya jawab, praktik langsung (workshop) merancang teknik pengajaran kosakata sekaligus rubrik penilaian berbicara, serta pengukuran hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Setelah kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan capaian peserta baik dalam memahami cara mengajarkan kosakata secara kontekstual maupun dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan berbicara, sebagaimana tergambar dari skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, dan didukung pula oleh tanggapan positif para peserta. Program semacam ini diharapkan dapat dijadikan model pendampingan berkelanjutan bagi forum MGMP Bahasa Inggris guna mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan penilaian keterampilan berbicara siswa SMA di wilayah Riau.
Pembelajaran Mendalam dalam Asesmen Bahasa Inggris: Pengembangan Asesmen Otentik Berbasis Portofolio bagi Guru Bahasa Inggris MGMP Kota Pekanbaru Yusti Elida; Syamsilasmi Saleh; Sri Yuliani; Resy Oktadela; Novi Anastasha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.195

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 menuntut guru menyesuaikan praktik asesmen dengan pendekatan pembelajaran mendalam, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengembangkan asesmen otentik berbasis portofolio. Kegiatan berbentuk workshop satu hari bagi 50 guru Bahasa Inggris SMA Negeri dan Swasta se-Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran, dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di SMA Negeri 8 Pekanbaru, melalui pemaparan konsep, demonstrasi contoh instrumen dan rubrik, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi menggunakan angket berskala Likert dengan sepuluh pernyataan dan tiga pertanyaan terbuka yang diisi seluruh peserta. Rata-rata respons peserta mencapai 4,41 dari skala 5 atau 88,12% dengan kategori sangat baik. Penilaian tertinggi diperoleh aspek responsivitas narasumber sebesar 91,60%, sedangkan penilaian terendah pada aspek pemahaman konseptual sebesar 83,60%. Jawaban terbuka menempatkan keterbatasan waktu sebagai kendala penerapan yang paling banyak disebutkan sebanyak 42%, sementara pelatihan rubrik asesmen portofolio menjadi kebutuhan lanjutan terbanyak sebesar 46%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa materi diterima dengan baik, namun penguatan sisi konseptual dan pendampingan penyusunan instrumen masih diperlukan agar penerapan asesmen portofolio di kelas dapat berjalan berkelanjutan.
Pembelajaran Mendalam dalam Asesmen Bahasa Inggris: Pengembangan Asesmen Otentik Berbasis Portofolio bagi Guru Bahasa Inggris MGMP Kota Pekanbaru Yusti Elida; Syamsilasmi Saleh; Sri Yuliani; Resy Oktadela; Novi Anastasha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.195

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 menuntut guru menyesuaikan praktik asesmen dengan pendekatan pembelajaran mendalam, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengembangkan asesmen otentik berbasis portofolio. Kegiatan berbentuk workshop satu hari bagi 50 guru Bahasa Inggris SMA Negeri dan Swasta se-Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran, dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di SMA Negeri 8 Pekanbaru, melalui pemaparan konsep, demonstrasi contoh instrumen dan rubrik, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi menggunakan angket berskala Likert dengan sepuluh pernyataan dan tiga pertanyaan terbuka yang diisi seluruh peserta. Rata-rata respons peserta mencapai 4,41 dari skala 5 atau 88,12% dengan kategori sangat baik. Penilaian tertinggi diperoleh aspek responsivitas narasumber sebesar 91,60%, sedangkan penilaian terendah pada aspek pemahaman konseptual sebesar 83,60%. Jawaban terbuka menempatkan keterbatasan waktu sebagai kendala penerapan yang paling banyak disebutkan sebanyak 42%, sementara pelatihan rubrik asesmen portofolio menjadi kebutuhan lanjutan terbanyak sebesar 46%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa materi diterima dengan baik, namun penguatan sisi konseptual dan pendampingan penyusunan instrumen masih diperlukan agar penerapan asesmen portofolio di kelas dapat berjalan berkelanjutan.
Cross-cultural communication and its effects on academic performance: Insights from international Indonesian students in Malaysia Sri Yuliani; Miharaini Md Ghani; Annisa Mardatillah; Shalawati Shalawati; Dicki Hartanto
Studies in English Language and Education Vol. 13 No. 3 (2026): In progress
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v13i3.1691

Abstract

Students participated in a study abroad program often experience cross-cultural communication challenges, which can influence their academic performance. Therefore, this research examines common cross-cultural communication barriers faced by Indonesian students undertaking a study abroad program at Malaysian universities and explores solutions to cultural misunderstandings affecting academic performance. The study involved a quantitative survey of 127 international students and used instruments formulated on the basis of Cummins (2008) to measure the frequency and severity of language barriers as perceived by students and identifying trends and connections in results across language proficiency levels. Data analysis focused on four distinct aspects: obstacles encountered by respondents in the Malay language, difficulties in the English language, adaptation/socialization, and academics. The data were analyzed using descriptive statistics to determine the frequency and severity of communication barriers, socialization and adaptation. In addition. inferential statistics was used to examine relationships between variables explored in this study. The findings reveal that effective cross-cultural communication significantly enhances academic performance by fostering better understanding, decreasing cultural misunderstanding, and promoting positive interactions with peers and faculty. Indonesian students actively engaged in cross-cultural communication strategies such as improving language proficiency, participating in multicultural activities, and seeking social support tend to achieve high academic success. Conversely, students who faced communication barriers in both Malay and English, as well as socialization and adaptation, frequently encountered academic challenges. Therefore, further language assistance and training for international students are necessary to promote fruitful interactions in academic settings.