Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tumbuh tanpa tekanan: stop bullying dan perkawinan anak (become agent of change trough awarrnes) Winata, Aliahardi; Bilal, Arpan Islami; Hapipah, Baiq; Nahlya, Nahlya; Jayadi, Mohamad; Nurkisah, Nurkisah; Nufus, Hayatun; Isnaini, Isnaini; Muttaqin, Zedi; Saddam, Saddam; Afandi, Ahmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.30229

Abstract

Abstrak Program sosialisasi "Tumbuh Tanpa Tekanan: Stop Bullying dan Hindari Perkawinan Anak (Become agent of change trough awarrnes)" yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa PLP 2 KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Mataram di SMKN 1 Janapria pada 18 September 2024 berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu bullying dan perkawinan anak. Dengan pendekatan materi yang komprehensif dan interaktif, siswa memahami definisi, bentuk, dampak, serta pencegahan bullying, dan dampak negatif pernikahan di bawah umur. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi menunjukkan keterlibatan siswa, sedangkan pembagian instrumen evaluasi mendorong refleksi pribadi terhadap pengalaman mereka terkait kedua isu tersebut. Dukungan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru, turut memfasilitasi kelancaran kegiatan. Hasil dari sosialisasi ini menciptakan dasar yang kuat untuk tindakan pencegahan berkelanjutan terhadap bullying dan perkawinan anak di lingkungan sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk program sosialisasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: tumbuh tanpa tekanan; stop bullying; perkawinan anak Abstract The socialization program “Grow Without Pressure: Stop Bullying and Avoid Child Marriage (Become agent of change through awareness)” implemented by a team of PLP 2 KKN-DIK students of Muhammadiyah Mataram University at SMKN 1 Janapria on September 18, 2024 succeeded in raising students' awareness of the issues of bullying and child marriage. With a comprehensive and interactive material approach, students understood the definition, form, impact, and prevention of bullying, and the negative impact of underage marriage. Active participation in discussion sessions demonstrated student engagement, while the distribution of evaluation instruments encouraged personal reflection on their experiences related to both issues. Support from the school, including the principal and teachers, facilitated the smooth running of the activities. The results of this socialization create a strong foundation for sustainable preventive actions against bullying and child marriage in the school environment, and provide recommendations for more effective socialization programs in the future. Keywords: growing up without pressure; stop bullying; child marriage
SOSIALISASI KEBIJAKAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Sanisah, Siti; Rejeki, Sri; Fauzan, Fauzan; Sirajuddin, Sirajuddin; Rochayati, Nurin; Bilal, Arpan Islami; Azali, Lia; Edi, Edi; Mardiana, Ana; Sar'i, Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32014

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kasus kekerasan di sekolah terindikasi meningkat dari waktu ke waktu, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencegah dan menangani kasus dimaksud agar tidak terus berkembang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kebijakan tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi dengan mitra strategis pengabdian adalah SMP Negeri 5 Jonggat dengan melibatkan 50 orang sebagai peserta sosialisasi. Kegiatan pengabdian terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pemahaman peserta dari 45 (pre-test) menjadi 85 (post test), kepuasan  88, relevansi materi sosialisasi 90, tanggapan dan pengalaman peserta mencapai 85 serta terbentuknya komitmen bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. Kegiatan diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem perlindungan berkelanjutan di sekolah. Disarankan agar pihak sekolah melakukan kegiatan serupa secara berkala sebagai ruang edukasi untuk meminimalisir kasus kekerasan di sekolah sehingga tercipta ruang yang aman dan nyaman untuk seluruh penghuni sekolah. Kata kunci: Sosialisasi Kebijakan; Pencegahan dan Penanganan Kekerasan; Lingkungan Sekolah; TPPK. ABSTRACTCases of violence in schools are indicated to increase from time to time, and extra efforts are needed to prevent and handle these cases so that they do not continue to grow. This community service aims to socialize policies on preventing and handling violence in the school environment. The service was carried out in the form of socialization with the strategic partner of the service SMP Negeri 5 Jonggat involving 50 people as socialization participants. The service activity consists of four stages, namely planning, preparation of socialization materials, implementation of socialization, and evaluation and follow-up. The results of the activity showed an increase in the average understanding of participants from 45 (pre-test) to 85 (post-test), satisfaction from 88, relevance of socialization material to 90, responses and experiences of participants reached 85, and the formation of a joint commitment in preventing and dealing with violence in schools. The activity is expected to be the first step in creating a sustainable protection system in schools. It is recommended that schools conduct similar activities periodically as an educational space to minimize cases of violence in schools so as to create a safe and comfortable space for all school occupants. Keywords: Policy Socialization; Violence Prevention and Handling; School Environment; TPPK
Analisis Dampak Pergantian Kurikulum 2013 Ke Kurikulum Merdeka Terhadap Pembelajaran Di Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Amelia, Sherly Dwi; Rahman, Nanang; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami; Handayani, Monika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32675

Abstract

Modifications in the curriculum of education signify advancements in science and technology. The Merdeka curriculum is an initiative aimed at addressing contemporary demands and technological integration, affecting education across multiple levels. This study seeks to evaluate the transition to the independent curriculum from the 2013 curriculum in primary schools, focusing on its implementation, challenges, impacts, and potential solutions. This research employs a descriptive qualitative methodology. The findings of this study indicate that the independent curriculum is executed in phases in accordance with governmental directions. The process of transitioning the independent curriculum from the 2013 curriculum has three transitional stages: freedom to learn, share, and change. The main obstacle is teacher adaptation to a new, more flexible approach. In addition, limited facilities and infrastructure, such as the availability of learning books, digital devices, and technological literacy, are a challenge. The positive effects are that student participation in the learning process becomes more active, creative, and oriented in each task. In terms of administration, the workload becomes lighter. Solutions for Handling the Obstacles of the 2013 Curriculum Transition to the Independent Curriculum in Elementary Schools include providing intensive assistance to teachers, optimizing training, and conducting regular evaluations to see what still needs improvement. 
PELATIHAN INTEGRASI QUIZIZZ DAN EDUCAPLAY UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAMIFIKASI Rezkillah, inang irma; Husen, Husen; Izzah, Namia; Kholifi, Nadia Al; Fajria, Siti; Rahmawati, Suci; Andriani, Wiwit; Safutri, Wini Aulia; Bilal, Arpan Islami; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Mariyati, Yuni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34301

