Claim Missing Document
Check
Articles

STT REAL Batam Peduli: Mendukung Program Pemerintah Melalui Pemberian Masker di Rumah Sakit Demi Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Ronald Sianipar; Benteng M. M Purba; Ardy Lahagu; Talizaro Tafonao; Johannis Siahaya; Munatar Kause
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.591 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v3i2.126

Abstract

Since it was officially announced by the government, that covid has entered Indonesia and the government is working hard to deal with the transmission. Galang Island Infection Special Hospital was built quickly. As a lay community and educational institution in Batam city, STT Real through LPMM in general and PKM Real in particular took part. Especially with the absence of medical masks. PKM STT Real Batam. The purpose of providing these masks is to help the government, especially the RSKI, to have sufficient stock of masks so that medical staff/health workers who work without psychological burdens will run out of masks. The methods used are fundraising, searching/purchasing masks and giving directly to N-users in this case are medical personnel and RSKI staff, volunteers. This gift has had a very positive impact on STT Real Batam for its concern and greatly helped RSKI in overcoming the shortage of pioneering masks and spearheading services.AbstrakSejak di umumkan oleh pemerintah secara resmi, bahwa covid telah masuk ke Indonesia dan pemerintah bekerja keras untuk menangani penularan. Rumah Sakit Khusus Infeksi pulau Galang di bangun dengan cepat. Sebagai masyarkat awam dan Lembaga Pendidikan yang ada di kota Batam, STT Real melalui LPMM secara umum dan secara khusus PKM Real turut ambil bagian. Terlebih lagi dengan adanya kekosongan masker medis. PKM STT Real Batam Tujuan dari pemeberiaan masker ini adalah untuk membantu pemerintah khususnya RSKI supaya memiliki stok masker yang cukup sehingga tenaga medis/ nakes bekerja tanpa beban psikis akan kehabisan masker. Metode yang digunakan adalah penggalangan dana, pencarian/pembelian masker dan pemberian secara langsung kepada N-user dalam hal ini adalah tenaga medis dan realawan para petugas RSKI. Pemberian ini ini sangat berdampak positif kepada STT Real Batam akan kepedulian dan sangat menolong RSKI dalam mengatasi kekurangan masker perintis dan ujung tombak pelayanan.
Sosialisasi Dan Edukasi Tentang Gerakan 3M Dalam Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid 19 Di Desa Mentengah Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Fransiskus Irwan Widjaja; Talizaro Tafonao; Sabar Manahan Hutagalung; Selvyen Sophia; Mangiring Tua Togatorop; Roi Ganda Panggabean; Alfian Paskah Wayoi
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.46 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i1.98

Abstract

The purpose of this service activity is to increase public understanding in Mentengah Lingga Village, Lingga District, Lingga Regency about preventing the spread of Covid-19. Covid-19 is a virus that damages the human health system and not only affects health but also affects the economy, politics and social order in society. This activity was carried out by the team/lecturer based on the problems experienced by the community/partners during observations where the community in the village did not follow the health protocols as stipulated by the government. The method of implementing this community service is socialization and education and counselling to partners as well as simulations in carrying out every activity about the 3M movement (wearing masks, keeping distance and washing hands). After this activity is carried out, the results obtained are that the community can carry out and apply it 95% as explained in this article. This can be seen in the appreciation from the entire community and government when the team/lecturer carries out this activity. AbstrakTujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di Desa Mentengah Lingga Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga tentang pencegah penyebaran Covid-19. Covid-19 ini merupakan virus yang merusak sistem kesehatan manusia dan tidak hanya mempengaruhi dari segi kesehatan saja namun juga mempengaruhi ekonomi, politik dan tatanan sosial di dalam masyarakat. Kegiatan ini lakukan oleh tim/dosen didasarkan pada masalah yang dialami oleh masyarakat/mitra pada saat melakukan observasi dimana masyarakat di Desa tersebut tidak mengikuti protokol kesehatan sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni sosialisasi dan edukasi dan penyeluhan kepada mitra serta simulasi dalam melaksanakan setiap kegiatan tentang gerekan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Setelah kegiatan ini dilakukan, hasil yang dapatkan adalah masyarakat dapat melakukan dan menerapkannya 95% sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Hal ini nampak pada apresiasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah pada saat tim/dosen melaksanakan kegiatan ini.
Pendampingan Peningkatan Keterampilan dan Kemampuan Ekonomi Mandiri Para Hamba Tuhan GBI di Ladang Misi dalam Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Rubin Adi Abraham; Daniel Ginting; Antonius Natan; Ardy Lahagu; Rini Rini; Ronald Sianipar; Benteng Martua Mahuraja Purba; Ferdinandes Petrus Bunthu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2617.96 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v5i1.134

