Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Dampak Pergantian Kurikulum 2013 Ke Kurikulum Merdeka Terhadap Pembelajaran Di Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Amelia, Sherly Dwi; Rahman, Nanang; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami; Handayani, Monika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32675

Abstract

Modifications in the curriculum of education signify advancements in science and technology. The Merdeka curriculum is an initiative aimed at addressing contemporary demands and technological integration, affecting education across multiple levels. This study seeks to evaluate the transition to the independent curriculum from the 2013 curriculum in primary schools, focusing on its implementation, challenges, impacts, and potential solutions. This research employs a descriptive qualitative methodology. The findings of this study indicate that the independent curriculum is executed in phases in accordance with governmental directions. The process of transitioning the independent curriculum from the 2013 curriculum has three transitional stages: freedom to learn, share, and change. The main obstacle is teacher adaptation to a new, more flexible approach. In addition, limited facilities and infrastructure, such as the availability of learning books, digital devices, and technological literacy, are a challenge. The positive effects are that student participation in the learning process becomes more active, creative, and oriented in each task. In terms of administration, the workload becomes lighter. Solutions for Handling the Obstacles of the 2013 Curriculum Transition to the Independent Curriculum in Elementary Schools include providing intensive assistance to teachers, optimizing training, and conducting regular evaluations to see what still needs improvement. 
PELATIHAN INTEGRASI QUIZIZZ DAN EDUCAPLAY UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAMIFIKASI Rezkillah, inang irma; Husen, Husen; Izzah, Namia; Kholifi, Nadia Al; Fajria, Siti; Rahmawati, Suci; Andriani, Wiwit; Safutri, Wini Aulia; Bilal, Arpan Islami; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Mariyati, Yuni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34301

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Media pembelajaran berbasis digital merupakan aktualisasi guru dalam meningkatkan kompetensi terkhusus untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Hal ini menjadi pertimbangan kepala sekolah SDN 3 Jerowaru selaku mitra untuk melaksanakan pelatihan integrasi platform quizizz dan educaplay untuk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di SDN 3 Jerowaru untuk 14 guru disekolah. Tahap awal pelatihan dengan pembagian angket pretest sebelum memberi pelatihan oleh pemateri. Penyampaian materi terkait pengenalan aplikasi dan demonstrasi cara mengoperasikan aplikasi. Tidak sampai disana, guru-guru mempraktikan secara langsung pada laptop masing-masing. Tahap akhir yaitu pemberian postest sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan komptensi guru. Hasil pretest menunjukkan bahwa 8 dari 14 guru masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata skor posttest guru, dari 62,1 menjadi 90,7, serta peningkatan kepercayaan diri dan motivasi dalam mengembangkan media interaktif di kelas. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kolaborasi aktif selama pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan integrasi Quizizz dan Educaplay efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap inovasi pembelajaran digital. Diharapkan, model pelatihan ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesionalisme guru di era digital. Kata kunci: Quiziz; Educaplay, Elementary, Interaktif  ABSTRACTDigital-based learning media serve as a means for teachers to actualize and enhance their professional competencies, particularly in developing interactive gamified learning tools. This consideration prompted the principal of SDN 3 Jerowaru, as the partner institution, to organize a training program focused on the integration of Quizizz and Educaplay platforms for the development of interactive gamified learning media. The training was conducted at SDN 3 Jerowaru and involved 14 teachers from the school. The initial stage of the training began with the distribution of a pre-test questionnaire to assess baseline knowledge prior to the delivery of material by the instructors. The content covered an introduction to the applications and a demonstration of how to operate them effectively. Importantly, teachers were also given the opportunity to directly practice using the platforms on their respective laptops. In the final stage, a post-test was administered to evaluate improvements in teacher competence. The pre-test results revealed that 8 out of 14 teachers still faced significant limitations in utilizing digital applications for instructional purposes. However, following the training, there was a marked improvement in the teachers’ average post-test scores, increasing from 62.1 to 90.7. In addition, teachers reported increased confidence and motivation in developing interactive media for classroom use. High levels of enthusiasm and active collaboration were also observed throughout the training sessions. This activity demonstrated that training on the integration of Quizizz and Educaplay is effective in enhancing teachers’ knowledge, skills, and attitudes toward digital learning innovation. It is hoped that this training model can serve as a reference for the ongoing professional development of teachers in the digital era. Keywords: Quizizz; Educaplay; Elementary; Interactive
Teori Cinta Sigmund Freud dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta Darmurtika, Linda Ayu; Mus, Akhmad H; Lamusiah, Siti; Bilal, Arpan Islami; Muhardini, Sintayana; Rezkillah, Inang Irma; Niswariyana, Ahyati Kurniamala
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.391