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Media pembelajaran berbasis digital merupakan aktualisasi guru dalam meningkatkan kompetensi terkhusus untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Hal ini menjadi pertimbangan kepala sekolah SDN 3 Jerowaru selaku mitra untuk melaksanakan pelatihan integrasi platform quizizz dan educaplay untuk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di SDN 3 Jerowaru untuk 14 guru disekolah. Tahap awal pelatihan dengan pembagian angket pretest sebelum memberi pelatihan oleh pemateri. Penyampaian materi terkait pengenalan aplikasi dan demonstrasi cara mengoperasikan aplikasi. Tidak sampai disana, guru-guru mempraktikan secara langsung pada laptop masing-masing. Tahap akhir yaitu pemberian postest sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan komptensi guru. Hasil pretest menunjukkan bahwa 8 dari 14 guru masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata skor posttest guru, dari 62,1 menjadi 90,7, serta peningkatan kepercayaan diri dan motivasi dalam mengembangkan media interaktif di kelas. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kolaborasi aktif selama pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan integrasi Quizizz dan Educaplay efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap inovasi pembelajaran digital. Diharapkan, model pelatihan ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesionalisme guru di era digital. Kata kunci: Quiziz; Educaplay, Elementary, Interaktif  ABSTRACTDigital-based learning media serve as a means for teachers to actualize and enhance their professional competencies, particularly in developing interactive gamified learning tools. This consideration prompted the principal of SDN 3 Jerowaru, as the partner institution, to organize a training program focused on the integration of Quizizz and Educaplay platforms for the development of interactive gamified learning media. The training was conducted at SDN 3 Jerowaru and involved 14 teachers from the school. The initial stage of the training began with the distribution of a pre-test questionnaire to assess baseline knowledge prior to the delivery of material by the instructors. The content covered an introduction to the applications and a demonstration of how to operate them effectively. Importantly, teachers were also given the opportunity to directly practice using the platforms on their respective laptops. In the final stage, a post-test was administered to evaluate improvements in teacher competence. The pre-test results revealed that 8 out of 14 teachers still faced significant limitations in utilizing digital applications for instructional purposes. However, following the training, there was a marked improvement in the teachers’ average post-test scores, increasing from 62.1 to 90.7. In addition, teachers reported increased confidence and motivation in developing interactive media for classroom use. High levels of enthusiasm and active collaboration were also observed throughout the training sessions. This activity demonstrated that training on the integration of Quizizz and Educaplay is effective in enhancing teachers’ knowledge, skills, and attitudes toward digital learning innovation. It is hoped that this training model can serve as a reference for the ongoing professional development of teachers in the digital era. Keywords: Quizizz; Educaplay; Elementary; Interactive
Teori Cinta Sigmund Freud dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta Darmurtika, Linda Ayu; Mus, Akhmad H; Lamusiah, Siti; Bilal, Arpan Islami; Muhardini, Sintayana; Rezkillah, Inang Irma; Niswariyana, Ahyati Kurniamala
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.391

Abstract

Kumpulan cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma merupakan  objek kajian dalam penelitian ini. Latar belakang dianalisisnya kumpulan cerpen ini, karena tersirat pesan moral melalui perilaku tokoh wanita yang ingin bebas melakukan perselingkuhan. Dalam kumpulan cerpen terdapat empat belas cerpen yang menceritakan tokoh wanita dalam petualangan hidupnya. Namun, dalam penelitian ini akan dikaji empat cerpen yang penokohan tokoh wanitanya mengalami konflik kejiwaan yang disebabkan oleh permasalahan cinta. Teori yang digunakan yakni teori cinta eros Sigmund Freud yang merupakan bagian dari teori psikologi. Cinta eros yang berobjek seksual dengan mengidentifikasi tiga unsur, yakni cinta dari asalnya bersifat seksual, kasih yang eksklusif dan penafsiran yang berlebihan, dan cinta narsistik dan egoistik. Ketiga sifat cinta tersebut memengaruhi tingkah laku, pola pikir, dan kejiwaan tokoh wanita yang hanya menginginkan kenikmatan seksual dan selalu mempertanyakan makna cinta.
Dampak Integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge dan Ice breaking dalam Pengajaran Literasi Baca dan Tulis di Sekolah Dasar Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami
Bima Journal of Elementary Education Vol. 2 No. 2 (2024): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v2i2.2425

Abstract

This study aims to analyze the impact of integrating Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and ice breaking in teaching reading and writing literacy at the elementary school level. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the research involved fourth-grade students from SDN Mataram Regency, divided into experimental and control groups. Data collection instruments included literacy tests and observation sheets measuring student engagement. The results revealed that the experimental group receiving instruction with integrated TPACK and ice breaking showed a significant improvement in literacy scores, with an average increase of 31.2%, compared to only 11.7% in the control group. Furthermore, this integration enhanced student engagement during the learning process. In conclusion, the TPACK and ice breaking approach not only improved students' academic outcomes but also created a more interactive and enjoyable learning environment. This study recommends adopting this strategy as an innovative solution to enhance literacy quality in elementary schools, particularly in Indonesia.