Abstract

This activity started from data from the Bethel research center, the GBI Synod which conducted research in May-June 2020 throughout Indonesia. Surprisingly 64% of the total GBI officials are experiencing economic hardship. Based on this need, the Department of Mission and Tribal Church Planting was neglected by the GBI synod, in collaboration with the Community Service Team (PkM) of STT Real Batam, which took the initiative to hold a national webinar. The purpose of this assistance is to improve the skills of God's servants in procuring daily needs and increase the knowledge of pioneering servants of God or pastors in the mission field for economic strengthening in the context of independent mission services. The method used is debriefing by practitioners in their respective fields, workshops, questions and answers, discussions. Even though this activity is carried out zooming in on the pandemic, this activity has a very positive impact on God's servants in growing an interest in being independent from finance. In carrying out this community service activity for God's servants, pioneers, and spearheads of service, it is carried out through sustainable missionomic webinars.Keywords: economy; servant of God; Skills; accompaniment; sustainable missionomic AbstrakKegiatan ini bermula dari data pusat penelitian Bethel, Sinode GBI yang melakukan penelitian pada bulan Mei-Juni 2020 di seluruh Indonesia. Sangat mengejutkan 64% dari total pejabat GBI mengalami kesulitan ekonomi. Berdasarkan kebutuhan itu, maka Departmen Misi dan Penanaman Gereja Suku terabaikan sinode GBI bekerjasama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT Real Batam berinisiatif mengadakan webinar nasional. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan hamba Tuhan dalam pengadaan kebutuhan hari-hari dan menambah pengetahuan para hamba Tuhan perintis atau gembala di ladang misi untuk penguatan ekonomi dalam rangka pelayanan misi mandiri. Metode yang digunakan adalah pembekalan oleh praktisi di bidang masing-masing, workshop, tanya jawab, diskusi. Sekalipun aktifitas ini dilakukan secara zooming pada pandemi, namun kegiatan ini sangat berdampak positif kepada hamba Tuhan dalam menumbuhkan minat mandiri dari keuangan. Dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini terhadap hamba Tuhan, perintis, dan ujung tombak pelayanan, dilaksanakan melalui webinar suistainable missionomic.Kata kunci: ekonomi; hamba Tuhan; keterampilan; pendampingan; sustainable missionomic
Pembinaan dan pelatihan penulisan karya ilmiah di kalangan dosen Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta Talizaro Tafonao Talvin; Fransiskus Irwan Widjaja
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2021): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v1i3.154

Abstract

Purpose: This community service activity aimed to improve the skills or knowledge of lecturers in writing scientific papers as an urgent need in the academic world. Method: The coaching and training were conducted to lecturers/partners of the Kadesi Yogyakarta Theological College. The method used was coaching and training in scientific article writing. Results: The results of this activity showed that there was an increase of about 70% after coaching and training were carried out using the lecture, question, and answer, discussion, and simulation methods. It can be seen from the enthusiasm of the partners when making the article outline. Conclusion: Coaching and training activities for writing scientific articles have a very positive impact on partners in fostering interest in writing scientific papers in online journals. Keywords: Coaching, Training, Lecturers, Trick of writing paper
Menstimulasi Praktik Gereja Rumah di tengah Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Candra Gunawan Marisi; T. Mangiring Tua Togatorop; Handreas Hartono
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i1.166