Abstract

Kumpulan cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma merupakan  objek kajian dalam penelitian ini. Latar belakang dianalisisnya kumpulan cerpen ini, karena tersirat pesan moral melalui perilaku tokoh wanita yang ingin bebas melakukan perselingkuhan. Dalam kumpulan cerpen terdapat empat belas cerpen yang menceritakan tokoh wanita dalam petualangan hidupnya. Namun, dalam penelitian ini akan dikaji empat cerpen yang penokohan tokoh wanitanya mengalami konflik kejiwaan yang disebabkan oleh permasalahan cinta. Teori yang digunakan yakni teori cinta eros Sigmund Freud yang merupakan bagian dari teori psikologi. Cinta eros yang berobjek seksual dengan mengidentifikasi tiga unsur, yakni cinta dari asalnya bersifat seksual, kasih yang eksklusif dan penafsiran yang berlebihan, dan cinta narsistik dan egoistik. Ketiga sifat cinta tersebut memengaruhi tingkah laku, pola pikir, dan kejiwaan tokoh wanita yang hanya menginginkan kenikmatan seksual dan selalu mempertanyakan makna cinta.
Dampak Integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge dan Ice breaking dalam Pengajaran Literasi Baca dan Tulis di Sekolah Dasar Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami
Bima Journal of Elementary Education Vol. 2 No. 2 (2024): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v2i2.2425

Abstract

This study aims to analyze the impact of integrating Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and ice breaking in teaching reading and writing literacy at the elementary school level. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the research involved fourth-grade students from SDN Mataram Regency, divided into experimental and control groups. Data collection instruments included literacy tests and observation sheets measuring student engagement. The results revealed that the experimental group receiving instruction with integrated TPACK and ice breaking showed a significant improvement in literacy scores, with an average increase of 31.2%, compared to only 11.7% in the control group. Furthermore, this integration enhanced student engagement during the learning process. In conclusion, the TPACK and ice breaking approach not only improved students' academic outcomes but also created a more interactive and enjoyable learning environment. This study recommends adopting this strategy as an innovative solution to enhance literacy quality in elementary schools, particularly in Indonesia.
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X DKV SMK ULIL ALBAB NW GEGEK Purnawarman, Purnawarman; Bilal, Arpan Islami; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu MAs; Wirahyuni, Kadek
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37576

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kemampuan  menulis  cerpen  siswa  kelas  SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek tahun  pelajaran  2024/2025.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  penelitian  deskriptif  kualitatif.  Sumber  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  20  karangan  cerpen  siswa  kelas X DKV SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek dan  guru  mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  lembar  observasi.  Subjek  penelitian  ini  adalah  siswa  kelas  X  DKV SMK Ulil Albab NW Gegek.  Dari  20  sempel  siswa.  Berdasarkan  hasil  analisis  data  kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  baik  sekali  sebanyak  4  siswa  (20%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  baik  sebanyak  6  siswa  (30%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  cukup  sebanyak  8  siswa  (40%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  kurang  sebanyak  2 siswa  (10%).  Dengan  demikian  sesuai  dengan  perhitungan  rata-rata  nilai,  dapat  disimpulkan  bahwa  kemampuan  menulis  cerpen  siswa  kelas X DKV  SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek  dengan  nilai  rata-rata  68,2  berkualifikasi  cukup.
TRADISI NYONGKOLAN GENDANG BELEQ SEBUAH EDUKASI BUDAYA Darmutika, Linda Ayu; Bilal, Arpan Islami; junianti, Juan; Iftitah, Iftitah; Khatimah, Khusnul; Perdani, Febryanti Indah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36545

Abstract

Tradisi nyongkolan merupakan salah satu upacara adat masyarakat Sasak di Pulau Lombok yang sarat dengan nilai-nilai sosial dan budaya. Prosesi ini biasanya diiringi dengan gendang beleq, alat musik tradisional yang memiliki makna historis dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam tradisi nyongkolan gendang beleq serta relevansinya dalam pendidikan budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku budaya, serta masyarakat yang terlibat dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyongkolan gendang beleq mengandung nilai-nilai pendidikan seperti gotong royong, disiplin, tanggung jawab, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian budaya. Tradisi ini dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan formal maupun nonformal sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dengan demikian, nyongkolan gendang beleq bukan hanya sebuah ritual adat, tetapi juga wahana edukasi yang memperkuat identitas budaya masyarakat Sasak.
The effectiveness of ethnopedagogy in revitalising local wisdom in formal education: A phenomenological review Uswatun; Milandari, Baiq Desi; Bilal, Arpan Islami; Garba, Malami Muhammad; Hafeez, Muhammad
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5742

Abstract

Ethnopedagogy is an educational approach grounded in culture that plays an important role in preserving local wisdom amid the challenges of globalisation. This study aims to describe the integration of local cultural values into the learning process and culture-based school programmes, explain the role of ethnopedagogy in shaping students' character and strengthening their cultural identity, and identify forms of collaboration between schools and communities to support the sustainability of local wisdom-based learning. This study used a qualitative phenomenological approach and was conducted at one of the public elementary schools in West Lombok Regency. The research subjects included the principal, teachers, community leaders, and 30 students in grades V and VI. Data was obtained through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that ethnopedagogy is effective through Cultural Saturday activities, batik making, and Gendang Beleq drumming, which instil character values and a sense of cultural pride. The incorporation of local wisdom into Civics and Science lessons increases student motivation and understanding, while cooperation between schools and the community supports the sustainability of culture-oriented learning. A comparative analysis of informants' perspectives reveals heterogeneous learning experiences: male students are more interested in traditional Gendang Beleq music, while female students are more interested in batik and dance activities. Ethnopedagogy can be an effective educational approach for strengthening character education, preserving local culture, and developing contextual learning rooted in national cultural values.