Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Self Assessment Terhadap Instrumen yang Digunakan Guru dalam Mengases Siswa Hidayati, Nurkhairo; Sari, Yelfira; Mellisa, Mellisa; Cahaya, Nilam
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v4i1.10505

Abstract

Pemahaman guru-guru selama ini tentang berbagai instrumen penilaian perlu dikaji melalui self assessment terhadap instrumen penilaian yang selama ini mereka gunakan. Untuk membantu dalam penyelesaian masalah asesmen dalam proses pembelajaran di SMPN 1 kuok dilakukan melalui FGD dan penyampaian informasi. Sasaran kegiatan adalah guru-guru di SMPN 1 Kuok. Peserta kegiatan yang hadir berjumlah 13 orang guru dan Kepala Sekolah. Waktu pelaksanaan kegiatan pada hari Sabtu/03 September 2022. Instrumen yang digunakan adalah angket. Indikator yang dilihat terdiri dari adanya kriteria penilaian yang jelas, kemampuan menentukan bentuk, prosedur, dan alat penilaian, adanya tugas dan aktivitas sebagai bukti pembelajaran yang jelas, adanya tindak lanjut dari hasil penilaian. Hasil self assessment menunjukkan indikator yang memiliki persentase tertinggi adalah adanya kriteria penilaian yang jelas (82.05%) dan indikator kemampuan menentukan bentuk, prosedur, dan alat penilaian juga memiliki persentase 82.05%. Indikator lainnya yaitu adanya tugas dan aktivitas sebagai bukti pembelajaran yang jelas dan adanya tindak lanjut dari hasil penilaian memperoleh persentase secara berurutan sebesar 68.38 dan 66.67. Selama kegiatan pengabdian masyarakat guru-guru menyimak penjelasan materi yang disampaikan. Berdasarkan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa guru telah mampu memahami asesmen namun dalam pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan.
Edukasi Pendidikan Karakter, Nilai dan Implementasi untuk Siswa di SMP PGRI Pekanbaru Ferazona, Sepita; Suryanti; Kalsum, Ummi; Hadiyanti, Putri Octa; Mellisa, Mellisa; Fauziah, Nurul; Putri, Iffa Ichwani; Santika, Rosi; Herlini, Fira
Community Education Engagement Journal Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v6i2.21119

Abstract

Students who participate in community service projects are expected to develop moral character in addition to scholastic aptitude. Instilling moral principles that can mold pupils' personalities and characters and be used in everyday situations is the major objective. by spreading awareness of the value of developing moral character in day-to-day interactions. The development of morally and ethically sound attitudes and behaviors, such as honesty, accountability, discipline, empathy, and teamwork, is the main goal of character education. These principles serve as the cornerstone for developing people who possess both high moral standards and intellectual prowess. Character education can be implemented in a number of ways, including by incorporating character values into the curriculum, extracurricular activities, and community-based social learning activities like parent-teacher training or mutual cooperation. In order to create better, more responsible people, it is intended that SMP PGRI Pekanbaru students will be better able to comprehend and practice character education. According to the findings of the conducted interviews, the school has responded well to the service projects that have been carried out.
Analisis kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau tahun ajaran 2021/2022 Juniarti, Prida; Mellisa, Mellisa
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 1 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i1.68134

Abstract

ENThis study aims to determine the difficulties of online learning in class XI Biology students at SMAN 2 Mandau. This research was conducted in January-March 2022. The implementation of this research used a quantitative descriptive method with survey techniques. The sampling technique used a random sampling technique (simple random sampling). The number of research samples is 122 students. The instrument used was an online learning difficulties questionnaire which consisted of 30 statement items and had been validated. The data collection technique in this study used a questionnaire which was distributed directly in the class. Based on the research, it is known that the factors causing online learning difficulties in biology class XI students are the first indicator of signal technical constraints and online learning disabilities in the high category of 70.76%, the second indicator of the implementation of interactions, assignments and teaching materials in online learning is 67.33% in the high category , the third indicator of stakeholders helping the government, schools, parents of students in online learning is 69.55% in the high category. Based on the results of data processing and analysis, it can be concluded that the online learning difficulties of class XI Biology students at SMAN 2 Mandau for the 2021/2022 academic year are included in the high category with a percentage of 69.21%.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Januari-Maret 2022. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei pada siswa kelas XI SMAN 2 Mandau  Tahun Ajaran 2021/2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling secara acak (simple random sampling). Jumlah sampel penelitian adalah 122 siswa. Instrumen pada penelitian yang digunakan berupa angket kesulitan belajar daring yang terdiri dari 30 item pernyataan dan telah divalidasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan angket yang di sebarkan secara langsung di dalam kelas. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa faktor penyebab kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI adalah indikator pertama kendala teknis signal dan ketidakmampuan belajar daring 70,76% kategori kuat, indikator kedua pelaksanaan interaksi, tugas, dan bahan ajar dalam belajar daring 67,33% kategori kuat, indikator ketiga stake holder membantu pemerintah, sekolah, wali murid dalam belajar daring 69,55% kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau Tahun Ajaran 2021/2022 memiliki nilai rata-rata persentase sebesar 69,21% dikategorikan kuat.
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Berbasis E-Learning Di Tengah Wabah Covid-19 Mellisa, Mellisa; Safitri, Dita
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 11, No 2 (2022): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v11i2.64444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi di tengah wabah Covid-19 di SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2020/2021, berjumlah 73 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 siswa, diambil dari semua siswa kelas XI IPA. Angket yang disebarkan terdiri dari 25 item pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi berbasis E-learning di tengah wabah Covid-19 di SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2020/2021 memberikan respon positif yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,36%, termasuk dalam kategori baik. Pada sub indikator tertinggi media pembelajaran termasuk kategori baik dengan persentase 71,37%, banyak siswa dapat menguasai aplikasi pembelajaran dengan baik. Sedangkan sub indikator terendah pada sub indikator materi ajar yang berada pada kategori cukup dengan persentase 54,41%, banyak siswa kesulitan dalam memahami materi, kurang maksimal untuk menguasai materinya dikarenakan pembelajaran secara daring.