Abstract

This paper is an analysis of various collective resources to consider the current practice of churches in Indonesia in connection with the Covid-19 pandemic. Government regulations have restricted social gatherings, including worship in churches, to break the chain of the spread of this deadly plague. Finally, worship was held online by adopting internet-based technology to carry out worship in their respective homes. This paper is qualitative research litera-ture to analyze the Covid-19 phenomenon from the perspective of Christian theology. As a conclusion, the church must see the pandemic outbreak as an opportunity to stimulate the rise of house churches through the government's social restriction policy regarding religious worship. The house church is typical of the church carried out by the early church in the Acts. Abstrak Paper ini adalah analisis berbagai sumber daya kolektif untuk mem-pertimbangkan praktik gereja-gereja di Indonesia saat ini sehubungan dengan pandemi Covid-19. Peraturan pemerintah telah membatasi pertemuan sosial, termasuk ibadah di gereja demi memutus rantai penyebaran wabah yang mematikan ini. Akhirnya, ibadah pun diadakan secara online dengan mengadopsi teknologi berbasis internet untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Paper ini merupakan penelitian kualitatif literatur untuk menganalisis fenomena Covid-19 ini dari perspektif teologi Kristen. Sebagai kesimpulannya, gereja harus melihat peristiwa wabah pandemi ini sebagai kesempatan untuk menstimulasi bangkitnya gereja rumah melalui kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah terkait ibadah keagamaan. Gereja rumah merupakan tipikal gereja yang dilakukan oleh gereja mula-mula di dalam Kisah Para Rasul.
Menuju Evolusi Ibadah Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Fredik Melkias Boiliu; Didimus SB Prasetya; Haposan Simanjuntak; Vicky BGD Paat
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.87

Abstract

The rapid spread of COVID-19 throughout the world is changing the way everyone lives in socializing; the environment most used for a living has rapidly shrunk into homes. Business, schools, and religious services all move quickly online. No one knows precisely how long these physical and social restrictions will last -or what are the short and long-term impacts on religious life? In standard times, the presence of religious adherents in houses of worship is used by sociologists as a condition of religiosity for every religious devotee. But how can religiosity be measured in a time when people are alone? And in a time when people are not allowed to meet in large groups or even leave their homes.  What will the Religiosity of Religion look like in the future? And how will the coronavirus affect the religious practices of the Nusantara religions? This paper aims to provide a way forward for studying post-pandemic evolutionary religions that are significant in Indonesia. This study uses an evaluation method in a qualitative approach. The exploration into the evolution of human religiosity is often distorted by assumptions made about religion's nature. This review explores developments in the evolution of religion and provides critical evaluations of different theoretical positions. In general, scholars believe that religion is adaptive. In this set of ideas, theologians' evolutionary insight is not a threat but rather an essential clarification of cross-cultural religion's evolution.Penyebaran COVID-19 yang cepat ke seluruh dunia mengubah cara hidup setiap orang dalam bersosialisasi; lingkungan yang paling banyak digunakan untuk hidup telah dengan cepat menyusut menjadi rumah. Bisnis, sekolah, dan layanan keagamaan semuanya bergerak cepat secara online. Tidak ada yang tahu persis berapa lama pembatasan fisik dan sosial ini akan bertahan atau apa dampak jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kehidupan beragama. Pada zaman standar, kehadiran pemeluk agama di rumah ibadah dimanfaatkan para sosiolog sebagai syarat religiusitas setiap pemeluk agama. Tapi bagaimana religiusitas bisa diukur di saat orang sendirian? Dan di saat orang tidak diperbolehkan bertemu dalam kelompok besar atau bahkan meninggalkan rumah. Seperti apa Religiusitas Agama di masa depan? Dan bagaimana virus corona akan mempengaruhi praktik keagamaan agama-agama Nusantara? Makalah ini bertujuan untuk memberikan jalan ke depan untuk mempelajari agama-agama evolusioner pasca-pandemi yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan studi literature. Penjelajahan ke dalam evolusi religiusitas manusia sering kali terdistorsi oleh asumsi-asumsi yang dibuat tentang hakikat agama. Ulasan ini mengeksplorasi perkembangan dalam evolusi agama dan memberikan evaluasi kritis tentang posisi teoritis yang berbeda. Secara umum, para sarjana percaya bahwa agama itu adaptif. Dalam kumpulan gagasan ini, wawasan evolusioner para teolog bukanlah ancaman, melainkan klarifikasi esensial dari evolusi agama lintas budaya.
PELAYANAN DAN BAKTI SOSIAL PASCA BANJIR DI KOTA TANJUNGPINANG: SEBAGAI WUJUD RASA KEMANUSIAAN Fransiskus Irwan Widjaja; Talizaro Tafonao; Benteng Martua Mahuraja Purba; Sabar Manahan Hutagalung; Candra Gunawan Marisi; Fredy Simanjuntak; Selvyen Sophia; Efvi Noyita
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v2i1.198

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi dorongan secara moral dan psikologi lewat pelayanan dan bakti sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Pelayanan dan bakti sosial yang dilakukan oleh tim didasarkan pada rasa kepedulian terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat/mitra. Situasi masyarakat saat itu masih dalam kondisi bingung dan takut karena situasi yang masih mencekam. Tetapi dengan hadirnya para tim pengabdian di lapangan/lokasi sangat membawa pengaruh positif kepada masyarakat melalui aktifitas yang dilakukan. Artinya bahwa masyarakat yang sedang mengalami musibah sangat perlu ditolong dan diperhatikan sebagaimana ulasan dalam artikel ini. Bentuk dan metode kegiatan yang dilakukan adalah pelayanan dan bakti sosial dengan pendekatan sosiologis secara humanis. Hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar 85%. Hal ini nampak pada aktifitas yang telah dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat serta apresiasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah berdasarkan penjelasan dan uraian dalam tulisan ini.
Dari Spiritualitas Kepada Moralitas: Pelajaran Kepemimpinan Dari Kehidupan Yusuf Fredy Simanjuntak; Irfan Feriando Simanjuntak; Fransiskus Irwan Widjaja; Yudhy Sanjaya; Johannes Tarigan
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 2, No 2 (2021): Pendidikan Agama Kristen dan Kepemimpinan Kristen
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v2i2.79

Abstract

In the History of Ancient leadership, the Old Testament is a collection of books containing narratives with the largest collection of leadership case studies ever written. The author observes the significance of biblical leadership found throughout scripture because it is rooted in the way God chose to work with mankind. However, the role of leadership is undeniably determining the welfare and glory of those they lead. In this study, the author tries to specifically examine Yusuf's leadership. A leadership pattern that is widely discussed because it is full of spiritual and moral dimensions. The purpose of this study is to provide a historical analysis of (1) Spirituality and morality in Yusuf's leadership. (2) Application of Joseph's Leadership Experience to the Church Today? The method used is descriptive analysis in the book of Genesis 37-50. The result of this research is that Yusuf's leadership can be a model as a good lesson not only for individuals in leadership positions but for all those who want to improve their character.AbstrakDalam Sejarah kepemimpinan Kuno, kitab Perjanjian Lama merupakan kumpulan kitab yang berisi narasi dengan berbagai kumpulan studi kasus kepemimpinan terbesar yang pernah ditulis. Penulis mengamati signifikansi kepemimpinan alkitabiah ditemukan di seluruh kitab suci karena berakar pada cara Allah memilih untuk bekerja dengan umat manusia. Bagaimanapun peranan kepemimpinan tidak terbantahkan menentukan perihal kesejahteraan maupun kejayaan mereka yang dipimpin. Dalam Penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji secara khusus kepemimpinan Yusuf. Suatu pola kepemimpinan yang banyak dibicarakan karena sarat akan dimensi spiritual dan moralnya. Tujuan penelitian ini untuk memberikan analisis historis mengenai (1) Spiritualitas dan moralitas dalam kepemimpinan Yusuf. (2) Aplikasi dari Pengalaman Kepemimpinan Yusuf Bagi Gereja Di Masa Kini. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif pada kitab Kejadian 37-50. Hasil penelitian ini adalah kepemimpinan Yusuf menjadi model berharga sebagai pelajaran yang baik bukan hanya bagi individu dalam posisi kepemimpinan tetapi semua orang yang ingin meningkatkan karakter mereka.
Kepemimpinan Keluarga Sebagai Wadah Dalam Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Berdasarkan Nilai-Nilai Kristen Julianus Julianus; Ya’aman Gulo; Tri Murni Situmeang; Shintike Maya; Fransiskus Irwan Widjaja; Talizaro Tafonao
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 3, No 1 (2022): Christian Education and Leadership - June 2022
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v3i1.86

Abstract

This article is written The aim of this article is to study about the leadership in family as a place to prepare future Christian leader based on Christian values. It is not easy to be a leader, it takes a process to mentor an excellent leader. Accordingly, the household is an effective place to prepare excellent leader that has Christianity values. Descriptive qualitative method is used to study in this article with a literature study approach, which are trusted sciencetific journal study, books and more sciencetific works those explain about leadership in household as a place to prepare future Christian values based leaders. The result found is teaching love in leadership to children, to emerge responsibility since early stage and to grow the faith of children are the role of parents in preparing the excellent leadership based on Christianity values. This is an effective way can be done by family to train and prepare future Christian based values leaders.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengkaji kepemimpinan dalam keluarga sebagai wadah untuk mempersiapkan pemimpin Kristen yang berdasarkan nilai-nilai Kristen. Menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah, dibutuhkan proses untuk mendidik seorang pemimpin Kristen yang unggul. Oleh karena itu, keluarga merupakan tempat yang efektif untuk mempersiapkan pemimpin Kristen yang unggul yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu mengkaji literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan karya ilmiah yang lain yang terpecaya yang menjelaskan topik tentang kepemimpinan dalam keluarga sebagai wadah untuk mempersiapkan pemimpin Kristen berdasarkan nilai-nilai Kristen. Hasil yang ditemukan adalah salah satu peran keluarga dalam hal ini orang tua untuk mempersiapkan pemimpin Kristen yang unggul berdasarkan nilai-nilai Kristen adalah mengajarkan kasih dalam kepemimpinan kepada anak, menumbuhkan rasa tanggung jawab sejak dini terhadap anak, dan menumbuhkan kedewasaan rohani anak. Hal ini adalah cara yang efektif yang bisa dilakukan oleh keluarga dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin Kristen di masa depan yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.
Partisipasi Sosial-Politik sebagai Praktik Hospitalitas Kaum Pentakostal Fransiskus Irwan Widjaja; Harls Evan R. Siahaan; Octavianus Nathanael
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.633

Abstract

Abstract. The involvement of the church in social life outside the church is something that continues to struggle from time to time; the church, on the one hand, felt compelled to be involved in all aspects of life; on the other, it felt sufficient to focus on the spiritual dimension of life. Meanwhile, participation in the social domain is often articulated with religious mission activities that wish to win souls and increase the number of church members. This article aimed to present a theological reflection framework on hospitality in a Pentecostal perspective, as a spirituality that drives the participatory philosophy of Pentecostals in the public sphere, both socially and politically. The method used is descriptive analysis, with a literature study approach. The result is that the hospitality attitude of the early church in the Acts constructs a Pentecostal reflection of the participation of Pentecostals in the public sphere.Abstrak. Keterlibatan gereja dalam kehidupan sosial di luar gereja merupakan hal yang terus mengalami pergumulan dari waktu ke waktu; gereja di satu sisi merasa harus terlibat dalam seluruh aspek kehidupan, di sisi lain merasa cukup untuk memfokuskan pada dimensi kehidupan rohani. Sementara itu, partisipasi pada domain sosial tidak jarang diartikulasikan dengan kegiatan misi gerejawi yang ingin memenangkan jiwa dan menambahkan jumlah anggota gereja. Artikel ini bertujuan menyajikan sebuah kerangka refleksi teologis tentang hospitalitas dalam perspektif Pentakostal, sebagai spirtualitas yang menggerakkan sikap partisipatif kaum Pentakostal pada ruang publik, baik secara sosial dan politik. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan pendekatan studi literatur. Hasilnya, sikap hospitalitas jemaat mula-mula pada narasi Kisah Para Rasul mengonstruksi sebuah perenungan Pentakostal mengenai partisipasi kaum Pentakostal pada ruang publik.
Co-Authors Abehud Bawatji Abraham, Rubin Adi Alfian Paskah Wayoi Allo, Bertha Padang Antonius Natan Ardi Lahagu Ardy Lahagu Ardy Lahagu Benteng M. M Purba Benteng MM Purba Boiliu, Fredik Melkias Boiliu, Noh Ibrahim Ceria Ceria Ceria, Ceria Christian Daniel Raharjo Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Darianti Darianti David Ellyanto Dewi Lidya S Didimus SB Prasetya Evan Dongoran Ferdinandes Petrus Bunthu Frederik Patar Hutahaean Gultom, Joni Manumpak Parulian Handreas Hartono Harefa, Otieli Harls Evan R. Siahaan Harls Evan R. Siahaan Hendrik Bernardus Tetelepta Herman Hutagalung, Sabar Manahan Jamin Tanhidy Jan Lukas Jaya Supan Jaya Supan Jenri Prada Sibarani Johannes Tarigan Johannis Siahaya Julianus Julianus Juntriman Purba Lahagu, Ardianto Lidya Dewi S Manahan Uji Simanjuntak Manurung, Rismag Dalena Monica Br Manurung Marisi, Candra Gunawan Martina Novalina Munatar Kause Nainggolan, Imayanti Natassha, Yohana Noyita, Efvi Octavianus Nathanael Paat, Vicky BGD Phanny Tandy Kakauhe Prananto Prananto Purba, Benteng Martua Mahuraja Rijaltri Sudarman Sihombing Rikson Situmorang Rini Rini Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Monica Br Manurung Manurung Roi Ganda Panggabean Rusgiyati Rusgiyati Ruslim, Samuel Kelvin Sabar Hutagalung Sabar M Hutagalung Samuel Manaransyah Sandi Naftali Sang Putra Immanuel Duha Sanjaya, Yudhy Shintike Maya Sianipar, Ronald Sibarani, Jenri Prada Sihar Lamhot Simatupang Simanjuntak, Fredy Simanjuntak, Haposan Simanjuntak, Irfan Feriando Situmorang, Ester Lina Solideo Bole Sophia, Selvyen Suarman Lase Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro TARIGAN, Johannes Togatorop, T. Mangiring Tua Togatorop, Timotius Mangiring Tua Tri Murni Situmeang Vicky BGD Paat Waruwu, Septerianus Winson Simmamora Winson Simmamora Ya’aman Gulo Yesimieli Laiya Yohana Natassha Yovianus Epan Yulius Subari Putra Yunardi Kristian Zega Yupe Usiel Yusnoveri Zebua, Peringatan Zega, Yunardi Kristian